Bagaimana "Menuntut" dan "Mendesak" Menunjukkan Tingkat Kekuatan yang Berbeda untuk Anak-Anak?

Bagaimana "Menuntut" dan "Mendesak" Menunjukkan Tingkat Kekuatan yang Berbeda untuk Anak-Anak?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Seorang anak sangat menginginkan sesuatu. Ada dua cara untuk menggambarkan kata-kata mereka. "Dia menuntut kue." "Dia bersikeras untuk pergi lebih dulu." Keduanya berarti anak itu sangat yakin. Keduanya menunjukkan kekuatan. Tetapi kata-kata ini terasa sangat berbeda.

Yang satu terdengar kasar dan marah. Yang satu terdengar gigih dan bertekad. Anak-anak menggunakan keduanya. Memahami perbedaannya membantu mereka mengekspresikan diri tanpa bersikap jahat.

Artikel ini membantu keluarga menjelajahi frasa permintaan yang kuat ini. Anak Anda akan belajar kapan tuntutan terlalu kuat dan kapan desakan itu baik-baik saja.

Apa Arti Ekspresi Ini?
"Menuntut" berarti "seseorang menggunakan nada yang kuat, kasar, atau marah untuk bersikeras mendapatkan apa yang mereka inginkan." Frasa tersebut menyiratkan paksaan dan terkadang kesopanan. Itu mengatakan "orang tersebut memberikan perintah, bukan permintaan."

Untuk seorang anak, pikirkan ini seperti berteriak "berikan mainan itu padaku sekarang!" Itu menuntut. Suaranya keras. Wajahnya marah. Kata-katanya tidak sopan.

"Mendesak" berarti "seseorang terus mengatakan sesuatu dengan kuat, bahkan ketika orang lain tidak setuju atau ragu-ragu." Frasa tersebut menyiratkan kegigihan, tidak selalu kemarahan. Itu mengatakan "orang tersebut terus bertanya tanpa menyerah."

Untuk seorang anak, pikirkan ini seperti mengatakan "bolehkah saya pergi lebih dulu? Saya sangat ingin. Tolong?" Anak itu terus bertanya. Mereka tidak berteriak. Mereka tidak menjadi jahat. Mereka hanya tidak berhenti.

Kedua ekspresi ini tampak serupa karena keduanya menunjukkan keinginan yang kuat. Keduanya berarti orang tersebut sangat menginginkan sesuatu. Keduanya menolak untuk menerima tidak dengan mudah.

Tetapi yang satu tentang kemarahan dan paksaan. Yang satu tentang kegigihan tanpa kemarahan.

Apa Perbedaannya?
Perbedaan utama terletak pada emosi dan nada. "Menuntut" terdengar marah dan kasar. "Mendesak" terdengar gigih dan bertekad.

Yang satu tentang paksaan. Yang satu tentang pengulangan.

"Menuntut" terdengar seperti seorang bos yang berteriak. Orang tersebut memberikan perintah. Mereka mengharapkan kepatuhan. Mereka mungkin kasar atau marah. Nadanya keras dan tajam.

"Mendesak" terdengar seperti seseorang yang tidak akan menyerah. Mereka terus bertanya. Mereka terus menjelaskan mengapa mereka benar. Tetapi mereka tidak selalu marah. Nadanya bisa tenang tetapi tegas.

Perbedaan lain melibatkan kesopanan. Menuntut biasanya tidak sopan. Mendesak bisa sopan atau tidak sopan tergantung pada nadanya.

Juga, menuntut sering terjadi saat itu juga. Mendesak bisa terjadi seiring waktu. "Dia menuntut permen di toko" (satu momen marah). "Dia bersikeras memakai sepatu merah sepanjang pagi" (pernyataan berulang).

Jadi ingat: menuntut = marah, kasar, seringkali kasar. mendesak = gigih, berulang, tidak selalu marah.

Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing?
Gunakan "menuntut" untuk saat-saat kemarahan atau paksaan. Gunakan saat seorang anak berteriak. Gunakan saat seorang anak memberikan perintah. Gunakan saat seorang anak kasar atau suka memerintah.

Misalnya, seorang anak berteriak "berikan krayon merah itu padaku sekarang!" Kemudian Anda berkata "dia menuntut krayon merah itu." Anda menggambarkan nada marah.

Gunakan "menuntut" untuk perintah yang keras. "Dia menuntut agar semua orang berhenti berbicara." Nadanya memaksa dan kasar.

Gunakan "mendesak" untuk permintaan yang gigih tanpa kemarahan. Gunakan saat seorang anak terus bertanya dengan sopan. Gunakan saat seorang anak menyatakan pendapat mereka dengan kuat tetapi baik hati.

Misalnya, seorang anak berkata "saya benar-benar berpikir kita harus pergi ke taman. Tolong? Sangat cerah." Mereka terus mengatakannya dengan baik. Kemudian Anda berkata "dia bersikeras pergi ke taman."

Gunakan "mendesak" untuk berpegang pada keyakinan. "Dia bersikeras memakai kemeja favoritnya meskipun kotor." Anak itu keras kepala tetapi tidak marah.

Juga gunakan "mendesak" untuk permintaan sopan yang berulang. "Saya bersikeras mencoba sekali lagi untuk memecahkan teka-teki itu."

Ingat: perintah marah, kasar, kasar = "menuntut." gigih, berulang, tidak marah = "mendesak."

Contoh Kalimat untuk Anak-Anak
Berikut adalah kalimat sederhana untuk "menuntut":

Dia menghentakkan kakinya dan menuntut lebih banyak permen, meskipun ibunya mengatakan tidak.
(Ini menunjukkan kemarahan dan kesopanan.)

Bos menuntut agar semua orang bekerja lebih cepat. Suaranya sangat keras.
(Ini menunjukkan perintah yang keras dari seorang tokoh otoritas.)

Dia menuntut agar adik laki-lakinya mengembalikan mainan itu sekarang juga.
(Ini menunjukkan permintaan yang kuat dan marah.)

Berikut adalah kalimat sederhana untuk "mendesak":

Dia bersikeras mengikat sepatunya sendiri meskipun butuh waktu lama.
(Ini menunjukkan kegigihan tanpa kemarahan.)

Dia bersikeras menceritakan seluruh cerita, bahkan ketika kami mengatakan kami sedang terburu-buru.
(Ini menunjukkan keinginan yang kuat untuk didengar, bukan kemarahan.)

Saya bersikeras mencoba teka-teki itu sekali lagi sebelum menyerah.
(Ini menunjukkan tekad dan kegigihan.)

Perhatikan bagaimana "menuntut" terasa marah dan kasar. "Mendesak" terasa gigih dan bertekad.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Banyak orang mengatakan "mendesak" untuk saat-saat marah. Ini melunakkan perilaku buruk. Seorang anak berteriak dan berteriak. Anda berkata "dia bersikeras memiliki mainan itu."

Salah: Anak berteriak. "Dia bersikeras memiliki mainan itu."
Benar: "Dia menuntut mainan itu. Itu tidak baik."

Perilaku marah dan kasar harus disebut menuntut. Anak-anak perlu mengetahui perbedaannya.

Kesalahan lain: menggunakan "menuntut" untuk permintaan sopan yang gigih. Ini terlalu keras. Seorang anak terus bertanya dengan baik. Anda berkata "dia menuntut untuk pergi lebih dulu."

Salah: Anak bertanya dengan baik berulang kali. "Dia menuntut."
Benar: "Dia bersikeras untuk pergi lebih dulu. Dia sangat menginginkannya."

Kegigihan tanpa kemarahan adalah mendesak, bukan menuntut.

Kesalahan ketiga: melupakan bahwa mendesak dapat menjadi menuntut jika nada berubah. Seorang anak mulai dengan mendesak dengan baik. Kemudian mereka menjadi marah. Perilakunya berubah.

Ajarkan anak Anda untuk memperhatikan nada mereka sendiri. "Kamu mulai dengan mendesak, yang baik-baik saja. Tapi kemudian kamu menjadi marah dan menuntut. Itu tidak baik." Perbedaan ini membantu anak-anak mengoreksi diri sendiri.

Tips Memori Mudah
Berikut adalah trik menyenangkan untuk anak-anak. Pikirkan pintu yang dibanting dan jari yang mengetuk.

"Menuntut" = pintu yang dibanting. Keras. Kasar. Mengguncang dinding. Sebuah tuntutan seperti membanting pintu karena marah.

"Mendesak" = jari yang mengetuk. Ketuk. Ketuk. Ketuk. Ketukan tidak berhenti. Tapi itu tidak keras atau jahat. Itu terus berlanjut. Mendesak seperti jari yang mengetuk.

Tips memori lainnya: lihat hurufnya. "Menuntut" memiliki kata "gila" di dalamnya (meNUNTUT). Menuntut seringkali berasal dari perasaan gila. "Mendesak" memiliki kata "duduk" di dalamnya (menDESAK). Mendesak bisa tenang seperti duduk dan menunggu.

Gambar sederhana. Gambarlah seseorang membanting pintu di sebelah "menuntut." Gambarlah jari mengetuk meja di sebelah "mendesak." Gambar-gambar tersebut membantu anak-anak merasakan perbedaannya.

Coba juga pertanyaan ini: "Apakah orang tersebut marah dan kasar, atau hanya gigih dan berulang?" Jika marah dan kasar, katakan "menuntut." Jika gigih dan berulang, katakan "mendesak."

Waktu Latihan Cepat
Coba latihan mudah ini dengan anak Anda. Isilah bagian yang kosong dengan "menuntut" atau "mendesak."

Anak laki-laki kecil itu berteriak "saya mau jus sekarang!" Dia ______________ jus.

Dia bertanya lima kali untuk duduk di kursi depan. Dia tidak berteriak. Dia ______________ duduk di depan.

Pelanggan yang marah berteriak pada kasir. Dia ______________ pengembalian uang.

Meskipun semua orang memilih pizza, dia terus mengatakan "taco lebih baik." Dia ______________ taco.

Jawaban:

Menuntut (berteriak, nada marah)

Mendesak (bertanya berulang kali tanpa kemarahan)

Menuntut (berteriak pada kasir, marah)

Mendesak (pendapat yang gigih tanpa kemarahan)

Sekarang berlatih menggunakan kedua frasa di rumah. Ketika anak Anda menggunakan nada marah dan kasar, katakan "itu adalah tuntutan. Mari kita coba bertanya dengan baik sebagai gantinya." Ketika anak Anda terus bertanya dengan sopan tanpa menyerah, katakan "Anda benar-benar mendesak hal ini. Mari kita bicarakan." Anak Anda akan belajar bahwa keinginan yang kuat dapat diungkapkan dengan kegigihan atau dengan kemarahan. Yang satu membangun jembatan. Yang satu membakarnya.

Ringkasan
Gunakan "menuntut" untuk menggambarkan permintaan marah, kasar, atau kasar yang terdengar seperti perintah. Gunakan "mendesak" untuk menggambarkan permintaan gigih, berulang tanpa kemarahan di mana seseorang terus menyatakan keinginannya dengan kuat tetapi tenang. Keduanya menunjukkan keinginan yang kuat, tetapi yang satu membanting pintu sementara yang satu mengetuk jari.