Kamu mengunjungi seorang teman yang tinggal jauh. Seorang pengunjung membawa kegembiraan bagi orang yang kesepian. Kata-kata “kunjungi, pengunjung, berkunjung, kunjungan” semuanya berasal dari satu keluarga. Masing-masing kata berbicara tentang pergi menemui seseorang atau suatu tempat. Tetapi masing-masing memiliki peran yang berbeda dalam sebuah kalimat. Mempelajari keluarga kata ini membantu anak-anak berbicara tentang persahabatan dan perjalanan. Mari kita jelajahi keempat kata ini bersama-sama.
Apa Maksud dari “Kata yang Sama, Bentuk yang Berbeda”? Satu gagasan inti dapat berkembang menjadi banyak bentuk kata. Maknanya tetap sama pada intinya. Tetapi kata tersebut mengubah akhirnya untuk peran baru. Misalnya, “kunjungi” adalah kata kerja atau kata benda. “Pengunjung” adalah kata benda. “Berkunjung” adalah kata benda atau bentuk kata kerja. “Kunjungan” adalah kata benda. Mengetahui keempat bentuk ini membantu seorang anak berbicara tentang bertemu orang dan tempat.
Kata Ganti Orang Mengubah Bentuknya Kata ganti berubah dari “dia” menjadi “dia” atau “miliknya”. Keluarga kata kita berubah dengan menambahkan akhiran, bukan dengan mengubah orang. Pikirkan “kunjungi” sebagai tindakan inti untuk pergi menemui. “Pengunjung” mengubah tindakan itu menjadi seseorang. “Berkunjung” mengubah tindakan itu menjadi sebuah kegiatan. “Kunjungan” mengubah tindakan itu menjadi sebuah acara resmi. Masing-masing bentuk menjawab pertanyaan sederhana. Tindakan apa? Kunjungi. Siapa yang datang untuk menemui? Pengunjung. Kegiatan apa? Berkunjung. Acara resmi apa? Kunjungan.
Dari Kata Kerja ke Kata Benda ke Kata Sifat ke Kata Keterangan – Satu Keluarga, Banyak Kata Keluarga ini memiliki kata kerja dan kata benda. Mari kita mulai dengan kata kerja “kunjungi”. Kata Kerja: Kita akan mengunjungi museum besok. “Kunjungi” berarti pergi menemui seseorang atau suatu tempat.
“Kunjungi” juga bisa menjadi kata benda. Kata Benda: Kunjungan kita ke Nenek berlangsung selama dua jam. “Kunjungi” berarti tindakan pergi menemui seseorang.
Berikutnya adalah kata benda “pengunjung”. Kata Benda: Seorang pengunjung kejutan datang ke pesta ulang tahun saya. “Pengunjung” berarti seseorang yang berkunjung.
Lalu “berkunjung” sebagai kata benda. Kata Benda: Berkunjung ke teman yang sakit adalah hal yang baik untuk dilakukan. “Berkunjung” juga bisa menjadi bentuk kata kerja. Kata Kerja (sedang berlangsung): Dia sedang mengunjungi sepupunya di Texas.
Terakhir kata benda “kunjungan”. Kata Benda: Rumah sakit memiliki jam kunjungan yang ketat. “Kunjungan” berarti hak resmi untuk berkunjung, seringkali untuk orang tua dan anak-anak atau dalam pengaturan resmi.
Satu Akar, Banyak Peran – Bagaimana Kata-Kata Tumbuh dari Tindakan Menjadi Kualitas Kata Latin “visitare” berasal dari “videre” (melihat). Dari akar ini, kita membangun sebuah keluarga tentang pergi untuk melihat. “Kunjungi” mempertahankan arti kata kerja dan kata benda utama. Menambahkan -or (atau -er) membuat “pengunjung” (orangnya). Menambahkan -ing membuat “berkunjung” (kegiatannya). Menambahkan -ation membuat “kunjungan” (kunjungan resmi). Anak-anak dapat melihat pola yang sama dalam keluarga lain. Misalnya, “undang, pengundang, mengundang, undangan”. Mempelajari akhiran -ation membantu anak-anak berbicara tentang acara resmi.
Makna yang Sama, Peran yang Berbeda – Apakah Itu Kata Kerja atau Kata Benda? Perhatikan dengan seksama peran masing-masing kata. “Kunjungi” bisa menjadi kata kerja atau kata benda. Contoh kata kerja: Mari kita kunjungi akuarium minggu depan. Contoh kata benda: Kunjungan saya ke dokter gigi cepat.
“Pengunjung” adalah kata benda. Contoh: Seorang pengunjung meninggalkan paket di depan pintu.
“Berkunjung” adalah kata benda atau bentuk kata kerja. Contoh kata benda: Berkunjung menyenangkan saat kamu merindukan seseorang. Contoh kata kerja: Mereka sedang mengunjungi kerabat di Florida.
“Kunjungan” adalah kata benda. Contoh: Pengadilan memberikan kunjungan setiap akhir pekan. Masing-masing bentuk memiliki peran yang jelas.
Kata Sifat dan Kata Keterangan – Kapan Kita Menambahkan -ly? Keluarga ini tidak memiliki bentuk kata keterangan yang umum. Kita tidak mengatakan “dengan cara berkunjung” atau “dengan cara kunjungan”. Gunakan kata-kata lain untuk menggambarkan berkunjung. Contoh: Kami sering berkunjung. Untuk pelajar muda, fokuslah pada perbedaan antara “kunjungi” dan “kunjungan”. Peringatan sederhana: “Kunjungi adalah perjalanan santai. Kunjungan adalah kunjungan resmi atau hukum.”
Waspadalah terhadap Perubahan Ejaan yang Rumit (Huruf Ganda, y menjadi i, dan Lainnya) “Kunjungi” tidak memiliki huruf ganda. Tambahkan -or untuk membuat “pengunjung”. Kunjungi + or = pengunjung (tidak ada perubahan). Tambahkan -ing untuk membuat “berkunjung”. Kunjungi + ing = berkunjung (tidak ada perubahan). Tambahkan -ation untuk membuat “kunjungan”. Kunjungi + ation = kunjungan (tidak ada perubahan). Kesalahan umum adalah menulis “kunjungi” sebagai “viset” (vokal yang salah). Katakan “Kunjungi memiliki i di tengah. K-U-N-J-U-N-G-I.” Kesalahan lainnya adalah “pengunjung” dieja “visiter” (dengan -er, bukan -or). Keduanya ada tetapi “pengunjung” lebih umum. Kesalahan lainnya adalah “berkunjung” dieja “visitting” (ganda t). Katakan “Berkunjung memiliki satu t. Kunjungi + ing. Tidak ganda.” Kesalahan lainnya adalah “kunjungan” dieja “kunjungan” (benar) tetapi ada yang menulis “kunjungan” (dengan s). Katakan “Kunjungan memiliki t setelah a, bukan s. K-U-N-J-U-N-G-A-N.”
Mari Berlatih – Bisakah Kamu Memilih Bentuk yang Tepat? Coba kalimat-kalimat ini dengan anakmu. Bacalah masing-masing dengan lantang. Pilih kata yang benar dari keluarga tersebut.
Kita akan ______ pusat sains pada hari Sabtu. Jawaban: kunjungi (kata kerja)
Seorang ______ dari luar kota tiba kemarin. Jawaban: pengunjung (kata benda)
______ tempat baru membuka pikiranmu. Jawaban: berkunjung (kata benda)
Penjara memiliki aturan ______ yang ketat. Jawaban: kunjungan (kata benda)
______ saya ke kebun binatang adalah hari terbaik yang pernah ada. Jawaban: kunjungan (kata benda)
______ membawa kue untuk semua orang. Jawaban: pengunjung (kata benda)
Keluarga itu sedang ______ kakek-nenek mereka akhir pekan ini. Jawaban: berkunjung (bentuk kata kerja)
Jadwal gereja mencakup ______ orang lanjut usia. Jawaban: kunjungan (kata benda)
Silakan ______ saya jika ada waktu. Jawaban: kunjungi (kata kerja)
______ teman yang sakit dapat mengangkat semangat mereka. Jawaban: berkunjung (kata benda)
Setelah latihan, tanyakan satu pertanyaan kepada anakmu. Apakah kata ini merupakan tindakan, orang, kegiatan, atau acara resmi? Pertanyaan sederhana itu mengajarkan tata bahasa melalui koneksi.
Tips untuk Orang Tua – Bantu Anakmu Mempelajari Keluarga Kata dengan Cara yang Menyenangkan Gunakan rencana untuk mengajar “kunjungi”. Katakan “Mari kita kunjungi perpustakaan besok.”
Gunakan tamu untuk mengajar “pengunjung”. Katakan “Adikku adalah seorang pengunjung dari perguruan tinggi.”
Gunakan rutinitas untuk mengajar “berkunjung”. Katakan “Berkunjung ke taman setiap hari Minggu adalah tradisi kita.”
Gunakan aturan untuk mengajar “kunjungan”. Katakan “Jam kunjungan rumah sakit adalah dari pukul 14.00 hingga 16.00.”
Mainkan “isi bagian yang kosong” saat berkendara. Katakan “Kita ______ stasiun pemadam kebakaran tahun lalu.” (kunjungi - lampau) Katakan “Seorang ______ harus mengetuk sebelum masuk.” (pengunjung) Katakan “______ dengan teman membuatmu tetap terhubung.” (berkunjung) Katakan “Sekolah memiliki hari ______ untuk orang tua.” (kunjungan)
Bacalah cerita tentang keluarga atau rumah sakit. Tanyakan “Siapa yang mengunjungi karakter tersebut?” Tanyakan “Apakah ada aturan kunjungan dalam cerita?”
Ubah kegiatan menggambar menjadi pelajaran kata. Gambar pintu dengan seorang teman. Beri label “kunjungi teman”. Gambar seseorang dengan koper. Beri label “pengunjung”. Gambar kalender dengan hati. Beri label “hari berkunjung”. Gambar jam dengan jam berkunjung. Beri label “jadwal kunjungan”.
Saat anakmu melakukan kesalahan, tetap tenang. Jika mereka mengatakan “Saya adalah kunjungan,” katakan “Hampir. Saya adalah seorang pengunjung. Kunjungi adalah tindakannya. Pengunjung adalah orangnya.” Jika mereka mengatakan “Berkunjung adalah dari jam 2-4,” katakan “Hampir. Kunjungan adalah dari jam 2-4. Berkunjung adalah tindakan yang sedang berlangsung. Kunjungan adalah waktu resmi.”
Tuliskan keempat kata tersebut di catatan tempel. Letakkan di pintu depan atau kalender. Setiap kali kamu memiliki tamu, tunjuklah “pengunjung”.
Ingatlah bahwa berkunjung menunjukkan cinta. Gunakan kata-kata ini untuk membangun empati. “Kunjungan singkat dapat mencerahkan hari seseorang.” Segera anakmu akan berkunjung dengan gembira. Mereka akan menyambut pengunjung dengan hangat. Mereka akan menikmati berkunjung ke tempat-tempat baru. Dan mereka akan menghormati aturan kunjungan dengan tenang. Itulah kekuatan koneksi dari mempelajari satu keluarga kata kecil bersama-sama.

