Bagaimana Orang Tua Dapat Mengajarkan Anak untuk “Percaya Diri” atau “Memiliki Keyakinan” di Saat Sulit?

Bagaimana Orang Tua Dapat Mengajarkan Anak untuk “Percaya Diri” atau “Memiliki Keyakinan” di Saat Sulit?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Maksud dari Ungkapan-ungkapan Ini? “Percaya diri” dan “memiliki keyakinan” sama-sama berarti mempercayai kemampuan, harga diri, dan penilaian diri sendiri. Keduanya memberi tahu anak bahwa mereka berharga dan memiliki kekuatan untuk berhasil. Anak-anak mendengar kata-kata ini ketika mereka merasa tidak yakin, takut, atau ragu. Keduanya membangun kekuatan batin.

“Percaya diri” adalah frasa yang hangat dan mendorong tentang kepercayaan diri. Orang tua mengatakannya ketika seorang anak berkata “Aku tidak bisa melakukannya.” Ini tentang memiliki keyakinan pada potensi diri sendiri.

“Memiliki keyakinan” berarti yakin akan kemampuan Anda. Ini lebih tentang mengetahui apa yang dapat Anda lakukan. Orang tua mengatakannya ketika seorang anak merasa gugup tentang suatu penampilan. Kedengarannya sedikit lebih faktual.

Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa. Keduanya berarti “percayalah pada diri sendiri.” Keduanya membangun harga diri. Tetapi yang satu tentang keyakinan sementara yang lain tentang kepastian.

Apa Perbedaannya? Yang satu tentang keyakinan pada potensi Anda. Yang satu tentang kepastian dalam kemampuan Anda. “Percaya diri” adalah untuk saat Anda sama sekali tidak yakin. Ini tentang harapan dan keyakinan. Ini untuk membangun fondasi.

“Memiliki keyakinan” adalah untuk saat Anda memiliki keterampilan tetapi merasa gugup. Ini tentang mempercayai apa yang sudah Anda ketahui. Ini lebih tentang kinerja.

Pikirkan seorang anak yang belajar mengendarai sepeda. “Percaya diri” berarti percaya bahwa Anda bisa belajar. “Memiliki keyakinan” berarti Anda tahu cara menyeimbangkan, jadi percayalah pada hal itu. Yang satu untuk potensi. Yang satu untuk keterampilan yang ada.

Yang satu untuk keyakinan batin. Yang lain untuk kinerja luar. “Percaya diri” untuk tantangan baru. “Memiliki keyakinan” untuk keterampilan yang sudah Anda latih. Gunakan yang pertama untuk harapan. Gunakan yang kedua untuk kepastian.

Juga, “percaya diri” lebih dalam. “Memiliki keyakinan” lebih spesifik untuk suatu tugas.

Kapan Kita Menggunakan Masing-masing? Gunakan “percaya diri” untuk kepercayaan diri yang mendalam dan mendasar. Gunakan itu ketika seorang anak meragukan harga diri atau potensinya. Gunakan itu untuk membangun keyakinan jangka panjang. Itu cocok dengan dorongan yang mendalam.

Contoh di rumah: “Percayalah pada diri sendiri, bahkan ketika orang lain meragukanmu.” “Kamu cukup. Percayalah pada diri sendiri.” “Percayalah pada diri sendiri, dan kamu bisa melakukan apa saja.”

Gunakan “memiliki keyakinan” untuk keterampilan atau penampilan tertentu. Gunakan itu ketika seorang anak tahu bagaimana melakukan sesuatu tetapi merasa gugup. Gunakan itu untuk meningkatkan kinerja. Itu cocok dengan pembicaraan kinerja.

Contoh untuk kinerja: “Kamu telah berlatih keras. Sekarang miliki keyakinan.” “Percaya diri dalam ejaanmu. Kamu tahu kata-kata ini.” “Percaya diri saat kamu berbicara.”

Anak-anak dapat menggunakan keduanya. “Percaya diri” untuk identitas. “Memiliki keyakinan” untuk tugas. Keduanya membangun anak yang kuat.

Contoh Kalimat untuk Anak-Anak Percaya diri: “Percayalah pada diri sendiri, bahkan ketika sulit.” “Aku percaya pada diriku sendiri karena aku tahu aku bisa belajar.” “Percaya diri. Kamu luar biasa.”

Miliki keyakinan: “Miliki keyakinan saat kamu mengikuti ujian.” “Aku memiliki keyakinan pada keterampilan matematikaku.” “Miliki keyakinan. Kamu sudah cukup berlatih.”

Perhatikan “percaya diri” adalah tentang keyakinan batin. “Memiliki keyakinan” adalah tentang mempercayai keterampilan Anda. Anak-anak mempelajari keduanya. Yang satu untuk harapan. Yang satu untuk tindakan.

Orang tua dapat menggunakan keduanya. Momen kelam: “percaya diri.” Sebelum ujian: “memiliki keyakinan.” Anak-anak mempelajari kata-kata kepercayaan diri yang berbeda.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Beberapa anak berpikir percaya pada diri sendiri berarti Anda tidak pernah gagal. Percaya pada diri sendiri berarti Anda terus maju setelah kegagalan. Ini tentang ketahanan, bukan kesempurnaan.

Salah: “Aku percaya pada diriku sendiri, tetapi aku gagal. Jadi aku salah percaya.” Lebih baik: “Aku percaya pada diriku sendiri, dan aku akan mencoba lagi.”

Kesalahan lain: berpikir keyakinan berarti menjadi keras atau sombong. Keyakinan yang tenang adalah keyakinan yang nyata. Anda bisa percaya diri dan baik hati.

Salah: “Untuk memiliki keyakinan, Anda harus menjadi yang paling keras.” Lebih baik: “Keyakinan berarti mempercayai diri sendiri dengan tenang.”

Beberapa pelajar lupa bahwa keyakinan tumbuh dengan latihan. Anda tidak harus merasa percaya diri untuk bertindak percaya diri. Bertindak percaya diri membantu membangun keyakinan yang nyata.

Juga hindari mengatakan “memiliki keyakinan” kepada anak yang benar-benar kurang keterampilan. Ajari mereka terlebih dahulu. Kemudian dorong keyakinan.

Tips Memori Mudah Pikirkan “percaya diri” sebagai benih di tanah. Keyakinan bahwa sesuatu akan tumbuh. Untuk harapan batin.

Pikirkan “memiliki keyakinan” sebagai otot yang Anda gunakan. Anda telah melatihnya. Sekarang gunakan. Untuk keterampilan yang sudah Anda miliki.

Trik lain: ingat sumbernya. “Percaya” berasal dari hati. “Keyakinan” berasal dari latihan. Hati mendapat “percaya.” Latihan mendapat “keyakinan.”

Orang tua dapat mengatakan: “Percaya untuk benihnya. Keyakinan untuk perbuatannya.”

Berlatih di rumah. Keterampilan baru: “percaya diri.” Sebelum ujian: “memiliki keyakinan.”

Waktu Latihan Cepat Mari kita coba latihan kecil. Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Seorang anak berkata “Aku tidak pandai dalam hal apa pun. Aku tidak akan pernah belajar.” a) “Memiliki keyakinan.” b) “Percaya diri. Kamu bisa mempelajari apa saja.”

Seorang anak tahu tabel perkalian tetapi merasa gugup sebelum kuis. a) “Percaya diri.” b) “Memiliki keyakinan. Kamu tahu faktanya.”

Jawaban: 1 – b. Momen keraguan diri yang mendalam tentang potensi cocok dengan “percaya diri” yang berbasis keyakinan. 2 – b. Momen kecemasan kinerja tentang keterampilan yang diketahui cocok dengan “memiliki keyakinan” yang berbasis tugas.

Isi bagian yang kosong: “Ketika anakku merasa tidak berharga dan putus asa, aku berkata ______.” (“Percaya diri” adalah pilihan yang mendalam, berfokus pada identitas, dan penuh harapan.)

Satu lagi: “Ketika anakku tahu materinya tetapi merasa gugup sebelum ujian, aku berkata ______.” (“Memiliki keyakinan” cocok dengan deskripsi yang berfokus pada kinerja, mempercayai keterampilan.)

Keyakinan diri adalah kekuatan super. “Percaya diri” menanam benih. “Memiliki keyakinan” menyiraminya. Ajarkan anak Anda keduanya. Seorang anak yang mempelajari keduanya akan mempercayai hati dan keterampilannya.