Setelah Memecahkan Teka-Teki, Haruskah Seorang Anak Berteriak “Berhasil!” atau “Sukses!” untuk Merayakan?

Setelah Memecahkan Teka-Teki, Haruskah Seorang Anak Berteriak “Berhasil!” atau “Sukses!” untuk Merayakan?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Arti dari Ungkapan-ungkapan Ini?

“Berhasil!” dan “sukses!” keduanya berarti bahwa sebuah rencana, tindakan, atau upaya mencapai hasil yang diinginkan. Keduanya memberi tahu seseorang bahwa usaha itu efektif dan tujuannya tercapai. Anak-anak mengucapkan kata-kata ini ketika sebuah mainan mulai berfungsi, resepnya berhasil, atau sebuah solusi memecahkan masalah. Keduanya merayakan keberhasilan.

“Berhasil!” adalah frasa yang umum dan menyenangkan ketika sesuatu berfungsi sebagaimana mestinya. Seorang anak mengucapkannya ketika sebuah tombol akhirnya menyalakan lampu. Itu energik dan langsung.

“Sukses!” berarti hal yang sama, tetapi terdengar lebih formal dan final. Itu kurang umum dalam ucapan anak-anak. Itu mungkin digunakan untuk pencapaian besar atau laporan tertulis. Itu lebih tenang dan serius.

Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa. Keduanya berarti “upaya itu berhasil.” Keduanya merayakan pencapaian. Tetapi yang satu energik dan sehari-hari sementara yang lain formal dan serius.

Apa Perbedaannya?

Yang satu energik, sehari-hari, dan umum. Yang satu formal, serius, dan kurang umum. “Berhasil!” adalah apa yang secara alami diteriakkan anak-anak. Itu penuh dengan kegembiraan dan kelegaan. Itu adalah frasa keberhasilan klasik.

“Sukses!” adalah tentang mencapai tujuan. Itu lebih formal. Seorang anak yang mengucapkannya terdengar sangat dewasa. Itu benar tetapi tidak biasa bagi seorang anak.

Pikirkan seorang anak memperbaiki mobil mainan. Rodanya berputar. “Berhasil!” sudah tepat. “Sukses!” akan terdengar aneh. Yang satu untuk perbaikan yang menyenangkan. Yang satu untuk tujuan formal.

Yang satu untuk keberhasilan sehari-hari. Yang lain untuk pencapaian formal atau besar. “Berhasil!” untuk level video game. “Sukses!” untuk percobaan sains. Gunakan yang pertama untuk kemenangan kecil. Gunakan yang kedua untuk kemenangan besar dan formal.

Juga, “berhasil!” sering mengacu pada fungsi. “Sukses!” mengacu pada pencapaian tujuan.

Kapan Kita Menggunakan Masing-masing?

Gunakan “berhasil!” untuk keberhasilan sehari-hari. Gunakan itu ketika perbaikan berhasil, sebuah tombol berfungsi, atau sebuah rencana berhasil. Gunakan itu untuk merayakan dengan cepat. Itu cocok untuk percakapan yang menyenangkan.

Contoh di rumah: “Berhasil! Lampunya menyala.” “Saya menekan tombolnya dan berhasil!” “Berhasil! Lem merekatkan potongan-potongan itu.”

Gunakan “sukses!” sangat jarang. Gunakan itu untuk pencapaian formal atau laporan tertulis. Gunakan itu untuk tujuan besar. Anak-anak hampir tidak pernah perlu mengucapkan frasa ini.

Contoh untuk formalitas: “Percobaan itu berhasil.” (laporan sains) “Upaya penggalangan dana kami berhasil.” (formal) “Rencananya berhasil melampaui harapan kami.” (tertulis)

Sebagian besar anak-anak seharusnya hanya mengatakan “berhasil!” Itu jelas, menyenangkan, dan alami. “Sukses!” baik untuk dipahami untuk membaca. Tetapi untuk merayakan perbaikan, “berhasil!” adalah yang terbaik.

Contoh Kalimat untuk Anak-anak

Berhasil!: “Berhasil! Saya memperbaiki mainan saya.” “Kami mencoba resep baru, dan berhasil!” “Berhasil! Pintunya terbuka.”

Sukses!: “Misi itu berhasil.” (formal) “Rencana kami untuk mengumpulkan uang berhasil.” (serius) “Uji coba roket berhasil.” (sains)

Perhatikan “berhasil!” menyenangkan dan sehari-hari. “Sukses!” formal dan serius. Anak-anak mempelajari keduanya. Yang satu untuk bermain. Yang satu untuk laporan.

Orang tua dapat menggunakan keduanya. Memperbaiki mainan: “berhasil!” Sebuah proyek: “sukses.” Anak-anak mempelajari kata-kata keberhasilan yang berbeda.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Beberapa anak mengatakan “berhasil!” ketika hasilnya sebenarnya bukan keberhasilan. Jika mainannya rusak lebih parah, itu tidak berhasil. Jujurlah tentang hasilnya.

Salah: “Berhasil!” (mainan itu hancur) Lebih baik: “Tidak berhasil. Mari kita coba cara lain.”

Kesalahan lain: menggunakan “sukses!” untuk hal-hal kecil sehari-hari. Kedengarannya terlalu formal. Simpan itu untuk pencapaian besar.

Salah: “Sukses mengikat tali sepatu saya.” (terlalu formal) Lebih baik: “Berhasil! Saya mengikat tali sepatu saya.”

Beberapa pembelajar berpikir “sukses” selalu lebih baik. Tidak demikian. “Berhasil” lebih hangat dan lebih umum. Gunakan kata yang hangat untuk anak-anak.

Juga hindari berteriak “berhasil!” ketika orang lain sedih tentang kehilangan. Sadarilah perasaan.

Tips Memori yang Mudah

Pikirkan “berhasil!” sebagai gasing yang akhirnya berputar. Kegembiraan. Energi. Untuk kemenangan sehari-hari.

Pikirkan “sukses!” sebagai bintang emas di bagan. Formal. Serius. Untuk pencapaian formal.

Trik lain: ingat nada suaranya. “Berhasil!” = menyenangkan dan energik. “Sukses!” = tenang dan formal. Menyenangkan mendapat “berhasil.” Formal mendapat “sukses.”

Orang tua dapat mengatakan: “Berhasil untuk mainan. Sukses untuk kegembiraan.”

Berlatih di rumah. Memperbaiki mainan: “berhasil!” Proyek sains: “sukses.”

Waktu Latihan Cepat

Mari kita coba latihan kecil. Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Seorang anak memutar kunci dan kotak musik berbunyi. a) “Sukses!” b) “Berhasil!”

Seorang anak menyelesaikan proyek sains yang sulit dan berhasil dengan sempurna. Anak itu menulis laporan. a) “Berhasil!” b) “Proyek itu berhasil.”

Jawaban: 1 – b. Kotak musik yang berbunyi cocok dengan “berhasil!” yang menyenangkan 2 – a atau b. “Sukses” lebih formal dan cocok untuk laporan tertulis.

Isi bagian yang kosong: “Ketika anak saya memperbaiki mainan yang rusak, mereka berteriak ______.” (“Berhasil!” adalah pilihan yang menyenangkan, energik, sehari-hari.)

Satu lagi: “Ketika percobaan sains formal mencapai tujuannya, peneliti mengatakan ______.” (“Sukses” cocok dengan deskripsi yang formal, serius, berfokus pada hasil.)

Keberhasilan terasa menyenangkan. “Berhasil!” merayakan perbaikan. “Sukses!” menandai pencapaian. Ajarkan anak Anda keduanya. Seorang anak yang mempelajari keduanya akan bersorak untuk perbaikan kecil dan menghormati kemenangan besar.