Apa itu Kebiasaan Lampau: 'used to', 'would' dan simple past? Pikirkan tentang hal-hal yang Anda lakukan setiap hari beberapa tahun yang lalu. Mungkin Anda bermain dengan mobil-mobilan kecil setiap pagi sebelum sarapan. Mungkin keluarga Anda mengunjungi danau biru yang sama setiap musim panas. Dalam bahasa Inggris, kita menyebut tindakan berulang ini Kebiasaan Lampau: 'used to', 'would' dan simple past.
Struktur ini membantu kita berbicara tentang hal-hal yang benar untuk waktu yang lama. Mereka menggambarkan tindakan yang terjadi berulang kali di masa lalu. Namun, tindakan ini tidak terjadi lagi dalam hidup kita. Menggunakan kata-kata ini membantu anak-anak berbagi sejarah dan pertumbuhan pribadi mereka.
Belajar tentang kebiasaan ini seperti membuka album foto keluarga lama. Satu kata mungkin menggambarkan keadaan, seperti tinggal di rumah besar. Kata lain mungkin menggambarkan aktivitas yang menyenangkan, seperti mengendarai sepeda yang mengkilap. Bersama-sama, mereka membuat cerita bahasa Inggris terdengar kaya, alami, dan sangat jelas.
Aturan Kebiasaan Lampau: 'used to', 'would' dan simple past Frasa "used to" adalah alat yang sangat andal untuk semua jenis kebiasaan lampau. Anda mengikutinya dengan bentuk dasar dari kata kerja tindakan. Kita mengatakan "I used to swim" untuk menunjukkan itu adalah bagian reguler dari hidup kita. Ini berfungsi untuk tindakan dan keadaan, seperti "I used to be shy."
Kata "would" sedikit lebih spesifik daripada "used to." Kita hanya menggunakan "would" untuk tindakan berulang yang dapat kita lihat secara fisik. Anda dapat mengatakan "I would play games," tetapi Anda tidak dapat mengatakan "I would be short." Seperti "used to," itu juga menggunakan bentuk dasar dari kata kerja yang mengikutinya.
Simple past adalah cara paling dasar untuk berbicara tentang masa lalu. Kita menggunakannya untuk tindakan tunggal yang selesai atau untuk kebiasaan reguler. Biasanya, kita menambahkan "-ed" di akhir kata kerja reguler untuk membuat tenses ini. Ini adalah fondasi yang perlu dibangun oleh setiap pelajar muda.
Untuk membuat "used to" negatif, kita menggunakan "didn't use to" tanpa "d." Ini adalah aturan ejaan yang sangat penting yang sering mengejutkan siswa. Untuk "would," bentuk negatifnya adalah "would not" atau kontraksi "wouldn't." Untuk simple past, kita menggunakan "did not" ditambah kata kerja dasar.
Cara Menggunakan Kebiasaan Lampau: 'used to', 'would' dan simple past Kita menggunakan "used to" ketika kita ingin menekankan bahwa hal-hal berbeda sekarang. Ini sangat cocok untuk berbicara tentang hobi lama yang tidak lagi Anda nikmati. "I used to like broccoli" menunjukkan bahwa Anda mungkin lebih suka wortel hari ini. Ini menyoroti kontras antara masa lalu dan saat ini.
Gunakan "would" ketika Anda menceritakan kisah nostalgia tentang masa lalu. Kedengarannya sangat puitis dan ramah, seperti kakek yang menceritakan sebuah kisah. "Every Sunday, we would go to the park" menciptakan perasaan hangat. Ini berfokus pada pengulangan aktivitas yang menyenangkan itu sendiri.
Simple past adalah pilihan terbaik ketika Anda menyebutkan waktu tertentu. Jika Anda mengatakan "In 2022, I played soccer," simple past adalah alat yang tepat. Ini juga satu-satunya pilihan untuk tindakan yang hanya terjadi satu kali. "I went to the zoo yesterday" harus menggunakan simple past.
Campurkan ketiga struktur ini bersama-sama untuk membuat tulisan Anda lebih menarik. Mulai sebuah cerita dengan "used to" untuk mengatur adegan umum. Kemudian, gunakan "would" untuk menggambarkan hal-hal spesifik yang Anda lakukan berulang kali. Terakhir, gunakan simple past untuk peristiwa spesifik yang mengakhiri cerita.
Contoh Kebiasaan Lampau: 'used to', 'would' dan simple past Mari kita lihat cerita tentang seorang anak laki-laki bernama Leo dan anjingnya. Leo used to tinggal di apartemen kecil di kota yang sangat sibuk. Ini menggambarkan keadaan yang berlangsung lama di masa lalu. Sekarang, Leo tinggal di rumah dengan halaman belakang yang besar dan hijau.
Setiap pagi, Leo would membawa anjingnya untuk berjalan-jalan jauh. Mereka would berlari melintasi rumput dan melompati semak-semak kecil. Ini adalah tindakan berulang yang dilakukan Leo setiap hari. Menggunakan "would" membuat memori terasa sangat aktif dan bahagia.
Sabtu lalu, Leo dan anjingnya bermain tangkap selama tiga jam. Ini adalah peristiwa spesifik yang terjadi pada satu hari tertentu. Kita menggunakan simple past "played" karena itu adalah tindakan yang selesai. Ini memberi tahu pembaca persis kapan aktivitas yang menyenangkan itu berlangsung.
Pikirkan tentang bagaimana perasaan Anda ketika Anda masih bayi. Anda used to tidur di boks bayi dan minum susu dari botol. Anda wouldn't makan pizza atau apel karena Anda belum punya gigi. Contoh-contoh ini menunjukkan bagaimana kebiasaan berubah seiring kita tumbuh dan belajar.
Kesalahan Umum Kesalahan terbesar dengan "used to" terjadi dalam bentuk negatif. Banyak orang menulis "didn't used to" dengan "d" di akhir. Ejaan yang benar adalah "didn't use to" karena "did" sudah menunjukkan masa lalu. Selalu periksa kembali ejaan ini saat menulis pekerjaan rumah bahasa Inggris Anda.
Kesalahan umum lainnya adalah menggunakan "would" untuk menggambarkan suatu keadaan. Seorang siswa mungkin berkata, "I would have a cat when I was five." Karena memiliki kucing adalah suatu keadaan, bukan tindakan berulang, gunakan "used to." Kalimat yang benar adalah "I used to have a cat when I was five."
Kadang-kadang pelajar menggunakan simple past untuk segalanya tanpa variasi. Meskipun tidak salah, itu bisa membuat cerita terdengar agak datar. Alih-alih "I ran every day," coba "I would run every day." Ini menambah rasa dan menunjukkan bahwa Anda memahami berbagai cara untuk berbicara.
Hati-hati untuk tidak menggunakan "used to" untuk hal-hal yang hanya terjadi sekali. "I used to go to Paris last year" adalah kalimat yang salah. Karena Anda pergi sekali, Anda harus mengatakan "I went to Paris last year." Simpan "used to" untuk hal-hal yang terjadi berkali-kali.
Perbandingan "Used to" dan "would" seperti dua jenis kuas yang berbeda untuk seorang pelukis. "Used to" adalah kuas lebar yang mencakup tindakan dan perasaan. Ini menggambarkan seluruh latar belakang kehidupan dan kepribadian masa lalu Anda. Ini adalah alat yang paling fleksibel dalam toolkit tata bahasa Anda.
"Would" adalah kuas yang lebih kecil dan lebih detail untuk tindakan tertentu. Itu menghidupkan cerita dengan menunjukkan hal-hal yang sebenarnya Anda lakukan. Namun, "would" tidak dapat menggambarkan hal-hal yang "were" atau hal-hal yang "had." Anda tidak dapat menggunakannya untuk kata-kata seperti "be," "live," "know," atau "love."
Simple past adalah kuas paling sederhana dari semuanya untuk tugas apa pun yang sudah selesai. Itu tidak peduli jika tindakan itu adalah kebiasaan atau peristiwa satu kali. Itu hanya menyatakan bahwa tindakan itu selesai dan milik kemarin. Gunakan itu ketika Anda ingin langsung dan sangat jelas tentang waktu.
Memilih di antara mereka tergantung pada "suasana" kalimat Anda. Jika Anda ingin menunjukkan perubahan besar, "used to" adalah sahabat terbaik Anda. Jika Anda ingin menceritakan kisah manis, "would" adalah pilihan yang luar biasa. Jika Anda hanya ingin menyatakan fakta, tetaplah dengan simple past.
Latihan Praktik Mari kita coba beberapa latihan untuk menguji pengetahuan Anda tentang struktur ini! Pilih opsi terbaik untuk melengkapi setiap kalimat tentang masa lalu.
When I was a baby, I ________ (used to / would) be very small.
Every summer, my family ________ (would / used to) visit Grandma. (Keduanya berfungsi!)
Last night, I ________ (watched / used to watch) a movie about space.
I ________ (didn't use to / didn't used to) like spinach, but now I do.
We ________ (would have / used to have) a red car ten years ago.
My teacher ________ (would always give / gave) us stickers on Fridays.
Ten years ago, my father ________ (worked / would work) in a bank.
I ________ (used to / would) know how to speak a little bit of Spanish.
Bacalah jawaban Anda dengan lantang untuk melihat apakah mereka terdengar alami di telinga Anda. Pikirkan apakah kalimat tersebut menggambarkan suatu keadaan atau tindakan berulang. Tanyakan kepada orang tua Anda untuk membantu Anda memeriksa ejaan kalimat negatif Anda.
Jawaban dan Penjelasan used to: Menjadi kecil adalah suatu keadaan, jadi kita tidak dapat menggunakan "would" di sini.
would / used to: Keduanya benar karena mengunjungi adalah sebuah tindakan.
watched: Ini adalah peristiwa tunggal yang terjadi tadi malam.
didn't use to: Ingatlah untuk menghilangkan "d" setelah kata "didn't."
used to have: "Have" adalah kata kerja keadaan, jadi "would" tidak diizinkan.
would always give / gave: Keduanya menunjukkan kebiasaan berulang di masa lalu.
worked: Simple past sangat cocok untuk menyatakan pekerjaan atau fakta di masa lalu.
used to: Mengetahui sesuatu adalah keadaan pikiran, bukan tindakan.
Jika Anda memilih "would" untuk "be" atau "have," ingatlah "Aturan Keadaan." Tindakan adalah hal-hal yang dapat Anda lihat seseorang lakukan, seperti berlari atau makan. Keadaan adalah hal-hal yang benar, seperti menjadi tinggi atau tinggal di rumah. Hanya "used to" dan simple past yang dapat menggambarkan keadaan masa lalu ini.
Tips Belajar Buat "Peta Memori" dari hidup Anda mulai dari saat Anda lahir. Gambar rumah lama Anda, mainan lama Anda, dan teman-teman lama Anda. Tulis kalimat di bawah setiap gambar menggunakan "used to" dan "would." Ini membantu Anda menghubungkan aturan tata bahasa dengan kenangan bahagia Anda sendiri.
Mainkan permainan "Temukan Kebiasaan" saat mendengarkan lagu-lagu bahasa Inggris. Banyak lagu berbicara tentang masa lalu dan menggunakan kata-kata khusus ini. Dengarkan baik-baik untuk "used to" atau "would" dan tuliskan. Ini meningkatkan keterampilan mendengarkan Anda saat Anda menikmati musik favorit Anda.
Berlatih menceritakan kisah "Dulu dan Sekarang" dengan anggota keluarga Anda. Temukan foto lama orang tua Anda dan tanyakan kepada mereka tentang kebiasaan mereka. "Apakah Anda dulu berambut panjang?" atau "Apa yang akan Anda lakukan setelah sekolah?" Ini membuat belajar menjadi kegiatan sosial yang menyenangkan yang dapat diikuti semua orang.
Simpan buku catatan kecil untuk "Perangkap Ejaan" seperti "didn't use to." Tulis versi yang benar dengan warna cerah untuk membantu otak Anda mengingat. Semakin sering Anda melihat ejaan yang benar, semakin mudah untuk menulis. Selalu rayakan ketika Anda menemukan kesalahan sebelum Anda menyelesaikan pekerjaan Anda.
Mengajar aturan ini kepada saudara kandung atau teman yang lebih muda juga bermanfaat. Ketika Anda menjelaskan suatu aturan kepada orang lain, Anda memahaminya lebih baik. Gunakan contoh sederhana dan gambar kecil untuk membantu mereka belajar juga. Menjadi seorang "guru" selama sehari adalah cara yang bagus untuk membangun kepercayaan diri Anda sendiri.
Setiap poin tata bahasa baru adalah alat yang membantu Anda mengekspresikan diri. Kebiasaan lampau: 'used to', 'would' dan simple past memungkinkan Anda untuk berbagi masa lalu Anda. Dengan menguasai ini, Anda menjadi pendongeng yang lebih terampil dan menarik. Nikmati perjalanan belajar dan terus jelajahi keindahan bahasa Inggris.
Kemampuan Anda untuk menggambarkan sejarah Anda menunjukkan betapa Anda telah tumbuh. Jangan takut untuk bereksperimen dengan "would" dalam penulisan kreatif Anda. Itu menambahkan sentuhan khusus yang membuat bahasa Inggris Anda terdengar sangat mahir. Terus berlatih, tetap ingin tahu, dan selalu bersenang-senang dengan pembelajaran bahasa Anda.

