Seorang anak melakukan sesuatu yang tidak ingin mereka lakukan. Mengapa? Dua kata menjelaskan alasannya. "Dipaksa" dan "terpaksa." Keduanya berarti "dibuat untuk bertindak." Tetapi sumber tekanannya berbeda. Yang satu datang dari luar. Yang satu lagi bisa datang dari dalam.
Anak-anak merasakan kedua jenis tekanan ini. Memahami perbedaannya membantu mereka menjelaskan pengalaman mereka dengan jelas.
Artikel ini membantu keluarga menjelajahi kata-kata tekanan ini. Anak Anda akan belajar kapan mereka dipaksa dan kapan mereka terpaksa.
Apa Arti Ungkapan Ini?
"Dipaksa" berarti "dibuat untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginan Anda karena tekanan atau kekuatan dari luar." Kata ini menyiratkan tidak ada pilihan. Seseorang atau sesuatu yang lebih kuat membuat Anda bertindak. Seringkali terasa buruk.
Untuk seorang anak, pikirkan seorang anak yang lebih besar mengambil mainan Anda. Anda tidak ingin melepaskannya. Tetapi mereka lebih kuat. Mereka memaksa Anda. Kekuatan itu datang dari luar.
"Terpaksa" berarti "merasakan kebutuhan yang kuat untuk bertindak, baik dari luar maupun dari dalam." Kata ini menyiratkan dorongan yang kuat. Bisa jadi eksternal atau internal. Tidak selalu terasa buruk.
Untuk seorang anak, pikirkan merasa sangat haus sehingga Anda harus mendapatkan air. Tidak ada yang menyuruh Anda. Tubuh Anda memaksa Anda. Atau pikirkan aturan yang membuat Anda mengatakan yang sebenarnya. Aturan itu memaksa Anda.
Kedua ungkapan ini tampak serupa karena keduanya berarti "harus melakukan sesuatu." Keduanya menghilangkan perasaan pilihan bebas.
Tetapi yang satu biasanya bertentangan dengan keinginan Anda. Yang satu lagi bisa datang dari dalam diri Anda.
Apa Perbedaannya?
Perbedaan utama terletak pada apakah tekanannya selalu eksternal dan bertentangan dengan keinginan Anda. "Dipaksa" selalu eksternal dan biasanya tidak diinginkan. "Terpaksa" bisa eksternal atau internal dan tidak selalu tidak diinginkan.
Yang satu tentang kekuasaan atas Anda. Yang satu lagi tentang dorongan yang kuat.
"Dipaksa" terdengar seperti orang lain yang membuat Anda. Anda tidak punya pilihan nyata. Anda mungkin marah atau takut. Tindakan itu terasa salah atau tidak adil.
"Terpaksa" terdengar seperti alasan yang kuat membuat Anda bertindak. Anda mungkin setuju dengan alasannya. Tindakan itu mungkin terasa perlu tetapi tidak tidak adil.
Perbedaan lain melibatkan perasaan. Dipaksa seringkali terasa buruk. Terpaksa bisa terasa netral atau bahkan baik.
Juga, "terpaksa" sering digunakan untuk dorongan moral atau internal. "Dipaksa" digunakan untuk kekuatan fisik atau eksternal.
Jadi ingat: dipaksa = kekuatan eksternal, melawan keinginan, biasanya buruk. terpaksa = dorongan kuat, bisa internal, tidak selalu buruk.
Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing?
Gunakan "dipaksa" ketika seseorang tidak punya pilihan nyata karena kekuatan dari luar. Gunakan untuk perundungan. Gunakan untuk ancaman. Gunakan untuk aturan dengan hukuman. Gunakan ketika orang tersebut tidak ingin bertindak.
Misalnya, seorang anak diberi tahu "bersihkan kamarmu atau tidak ada makanan penutup." Mereka membersihkan, tetapi mereka tidak mau. Kemudian Anda berkata "dia dipaksa untuk membersihkan kamarnya." Kekuatan itu datang dari ancaman.
Gunakan "dipaksa" untuk tekanan fisik. "Kerumunan memaksa dia untuk bergerak maju."
Gunakan "terpaksa" untuk dorongan kuat yang datang dari dalam. Gunakan untuk perasaan moral. Gunakan untuk kebutuhan fisik. Gunakan untuk aturan yang terasa benar.
Misalnya, seorang anak melihat seseorang jatuh dan merasa harus membantu. Tidak ada yang menyuruh mereka. Kemudian Anda berkata "dia merasa terpaksa untuk membantu." Dorongan itu datang dari dalam.
Gunakan "terpaksa" untuk emosi yang kuat. "Dia merasa terpaksa untuk mengatakan yang sebenarnya meskipun itu sulit."
Juga gunakan "terpaksa" untuk aturan eksternal yang terasa masuk akal. "Hukum memaksanya untuk mengenakan sabuk pengaman." Dia mungkin setuju dengan aturan itu.
Ingat: kekuatan eksternal melawan keinginan = "dipaksa." dorongan internal atau aturan eksternal yang masuk akal = "terpaksa."
Contoh Kalimat untuk Anak-Anak
Berikut adalah kalimat sederhana untuk "dipaksa":
Anak laki-laki yang lebih tua memaksa yang lebih muda untuk menyerahkan gilirannya.
(Kekuatan eksternal, bertentangan dengan keinginan anak yang lebih muda.)
Dia dipaksa untuk memakan sayurnya meskipun dia membencinya.
(Aturan eksternal, bertentangan dengan keinginannya.)
Badai memaksa keluarga itu untuk tinggal di dalam sepanjang hari.
(Situasi eksternal, tidak ada pilihan.)
Berikut adalah kalimat sederhana untuk "terpaksa":
Dia merasa terpaksa untuk meminta maaf setelah menyakiti perasaan temannya.
(Dorongan moral internal, dari hati nuraninya sendiri.)
Panas memaksa mereka untuk minum banyak air.
(Kebutuhan fisik internal, dari tubuh mereka.)
Dia terpaksa oleh aturan untuk mengangkat tangannya sebelum berbicara.
(Aturan eksternal yang terasa masuk akal.)
Perhatikan bagaimana "dipaksa" biasanya terasa buruk atau tidak adil. "Terpaksa" bisa terasa perlu atau benar.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Banyak orang mengatakan "terpaksa" untuk situasi di mana seseorang tidak punya pilihan dan merasa buruk. Ini melembutkan ketidakadilan. Seorang anak diintimidasi untuk menyerahkan uang saku. Anda berkata "dia terpaksa menyerahkan uangnya."
Salah: Perundungan. "Terpaksa."
Benar: "Dia dipaksa untuk menyerahkan uangnya."
Situasi tidak adil, melawan keinginan membutuhkan "dipaksa."
Kesalahan lain: menggunakan "dipaksa" untuk dorongan internal. Ini terdengar salah. Seorang anak merasa haus. Anda berkata "dia dipaksa untuk minum air."
Salah: Haus. "Dipaksa."
Benar: "Dia merasa terpaksa untuk minum air karena dia haus."
Dorongan internal membutuhkan "terpaksa."
Kesalahan ketiga: melupakan bahwa "terpaksa" adalah kata yang lebih maju. Anak-anak kecil mungkin tidak mengetahuinya. Ajarkan dengan lembut. "Terpaksa berarti Anda merasa harus melakukan sesuatu, bahkan jika tidak ada yang menyuruh Anda."
Gunakan "terpaksa" untuk membangun kosakata. Gunakan "dipaksa" untuk situasi tidak adil sehari-hari.
Tips Memori Mudah
Berikut adalah trik menyenangkan untuk anak-anak. Pikirkan pintu yang terkunci dan tenggorokan yang haus.
"Dipaksa" = pintu yang terkunci. Orang lain mengunci pintu. Anda tidak bisa pergi. Anda dipaksa untuk tinggal. Kekuatannya ada di luar Anda.
"Terpaksa" = tenggorokan yang haus. Tenggorokan Anda terasa kering. Tubuh Anda berkata "minum." Tidak ada yang mengunci pintu. Dorongan itu datang dari dalam diri Anda.
Tip memori lainnya: lihat hurufnya. "Dipaksa" memiliki kata "force" seperti dorongan kuat dari luar. "Terpaksa" memiliki kata "pel" seperti "tarik" dari dalam.
Gambar sederhana. Gambarlah seseorang yang didorong oleh tangan besar di samping "dipaksa." Gambarlah seseorang yang minum air karena mereka haus di samping "terpaksa." Gambar-gambar itu membantu anak-anak merasakan perbedaannya.
Coba juga pertanyaan ini: "Apakah orang atau benda dari luar membuat Anda bertindak melawan keinginan Anda, atau apakah dorongan kuat dari dalam membuat Anda bertindak?" Jika dari luar melawan keinginan, katakan "dipaksa." Jika dorongan dari dalam, katakan "terpaksa."
Waktu Latihan Cepat
Coba latihan mudah ini dengan anak Anda. Isilah bagian yang kosong dengan "dipaksa" atau "terpaksa."
Anjing besar ________________ anjing kecil itu menjauh dari mangkuk makanan.
Dia merasa ________________ untuk meminta maaf setelah melihat temannya menangis.
Hujan ________________ mereka untuk membatalkan piknik.
Rasa laparnya ________________ dia untuk memakan sepotong roti terakhir.
Jawaban:
Dipaksa (anjing besar menggunakan kekuatan atas anjing kecil)
Terpaksa (perasaan moral internal)
Dipaksa (situasi cuaca eksternal, tidak ada pilihan)
Terpaksa (kebutuhan fisik internal untuk makanan)
Sekarang berlatihlah menggunakan kedua frasa di rumah. Ketika anak Anda mengalami tekanan dari luar yang tidak adil, katakan "Anda dipaksa." Ketika anak Anda merasakan dorongan internal yang kuat, katakan "Anda merasa terpaksa." Anak Anda akan belajar membedakan antara kekuatan dari luar dan dorongan dari dalam.
Ringkasan
Gunakan "dipaksa" ketika kekuatan dari luar membuat seseorang bertindak melawan keinginannya, seringkali dengan cara yang tidak adil atau tidak menyenangkan. Gunakan "terpaksa" ketika dorongan internal yang kuat atau aturan eksternal yang masuk akal membuat seseorang bertindak, bahkan jika mereka mungkin tidak mau. Keduanya berarti "harus bertindak," tetapi yang satu mengunci pintu sementara yang satu mengisi tenggorokan.

