Bagaimana Cara Mengalahkan Tantangan, Siapa yang Mengalahkan, Apakah Kamu Mengalahkan Ketakutan, atau Sudahkah Kamu Mengalahkan?

Bagaimana Cara Mengalahkan Tantangan, Siapa yang Mengalahkan, Apakah Kamu Mengalahkan Ketakutan, atau Sudahkah Kamu Mengalahkan?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Kamu bermain sebuah permainan papan. Kamu menang. Lawanmu kalah. Kamu mengalahkan mereka.

Hari ini kita akan mempelajari empat kata. “Mengalahkan,” “pengalah,” “mengalahkan,” dan “terkalahkan.”

Masing-masing kata berbagi gagasan tentang menang melawan seseorang atau sesuatu. Masing-masing melakukan pekerjaan yang berbeda.

Orang tua dan anak-anak dapat mempelajari kata-kata ini bersama-sama. Mereka membantu dalam olahraga dan permainan.

Apa Maksud dari “Kata yang Sama, Bentuk yang Berbeda”?

Satu tindakan mengambil bentuk yang berbeda. Tindakan di sini adalah mengatasi lawan.

“Mengalahkan” adalah kata kerja. “Tim kita akan mengalahkan mereka.” Tindakan.

“Mengalahkan” juga merupakan kata benda. “Kekalahan itu sulit diterima.” Kerugian.

“Pengalah” adalah kata benda. “Pengalah sang juara masih muda.” Orang.

“Mengalahkan” adalah bagian kata benda atau kata kerja. “Mengalahkan bos dalam sebuah game terasa hebat.” Aktivitas. “Saya sedang mengalahkan monster terakhir.” Bagian kata kerja.

“Terkalahkan” adalah kata kerja atau kata sifat lampau. “Kami mengalahkan tim lain.” Tindakan lampau. “Pemain yang kalah berjabat tangan.” Menggambarkan.

Akar yang sama. Akhiran yang berbeda. Pekerjaan yang berbeda. Kemenangan tetap ada.

Kata Ganti Pribadi Mengubah Bentuknya

Kata ganti berubah untuk tata bahasa. “Saya” menjadi “saya.” “Kami” menjadi “kami.”

Kata-kata kita berubah untuk peran dan waktu. “Saya mengalahkan naga itu.” Sekarang.

“Sang pengalah merayakan.” Orang. “Mengalahkan itu menyenangkan.” Aktivitas.

“Mereka dikalahkan.” Lampau.

Kata ganti membantu kita berbicara lebih cepat. Keluarga kata membantu kita berbicara tentang kemenangan.

Ketika anak-anak mengetahui keempat kata ini, mereka menggambarkan permainan dan olahraga.

Dari Kata Kerja ke Kata Benda ke Kata Sifat ke Kata Keterangan – Satu Keluarga, Banyak Kata

“Mengalahkan” berfungsi sebagai kata kerja. “Kalahkan rasa takutmu terhadap laba-laba.” Tindakan.

“Mengalahkan” juga berfungsi sebagai kata benda. “Kekalahan terasa pahit.” Kerugian.

“Pengalah” adalah kata benda. “Pengalah si pengganggu menjadi pahlawan.” Orang.

“Mengalahkan” adalah kata benda. “Mengalahkan level yang sulit membutuhkan latihan.” Aktivitas.

“Terkalahkan” adalah kata kerja lampau. “Dia mengalahkan pengatur waktu.” Tindakan lampau.

“Terkalahkan” juga merupakan kata sifat. “Pasukan yang kalah mundur.” Menggambarkan.

Kita tidak memiliki kata keterangan umum. “Dengan terkalahkan” jarang terjadi. Lewati saja.

Enam makna. Sangat berguna untuk pembicaraan kompetisi.

Satu Akar, Banyak Peran – Bagaimana Kata-kata Tumbuh dari Tindakan menjadi Kualitas

Akar “mengalahkan” berasal dari bahasa Prancis Kuno “defaire,” yang berarti membatalkan atau menghancurkan.

Dari akar itu, kita menambahkan “-er” untuk menamai orang tersebut. “Pengalah” berarti orang yang mengalahkan.

Kita menambahkan “-ing” untuk menamai aktivitas atau membuat bagian kata kerja.

Kita menambahkan “-ed” untuk bentuk lampau atau untuk membuat kata sifat yang berarti “ditaklukkan.”

Bantu anak Anda melihat pola ini. Mengalahkan adalah tindakan atau kerugian. Pengalah adalah pemenangnya. Mengalahkan adalah prosesnya. Terkalahkan berarti sudah kalah atau dipukuli.

Makna yang Sama, Pekerjaan yang Berbeda – Apakah Itu Kata Kerja atau Kata Benda?

Lihatlah “mengalahkan” dalam sebuah kalimat. Tanyakan: Apakah itu sebuah tindakan? Atau apakah itu kerugian?

“Kami akan mengalahkan sang juara.” Tindakan. Kata kerja.

“Kekalahan itu menyedihkan.” Kerugian. Kata benda.

Kata yang sama. Dua pekerjaan. Konteks memberitahu Anda.

Sekarang lihat “pengalah.” Selalu kata benda. “Pengalah mengangkat piala.”

“Mengalahkan” adalah bagian kata benda atau kata kerja. “Mengalahkan penundaan itu sulit.” Kata benda. “Saya sedang mengalahkan bos terakhir.” Bagian kata kerja.

“Terkalahkan” adalah kata kerja lampau atau kata sifat. “Dia mengalahkan saingannya.” Kata kerja lampau. “Tim yang kalah berjalan pergi.” Kata sifat.

Ajarkan anak-anak untuk melihat akhiran. “-er” kata benda (orang). “-ing” kata benda atau bagian kata kerja. “-ed” kata kerja lampau atau kata sifat.

“Mengalahkan” saja bisa menjadi kata kerja atau kata benda.

Kata Sifat dan Kata Keterangan – Kapan Kita Menambahkan -ly?

Kita tidak menambahkan “-ly” pada kata-kata ini. Tidak ada “dengan terkalahkan.” Tidak ada “dengan mengalahkan.”

Jika Anda ingin menggambarkan bagaimana seseorang mengalahkan, gunakan kata keterangan terpisah. “Mereka mengalahkan dengan mudah.” “Dia mengalahkannya dengan cerdik.”

Keluarga ini tetap sederhana. Fokus pada kata kerja dan kata benda.

Waspadalah terhadap Perubahan Ejaan yang Rumit (Huruf Ganda, y ke i, dan Lainnya)

Ejaan di sini sangat teratur. Tidak ada huruf ganda. Tidak ada perubahan y ke i.

“Mengalahkan” menambahkan “-er” untuk membuat “pengalah.” Tambahkan saja.

“Mengalahkan” menambahkan “-ing” untuk membuat “mengalahkan.” Tambahkan saja.

“Mengalahkan” menambahkan “-ed” untuk membuat “terkalahkan.” Tambahkan saja.

Tidak ada yang jatuh. Tidak ada perubahan vokal. Sangat bersih.

Berlatih dengan anak Anda. Tulis “mengalahkan.” Tambahkan “er.” Anda mendapatkan “pengalah.” Tambahkan “ing.” Anda mendapatkan “mengalahkan.” Tambahkan “ed.” Anda mendapatkan “terkalahkan.”

Tidak ada trik.

Mari Berlatih – Bisakah Anda Memilih Bentuk yang Tepat?

Coba kalimat-kalimat ini. Isilah bagian yang kosong dengan mengalahkan, pengalah, mengalahkan, atau terkalahkan.

Tim catur kami akan _____ para juara. (kata kerja tindakan)

_____ dari rekor lama adalah seorang pelari muda. (orang)

_____ level yang sulit dalam sebuah game sangat memuaskan. (aktivitas)

Pasukan yang _____ kembali ke rumah dengan sedih. (kata sifat)

Kerugian itu adalah ____ yang pahit. (kata benda)

Saya sedang _____ monster terakhir dalam game. (bagian kata kerja dengan am)

Dia _____ rasa malunya dan memberikan pidato. (kata kerja lampau)

_____ berdiri dengan bangga di podium pemenang. (orang)

Jawaban: 1 mengalahkan, 2 pengalah, 3 Mengalahkan, 4 terkalahkan, 5 mengalahkan, 6 mengalahkan, 7 terkalahkan, 8 pengalah.

Nomor 3 dimulai dengan huruf kapital karena itu mengawali kalimat.

Nomor 4 menggunakan “terkalahkan” sebagai kata sifat yang menggambarkan pasukan.

Nomor 8 menggunakan “pengalah” sebagai kata benda.

Tips untuk Orang Tua – Bantu Anak Anda Mempelajari Keluarga Kata dengan Cara yang Menyenangkan

Mainkan sebuah game. “Saya akan mengalahkanmu dalam catur.” (Lalu biarkan mereka menang sesekali.)

Sebutkan pengalahnya. “Kamu adalah pengalah dari teka-teki itu!”

Bicaralah tentang mengalahkan sebagai sebuah aktivitas. “Mengalahkan rasa takut membutuhkan keberanian.”

Gunakan terkalahkan untuk kerugian di masa lalu. “Kami dikalahkan terakhir kali, tetapi kami belajar.”

Mainkan video game bersama. “Kamu mengalahkan bosnya! Kerja bagus!”

Gambarlah seorang pahlawan yang mengalahkan naga. Beri label “pengalah” dan “naga yang terkalahkan.”

Bacalah sebuah cerita tentang mengatasi. “The Little Engine That Could” mengalahkan keraguan.

Jangan mengoreksi setiap kesalahan. Jika anak Anda mengatakan “pengalah” untuk tindakannya, katakan “Pengalah adalah orangnya. Tindakannya adalah mengalahkan.”

Rayakan ketika anak Anda menggunakan “terkalahkan” sebagai kata sifat. “Pemain yang kalah sedih tetapi adil.”

Jelaskan bahwa kekalahan tidak selalu buruk. “Kamu bisa dikalahkan dan tetap bangga telah mencoba.”

Besok Anda mungkin akan mengalahkan soal matematika yang sulit. Anda akan menjadi pengalah dari kemalasan Anda sendiri. Anda akan berlatih mengalahkan tantangan kecil. Anda akan mengingat saat Anda dikalahkan dan bangkit kembali.

Anak Anda mungkin berkata “Saya mengalahkan rasa takut saya terhadap kegelapan.” Anda akan bersorak.

Teruslah mengalahkan tantangan kecil. Teruslah menyebutkan pengalahnya. Teruslah berlatih mengalahkan. Teruslah bangkit setelah dikalahkan.

Anak Anda akan tumbuh dalam bahasa dan ketahanan. Mengalahkan adalah sebuah langkah, bukan akhir. Kata-kata membantu kita terus berjuang.