Banyak orang berdiri bersama di sebuah konser. Banyak pembeli memenuhi sebuah toko. Banyak penggemar bersorak di sebuah pertandingan.
Itu adalah kerumunan. Hari ini kita akan mempelajari empat kata.
“Kerumunan,” “penuh sesak,” “berkerumun,” dan “terlalu penuh.”
Masing-masing kata berbagi gagasan tentang banyak orang di satu tempat. Masing-masing melakukan tugas yang berbeda.
Orang tua dan anak-anak dapat mempelajari kata-kata ini bersama-sama. Kata-kata ini membantu dengan keselamatan dan perasaan.
Apa Maksud dari “Kata yang Sama, Bentuk yang Berbeda”?
Satu gagasan mengambil bentuk yang berbeda. Gagasan di sini adalah sekelompok besar orang.
“Kerumunan” adalah kata benda. “Sebuah kerumunan berkumpul untuk melihat parade.” Kelompok.
“Kerumunan” juga merupakan kata kerja. “Orang-orang berkerumun di kereta bawah tanah.” Tindakan.
“Penuh sesak” adalah kata sifat. “Bus itu penuh sesak pada jam sibuk.” Menggambarkan.
“Berkerumun” adalah bagian kata benda atau kata kerja. “Berkerumun di dekat pintu berbahaya.” Aktivitas. “Orang-orang berkerumun di pintu masuk.” Bagian kata kerja.
“Terlalu penuh” adalah kata sifat. “Ruang gawat darurat terlalu penuh.” Terlalu penuh.
Akar yang sama. Akhiran yang berbeda. Tugas yang berbeda. Banyak orang tetap tinggal.
Kata Ganti Orang Mengubah Bentuknya
Kata ganti berubah untuk tata bahasa. “Saya” menjadi “saya.” “Kami” menjadi “kami.”
Kata-kata kita berubah untuk peran dan waktu. “Kerumunan menunggu.” Kata benda.
“Ruangan itu penuh sesak.” Menggambarkan. “Mereka berkerumun.” Tindakan.
“Kereta terasa terlalu penuh.” Terlalu banyak.
Kata ganti membantu kita berbicara lebih cepat. Keluarga kata membantu kita berbicara tentang ruang dan kelompok.
Ketika anak-anak mengetahui keempat kata ini, mereka menggambarkan tempat-tempat yang sibuk.
Dari Kata Kerja ke Kata Benda ke Kata Sifat ke Kata Keterangan – Satu Keluarga, Banyak Kata
“Kerumunan” berfungsi sebagai kata benda. “Kerumunan bersorak dengan keras.” Kelompok.
“Kerumunan” juga berfungsi sebagai kata kerja. “Penggemar berkerumun di sekitar bintang.” Tindakan.
“Penuh sesak” adalah kata sifat. “Pantai itu penuh sesak pada tanggal 4 Juli.” Menggambarkan.
“Berkerumun” adalah kata benda. “Berkerumun di dekat pintu keluar menyebabkan penundaan.” Aktivitas.
“Terlalu penuh” adalah kata sifat. “Ruang kelas terlalu penuh dengan tiga puluh siswa.” Terlalu banyak.
Kita tidak memiliki kata keterangan yang umum. “Dengan penuh sesak” jarang terjadi. Lewati saja.
Lima anggota. “Kerumunan” adalah kata benda dan kata kerja. Sisanya adalah kata sifat atau kata benda.
Satu Akar, Banyak Peran – Bagaimana Kata-kata Tumbuh dari Tindakan ke Kualitas
Akar “kerumunan” berasal dari bahasa Inggris Kuno “crudan,” yang berarti menekan atau mendorong.
Dari akar itu, kita menambahkan “-ed” untuk membuat kata sifat yang berarti “penuh orang.”
Kita menambahkan “-ing” untuk menamai aktivitas menekan bersama.
Kita menambahkan “over-” sebagai awalan yang berarti “terlalu banyak.” “Terlalu penuh” berarti terlalu penuh.
Bantu anak Anda melihat pola ini. Kerumunan adalah kelompok atau tindakan. Penuh sesak menggambarkan tempat yang penuh. Berkerumun adalah menekan bersama. Terlalu penuh berarti penuh secara berbahaya.
Makna yang Sama, Tugas yang Berbeda – Apakah Itu Kata Kerja atau Kata Benda?
Lihatlah “kerumunan” dalam sebuah kalimat. Tanyakan: Apakah itu sebuah kelompok? Atau apakah itu sebuah tindakan?
“Kerumunan itu berisik.” Kelompok. Kata benda.
“Tolong jangan berkerumun di pintu.” Tindakan. Kata kerja.
Kata yang sama. Dua tugas. Konteks akan memberi tahu Anda.
Sekarang lihatlah “penuh sesak.” Selalu kata sifat. “Kolam renang penuh sesak hari ini.”
“Berkerumun” adalah bagian kata benda atau kata kerja. “Berkerumun tidak diizinkan di sini.” Kata benda. “Orang-orang berkerumun di lorong.” Bagian kata kerja.
“Terlalu penuh” selalu merupakan kata sifat. “Bus yang terlalu penuh tidak aman.”
Ajarkan anak-anak untuk melihat akhiran. “-ed” kata sifat. “-ing” bagian kata benda atau kata kerja. “over- + penuh sesak” kata sifat yang berarti terlalu penuh.
“Kerumunan” sendiri bisa menjadi kata benda atau kata kerja.
Kata Sifat dan Kata Keterangan – Kapan Kita Menambahkan -ly?
Kita tidak menambahkan “-ly” ke kata-kata ini. Tidak ada “dengan penuh sesak.” Tidak ada “dengan terlalu penuh.”
Jika Anda ingin menggambarkan bagaimana orang berkerumun, gunakan kata keterangan terpisah. “Mereka berkerumun bersama dengan erat.”
Keluarga ini tetap sederhana. Fokus pada kata benda dan kata sifat.
Anak-anak sering menggunakan “kerumunan,” “penuh sesak,” dan “terlalu penuh” saat menggambarkan perjalanan.
Waspadalah terhadap Perubahan Ejaan yang Rumit (Huruf Ganda, y ke i, dan Lainnya)
Ejaan di sini sangat teratur. Tidak ada huruf ganda. Tidak ada perubahan y ke i.
“Kerumunan” menambahkan “-ed” untuk membuat “penuh sesak.” Tambahkan saja. Pertahankan “w” dan “d.”
“Kerumunan” menambahkan “-ing” untuk membuat “berkerumun.” Tambahkan saja.
“Over-” menambahkan ke “penuh sesak” untuk membuat “terlalu penuh.” Satu kata.
Tidak ada yang dijatuhkan. Tidak ada perubahan vokal. Sangat bersih.
Satu-satunya catatan: “kerumunan” memiliki “w” yang tidak bersuara? Tidak, “w” diucapkan. “Kerumunan” berima dengan “keras.”
Berlatih dengan anak Anda. Tulis “kerumunan.” Tambahkan “ed.” Anda mendapatkan “penuh sesak.” Tambahkan “ing.” Anda mendapatkan “berkerumun.” Letakkan “over” di depan “penuh sesak.” Anda mendapatkan “terlalu penuh.”
Tidak ada trik.
Mari Berlatih – Bisakah Anda Memilih Bentuk yang Tepat?
Coba kalimat-kalimat ini. Isilah bagian yang kosong dengan kerumunan, penuh sesak, berkerumun, atau terlalu penuh.
Sebuah _____ besar menunggu di luar toko untuk penjualan. (kata benda)
Kereta itu begitu _____ sehingga saya tidak dapat menemukan tempat duduk. (kata sifat)
_____ di dekat panggung membuat sulit untuk bernapas. (kata benda, aktivitas)
Ruang kelas kecil itu _____ dengan tiga puluh?lima siswa. (kata sifat, terlalu banyak)
Tolong jangan _____ di sekitar pintu. (kata kerja tindakan)
_____ di kereta bawah tanah lebih buruk selama jam sibuk. (aktivitas)
Museum itu _____ pada hari masuk gratis. (kata sifat)
Ruang gawat darurat rumah sakit menjadi _____ setelah kecelakaan itu. (kata sifat)
Jawaban: 1 kerumunan, 2 penuh sesak, 3 berkerumun, 4 terlalu penuh, 5 kerumunan, 6 berkerumun, 7 penuh sesak, 8 terlalu penuh.
Nomor 4 menggunakan “terlalu penuh” yang berarti terlalu penuh di luar kenyamanan atau keselamatan.
Nomor 8 menggunakan “terlalu penuh” untuk situasi yang serius.
Tips untuk Orang Tua – Bantu Anak Anda Mempelajari Keluarga Kata dengan Cara yang Menyenangkan
Tunjuk ke kerumunan. “Lihat kerumunan orang di festival itu.”
Gambarkan tempat yang penuh sesak. “Taman bermain penuh sesak hari ini.”
Bicaralah tentang berkerumun. “Berkerumun terlalu dekat bisa membuat tidak nyaman.”
Jelaskan terlalu penuh. “Lift itu terlalu penuh, jadi kami menunggu yang berikutnya.”
Mainkan sebuah game. Anda menyebutkan sebuah tempat. Anak Anda mengatakan “penuh sesak” atau “tidak penuh sesak.”
“Perpustakaan?” “Tidak penuh sesak.” “Konser?” “Penuh sesak.”
Gambarlah gambar pantai yang penuh sesak. Gambarlah kereta yang terlalu penuh.
Bacalah buku tentang ruang pribadi. “Perkemahan Ruang Pribadi” oleh Julia Cook.
Jangan koreksi setiap kesalahan. Jika anak Anda mengatakan “penuh sesak” untuk “terlalu penuh,” dengan lembut katakan “Penuh sesak berarti banyak. Terlalu penuh berarti terlalu banyak.”
Rayakan ketika anak Anda menggunakan “terlalu penuh.” Kata itu menambahkan makna penting.
Jelaskan bahwa “kerumunan” juga bisa menjadi kata kerja untuk tanaman. “Gulma memenuhi kebun.”
Besok Anda mungkin melihat kerumunan di halte bus. Anda akan merasa penuh sesak di lift. Anda akan menghindari berkerumun dengan orang lain. Anda akan menyebut sebuah ruangan terlalu penuh jika terasa tidak aman.
Anak Anda mungkin berkata “Kotak mainan saya terlalu penuh.” Anda akan membantu mereka menyortir.
Terus perhatikan kerumunan. Terus gambarkan tempat-tempat yang penuh sesak. Terus hindari berkerumun. Terus gunakan terlalu penuh untuk terlalu penuh.
Anak Anda akan berkembang dalam bahasa dan kesadaran spasial. Terlalu banyak orang bisa membuat tidak nyaman. Kata-kata membantu kita mengatakan mengapa.
















