Apakah Ada Perbedaan Antara Mengatakan “Saya Ingat” dan “Saya Mengingat” Peristiwa?

Apakah Ada Perbedaan Antara Mengatakan “Saya Ingat” dan “Saya Mengingat” Peristiwa?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Maksud dari Ungkapan-ungkapan Ini?

“Saya ingat” dan “Saya mengingat” sama-sama membicarakan tentang peristiwa di masa lalu. Mereka menggambarkan bagaimana cara memunculkan sebuah memori dalam pikiran. Anak-anak mengucapkan kata-kata ini ketika berbagi cerita. Keduanya mengungkapkan bahwa sesuatu tetap berada di dalam otak Anda.

“Saya ingat” berarti sebuah memori hadir dalam pikiran saya secara alami. Rasanya otomatis dan pribadi. Seorang anak mengatakannya tentang ulang tahun atau perjalanan. Itu datang dengan perasaan.

“Saya mengingat” berarti saya secara aktif mencoba untuk memunculkan kembali sebuah fakta. Rasanya lebih membutuhkan usaha dan faktual. Orang dewasa mengatakannya tentang tanggal atau detail. Itu datang dengan sedikit emosi.

Ungkapan-ungkapan ini tampak sangat mirip. Keduanya membawa Anda kembali ke momen di masa lalu. Keduanya berbagi pengetahuan dengan orang lain. Tetapi yang satu terasa hangat sementara yang lain terasa dingin.

Apa Perbedaannya?

Yang satu emosional. Yang lainnya faktual. “Saya ingat” terhubung dengan perasaan dan indra. Anda ingat bagaimana sesuatu berbau atau terasa. Itu berasal dari hati.

“Saya mengingat” terhubung dengan fakta dan detail. Anda mengingat sebuah nama, angka, atau tanggal. Itu berasal dari kepala. Kedengarannya lebih seperti sebuah laporan.

Pikirkan tentang liburan keluarga. “Saya ingat pantai” berarti Anda merasakan pasirnya. “Saya mengingat kita pergi pada bulan Juli” berarti Anda tahu bulannya. Yang satu sensorik. Yang satu data.

Yang satu lebih umum. Yang lainnya lebih formal. “Saya ingat” muncul di mana-mana dalam percakapan sehari-hari. “Saya mengingat” muncul dalam cerita atau wawancara. Anak-anak hampir selalu menggunakan “Saya ingat”.

Juga, “Saya mengingat” seringkali membutuhkan usaha ekstra. Anda “berusaha mengingat.” Anda tidak berusaha untuk mengingat. Mengingat begitu saja terjadi. Mengingat adalah sebuah pencarian.

Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing?

Gunakan “Saya ingat” untuk kenangan pribadi. Gunakan itu untuk perasaan, orang, tempat, dan bau. Gunakan itu ketika berbagi momen bahagia atau sedih. Itu cocok untuk bercerita dan percakapan keluarga.

Contoh di rumah: “Saya ingat ketika kita membuat kue bersama.” “Saya ingat hari pertama saya masuk sekolah.” “Saya ingat lagu yang biasa kamu nyanyikan.”

Gunakan “Saya mengingat” untuk informasi faktual. Gunakan itu untuk tanggal, nama, angka, dan instruksi. Gunakan itu ketika Anda mencari jawaban di pikiran Anda. Itu cocok untuk pekerjaan rumah dan kuis.

Contoh untuk fakta: “Saya mengingat bahwa ibu kota Prancis adalah Paris.” “Saya mengingat Anda mengatakan pesta dimulai pukul 14.00.” “Apakah Anda mengingat nama buku itu?”

Anak-anak dapat menggunakan keduanya. Tetapi “Saya mengingat” terdengar lebih tua dan lebih hati-hati. “Saya ingat” terdengar lebih hangat dan lebih alami. Ajarkan keduanya untuk pertumbuhan kosakata.

Contoh Kalimat untuk Anak-anak Saya ingat: “Saya ingat rasa sup Nenek.” “Saya ingat terjatuh dari sepeda dan menangis.” “Saya ingat senyum ramahmu di hari itu.”

Saya mengingat: “Saya mengingat jawaban untuk pertanyaan lima.” “Saya mengingat bahwa kita mempelajari aturan sains ini tahun lalu.” “Saya mengingat melihat sebuah mobil merah parkir di luar.”

Perhatikan “Saya ingat” membawa perasaan. “Saya mengingat” membawa sebuah fakta. Yang satu membuat Anda tersenyum. Yang lainnya membuat Anda berpikir. Keduanya baik untuk otak yang sibuk.

Orang tua dapat menggunakan keduanya ketika bercerita. “Saya ingat kesenangan yang kita alami.” (perasaan) “Saya mengingat itu hari Selasa.” (fakta) Anak-anak mempelajari perbedaannya dengan mendengarnya.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Beberapa anak mengatakan “Saya mengingat” untuk kenangan emosional. Itu terdengar dingin dan aneh. Jika hewan peliharaan meninggal, katakan “Saya ingat.” Simpan “Saya mengingat” untuk fakta sekolah.

Salah: “Saya mengingat ketika ikan mas saya mati. Saya sangat sedih.” Benar: “Saya ingat ketika ikan mas saya mati. Saya sangat sedih.”

Kesalahan lain: menggunakan “mengingat” untuk pencarian yang membutuhkan usaha. Jika Anda benar-benar berusaha keras untuk menemukan sebuah memori, “mengingat” lebih cocok. “Saya tidak dapat mengingat namanya” terdengar lebih akurat. “Saya tidak dapat mengingat namanya” juga berfungsi. Keduanya baik.

Salah vs benar di sini sangat halus. Tetapi “mengingat” menyiratkan pencarian yang lebih aktif. “Mengingat” menyiratkan pengetahuan otomatis. Pilihlah berdasarkan seberapa keras otak Anda bekerja.

Beberapa pelajar melupakan objek setelah kata kerja ini. “Saya ingat” membutuhkan sebuah objek (hal yang Anda ingat). “Saya mengingat” juga membutuhkan sebuah objek. Jangan biarkan mereka menggantung.

Salah: “Saya ingat.” (sendirian, tanpa konteks) Benar: “Saya ingat hari itu.”

Juga hindari mengatakan “Saya mengingat” ketika Anda tidak yakin. Jika memorinya kabur, katakan “Saya pikir saya mengingat.” Kejujuran tentang memori itu baik. Tidak ada seorang pun yang mengingat segalanya dengan sempurna.

Tips Memori Mudah Pikirkan “Saya ingat” sebagai pelukan hangat. Pelukan itu membungkus sebuah perasaan. Itu menyimpan momen bahagia dan sedih. Itu ada di dada Anda.

Pikirkan “Saya mengingat” sebagai lemari arsip. Anda membuka laci berlabel “fakta.” Anda menarik keluar sebuah kertas. Itu ada di kepala Anda.

Trik lain: ingat huruf pertama. “Mengingat” memiliki M untuk “merasa nyata.” “Mengingat” memiliki M untuk “merekam” (seperti buku catatan). Perasaan dapat “mengingat.” Rekaman dapat “mengingat.”

Orang tua dapat mengatakan: “Ingat untuk hati. Ingat untuk kepala.” Baris sederhana itu membimbing anak Anda. Pada saat cerita pengantar tidur, gunakan “mengingat.” Pada saat pekerjaan rumah, gunakan “mengingat.”

Berlatih berbagi kenangan Anda sendiri. “Saya ingat anjing masa kecil saya.” (hati) “Saya mengingat kita mendapatkannya pada tahun 2010.” (kepala) Anak Anda mempelajari dua kata yang ampuh. Memori menjadi hadiah yang Anda bagikan.

Waktu Latihan Cepat Mari kita coba latihan kecil. Pilihlah frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Anda berbicara tentang pesta ulang tahun favorit Anda dan betapa bahagianya Anda. a) “Saya mengingat hari yang bahagia itu.” b) “Saya ingat hari yang bahagia itu.”

Guru Anda meminta tahun kelahiran seorang tokoh terkenal. Anda mempelajarinya. a) “Saya ingat tahunnya adalah 1995.” b) “Saya mengingat tahunnya adalah 1995.”

Jawaban: 1 – b. Kenangan emosional cocok dengan “mengingat.” 2 – b. Tanggal faktual sangat cocok dengan “mengingat.”

Isi bagian yang kosong: “Ketika saya memikirkan cerita pengantar tidur ibu saya, ______ suara ibunya.” (“Saya ingat” cocok untuk kenangan sensorik dan emosional.)

Satu lagi: “Ketika tes meminta rumus air, ______ bahwa itu adalah H2O.” (“Saya mengingat” cocok untuk informasi faktual yang dipelajari.)

Kedua kata membuat masa lalu Anda tetap hidup. Gunakan mereka untuk berbagi cerita. Gunakan mereka untuk lulus ujian. Memori Anda adalah harta karun. Kata-kata ini membuka kotak.

Rangkuman “Saya ingat” membawa kembali perasaan dan momen pribadi. “Saya mengingat” membawa kembali fakta dan detail. Gunakan “mengingat” untuk kenangan hati. Gunakan “mengingat” untuk kenangan kepala. Keduanya membantu Anda berbagi masa lalu Anda dengan orang lain. Setiap memori penting. Setiap kata membantu Anda menceritakannya.