Apa Arti Ungkapan Ini?
“Saya kenyang” dan “Saya sudah cukup” keduanya memberi tahu seseorang bahwa Anda tidak ingin makanan lagi. Mereka mengatakan bahwa tubuh Anda telah menerima jumlah yang memuaskan. Anak-anak mengucapkan kata-kata ini di akhir makan atau ketika ditawari lebih banyak. Keduanya menetapkan batasan dengan sopan.
“Saya kenyang” berarti perut saya terasa puas dan tidak bisa menampung lebih banyak makanan. Ini langsung dan berfokus pada tubuh. Seorang anak mengatakannya ketika mendorong piring menjauh. Ini adalah pernyataan fisik.
“Saya sudah cukup” berarti saya telah makan dalam jumlah yang memuaskan dan tidak membutuhkan lebih banyak. Ini lebih lembut dan lebih tentang pilihan. Seorang anak mengatakannya ketika ditawari hidangan kedua. Ini adalah penolakan yang sopan.
Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa. Keduanya mengatakan “tidak ada makanan lagi, tolong.” Keduanya menghentikan makan pada waktu yang tepat. Tetapi yang satu tentang tubuh sementara yang lain tentang jumlah.
Apa Perbedaannya?
Yang satu tentang perasaan perut. Yang satu tentang kepuasan kuantitas. “Saya kenyang” berfokus pada sensasi tubuh Anda. Perut Anda terasa meregang atau puas. Ini sangat jelas dan fisik.
“Saya sudah cukup” berfokus pada jumlah yang telah Anda makan. Anda tidak membutuhkan lebih banyak karena Anda telah mencapai batas pribadi Anda. Ini kurang fisik dan lebih tentang pilihan. Ini juga dapat digunakan untuk situasi non-makanan.
Pikirkan seorang anak di meja makan. Setelah makan normal: “Saya kenyang” adalah hal yang umum. “Saya sudah cukup” juga baik-baik saja. Yang satu tentang perut. Yang satu tentang jumlah.
Yang satu untuk makan. Yang lainnya untuk banyak situasi. “Saya kenyang” hanya untuk makanan. “Saya sudah cukup” berfungsi untuk makanan, waktu bermain, atau kebisingan. Gunakan “kenyang” untuk makan. Gunakan “sudah cukup” untuk banyak hal.
Juga, “Saya sudah cukup” bisa terdengar sedikit tidak sabar. “Saya kenyang” netral. Pilih berdasarkan nada dan konteks Anda.
Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing?
Gunakan “Saya kenyang” untuk akhir makan. Gunakan itu ketika perut Anda terasa puas. Gunakan itu untuk menolak lebih banyak makanan dengan sopan. Itu cocok dengan situasi makan.
Contoh di rumah: “Saya kenyang. Itu lezat.” “Saya kenyang. Saya tidak bisa makan lagi.” “Saya kenyang. Bisakah saya permisi?”
Gunakan “Saya sudah cukup” untuk makanan atau situasi lain. Gunakan itu untuk makan, tetapi juga untuk aktivitas atau perilaku. Gunakan itu ketika Anda telah mencapai batas Anda. Itu cocok dengan banyak batasan.
Contoh untuk batasan: “Saya sudah cukup pizza, terima kasih.” “Saya sudah cukup berlari. Mari istirahat.” “Saya sudah cukup kebisingan. Harap tenang.”
Anak-anak dapat menggunakan keduanya. “Saya kenyang” untuk makanan. “Saya sudah cukup” untuk makanan atau batasan lainnya. Keduanya menetapkan batasan yang sehat.
Contoh Kalimat untuk Anak-Anak Saya kenyang: “Saya kenyang. Saya tidak bisa makan lagi.” “Saya kenyang. Perut saya menyuruh berhenti.” “Saya kenyang. Terima kasih atas makanannya.”
Saya sudah cukup: “Saya sudah cukup kerupuk, terima kasih.” “Saya sudah cukup. Tidak ada lagi untuk saya.” “Saya sudah cukup permainan ini. Mari bermain yang lain.”
Perhatikan “Saya kenyang” hanya untuk makanan. “Saya sudah cukup” berfungsi untuk makanan, bermain, kebisingan, dan banyak lagi. Anak-anak mempelajari keduanya. Yang satu spesifik. Yang satu umum.
Orang tua dapat menggunakan keduanya. Saat makan malam: “Saya kenyang.” Saat bermain: “Saya sudah cukup berlari.” Anak-anak mempelajari batasan yang berbeda.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Beberapa anak mengatakan “Saya sudah cukup” saat makan malam dengan suara yang masam. Itu bisa terdengar kasar. Ucapkan dengan sopan dengan ucapan terima kasih. “Saya sudah cukup, terima kasih” itu baik.
Salah: “Saya sudah cukup.” (menyilangkan tangan, masam) Benar: “Saya sudah cukup, terima kasih. Itu bagus.”
Kesalahan lain: mengatakan “Saya kenyang” ketika Anda tidak menyukai makanannya. Jujurlah. Katakan “Saya tidak suka ini” atau “Saya tidak lapar untuk ini.” Kenyang berarti kenyang, tidak pilih-pilih.
Salah: “Saya kenyang” (setelah dua gigitan brokoli). Lebih baik: “Saya tidak lapar untuk brokoli sekarang.”
Beberapa pelajar lupa bahwa “Saya sudah cukup” bisa terdengar seperti keluhan. Dalam beberapa situasi, itu berarti “berhenti, saya kesal.” Gunakan nada lembut untuk batasan makanan.
Juga hindari mengatakan “Saya kenyang” ketika Anda ingin makanan penutup. Jika Anda ingin makanan penutup, katakan “Saya kenyang sekarang, tetapi saya mungkin punya ruang untuk makanan penutup nanti.” Kejujuran itu baik.
Tips Memori Mudah
Pikirkan “Saya kenyang” sebagai perut yang bulat. Perut meregang. Tidak ada lagi ruang. Fisik dan jelas. Hanya untuk makanan.
Pikirkan “Saya sudah cukup” sebagai tangan yang terangkat. Tangan mengatakan “berhenti.” Batasnya tercapai. Untuk makanan, bermain, kebisingan, dan perasaan.
Trik lain: ingat penggunaannya. “Kenyang” untuk perut Anda. “Sudah cukup” untuk batas Anda. Perut menjadi “kenyang.” Batas menjadi “sudah cukup.”
Orang tua dapat mengatakan: “Kenyang untuk perut. Cukup untuk situasi yang bau.” Itu berarti kepenuhan makanan menjadi “Saya kenyang.” Batas lainnya menjadi “Saya sudah cukup.”
Berlatih saat makan malam. Selesai makan: “Saya kenyang.” Selesai bermain: “Saya sudah cukup berlari.” Dua batasan. Satu anak yang sehat.
Waktu Latihan Cepat Mari kita coba latihan kecil. Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.
Anak Anda telah makan makanan lengkap. Perut mereka terasa sesak. Mereka tidak ingin lebih. a) “Saya sudah cukup makan malam ini.” b) “Saya kenyang. Itu hebat.”
Anak Anda telah bermain petak umpet selama 20 menit. Mereka lelah dan ingin berhenti. a) “Saya kenyang bermain petak umpet.” b) “Saya sudah cukup berlari. Mari istirahat.”
Jawaban: 1 – b. Perut kenyang setelah makan cocok dengan “Saya kenyang.” 2 – b. Lelah bermain cocok dengan “Saya sudah cukup.”
Isi bagian yang kosong: “Ketika perut saya terasa meregang setelah makan malam, saya mengatakan ______.” (“Saya kenyang” adalah pilihan alami dan fisik untuk kepenuhan makanan.)
Satu lagi: “Ketika saya lelah bermain dan ingin melakukan hal lain, saya mengatakan ______.” (“Saya sudah cukup” cocok dengan batasan pada suatu aktivitas.) Mendengarkan tubuh Anda adalah sebuah keterampilan. “Saya kenyang” menghormati perut Anda. “Saya sudah cukup” menghormati batasan Anda. Ajarkan anak Anda keduanya. Seorang anak yang tahu cukup tumbuh sehat.
Ringkasan “Saya kenyang” dengan sopan mengatakan perut Anda telah mencapai batasnya untuk makanan. “Saya sudah cukup” mengatakan Anda telah mencapai batas Anda untuk makanan atau aktivitas apa pun. Gunakan “Saya kenyang” untuk makan. Gunakan “Saya sudah cukup” untuk makanan, bermain, kebisingan, atau apa pun yang telah mencapai batasnya. Kedua frasa menetapkan batasan yang sehat. Seorang anak yang bisa mengatakan “cukup” adalah anak yang bisa menjaga dirinya sendiri.

