Setiap anak melihat orang yang membutuhkan. Seseorang meminta makanan. Sebuah keluarga tanpa mantel hangat. Sebuah sekolah dengan buku-buku lama. Bahasa Inggris memberi kita keluarga kata yang lembut untuk berbicara tentang kekurangan dan kesulitan. Akarnya adalah “miskin.” Dari akar ini muncul dua kata lagi. “Kemiskinan” menyebutkan keadaan sangat miskin. “Buruk” menggambarkan melakukan sesuatu dengan cara yang buruk atau lemah. Ketiga kata ini membantu anak-anak memahami bahwa tidak semua orang memiliki sumber daya yang sama. Mereka juga membantu anak-anak mengembangkan kasih sayang. Mari kita jelajahi keluarga penting ini.
Apa Maksudnya “Kata yang Sama, Bentuk yang Berbeda”? Satu keadaan mengambil bentuk kata yang berbeda. “Miskin” adalah kata sifat. Keluarga miskin mungkin membutuhkan bantuan makanan. “Kemiskinan” adalah kata benda. Kemiskinan memengaruhi jutaan anak. “Buruk” adalah kata keterangan. Tim bermain buruk dan kalah dalam pertandingan. “Buruk” juga bisa berarti sakit. Saya merasa buruk hari ini. Anak Anda melihat pola ini dalam kata-kata lain. “Kaya” menjadi “kaya.” “Makmur” menjadi “kekayaan.” “Miskin” memberi kita cara untuk berbicara tentang perjuangan dan kebaikan.
Kata Ganti Pribadi Mengubah Bentuknya Kata ganti juga mengubah bentuk. “Saya” menjadi “saya.” “Dia” menjadi “dia.” “Kami” menjadi “kami.” Ini menunjukkan bahwa bahasa Inggris mengubah kata untuk tata bahasa. Keluarga kata “miskin” kita berubah untuk tata bahasa juga. Tetapi juga berubah untuk makna. Kata sifat menggambarkan. Kata benda menyebutkan suatu kondisi. Kata keterangan menggambarkan suatu tindakan. Mempelajari peran-peran ini membantu anak Anda berbicara tentang kesulitan dengan kepekaan.
Dari Kata Sifat ke Kata Benda ke Kata Keterangan – Satu Keluarga, Banyak Kata “Miskin” adalah kata sifat. Panen yang buruk berarti lebih sedikit makanan. “Kemiskinan” adalah kata benda kondisi. Kemiskinan menyebabkan kelaparan dan penyakit. “Buruk” adalah kata keterangan. Lilin menerangi ruangan dengan buruk. “Buruk” juga merupakan kata sifat untuk kesehatan. Dia merasa buruk setelah berjalan jauh. Keluarga ini memberi anak Anda tiga alat untuk memahami kesulitan. Satu akar. Tiga cara untuk berbicara tentang kekurangan.
Satu Akar, Banyak Peran – Bagaimana Kata-Kata Tumbuh dari Perjuangan Menuju Kebaikan Mari kita ikuti kisah kemiskinan. Seorang anak belajar bahwa beberapa orang miskin dan kekurangan pakaian hangat. Anak itu belajar bahwa kemiskinan bukanlah pilihan. Keluarga anak itu hidup buruk dibandingkan dengan yang lain tetapi masih memiliki cukup. Anak itu memutuskan untuk membantu dengan menyumbangkan mantel lama. Lihat bagaimana “miskin” berjalan melalui keempat kalimat. Setiap bentuk menambahkan lapisan baru. Anak Anda dapat mengatakan “Keluarga itu miskin.” “Kemiskinan membuat hidup sulit.” “Beberapa orang makan buruk tanpa cukup makanan.” “Saya merasa buruk hari ini, tetapi saya masih bisa berbuat baik.” Satu akar menceritakan seluruh kisah kesulitan dan harapan.
Makna yang Sama, Pekerjaan yang Berbeda – Apakah Itu Kata Sifat atau Kata Benda? Bagaimana anak Anda tahu pekerjaannya? Lihatlah posisi kalimat. Sebelum kata benda atau setelah “be,” gunakan kata sifat “miskin.” Contoh: “Tanah yang miskin tidak menumbuhkan apa pun.” Sebagai subjek atau objek, gunakan kata benda “kemiskinan.” Contoh: “Kemiskinan dapat dikurangi melalui pendidikan.” Sebelum kata kerja atau di akhir klausa, gunakan kata keterangan “buruk.” Contoh: “Senter itu berfungsi buruk dalam gelap.” Untuk perasaan sakit, gunakan “buruk” setelah “merasa.” Contoh: “Saya merasa buruk hari ini.” Akhiran memberikan petunjuk. “Miskin” adalah kata sifat. “-ty” menandakan kata benda kondisi. “-ly” menandakan kata keterangan.
Kata Sifat dan Kata Keterangan – Kapan Kita Menambahkan -ly? Keluarga ini menunjukkan aturan “-ly” dengan jelas. Ambil kata sifat “miskin.” Tambahkan “-ly” untuk membuat “buruk.” Tidak ada perubahan ejaan. Banyak kata sifat bekerja dengan cara ini. “Cepat” menjadi “dengan cepat.” “Baik” menjadi “dengan baik.” “Miskin” menjadi “buruk.” Perhatikan juga bahwa “miskin” tidak memiliki bentuk “-ness” yang umum. “Kemiskinan” jarang terjadi. Kami menggunakan “kemiskinan” sebagai gantinya. Jadi “kemiskinan” menggantikan “kemiskinan” yang diharapkan. Itu sangat membantu untuk diketahui.
Hati-hati dengan Perubahan Ejaan yang Rumit (Huruf Ganda, y ke i, dan Lainnya) “Miskin” tidak memiliki huruf ganda. Memiliki ganda “o.” Dua “o” bersama-sama. Ketika kita menambahkan “-ty” untuk membuat “kemiskinan,” kita menyimpan “po” tetapi mengubah “or” menjadi “ver.” “Miskin” menjadi “kemiskinan.” Itu adalah perubahan besar. Ganda “o” menjadi satu “o.” “r” menjadi “v.” Ini tidak biasa. “Miskin” dan “kemiskinan” tidak terlihat sama. Ajarkan “kemiskinan” sebagai kata terpisah yang berasal dari akar Latin yang sama. Ketika kita menambahkan “-ly” untuk membuat “buruk,” pertahankan ganda “o.” Tidak ada perubahan. “Miskin” + “ly” = “buruk.” Tantangan utamanya adalah ejaan “kemiskinan.” Tidak memiliki “r” setelah “o.” Latihan: p-o-v-e-r-t-y. Bukan “poorty” atau “poority.”
Mari Berlatih – Bisakah Anda Memilih Bentuk yang Tepat? Coba kalimat sederhana ini dengan anak Anda.
Keluarga (miskin / kemiskinan) menerima bantuan dari tetangga. (Jawaban: miskin)
(Miskin / Kemiskinan) dapat mempersulit untuk membeli obat. (Jawaban: Kemiskinan)
Mobil tua berjalan (miskin / buruk) dalam cuaca dingin. (Jawaban: buruk)
Saya merasa (miskin / buruk) hari ini, jadi saya akan istirahat. (Jawaban: buruk)
Banyak orang baik bekerja untuk membantu (miskin / buruk). (Jawaban: miskin)
Buat kalimat Anda sendiri dari kehidupan sehari-hari. Katakan “Beberapa orang miskin bukan karena kesalahan mereka sendiri.” Katakan “Kemiskinan adalah masalah yang dapat kita semua bantu selesaikan.” Katakan “Senter itu berfungsi buruk dengan baterai lama.” Katakan “Jika Anda merasa buruk, minumlah air dan istirahat.”
Tips untuk Orang Tua – Bantu Anak Anda Mempelajari Keluarga Kata dengan Cara yang Menyenangkan Bicaralah tentang keadilan tanpa rasa takut. Jelaskan bahwa kemiskinan berarti tidak memiliki cukup uang untuk kebutuhan dasar. Katakan “Menjadi miskin itu sulit. Itu bukan kesalahan orang tersebut.” Gunakan kata-katanya. “Kemiskinan dapat terjadi pada siapa saja setelah kehilangan pekerjaan atau sakit.” “Rumah yang dibangun dengan buruk bocor saat hujan.” “Jika Anda merasa buruk, kami peduli pada Anda.” Ini membangun empati.
Mainkan permainan kasih sayang. Tanyakan “Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu keluarga miskin?” Sumbangkan makanan. Berikan mantel. Berbagi mainan. Katakan “Tindakan kebaikan mengurangi rasa sakit kemiskinan.” “Bahkan bantuan kecil pun berarti.” “Kami tidak memperlakukan orang dengan buruk karena mereka memiliki lebih sedikit.” Ini membangun kemurahan hati.
Bacalah buku tentang kemiskinan, kelaparan, dan tunawisma. Banyak buku anak-anak memperkenalkan topik-topik ini dengan lembut. Berhenti sejenak saat membaca. Tanyakan “Mengapa keluarga ini miskin?” Tanyakan “Bagaimana kemiskinan memengaruhi kehidupan anak?” Tanyakan “Apakah mereka makan buruk karena tidak ada makanan?” Tanyakan “Bagaimana kita bisa membantu ketika seseorang merasa buruk?” Pertanyaan-pertanyaan ini membangun kesadaran sosial.
Latih rasa syukur. Tanyakan “Apa yang kita miliki yang mungkin tidak dimiliki oleh keluarga miskin?” Makanan di lemari es. Tempat tidur yang hangat. Dokter di dekatnya. Katakan “Rasa syukur membuat kita ingin membantu.” “Kami tidak memandang rendah orang miskin. Kami mengangkat mereka.” “Kebaikan tidak membutuhkan biaya tetapi melawan kesepian kemiskinan.”
Bedakan “miskin” sebagai uang vs. kualitas. “Orang miskin membutuhkan bantuan.” “Tanah yang miskin tidak menumbuhkan apa pun.” “Penglihatan yang buruk berarti penglihatan yang buruk.” “Gambar yang digambar dengan buruk masih memiliki nilai.” Ini membangun kosakata yang bernuansa.
Gunakan “buruk” untuk kejujuran. Ketika anak Anda tampil buruk dalam ujian, katakan “Anda tampil buruk kali ini. Mari kita lihat mengapa.” “Tidak ada rasa malu. Semua orang terkadang tampil buruk.” Ini membangun pola pikir pertumbuhan tanpa rasa malu.
Sekarang Anda memiliki panduan lengkap. Lihatlah orang miskin dengan kasih sayang. Pahami kemiskinan sebagai suatu kondisi, bukan sebagai kekurangan karakter. Perhatikan ketika segala sesuatunya berfungsi buruk. Rawat diri Anda ketika Anda merasa buruk. Keluarga kata ini melakukan lebih dari sekadar mengajar bahasa Inggris. Itu mengajarkan bahwa kesulitan bukanlah dosa. Itu mengajarkan bahwa bantuan kecil itu penting. Itu mengajarkan bahwa setiap anak dapat menjadi bagian dari solusi. Teruslah berbuat baik. Teruslah tumbuh bersama. Satu keluarga kata pada satu waktu.

