Kamu menceritakan rahasia kepada seorang teman. Seorang pencerita menjaga sejarah tetap hidup. Kata-kata “cerita, pencerita, bercerita, meramalkan, menceritakan kembali” semuanya berasal dari satu keluarga. Setiap kata berbicara tentang berbagi informasi atau cerita. Tetapi masing-masing memiliki peran yang berbeda dalam sebuah kalimat. Mempelajari keluarga kata ini membantu anak-anak menjadi pendongeng dan pendengar yang lebih baik. Mari kita jelajahi kelima kata ini bersama-sama.
Apa Maksud dari “Kata yang Sama, Bentuk yang Berbeda”? Satu ide inti dapat tumbuh menjadi banyak bentuk kata. Maknanya tetap sama pada intinya. Tetapi kata tersebut mengubah akhirnya atau menambahkan awalan untuk peran baru. Misalnya, “cerita” adalah kata kerja. “Pencerita” adalah kata benda. “Bercerita” adalah kata sifat atau kata benda. “Meramalkan” adalah kata kerja. “Menceritakan kembali” adalah kata kerja. Mengetahui kelima bentuk ini membantu seorang anak berbicara tentang berbagi berita dan cerita.
Kata Ganti Orang Berubah Bentuknya Kata ganti berubah dari “dia” menjadi “dia” atau “miliknya”. Keluarga kata kita berubah dengan menambahkan akhiran dan awalan. Pikirkan “cerita” sebagai tindakan inti dari menceritakan. “Pencerita” mengubah tindakan itu menjadi seseorang. “Bercerita” mengubah tindakan menjadi deskripsi tentang pentingnya. “Meramalkan” menambahkan “fore-” (sebelum) yang berarti memprediksi. “Menceritakan kembali” menambahkan “re-” (lagi) yang berarti menceritakan lagi. Masing-masing bentuk menjawab pertanyaan sederhana. Tindakan apa? Cerita. Siapa yang menceritakan? Pencerita. Apa yang penting? Bercerita. Tindakan apa yang memprediksi? Meramalkan. Tindakan apa yang menceritakan lagi? Menceritakan kembali.
Dari Kata Kerja ke Kata Benda ke Kata Sifat ke Kata Keterangan – Satu Keluarga, Banyak Kata Keluarga ini memiliki kata kerja, kata benda, dan kata sifat. Mari kita mulai dengan kata kerja “cerita”. Kata Kerja: Tolong ceritakan nama Anda. “Cerita” berarti memberikan informasi atau menceritakan.
Berikutnya adalah kata benda “pencerita”. Kata Benda: Teller bank menghitung uang saya. “Pencerita” berarti seseorang yang menceritakan, seperti pendongeng atau teller bank.
Kemudian “bercerita” sebagai kata sifat. Kata Sifat: Detail yang menceritakan mengungkapkan kebenaran. “Bercerita” berarti penting atau mengungkapkan. “Bercerita” juga bisa menjadi kata benda. Kata Benda: Menceritakan kebohongan menyakitkan kepercayaan.
Kemudian kata kerja “meramalkan”. Kata Kerja: Awan gelap meramalkan badai. “Meramalkan” berarti memprediksi atau mengatakan sesuatu sebelum terjadi.
Terakhir kata kerja “menceritakan kembali”. Kata Kerja: Tolong ceritakan kembali cerita itu dengan kata-katamu sendiri. “Menceritakan kembali” berarti menceritakan lagi. Keluarga ini tidak memiliki bentuk kata keterangan yang umum. “Tellably” jarang terjadi.
Satu Akar, Banyak Peran – Bagaimana Kata-kata Tumbuh dari Tindakan menjadi Kualitas Kata bahasa Inggris Kuno “tellan” berarti menghitung atau menghitung kembali. Dari akar ini, kami membangun sebuah keluarga tentang menceritakan. “Cerita” mempertahankan arti kata kerja utama. Menambahkan -er membuat “pencerita” (orangnya). Menambahkan -ing membuat “bercerita” (penting). Menambahkan awalan “fore-” membuat “meramalkan” (untuk menceritakan sebelumnya). Menambahkan awalan “re-” membuat “menceritakan kembali” (untuk menceritakan lagi). Anak-anak dapat melihat pola yang sama dalam keluarga lain. Misalnya “jual, penjual, menjual, menjual (jarang), menjual kembali”. Mempelajari awalan “fore-” dan “re-” membantu anak-anak membangun kata-kata baru.
Makna yang Sama, Peran yang Berbeda – Apakah Itu Kata Kerja atau Kata Benda? Perhatikan dengan seksama peran masing-masing kata. “Cerita” adalah kata kerja. Contoh: Katakan yang sebenarnya.
“Pencerita” adalah kata benda. Contoh: Peramal meramalkan masa depan saya.
“Bercerita” adalah kata sifat atau kata benda. Contoh kata sifat: Itu adalah komentar yang menceritakan. Contoh kata benda: Menceritakan sebuah cerita adalah sebuah seni.
“Meramalkan” adalah kata kerja. Contoh: Tidak ada yang bisa meramalkan cuaca dengan sempurna.
“Menceritakan kembali” adalah kata kerja. Contoh: Ceritakan kembali dongeng itu dalam tiga kalimat. Masing-masing bentuk memiliki peran yang jelas. Hanya “bercerita” yang memiliki dua peran.
Kata Sifat dan Kata Keterangan – Kapan Kita Menambahkan -ly? Kita dapat membuat kata keterangan dari “bercerita”. Tambahkan -ly untuk mendapatkan “tellingly”. Contoh: Dia melirik ke arah jam dengan bercerita. Untuk pelajar muda, fokuslah pada “bercerita” sebagai kata sifat. Peringatan sederhana: “Meramalkan berarti sebelumnya. Menceritakan kembali berarti lagi. Bercerita berarti penting.”
Waspadalah terhadap Perubahan Ejaan yang Rumit (Huruf Ganda, y ke i, dan Lainnya) “Cerita” memiliki dua l ganda. Tambahkan -er untuk membuat “pencerita”. Cerita + er = pencerita (pertahankan l ganda). Tambahkan -ing untuk membuat “bercerita”. Cerita + ing = bercerita (pertahankan l ganda). Tambahkan awalan “fore-” untuk membuat “meramalkan”. Fore + cerita = meramalkan (pertahankan l ganda). Tambahkan awalan “re-” untuk membuat “menceritakan kembali”. Re + cerita = menceritakan kembali (pertahankan l ganda). Kesalahan umum adalah menulis “cerita” sebagai “tel” (satu l). Katakan “Cerita memiliki dua l, seperti bell dan fell.” Kesalahan lainnya adalah “pencerita” dieja “teler” (satu l). Katakan “Pencerita mempertahankan l ganda.” Kesalahan lainnya adalah “meramalkan” dieja “foretel” (satu l). Katakan “Meramalkan mempertahankan l ganda.” Kesalahan lainnya adalah “menceritakan kembali” dieja “retel” (satu l). Katakan “Menceritakan kembali mempertahankan l ganda.”
Mari Berlatih – Bisakah Kamu Memilih Bentuk yang Tepat? Cobalah kalimat-kalimat ini bersama anak Anda. Bacalah masing-masing dengan lantang. Pilih kata yang benar dari keluarga tersebut. Tolong ______ saya sebuah cerita pengantar tidur. Jawaban: cerita (kata kerja) Sebuah cerita ______ dapat membuat cerita lama menjadi menarik. Jawaban: pencerita (kata benda) Detail ______ dalam lukisan itu adalah kunci yang tersembunyi. Jawaban: bercerita (kata sifat) Langit gelap sering ______ hujan. Jawaban: meramalkan (kata kerja) Bisakah kamu ______ cerita Cinderella dalam dua menit? Jawaban: menceritakan kembali (kata kerja) ______ bank memberi saya uang saya. Jawaban: pencerita (kata benda) ______ sebuah kebohongan membuat masalah semakin buruk. Jawaban: bercerita (kata benda) Tidak ada yang bisa ______ hasil pertandingan. Jawaban: meramalkan (kata kerja) Tolong ______ petunjuknya sekali lagi. Jawaban: menceritakan kembali (kata kerja) Senyumnya adalah tanda ______ kebahagiaan. Jawaban: bercerita (kata sifat) Setelah latihan, tanyakan satu pertanyaan kepada anak Anda. Apakah kata ini adalah tindakan berbagi, seseorang, detail penting, prediksi, atau pengulangan? Pertanyaan sederhana itu mengajarkan tata bahasa melalui mendongeng.
Tips untuk Orang Tua – Bantu Anak Anda Mempelajari Keluarga Kata dengan Cara yang Menyenangkan Gunakan cerita keluarga untuk mengajar “cerita”. Katakan “Ceritakan apa yang terjadi di sekolah hari ini.” Gunakan pustakawan untuk mengajar “pencerita”. Katakan “Seorang pendongeng membuat buku itu menjadi hidup.” Gunakan misteri untuk mengajar “bercerita”. Katakan “Jendela yang pecah adalah petunjuk yang menceritakan.” Gunakan ramalan cuaca untuk mengajar “meramalkan”. Katakan “Burung terbang rendah dapat meramalkan hujan.” Gunakan ringkasan buku untuk mengajar “menceritakan kembali”. Katakan “Setelah membaca, ceritakan kembali cerita itu kepada saya.”
Mainkan “isi bagian yang kosong” saat berkendara. Katakan “______ nomor teleponmu.” (cerita) Katakan “Seorang ______ peramal membaca telapak tanganku.” (pencerita) Katakan “Keheningannya ______.” (bercerita) Katakan “Jangkrik yang berderit dapat ______ suhu.” (meramalkan) Katakan “Tolong ______ leluconnya agar Ayah bisa mendengarnya.” (menceritakan kembali)
Bacalah sebuah cerita dengan peramal atau struktur yang berulang. Tanyakan “Apa yang diramalkan karakter tersebut?” Tanyakan “Bagaimana Anda akan menceritakan kembali cerita ini kepada seorang teman?”
Ubah aktivitas menggambar menjadi pelajaran kata. Gambar mulut dengan kata-kata keluar. Beri label “cerita”. Gambar seseorang dengan buku dan bintang. Beri label “pendongeng”. Gambar kaca pembesar di atas petunjuk. Beri label “detail bercerita”. Gambar bola kristal dengan awan. Beri label “meramalkan masa depan”. Gambar buku dengan panah kembali. Beri label “menceritakan kembali”.
Saat anak Anda melakukan kesalahan, tetap tenang. Jika mereka mengatakan “Detail pencerita,” katakan “Hampir. Detail yang menceritakan. Pencerita adalah seseorang. Bercerita adalah kata sifat.” Jika mereka mengatakan “Saya akan meramalkan cerita itu lagi,” untuk pengulangan, katakan “Maksudmu menceritakan kembali. Meramalkan adalah untuk prediksi. Menceritakan kembali adalah untuk mengatakan lagi.”
Tuliskan kelima kata itu di catatan tempel. Letakkan di dinding dekat rak buku keluarga Anda. Setiap kali Anda membaca bersama, tunjuk “cerita” dan “menceritakan kembali”.
Ingatlah bahwa cerita menghubungkan kita. Gunakan kata-kata ini untuk membangun tradisi keluarga. “Ceritakan sebuah cerita dari masa kecilmu.” “Kamu bisa menceritakannya kembali kepada cucu-cucumu suatu hari nanti.” Segera anak Anda akan menceritakan cerita dengan percaya diri. Mereka akan menjadi pencerita yang hebat. Mereka akan memperhatikan detail bercerita dalam gambar. Mereka akan mencoba meramalkan apa yang terjadi selanjutnya. Dan mereka akan senang menceritakan kembali buku favorit mereka. Itulah kekuatan abadi dari mempelajari satu keluarga kata kecil bersama-sama.

