Apa Maksud dari “Kata yang Sama, Bentuk yang Berbeda”?
Satu kata dasar dapat berkembang menjadi empat bentuk pendengaran.
“Hear, hearing, hearer, unheard” memiliki satu arti.
Arti tersebut adalah “mempersepsi suara dengan telinga.”
Masing-masing bentuk memiliki peran yang berbeda dalam sebuah kalimat.
Satu kata menunjukkan sebuah tindakan.
Satu kata menyebutkan indra atau peristiwa.
Satu kata menyebutkan orang yang mendengarkan.
Satu kata menggambarkan sesuatu yang tidak didengarkan.
Memelajari keempat bentuk ini membangun kosakata pendengaran dan suara.
Kata Ganti Orang Mengubah Bentuknya
Aturan ini berlaku untuk kata ganti seperti “I, my, me, mine.”
Tetapi keluarga kata bekerja dengan cara yang sama untuk kata-kata lain.
“Hear” adalah kata kerja.
“Hearing” adalah kata benda atau bentuk kata kerja.
“Hearer” adalah kata benda.
“Unheard” adalah kata sifat.
Masing-masing bentuk menjawab pertanyaan yang berbeda.
Tindakan apa? Hear.
Indra atau peristiwa apa? Hearing.
Orang apa? Hearer.
Jenis suara atau cerita apa? Unheard.
Dari Kata Kerja ke Kata Benda ke Kata Sifat ke Kata Keterangan – Satu Keluarga, Banyak Kata
Keluarga ini dimulai dengan kata kerja “hear.”
Kamu mendengar burung bernyanyi. Kamu mendengar suara teman.
Dari “hear,” kita membuat kata benda “hearing.”
“Hearing” menyebutkan indra suara atau pertemuan resmi.
Contoh: “Pendengarannya sangat bagus.”
Dari “hear,” kita membuat kata benda “hearer.”
“Hearer” menyebutkan orang yang mendengar.
Contoh: “Pendengar mendengarkan cerita itu dengan saksama.”
Dari “hear,” kita membuat kata sifat “unheard.”
“Unheard” menggambarkan sesuatu yang belum didengarkan atau diperhatikan.
Contoh: “Peringatan itu tidak didengar.”
Satu Akar, Banyak Peran – Bagaimana Kata-Kata Tumbuh dari Tindakan menjadi Kualitas
Pikirkan seorang anak yang menceritakan sebuah rahasia.
Kamu “hear” rahasia itu dengan telingamu. Itu adalah kata kerja.
Indra yang memungkinkanmu mendengar adalah “hearing.” Itu adalah kata benda.
Kamu adalah “hearer” dari rahasia itu. Itu adalah kata benda orang.
Jika tidak ada yang mendengarkan, rahasia itu tetap “unheard.” Itu adalah kata sifat.
Arti akarnya tetap “mempersepsi suara.”
Perannya berubah dengan setiap kalimat.
Arti yang Sama, Peran yang Berbeda – Apakah Itu Kata Kerja atau Kata Benda?
“Hear” selalu menjadi kata kerja.
Itu menunjukkan tindakan mempersepsi suara.
Contoh: “Bisakah kamu mendengar musiknya?”
“Hearing” bisa menjadi kata benda atau bentuk kata kerja.
Sebagai kata benda: “Hearing adalah salah satu dari lima indra.”
Sebagai kata kerja: “Saya sedang mendengar suara aneh.”
“Hearer” selalu menjadi kata benda.
Itu menyebutkan orang yang mendengar.
Contoh: “Pendengar mengangguk mengerti.”
“Unheard” selalu menjadi kata sifat.
Itu menggambarkan sesuatu yang tidak didengarkan.
Contoh: “Seruan minta tolong yang tidak didengar itu menyedihkan.”
Keluarga yang sama. Peran yang berbeda.
Tidak ada bentuk kata keterangan yang umum.
Kata Sifat dan Kata Keterangan – Kapan Kita Menambahkan -ly?
Keluarga ini tidak memiliki kata keterangan yang umum.
Kamu bisa mengatakan “hearably,” tetapi itu jarang terjadi.
Aturan -ly tidak berlaku secara langsung untuk keempat bentuk ini.
Tidak apa-apa. Banyak keluarga kata memiliki celah.
Bagian yang penting adalah mempelajari keempat bentuk pendengaran ini.
Hati-hati dengan Perubahan Ejaan yang Rumit (Huruf Ganda, y menjadi i, dan Lainnya)
“Hear” tidak memiliki huruf ganda.
Itu dimulai dengan “he” dan diakhiri dengan “ar.”
Saat kita menambahkan “-ing,” kita mempertahankan kata tersebut.
Hear + ing = hearing.
Saat kita menambahkan “-er,” kita mempertahankan kata tersebut.
Hear + er = hearer.
Saat kita menambahkan “un-” (awalan), kita mempertahankan kata tersebut.
Un + heard = unheard.
Catatan: “heard” adalah bentuk lampau dari “hear.”
Hear → heard (ubah “ear” menjadi “eard”).
Jadi “unheard” berasal dari “un” + “heard.”
Kesalahan umum adalah menulis “hearing” dengan satu “r” (hearing memiliki “ear” – benar).
Kesalahan lain adalah menulis “hearer” dengan satu “r” (hearer memiliki “ear” lalu “er” – benar).
Kesalahan lain adalah menulis “unheard” dengan “u” setelah “h” (unheard benar – un + heard).
Tulis perlahan pada awalnya.
Ingat: hear, hearing, hearer, unheard.
Mari Berlatih – Bisakah Kamu Memilih Bentuk yang Tepat?
Coba kalimat-kalimat ini bersama anakmu.
Isi bagian yang kosong dengan hear, hearing, hearer, atau unheard.
Bisakah kamu _______ guntur dari sini?
_______-nya rusak karena suara bising.
_______ duduk diam dan mendengarkan.
Seruannya minta tolong menjadi _______.
Saya _______ ketukan di pintu.
_______ adalah indra yang menggunakan telingamu.
_______ dari rahasia itu berjanji untuk tidak menceritakan.
Suara-suara di baris belakang tetap _______.
Jawaban:
hear
hearing
hearer
unheard
hear
Hearing
hearer
unheard
Teliti setiap jawaban secara perlahan.
Tanyakan kepada anakmu mengapa kata itu cocok.
Puji usaha dan keterampilan mendengarkan.
Jaga agar latihan tetap singkat dan tenang.
Tips untuk Orang Tua – Bantu Anakmu Mempelajari Keluarga Kata dengan Cara yang Menyenangkan
Kamu dapat mengajarkan “hear, hearing, hearer, unheard” melalui kehidupan sehari-hari.
Gunakan suara, indra, dan percakapan.
Di rumah, katakan “Dengarkan burung di luar.”
Tanyakan “Tindakan apa yang sedang kamu lakukan?”
Saat kamu berbicara tentang telinga, katakan “Hearing adalah sebuah indra.”
Tanyakan “Apa itu hearing?”
Saat kamu mendengarkan sebuah cerita, katakan “Kamu adalah hearer.”
Tanyakan “Apa itu hearer?”
Saat tidak ada yang mendengarkan, katakan “Kata-kataku tidak didengar.”
Tanyakan “Apa arti unheard?”
Mainkan permainan “dengarkan”.
Tuliskan keempat kata tersebut di catatan tempel.
Ucapkan sebuah kalimat. Biarkan anakmu memegang kata yang benar.
Contoh: “Dengarkan bel.” Anak memegang “hear.”
“Hearing itu penting.” Anak memegang “hearing.”
“Hearer mendengarkan.” Anak memegang “hearer.”
“Pesan itu tidak didengar.” Anak memegang “unheard.”
Gambar poster empat bagian.
Tulis “hear” dengan gambar telinga.
Tulis “hearing” dengan gambar gelombang suara.
Tulis “hearer” dengan gambar orang yang menangkupkan telinga.
Tulis “unheard” dengan gambar gelembung ucapan yang dicoret.
Gantungkan di dinding.
Gunakan permainan “perburuan suara”.
Tutup matamu. Katakan “Apa yang bisa kamu dengar?”
Biarkan anakmu menyebutkan suara. Katakan “Kamu adalah hearer yang baik.”
Jaga setiap sesi di bawah lima menit.
Ulangi permainan di hari yang berbeda.
Anak-anak belajar melalui pendengaran dan pembicaraan suara yang menyenangkan.
Saat anakmu melakukan kesalahan, tersenyumlah.
Katakan “Usaha yang bagus. Biar saya tunjukkan lagi.”
Gunakan kata yang benar dalam kalimat sederhana.
Lalu lanjutkan.
Tidak perlu latihan tata bahasa.
Tidak perlu ujian.
Hanya contoh yang hangat dan pendengaran nyata setiap hari.
Segera anakmu akan menguasai “hear, hearing, hearer, unheard.”
Keterampilan itu akan membantu mereka berbicara tentang suara, mendengarkan, dan pentingnya didengarkan.

