Tahukah Anda Kisah Konyol di Balik Lagu 'I Was Sitting on a Fencepost Chewing My Bubblegum'?

Tahukah Anda Kisah Konyol di Balik Lagu 'I Was Sitting on a Fencepost Chewing My Bubblegum'?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Halo, guru yang ceria dan siswa muda yang menyenangkan! Hari ini kita akan menjelajahi lagu yang sangat konyol. Lagu ini melibatkan duduk di pagar, mengunyah permen karet, dan seekor cacing yang sangat lapar. Kata-kata "i was sitting on a fencepost chewing my bubblegum" memulai lagu perkemahan anak-anak yang sangat disukai. Anak-anak menyukai ketegangan yang semakin meningkat. Mereka menyukai sendawa raksasa di akhir lagu. Lagu ini mengajarkan urutan dan kata-kata ukuran. Lagu ini membangun keterampilan mendengarkan dan tawa. Mari kita temukan lagu lucu ini bersama-sama. Mari kita temui Herman si Cacing dan lihat seberapa besar dia tumbuh.

Apa Itu Rima 'I Was Sitting on a Fencepost Chewing My Bubblegum'? Lagu ini umumnya dikenal sebagai "Herman the Worm" atau "The Worm Song." Ini adalah lagu perkemahan dan lagu anak-anak yang populer. Lagu ini dimulai dengan seseorang yang sedang duduk di atas tiang pagar, mengunyah permen karet, dan bermain dengan yo-yo. Kemudian datanglah Herman si Cacing. Herman bukanlah cacing biasa. Dia memakan hal-hal besar. Di setiap bait, dia memakan sesuatu yang lebih besar. Seekor anjing, seekor kucing, seekor sapi, seekor kuda. Di setiap gigitan, dia tumbuh lebih besar. Anak-anak menunjukkan seberapa besar dengan merentangkan lengan mereka lebih lebar.

Lagu ini memiliki pola panggilan dan respons. Pemimpin bertanya apa yang dimakan Herman. Anak-anak menjawab dengan jawabannya. Format interaktif ini membuat semua orang tetap terlibat. Bait terakhir diakhiri dengan sendawa raksasa yang membuat semua orang tertawa.

Lirik dari Rima Anak-Anak Mari kita lihat lirik lengkapnya yang dimulai dengan i was sitting on a fencepost chewing my bubblegum. Berikut adalah versi yang paling umum.

I was sitting on a fencepost chewing my bubblegum, Playing with my yo-yo, when along came Herman. Herman the Worm! And he was this big. And I said, "Herman, what happened?" "I ate my dog."

I was sitting on a fencepost chewing my bubblegum, Playing with my yo-yo, when along came Herman. Herman the Worm! And he was THIS big. And I said, "Herman, what happened?" "I ate my cat."

I was sitting on a fencepost chewing my bubblegum, Playing with my yo-yo, when along came Herman. Herman the Worm! And he was THIS big. And I said, "Herman, what happened?" "I ate my cow."

I was sitting on a fencepost chewing my bubblegum, Playing with my yo-yo, when along came Herman. Herman the Worm! And he was THIS big. And I said, "Herman, what happened?" "I ate my horse."

I was sitting on a fencepost chewing my bubblegum, Playing with my yo-yo, when along came Herman. Herman the Worm! And he was THIS big. And I said, "Herman, what happened?" "I ate my... BURP!"

Setiap kali, Herman menjadi lebih besar. Anak-anak menunjukkan seberapa besar dengan merentangkan lengan mereka lebih lebar. Sendawa terakhir adalah puncaknya. Semua orang tertawa dan berpura-pura bersendawa.

Pembelajaran Kosakata dari Lagu Lagu konyol ini mengajarkan banyak kata yang berguna. Mari kita jelajahi bersama.

Kata kerja aksi: Lagu ini dimulai dengan kata kerja aksi. Duduk, mengunyah, bermain. Ini adalah kata-kata umum yang digunakan anak-anak. Mereka menggambarkan apa yang sedang dilakukan seseorang.

Kata benda objek: Lagu ini menyebutkan objek tertentu. Tiang pagar, permen karet, yo-yo. Anak-anak mempelajari kata benda konkret ini. Tiang pagar adalah tiang kayu di pagar. Permen karet adalah permen yang bisa Anda tiup menjadi gelembung. Yo-yo adalah mainan yang naik turun pada seutas tali.

Kata-kata hewan: Lagu ini memperkenalkan berbagai hewan. Anjing, kucing, sapi, kuda. Anak-anak belajar menyebutkan hewan-hewan umum ini. Mereka belajar bahwa cacing sebenarnya tidak memakan hal-hal ini, yang menambah humor.

Kata-kata ukuran: Lagu ini mengajarkan perbandingan ukuran. "This big" menunjukkan seberapa besar Herman tumbuh. Anak-anak menggunakan gerakan tangan untuk menunjukkan ukuran. Mereka belajar kata-kata seperti lebih besar dan terbesar.

Kata-kata suara: Lagu ini diakhiri dengan sendawa raksasa. Efek suara ini sangat lucu bagi anak-anak. Ini mengajarkan bahwa kata-kata dapat mewakili suara.

Poin Fonik dalam Rima Lagu Herman menawarkan latihan fonik yang baik. Mari kita lihat beberapa suara penting.

Dengarkan suara "b". Itu muncul dalam "bubblegum" dan "big." Suara "b" adalah suara meletup yang cepat. Berlatih bersama. "B-b-bubblegum." "B-b-big." Suara ini muncul dalam banyak kata yang menyenangkan.

Dengarkan suara "g". Itu muncul dalam "gum" dan "playing" dan "dog." Suara "g" dibuat di bagian belakang tenggorokan. Berlatih bersama. "G-g-gum." "Play-ing-g." "Do-g-g."

Dengarkan suara "h". Itu muncul dalam "Herman" di seluruh. Suara "h" adalah suara napas yang lembut. Berlatih bersama. "H-h-Herman." Suara ini muncul dalam banyak nama.

Sifat pengulangan lagu memperkuat suara-suara ini. Anak-anak mendengarnya berkali-kali. Mereka mempraktikkannya melalui bernyanyi.

Pola Tata Bahasa dalam Lagu Lagu ini berisi pola tata bahasa yang berguna untuk pelajar muda.

Kata kerja lampau: Lagu ini menggunakan bentuk lampau. "I was sitting." "He ate my dog." Ini menceritakan apa yang sudah terjadi. Anak-anak belajar menggunakan bentuk lampau secara alami melalui lagu.

Progresif sekarang: Lagu ini dimulai dengan "I was sitting" dan "chewing" dan "playing." Ini menunjukkan tindakan yang sedang berlangsung di masa lalu. Anak-anak mempelajari pola ini untuk menggambarkan tindakan masa lalu yang sedang berlangsung.

Pertanyaan dan jawaban: Lagu ini menggunakan format tanya jawab. "Herman, what happened?" "I ate my dog." Ini mengajarkan struktur percakapan. Anak-anak belajar mengajukan dan menjawab pertanyaan.

Pengulangan: Setiap bait mengikuti pola yang sama. Ini membantu anak-anak memprediksi bahasa. Mereka merasa berhasil ketika mereka dapat ikut serta.

Kegiatan Belajar untuk Lagu Lagu ini cocok untuk banyak kegiatan. Berikut adalah beberapa ide untuk memperluas pembelajaran.

Peregangan Ukuran: Saat Herman tumbuh, anak-anak merentangkan lengan mereka lebih lebar dan lebih lebar. Mulailah dengan lengan yang berdekatan untuk Herman kecil. Setiap bait, rentangkan lebih jauh. Aktivitas fisik ini terhubung dengan konsep ukuran.

Aksi Hewan: Perankan setiap hewan yang dimakan Herman. Menggonggong seperti anjing. Mengeong seperti kucing. Moo seperti sapi. Merengek seperti kuda. Ini membangun kosakata dan gerakan hewan.

Apa yang Akan Dimakan Herman?: Sebelum setiap bait, minta anak-anak untuk menebak apa yang akan dimakan Herman selanjutnya. Mereka dapat menyarankan hewan mereka sendiri. "Mungkin dia akan makan babi!" Ini membangun prediksi dan kreativitas.

Latihan Sendawa: Latih sendawa terakhir bersama-sama. Buatlah sekeras dan sekonyol mungkin. Anak-anak menyukai bagian ini. Itu melepaskan energi dan mengakhiri lagu dengan tawa.

Materi yang Dapat Dicetak untuk Lagu Sumber daya yang dapat dicetak mendukung pembelajaran dari lagu. Mereka memberikan penguatan visual.

Grafik Pertumbuhan Herman: Buat grafik yang menunjukkan Herman tumbuh. Setiap gambar menunjukkan dia lebih besar dari sebelumnya. Beri label setiap tahap dengan apa yang dia makan. Ini membuat perkembangan ukuran visual.

Kartu Flash Hewan: Buat kartu flash untuk semua hewan yang disebutkan. Anjing, kucing, sapi, kuda. Tambahkan hewan lain yang disarankan anak-anak. Gunakan ini untuk tinjauan kosakata.

Kartu Urutan: Buat kartu yang menunjukkan setiap hal yang dimakan Herman. Anjing, kucing, sapi, kuda. Anak-anak menempatkannya dalam urutan dari lagu. Ini membangun keterampilan pengurutan.

Poster Lirik: Buat poster berwarna-warni dengan lirik lengkap. Tambahkan gambar tiang pagar, permen karet, yo-yo, dan Herman dalam berbagai ukuran. Tampilkan selama waktu bernyanyi.

Gim Pendidikan untuk Lagu Gim membuat pembelajaran dari lagu menjadi lebih menyenangkan.

Gim Tebak Makan Siang Herman: Satu anak memikirkan hewan yang mungkin dimakan Herman. Yang lain mengajukan pertanyaan ya atau tidak untuk menebak. "Apakah itu hewan ternak?" "Apakah itu berbulu?" "Apakah itu lebih besar dari kucing?" Ini membangun keterampilan bertanya dan bernalar.

Sortir Ukuran: Kumpulkan gambar berbagai hewan. Urutkan berdasarkan ukuran. Hewan kecil seperti tikus dan burung. Hewan sedang seperti anjing dan kucing. Hewan besar seperti sapi dan kuda. Ini membangun kosakata perbandingan ukuran.

Bingo Suara Hewan: Buat kartu bingo dengan gambar hewan. Mainkan suara hewan. Anak-anak menutupi hewan yang mengeluarkan suara itu. Ini membangun pendengaran dan pengenalan hewan.

Gim Memori Apa yang Dimakan Herman?: Tempatkan kartu hewan menghadap ke bawah. Anak-anak bergiliran membalik dua kartu. Mereka mencoba menemukan kecocokan. Ketika mereka menemukan kecocokan, mereka berkata, "Herman memakan anjing itu!" Ini membangun memori dan bahasa.

Buat Bait Baru: Tantang anak-anak untuk membuat bait baru untuk Herman. Pilih hewan baru dan buat suaranya. "Saya makan babi saya. Oink, oink!" Ini membangun kreativitas dan memperluas kosakata.

Melalui lagu konyol ini, anak-anak belajar tentang hewan dan ukuran. Mereka mempraktikkan kata kerja lampau. Mereka meregangkan dan bertindak dan tertawa bersama. Lagu yang dimulai dengan i was sitting on a fencepost chewing my bubblegum menciptakan kegembiraan dan pembelajaran bersama. Anak-anak menyukai ketegangan yang semakin meningkat dan sendawa raksasa di akhir. Setiap bait menambahkan hewan baru dan kesempatan baru untuk meregangkan tubuh. Herman menjadi teman yang ingin dikunjungi anak-anak lagi dan lagi.