Apa Maksud dari “Kata yang Sama, Bentuk yang Berbeda”? Satu kata dasar dapat berkembang menjadi lima bentuk yang berhubungan. “Confuse, confusion, confused, confusing, confusingly” memiliki satu arti. Arti tersebut adalah “mencampuradukkan atau tidak mengerti dengan jelas.” Masing-masing bentuk memiliki peran yang berbeda dalam sebuah kalimat. Satu kata menunjukkan suatu tindakan. Satu kata menyebutkan suatu keadaan yang membingungkan. Satu kata menggambarkan bagaimana perasaan seseorang. Satu kata menggambarkan suatu hal atau situasi. Satu kata memberitahu bagaimana sesuatu menyebabkan kebingungan. Memahami kelima bentuk ini membangun kosakata emosional dan berpikir.
Kata Ganti Orang Mengubah Bentuknya Aturan ini berlaku untuk kata ganti seperti “I, my, me, mine.” Tetapi keluarga kata bekerja dengan cara yang sama untuk kata-kata lain. “Confuse” adalah kata kerja. “Confusion” adalah kata benda. “Confused” adalah kata sifat. “Confusing” adalah kata sifat. “Confusingly” adalah kata keterangan. Masing-masing bentuk menjawab pertanyaan yang berbeda. Tindakan apa? Confuse. Keadaan apa? Confusion. Orang atau perasaan seperti apa? Confused. Situasi seperti apa? Confusing. Bagaimana sesuatu menyebabkan kebingungan? Confusingly.
Dari Kata Kerja ke Kata Benda ke Kata Sifat ke Kata Keterangan – Satu Keluarga, Banyak Kata Keluarga ini dimulai dengan kata kerja “confuse.” Sebuah teka-teki yang rumit dapat membuat Anda bingung.
Dua kata yang mirip dapat membingungkan pembaca. Dari “confuse,” kita membuat kata benda “confusion.” “Confusion” menyebutkan keadaan bingung. Contoh: “Perubahan mendadak itu menyebabkan kebingungan.” Dari “confuse,” kita membuat kata sifat “confused.” “Confused” menggambarkan seseorang yang tidak mengerti. Contoh: “Anak yang bingung itu meminta bantuan.” Dari “confuse,” kita membuat kata sifat “confusing.” “Confusing” menggambarkan sesuatu yang menyebabkan kebingungan. Contoh: “Petunjuk ini membingungkan.” Dari “confusing,” kita membuat kata keterangan “confusingly.” “Confusingly” memberitahu bagaimana sesuatu menyebabkan kebingungan. Contoh: “Tanda-tandanya sangat mirip sehingga membingungkan.”
Satu Akar, Banyak Peran – Bagaimana Kata-kata Tumbuh dari Tindakan menjadi Kualitas Pikirkan seorang anak dengan soal matematika baru. Soal tersebut mungkin “confuse” anak tersebut. Itu adalah kata kerja. Perasaan di kepala anak itu adalah “confusion.” Itu adalah kata benda. Alis anak itu yang berkerut tampak “confused.” Itu adalah kata sifat perasaan. Soal matematika itu sendiri adalah “confusing.” Itu adalah kata sifat benda. Soal tersebut ditulis “confusingly” dengan langkah-langkah tambahan. Itu adalah kata keterangan. Arti akarnya tetap “mencampuradukkan.” Peran berubah dengan setiap kalimat.
Arti yang Sama, Peran yang Berbeda – Apakah Itu Kata Kerja atau Kata Benda? “Confuse” selalu merupakan kata kerja. Itu menunjukkan tindakan membuat sesuatu menjadi tidak jelas. Contoh: “Jangan confuse garam dengan gula.” “Confusion” selalu merupakan kata benda. Itu menyebutkan keadaan tidak mengerti. Contoh: “Peta itu menciptakan lebih banyak confusion.” “Confused” selalu merupakan kata sifat. Itu menggambarkan perasaan seseorang. Contoh: “Anak anjing yang bingung itu memiringkan kepalanya.” “Confusing” selalu merupakan kata sifat. Itu menggambarkan suatu hal atau situasi. Contoh: “Aturan permainan itu membingungkan.” “Confusingly” selalu merupakan kata keterangan. Itu menggambarkan bagaimana sesuatu dilakukan atau bagaimana suatu situasi terjadi. Contoh: “Kedua pintu keluar itu ditandai dengan membingungkan.” Satu keluarga. Peran yang berbeda.
Kata Sifat dan Kata Keterangan – Kapan Kita Menambahkan -ly? “Confusing” menjadi “confusingly” dengan menambahkan -ly. Ini adalah pola yang sederhana dan umum. Amazing menjadi amazingly. Interesting menjadi interestingly. Surprising menjadi surprisingly. “Confusingly” mengikuti aturan yang sama. Kata keterangan menggambarkan situasi yang menyebabkan kebingungan. Contoh: “Teka-teki itu disusun dengan membingungkan.”
Waspadalah terhadap Perubahan Ejaan yang Rumit (Huruf Ganda, y menjadi i, dan Lainnya) “Confuse” tidak memiliki huruf ganda. Itu diakhiri dengan “e” yang tidak bersuara. Ketika kita menambahkan “-ion,” kita menghilangkan “e.” Confuse – hilangkan “e” – tambahkan ion = confusion. Ketika kita menambahkan “-ed,” kita mempertahankan kata tersebut. Confuse + ed = confused (pertahankan “e”? Tidak – confuse + ed = confused. “e” tetap karena “ed” dimulai dengan e. Ya, jadi tidak ada penghilangan.) Ketika kita menambahkan “-ing,” kita menghilangkan “e.” Confuse – hilangkan “e” – tambahkan ing = confusing. Ketika kita menambahkan “-ly,” kita mempertahankan “confusing” dan menambahkan “ly.” Confusing + ly = confusingly. Kesalahan umum adalah menulis “confusion” dengan “s” (confussion). Ejaan yang benar memiliki satu “s” – confusion. Kesalahan lain adalah menulis “confused” dengan ganda “s” (confussed). Ejaan yang benar memiliki satu “s” – confused. Tulis perlahan pada awalnya. Ingat: confuse, confusion, confused, confusing, confusingly.
Mari Berlatih – Bisakah Anda Memilih Bentuk yang Tepat? Coba kalimat-kalimat ini bersama anak Anda. Isi bagian yang kosong dengan confuse, confusion, confused, confusing, atau confusingly.
Si kembar _______ semua orang di pesta.
Suara tiba-tiba menyebabkan _______ di dalam kelas.
Dia tampak _______ ketika guru mengajukan pertanyaan yang sulit.
Petunjuknya begitu _______ sehingga saya menyerah.
Tanda jalan _______ ditempatkan, mengarah ke arah yang salah.
Tolong jangan _______ soal matematika dengan soal sains.
Ekspresi _______-nya menunjukkan bahwa dia tidak mengerti.
Peta yang _______ membawa kami berputar-putar.
Akhir film itu _______ mirip dengan film lain.
Jawaban:
confused
confusion
confused
confusing
confusingly
confuse
confused
confusing
confusingly
Periksa setiap jawaban secara perlahan. Tanyakan kepada anak Anda mengapa kata itu cocok. Pujilah usaha dan kesabaran dengan kebingungan. Buat latihan tetap singkat dan jelas.
Tips untuk Orang Tua – Bantu Anak Anda Mempelajari Keluarga Kata dengan Cara yang Menyenangkan Anda dapat mengajarkan “confuse, confusion, confused, confusing, confusingly” melalui kehidupan sehari-hari. Gunakan permainan, petunjuk, dan teka-teki.
Di rumah, angkat dua kaus kaki yang mirip. Katakan “Ini bisa membuatmu bingung.” Tanyakan “Tindakan apa yang bisa terjadi?”
Ketika sebuah rencana berubah, katakan “Ini dapat menyebabkan confusion.” Tanyakan “Apa itu confusion?”
Ketika anak Anda mengerutkan kening pada sebuah teka-teki, katakan “Kamu terlihat confused.” Tanyakan “Seperti apa wajah yang bingung itu?”
Ketika sebuah aturan sulit, katakan “Aturan itu membingungkan.” Tanyakan “Apa yang membuat sesuatu membingungkan?”
Mainkan permainan “campur aduk”. Tuliskan kelima kata tersebut di catatan tempel. Ucapkan sebuah kalimat. Biarkan anak Anda memegang kata yang benar. Contoh: “Si kembar membuatku bingung.” Anak memegang “confuse.” “Ada confusion.” Anak memegang “confusion.” “Dia confused.” Anak memegang “confused.” “Petanya confusing.” Anak memegang “confusing.” “Tanda-tandanya ditempatkan secara confusingly.” Anak memegang “confusingly.”
Gambar poster lima bagian. Tulis “confuse” dengan gambar dua item yang mirip. Tulis “confusion” dengan gambar tali yang kusut. Tulis “confused” dengan gambar seorang anak menggaruk kepala. Tulis “confusing” dengan gambar peta yang berantakan. Tulis “confusingly” dengan gambar panah bersilangan. Gantung di dinding.
Gunakan permainan “urai”. Ketika anak Anda bingung, katakan “Mari kita hilangkan confusion.” Jelaskan perlahan. Katakan “Sekarang tidak terlalu confusing.”
Buat setiap sesi di bawah lima menit. Ulangi permainan di hari yang berbeda. Anak-anak belajar melalui kebingungan dan klarifikasi yang menyenangkan.
Ketika anak Anda membuat kesalahan, tersenyumlah. Katakan “Usaha yang bagus. Biarkan saya tunjukkan lagi.” Gunakan kata yang benar dalam kalimat sederhana. Kemudian lanjutkan.
Tidak perlu latihan tata bahasa. Tidak perlu ujian. Hanya contoh yang hangat dan penguraian yang sabar setiap hari. Segera anak Anda akan menguasai “confuse, confusion, confused, confusing, confusingly.” Keterampilan itu akan membantu mereka menyebutkan kebingungan, meminta kejelasan, dan berpikir lebih jernih.

