Apakah Lebih Baik Mengatakan “Berhenti” atau “Hentikan Itu” Saat Marah?

Apakah Lebih Baik Mengatakan “Berhenti” atau “Hentikan Itu” Saat Marah?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Arti Kedua Ungkapan Ini?

“Berhenti” dan “hentikan itu” sama-sama memberi tahu seseorang untuk menghentikan suatu tindakan.

Keduanya meminta seseorang untuk berhenti atau berhenti segera.

Keduanya berfungsi saat ada sesuatu yang mengganggumu.

Anak-anak mendengar kata-kata ini di rumah dan di taman bermain.

“Berhenti” berarti jangan melanjutkan apa yang sedang kamu lakukan.

Itu sederhana dan langsung.

Seorang anak mengatakannya ketika seorang teman menarik rambut mereka.

Itu berfungsi untuk masalah kecil dan besar.

“Hentikan itu” berarti hentikan hal spesifik itu sekarang juga.

Kedengarannya jauh lebih formal.

Orang jarang menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.

Anak-anak hampir tidak pernah mengatakan “hentikan itu” secara alami.

Kedua ungkapan ini tampak serupa dalam maknanya.

Keduanya menuntut diakhirinya suatu tindakan.

Keduanya menetapkan batasan yang jelas.

Tetapi yang satu terasa normal sementara yang lain terasa aneh.

Apa Perbedaannya?

Yang satu umum. Yang lainnya sangat langka.

“Berhenti” muncul di mana-mana dalam bahasa Inggris.

Anak-anak mempelajarinya sejak dini. Orang tua mengatakannya setiap hari.

Itu berfungsi untuk situasi apa pun.

“Hentikan itu” terdengar seperti petugas polisi atau robot.

Itu tidak cocok untuk percakapan yang ramah.

Bahkan bisa terdengar lucu bagi penutur asli.

Anak-anak harus mengenalinya tetapi jangan terlalu sering menggunakannya.

Kekuatannya juga berbeda.

“Berhenti” bisa lembut atau keras tergantung pada suaramu.

“Hentikan itu” selalu terdengar kuat dan serius.

Menggunakannya dengan ringan terasa tidak pada tempatnya.

Pikirkan seorang anak yang mengambil mainan.

Seorang teman berkata “Berhenti, tolong.” Itu berhasil dengan baik.

Jika teman itu berkata “Hentikan itu,” semua orang tertawa.

Frase kedua terdengar terlalu besar untuk saat ini.

Yang satu cukup hangat untuk keluarga. Yang lainnya terasa dingin.

“Berhenti” memberi ruang untuk hubungan.

“Hentikan itu” menciptakan jarak.

Pilihlah yang pertama untuk penggunaan sehari-hari.

Kapan Kita Menggunakan Masing-masing?

Gunakan “berhenti” untuk hampir setiap situasi.

Gunakan itu ketika seorang saudara mengganggumu.

Gunakan itu ketika hewan peliharaan mengunyah sepatumu.

Gunakan itu ketika seseorang mengucapkan kata-kata yang jahat.

Contoh di rumah:

Seorang saudara laki-laki terus mengetuk lenganmu.

Kamu berkata “Berhenti, tolong.”

Seorang teman mengambil camilanmu tanpa bertanya.

Kamu berkata “Berhenti. Itu milikku.”

Gunakan “hentikan itu” hampir tidak pernah dalam kehidupan sehari-hari.

Mungkin dalam sebuah permainan atau adegan pura-pura.

Mungkin saat membaca cerita dengan seorang raja atau robot.

Mungkin saat berlatih bahasa Inggris yang sangat formal.

Contoh untuk bersenang-senang:

Seorang orang tua memainkan permainan konyol dan berkata “Hentikan tawa itu sekaligus.”

Seorang anak berpura-pura menjadi hakim dan berkata “Hentikan suara itu di ruang sidangku.”

Tapi dalam kehidupan nyata? Tetaplah dengan “berhenti.”

Guru hampir tidak pernah mengatakan “hentikan itu” kepada anak-anak.

Kedengarannya terlalu ketat dan aneh.

“Berhenti” berfungsi dengan jelas dan baik.

Jaga bahasamu tetap alami.

Contoh Kalimat untuk Anak-Anak

Berhenti:

“Berhenti. Kamu menyakiti lenganku.”

“Tolong berhenti. Aku tidak suka permainan itu.”

“Berhenti sekarang juga atau aku akan memberi tahu Ibu.”

Hentikan itu:

“Hentikan suara konyol itu segera.” (pura-pura bermain)

“Penjaga menyuruh anjing itu untuk menghentikan gonggongan itu.” (bahasa cerita)

“Hentikan perilaku itu sekaligus,” kata kepala sekolah. (sangat jarang)

Perhatikan betapa tidak alaminya “hentikan itu” terasa.

Sebagian besar anak-anak tidak pernah mengatakannya dengan serius.

Orang dewasa menggunakannya hanya untuk lelucon atau tulisan formal.

Kamu tidak perlu mengajarkannya sebagai frasa sehari-hari.

Tetapi anak-anak harus memahami “hentikan.”

Mereka melihatnya di buku dan film.

Mengetahuinya membantu dengan pemahaman membaca.

Hanya saja jangan mendorong untuk terlalu sering menggunakannya.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Beberapa pelajar berpikir “hentikan itu” terdengar lebih sopan.

Mereka menggunakannya untuk bersikap hormat.

Tetapi sebenarnya terdengar aneh, tidak sopan.

“Berhenti tolong” berfungsi lebih baik.

Salah: “Bisakah kamu menghentikan ketukan itu?”

Benar: “Bisakah kamu berhenti mengetuk?”

Kesalahan lain: melupakan “itu” atau “itu.”

Kita mengatakan “berhenti,” bukan “berhenti” saja dalam banyak kasus.

Kita mengatakan “hentikan itu,” bukan “hentikan” saja.

Kata kecil itu penting.

Salah: “Berhenti.” (terdengar tidak lengkap)

Benar: “Berhenti.”

Salah: “Hentikan.” (terlalu tajam)

Benar: “Hentikan itu.”

Beberapa anak menggunakan “berhenti” terlalu pelan.

Jika kamu berbisik “berhenti,” tidak ada yang mendengarkan.

Gunakan suara yang tegas tetapi tenang.

Lihat orang itu. Katakan dengan jelas.

Juga hindari menggunakan “hentikan itu” saat kamu merasa marah.

Itu tidak akan membantu. Orang mungkin tertawa.

Gunakan kata-kata alami untuk perasaan yang sebenarnya.

Simpan kata-kata aneh untuk cerita dan permainan.

Tips Memori Mudah

Pikirkan “berhenti” sebagai tangan merah.

Tangan terangkat saat ada sesuatu yang salah.

Semua orang mengerti tangan merah.

Itu berfungsi di mana saja.

Pikirkan “hentikan itu” sebagai buku tua.

Buku itu terletak di rak perpustakaan.

Orang melihatnya tetapi tidak pernah membukanya.

Itu milik masa lalu.

Trik lain: ingat panjangnya.

“Berhenti” memiliki dua kata pendek. Cepat dan mudah.

“Hentikan itu” memiliki dua kata yang lebih panjang. Lambat dan berat.

Gunakan kata-kata cepat untuk masalah cepat.

Simpan kata-kata berat untuk waktu pura-pura.

Orang tua dapat mengatakan:

“Berhenti untuk kehidupan nyata. Hentikan untuk malam cerita.”

Aturan sederhana itu berfungsi dengan baik.

Anak-anak mengingat apa yang terasa alami.

Berlatih saat makan malam.

Katakan “berhenti” saat seseorang meraih makananmu.

Katakan “hentikan itu” sebagai lelucon.

Semua orang akan tertawa, dan pelajarannya akan melekat.

Waktu Latihan Cepat

Mari kita coba latihan kecil.

Pilihlah frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Temanmu terus menendang kursimu di kelas.

a) “Hentikan tendangan itu.”

b) “Berhenti, tolong.”

Kamu sedang bermain pura-pura sebagai ratu kerajaan.

a) “Berhenti saat ini juga.”

b) “Hentikan kebodohan itu sekaligus.”

Jawaban:

1 – b. Kehidupan nyata membutuhkan kata-kata nyata.

2 – b. Permainan pura-pura memungkinkan bahasa pura-pura.

Isi bagian yang kosong:

“Ketika adikku menarik rambutku, aku berkata ______.”

(“Berhenti” adalah satu-satunya jawaban alami di sini.)

Satu lagi:

“Ketika saya membaca cerita tentang seorang raja, dia berkata ______.”

(“Hentikan itu” sangat cocok untuk raja cerita.)

Ingat konteksnya.

Masalah nyata mendapatkan “berhenti.”

Cerita dan lelucon mendapatkan “hentikan itu.”

Ini menjaga bahasa Inggrismu tetap alami dan jelas.

Penutup

“Berhenti” berfungsi untuk batasan sehari-hari. “Hentikan itu” ada di cerita dan tulisan formal.

Gunakan “berhenti” untuk perasaan yang sebenarnya. Simpan “hentikan itu” untuk bermain pura-pura.

Bahasa Inggris alami memilih kata-kata sederhana terlebih dahulu.

Suara dan wajahmu lebih penting daripada frasa mewah.