Apa Itu Gurun, Kapan Suatu Tempat Ditinggalkan, Apa Itu Pengabaian, atau Siapa Itu Pembelot?

Apa Itu Gurun, Kapan Suatu Tempat Ditinggalkan, Apa Itu Pengabaian, atau Siapa Itu Pembelot?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Tempat kering dan berpasir tanpa hujan. Itulah gurun. Hari ini kita akan mempelajari empat kata.

“Gurun,” “ditinggalkan,” “pengabaian,” dan “pembelot.”

Masing-masing kata berbagi gagasan tentang kekosongan atau meninggalkan. Masing-masing melakukan pekerjaan yang berbeda.

Orang tua dan anak-anak dapat mempelajari kata-kata ini bersama-sama. Mereka membantu dalam geografi dan kesetiaan.

Apa Maksud dari “Kata yang Sama, Bentuk yang Berbeda”?

Satu gagasan mengambil bentuk yang berbeda. Gagasan di sini adalah meninggalkan atau tanah kering.

“Gurun” adalah kata benda. “Sahara adalah gurun yang panas.” Tanah kering.

“Gurun” juga merupakan kata kerja. “Jangan tinggalkan temanmu.” Pergi.

“Ditinggalkan” adalah kata sifat atau kata kerja lampau. “Kota yang ditinggalkan itu sunyi.” Kosong. “Dia meninggalkan posnya.” Tindakan lampau.

“Pengabaian” adalah kata benda. “Pengabaian pekerjaan adalah hal yang serius.” Tindakan meninggalkan.

“Pembelot” adalah kata benda. “Tentara itu adalah seorang pembelot.” Orang yang pergi.

Akar yang sama. Akhiran yang berbeda. Pekerjaan yang berbeda. Kekosongan atau kepergian tetap ada.

Kata Ganti Orang Mengubah Bentuknya

Kata ganti berubah untuk tata bahasa. “Saya” menjadi “saya.” “Kami” menjadi “kami.”

Kata-kata kita berubah untuk peran dan deskripsi. “Gurun itu panas.” Kata benda.

“Bangunan itu ditinggalkan.” Mendeskripsikan. “Pengabaian itu salah.” Kata benda.

“Pembelot itu melarikan diri.” Orang.

Kata ganti membantu kita berbicara lebih cepat. Keluarga kata membantu kita berbicara tentang tempat kering dan kepergian.

Ketika anak-anak mengetahui keempat kata ini, mereka memahami kisah tentang kesetiaan.

Dari Kata Kerja ke Kata Benda ke Kata Sifat ke Kata Keterangan – Satu Keluarga, Banyak Kata

“Gurun” adalah kata benda. “Unta hidup di gurun.” Tanah kering.

“Gurun” juga merupakan kata kerja. “Tolong jangan tinggalkan tim.” Pergi.

“Ditinggalkan” adalah kata sifat. “Jalan yang ditinggalkan tidak memiliki orang.” Kosong.

“Ditinggalkan” juga merupakan kata kerja lampau. “Awak kapal meninggalkan kapal.” Tindakan lampau.

“Pengabaian” adalah kata benda. “Pengabaian tugas adalah kejahatan.” Tindakan.

“Pembelot” adalah kata benda. “Seorang pembelot menghindari tanggung jawab.” Orang.

Kita tidak memiliki kata keterangan yang umum.

Enam makna. Sangat penting untuk sejarah dan geografi.

Satu Akar, Banyak Peran – Bagaimana Kata-Kata Tumbuh dari Tindakan menjadi Kualitas

Akar “gurun” berasal dari bahasa Latin “deserere,” yang berarti meninggalkan. Kata benda “gurun” (tanah kering) berasal dari bahasa Latin “desertum,” yang berarti tempat yang ditinggalkan.

Dari akar itu, kita menambahkan “-ed” untuk membuat kata sifat yang berarti “ditinggalkan” atau kata kerja lampau.

Kita menambahkan “-ion” untuk membuat kata benda yang berarti “tindakan meninggalkan.”

Kita menambahkan “-er” untuk menamai orang tersebut. “Pembelot” berarti orang yang meninggalkan.

Bantu anak Anda melihat pola ini. Gurun adalah tanah kering atau kata kerja untuk pergi. Ditinggalkan berarti kosong. Pengabaian adalah tindakannya. Pembelot adalah orangnya.

Makna yang Sama, Pekerjaan yang Berbeda – Apakah Itu Kata Kerja atau Kata Benda?

Lihatlah “gurun” (kata kerja) vs “gurun” (kata benda). Ejaan yang sama. Suara yang berbeda. Kata benda (tanah kering) memiliki penekanan pada suku kata pertama: GU-run. Kata kerja (untuk pergi) memiliki penekanan pada suku kata kedua: me-GURUN.

“Jangan tinggalkan aku di gurun.” Kalimat yang menyenangkan.

Sekarang lihatlah “ditinggalkan.” Kata sifat atau kata kerja lampau. “Rumah yang ditinggalkan.” Kata sifat. “Dia meninggalkan.” Kata kerja lampau.

“Pengabaian” selalu menjadi kata benda. “Pengabaian adalah tuduhan yang serius.”

“Pembelot” selalu menjadi kata benda. “Pembelot itu ditangkap.”

Ajarkan anak-anak untuk mendengarkan penekanannya. Dan lihatlah konteksnya.

Kata Sifat dan Kata Keterangan – Kapan Kita Menambahkan -ly?

Kita menambahkan “-ly” ke “ditinggalkan” untuk membuat “desertedly.” Sangat jarang. Lewati saja.

Kita tidak menambahkan “-ly” ke “gurun,” “pengabaian,” atau “pembelot.”

Untuk anak-anak, lewati kata keterangan. Fokus pada kata benda dan kata sifat.

Waspadalah terhadap Perubahan Ejaan yang Rumit (Huruf Ganda, y ke i, dan Lainnya)

Ejaan memiliki satu catatan. “Gurun” memiliki satu “s.” Bukan “dessert” (makanan manis).

“Gurun” menambahkan “-ed” untuk membuat “ditinggalkan.” Tambahkan saja.

“Gurun” menambahkan “-ion” untuk membuat “pengabaian.” Tambahkan saja.

“Gurun” menambahkan “-er” untuk membuat “pembelot.” Tambahkan saja.

Tidak ada yang dijatuhkan. Tidak ada perubahan vokal. Sangat bersih.

Berlatih dengan anak Anda. Tulis “gurun.” Tambahkan “ed.” Anda mendapatkan “ditinggalkan.” Tambahkan “ion.” Anda mendapatkan “pengabaian.” Tambahkan “er.” Anda mendapatkan “pembelot.”

Ingat: satu “s.” Dua “s” berarti makanan penutup.

Mari Berlatih – Bisakah Anda Memilih Bentuk yang Tepat?

Coba kalimat-kalimat ini. Isilah bagian yang kosong dengan gurun, ditinggalkan, pengabaian, atau pembelot.

Sahara adalah ____ yang panas. (kata benda, tanah kering)

Jangan _____ temanmu saat mereka membutuhkanmu. (kata kerja tindakan)

Hotel tua itu benar-benar _____. (kata sifat)

_____ tentara adalah kejahatan. (kata benda, tindakan)

_____ melarikan diri pada malam hari. (orang)

Awak kapal _____ kapal yang tenggelam. (kata kerja lampau)

Jalan _____ di malam hari bisa terasa menakutkan. (kata sifat)

_____ itu tertangkap di perbatasan. (orang)

Jawaban: 1 gurun, 2 gurun, 3 ditinggalkan, 4 Pengabaian, 5 pembelot, 6 ditinggalkan, 7 ditinggalkan, 8 pembelot.

Nomor 4 dimulai dengan huruf kapital karena itu mengawali kalimat.

Nomor 6 menggunakan “ditinggalkan” sebagai kata kerja lampau.

Tips untuk Orang Tua – Bantu Anak Anda Mempelajari Keluarga Kata dengan Cara yang Menyenangkan

Lihatlah gambar gurun. “Gurun memiliki pasir dan kaktus.”

Bicaralah tentang tempat yang ditinggalkan. “Taman bermain ini ditinggalkan pada malam hari.”

Jelaskan pengabaian. “Meninggalkan tim tanpa memberi tahu siapa pun adalah pengabaian.”

Tonton cerita tentang seorang pembelot. “Dalam cerita, seorang pembelot melarikan diri dari tugas.”

Mainkan sebuah game. Anda menyebutkan sebuah tempat. Anak Anda mengatakan “gurun” atau “bukan gurun.”

“Pantai.” “Bukan gurun.” “Sahara.” “Gurun.”

Jadikan perbedaannya jelas: gurun (kering) vs makanan penutup (manis). “Dua s untuk hal-hal manis.”

Gambarlah sebuah pulau yang ditinggalkan. Beri label “ditinggalkan.”

Bacalah buku tentang kesetiaan. “The Little Red Hen” menunjukkan teman-teman yang tidak meninggalkan.

Jangan mengoreksi setiap kesalahan. Jika anak Anda mengatakan “dessert” untuk “gurun,” katakan dengan lembut “Tempat berpasir itu memiliki satu s. Makanan manis itu memiliki dua s.”

Rayakan ketika anak Anda menggunakan “pembelot.” Itu adalah kata sejarah tertentu.

Jelaskan bahwa “gurun” sebagai kata kerja berarti pergi. “Seorang orang tua seharusnya tidak pernah meninggalkan seorang anak.”

Besok Anda mungkin melihat gurun di peta. Anda akan melihat bangku yang ditinggalkan di taman. Anda akan mendengar tentang pengabaian dalam sebuah film. Anda akan belajar tentang seorang pembelot dalam sejarah.

Anak Anda mungkin berkata “Saya tidak akan pernah meninggalkan boneka beruang saya.” Anda akan tersenyum.

Teruslah menjelajahi gurun. Teruslah memperhatikan tempat-tempat yang ditinggalkan. Teruslah mengajarkan kesetiaan daripada pengabaian. Teruslah memahami pilihan pembelot.

Anak Anda akan tumbuh dalam bahasa dan komitmen. Pergi terkadang dibutuhkan. Tinggal seringkali lebih berani. Kata-kata membantu kita memilih.