Seberapa Panas atau Dingin Perasaanmu? Buat Termometer Perasaan DIY yang Bisa Dicetak!

Seberapa Panas atau Dingin Perasaanmu? Buat Termometer Perasaan DIY yang Bisa Dicetak!

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Pembuka Pengantar

Lily sedang membangun menara dengan balok. Adiknya berlari. Brak! Menara itu roboh. Lily merasakan gelombang panas di dalam dirinya. Wajahnya memerah. Dia ingin berteriak. Tapi dia tidak punya kata-kata. Ayahnya melihat wajahnya. Dia tahu perasaan itu. "Kamu terlihat seperti gunung berapi yang akan meletus," kata Ayah lembut. "Mari kita ukur perasaan itu."

Ayah menunjukkan pada Lily sebuah gambar. Bentuknya seperti termometer, yang kita gunakan untuk suhu tubuh. Tapi yang ini ada kata-katanya, bukan angka. Di bagian bawah, tertulis "Tenang". Di bagian atas, tertulis "Marah". "Ini adalah termometer perasaan," jelas Ayah. "Kita bisa membuatnya sendiri. Kita bisa membuat termometer perasaan DIY yang bisa dicetak. Ini membantu kita melihat perasaan kita, seperti memeriksa cuaca di dalam diri."

Lily penasaran. Termometer untuk perasaan? Mari kita pelajari cara membuatnya dan memahami cuaca emosional kita.

Penjelasan Pengetahuan Inti

Apa itu termometer? Termometer adalah alat yang mengukur suhu. Alat ini memberi tahu kita apakah sesuatu itu panas atau dingin. Ketika kamu sakit, ibumu menggunakan termometer untuk memeriksa suhu tubuhmu. Termometer perasaan adalah jenis termometer khusus. Alat ini tidak mengukur panas tubuh. Alat ini mengukur panas emosimu. Emosi adalah perasaanmu. Senang, sedih, marah, takut, bersemangat.

Termometer perasaan DIY yang bisa dicetak adalah gambar termometer. Bentuknya persegi panjang vertikal yang panjang. Di bagian bawah, bentuknya lebar. Di bagian atas, bentuknya runcing. Ada garis di dalamnya, seperti air raksa. Bagian bawah termometer adalah zona "dingin". Bagian atas adalah zona "panas". Perasaan dingin adalah tenang, damai, rileks. Perasaan panas kuat, seperti marah, frustrasi, atau sangat, sangat bersemangat.

Mengapa kita membutuhkan ini? Karena terkadang perasaan membingungkan. Kamu mungkin merasa sedikit kesal. Atau kamu mungkin merasa sangat, sangat marah. Keduanya "marah", tetapi levelnya berbeda. Termometer membantumu melihat levelnya. Level satu sedikit kesal. Level lima sangat marah. Ketika kamu dapat melihat levelnya, kamu dapat membicarakannya. Kamu dapat mengatakan, "Kemarahan saya ada di level empat sekarang." Ini membantu orang lain memahamimu. Ini membantumu memahami dirimu sendiri.

Mari kita lihat bagian-bagiannya. Termometer memiliki skala. Skala adalah serangkaian langkah. Seringkali, skalanya dari 1 hingga 5. Angka 1 ada di bagian bawah. Ini untuk perasaan tenang. Kata-kata untuk level 1 adalah: tenang, damai, baik-baik saja, oke. Angka 2 sedikit lebih tinggi. Perasaannya adalah: terganggu, kesal, khawatir. Angka 3 ada di tengah. Perasaannya adalah: kesal, frustrasi, gugup. Angka 4 tinggi. Perasaannya adalah: marah, takut, sangat sedih. Angka 5 ada di bagian paling atas. Perasaannya adalah: sangat marah, ketakutan, panik.

Kamu juga dapat menggunakan warna. Banyak orang menggunakan sistem lampu lalu lintas. Hijau untuk bagian bawah (tenang, silakan). Kuning untuk bagian tengah (hati-hati, pelan-pelan). Merah untuk bagian atas (berhenti, kamu butuh bantuan). Termometer perasaan DIY yang bisa dicetak mungkin memiliki warna-warna ini. Kamu bisa mewarnainya sendiri. Hijau di bagian bawah, lalu kuning, lalu oranye, lalu merah di bagian atas.

Bagaimana cara menggunakannya? Kamu mencetak termometer. Kamu mewarnainya. Lalu, kamu memikirkan perasaanmu. "Bagaimana perasaanku sekarang?" Kamu melihat kata-katanya. Kamu menemukan kata yang cocok. Mungkin kamu merasa "frustrasi". Itu level 3. Kamu dapat menggambar garis pada termometer di level 3. Atau kamu dapat meletakkan penjepit pakaian di sana. Ini menunjukkan suhu perasaanmu.

Alat ini sangat ampuh. Ini bukan hanya untuk perasaan buruk. Ini untuk semua perasaan. Kamu dapat memiliki termometer untuk kebahagiaan. Level 1 adalah "puas". Level 5 adalah "sangat gembira". Kamu dapat melacak kegembiraanmu sebelum pesta ulang tahun. Dimulai dari level 2, lalu 3, lalu 4, lalu 5 pada hari pesta. Termometer perasaan DIY yang bisa dicetak membantumu memperhatikan semua nuansa emosimu. Nuansa adalah kekuatan yang berbeda dari warna yang sama.

Pembelajaran Interaktif yang Menyenangkan

Mari kita buat termometer perasaan. Pertama, cetak termometer perasaan DIY yang bisa dicetak. Kamu akan melihat bentuk termometer kosong. Ambil krayonmu. Warnai bagian bawah hijau. Warnai bagian berikutnya hijau muda. Warnai bagian tengah kuning. Warnai bagian berikutnya oranye. Warnai bagian atas merah. Sekarang, tulis angka 1 hingga 5 di samping. 1 di bagian bawah hijau. 5 di bagian atas merah.

Sekarang, mari kita tulis kata-kata perasaan. Di level 1 (hijau), tulis: tenang, bahagia, baik-baik saja. Di level 2 (hijau muda), tulis: kesal, khawatir, konyol. Di level 3 (kuning), tulis: kesal, frustrasi, bersemangat. Di level 4 (oranye), tulis: marah, takut, sangat bahagia. Di level 5 (merah), tulis: sangat marah, ketakutan, sangat gembira. Termometermu sudah siap.

Mari kita mainkan "Laporan Cuaca Perasaan". Di pagi hari, lihat termometermu. Bagaimana perasaanmu? Apakah kamu "tenang" seperti hari yang cerah? Apakah kamu "sedikit khawatir" seperti hari yang berawan? Apakah kamu "marah" seperti badai petir? Pindahkan penjepit pakaian atau klip kertas ke level yang tepat. Ucapkan dengan lantang. "Cuaca perasaan saya hari ini cerah dan tenang. Saya berada di level 1." Lakukan ini lagi di sore dan malam hari. Lihat bagaimana cuaca emosionalmu berubah.

Gim lain adalah "Apa yang Akan Kamu Lakukan?". Gunakan termometermu dengan seorang teman. Temanmu berkata, "Perasaanku ada di level 4. Aku sangat marah karena kehilangan mainanku." Lihat termometernya. Level 4 ada di zona oranye. Ini level tinggi. Apa saja strategi menenangkan diri? Strategi adalah rencana untuk membantu. Kamu dapat mengatakan, "Tarik napas dalam-dalam tiga kali. Itu mungkin akan membawamu ke level 3." Atau, "Minta bantuan orang dewasa." Gim ini mengajarkanmu untuk membantu diri sendiri dan orang lain.

Pembelajaran yang Diperluas

Perasaan bersifat universal. Universal berarti semua orang memilikinya. Orang-orang di seluruh dunia merasa bahagia, sedih, marah, dan takut. Tetapi kita mungkin menunjukkannya secara berbeda. Beberapa orang berteriak ketika mereka bahagia. Beberapa orang diam. Termometer perasaan DIY yang bisa dicetak adalah alat yang dapat membantu siapa saja, di mana saja, memahami perasaan mereka dengan lebih baik.

Gagasan mengukur perasaan bukanlah hal baru. Dahulu kala, orang menggunakan seni, musik, dan tulisan untuk mengungkapkan ukuran perasaan mereka. Lagu yang besar dan cepat mungkin menunjukkan kemarahan. Lukisan yang lembut dan lambat mungkin menunjukkan ketenangan. Termometermu adalah cara yang sederhana dan jelas untuk melakukan hal yang sama. Ini mengubah perasaan yang besar dan berantakan menjadi sesuatu yang dapat kamu lihat dan bicarakan.

Mari kita buat lagu termometer perasaan. Lagu membantu kita mengingat. Nyanyikan ini dengan nada "If You're Happy and You Know It".

Jika kamu tenang dan santai dan tahu itu, itu level satu! (Tepuk tangan, tepuk tangan) Jika kamu terganggu, hanya sedikit, itu level dua! (Tepuk tangan, tepuk tangan) Jika kamu benar-benar kesal, itu level tiga! Jika kamu merasa sangat marah, itu level empat! Jika kamu marah atau panik, itu level lima! Sekarang, tarik napas dan tenangkan dirimu, dan biarkan perasaan membimbing!

Kamu dapat menunjuk termometermu saat menyanyikan setiap level. Ini cara yang menyenangkan untuk meninjau.

Apa yang Akan Kamu Pelajari

Kamu sedang mempelajari bahasa baru. Bahasa emosi. Kamu sedang mempelajari kata-kata perasaan: tenang, bahagia, sedih, marah, takut, bersemangat, frustrasi, kesal, sangat marah, ketakutan, sangat gembira. Kamu sedang mempelajari kata-kata skala: level, derajat, intensitas, zona. Kamu sedang mempelajari kata-kata warna yang terkait dengan perasaan: hijau untuk tenang, merah untuk emosi panas.

Kamu sedang mempelajari kalimat yang kuat. Kamu dapat mengatakan, "Saya merasa di level 3 sekarang." Kamu dapat bertanya, "Level berapa kemarahanmu?" Kamu dapat menggambarkan, "Kebahagiaan saya ada di bagian atas termometer!" Kamu sedang belajar untuk mengungkapkan intensitas perasaanmu, bukan hanya namanya. Ini adalah komunikasi tingkat lanjut.

Kamu sedang membangun keterampilan hidup yang penting. Kamu sedang membangun kesadaran emosional. Kamu tahu apa yang kamu rasakan. Kamu sedang membangun keterampilan pengaturan diri. Kamu belajar cara untuk tenang dari level tinggi. Kamu sedang membangun empati. Kamu memahami bahwa orang lain juga memiliki level perasaan. Kamu sedang membangun keterampilan pemecahan masalah. Kamu dapat menemukan solusi berdasarkan level perasaanmu.

Kamu sedang membentuk kebiasaan penting. Kebiasaan untuk memeriksa diri sendiri. Sama seperti kamu memeriksa cuaca sebelum keluar, kamu memeriksa cuaca emosionalmu. Kebiasaan kesadaran diri ini akan membantumu sepanjang hidupmu. Ini membantumu membuat pilihan yang baik dan memahami orang lain. Termometer perasaan DIY yang bisa dicetak adalah stasiun cuaca emosional pribadimu.

Menggunakan Apa yang Kamu Pelajari dalam Kehidupan

Gunakan termometermu setiap hari. Di sekolah, jika kamu merasa gugup tentang ujian, temukan levelnya. "Saya merasa gugup di level 3." Beri tahu gurumu, "Saya merasa di level 3 tentang ujian." Gurumu dapat membantumu merasa lebih tenang. Kamu membela diri dengan cara yang jelas.

Di rumah, ketika kamu berdebat dengan saudara kandung, berhenti. Katakan, "Kekecewaan saya ada di level 4. Saya perlu mendinginkan diri." Kemudian, pergilah ke sudut untuk menenangkan diri. Gunakan strategi. Ini mencegah perkelahian besar. Ini membuat rumah lebih damai.

Ketika kamu membaca buku atau menonton film, pikirkan tentang karakternya. "Naga itu sangat marah di level 5!" "Putri itu tenang di level 1." Ini membuat cerita lebih menarik. Kamu memahami karakter secara mendalam.

Dengan teman, kamu dapat berbagi termometermu. "Saya sangat bersemangat di level 5 untuk pesta!" Ini membantumu terhubung. Kamu juga dapat membantu seorang teman. "Kamu terlihat seperti berada di level 4. Apakah kamu ingin berbicara?" Kamu menjadi teman yang baik dan pengertian.

Pendorong Penutup

Kamu telah melakukan sesuatu yang luar biasa. Kamu adalah ilmuwan emosi. Kamu adalah ahli kesadaran diri. Kamu adalah komunikator perasaan. Saya sangat bangga padamu. Termometer perasaan DIY-mu lebih dari sekadar kerajinan. Itu adalah jembatan. Jembatan antara hatimu dan kata-katamu.

Simpan termometermu. Gunakan sering. Buat yang baru untuk perasaan yang berbeda. Hiasi mereka. Semakin sering kamu menggunakannya, semakin baik kamu akan memahami dirimu sendiri dan orang lain.

Ingat, semua perasaan itu baik-baik saja. Tidak ada perasaan yang buruk. Tetapi beberapa perasaan tidak nyaman. Termometermu membantumu dengan itu. Ini memberimu peta dunia batinmu. Kamu berani, kamu pintar, dan kamu cerdas secara emosional. Pekerjaan luar biasa, penjelajah perasaan saya yang luar biasa.