Anak-anak mengeluarkan suara. Mereka tertawa. Mereka berteriak. Mereka membanting mainan. Dua kata umum menggambarkan suara yang keras. “Keras” dan “Berisik.” Keduanya berarti “dengan banyak suara.” Tetapi yang satu berfokus pada volume. Yang lain berfokus pada ketidaksenangan. Orang tua dan anak-anak dapat belajar bersama. Memahami kata-kata suara membantu anak-anak menyesuaikan volume mereka. Kata-kata yang tepat menggambarkan apa yang didengar orang lain. Mari kita jelajahi dua ungkapan berisik ini.
Apa Arti Ungkapan Ini? “Keras” berarti “dengan volume tinggi” atau “suara yang kuat.” Ini menggambarkan kekuatan suara. Suara keras bisa bagus atau buruk.
Untuk seorang anak, pikirkan tentang sirene truk pemadam kebakaran. “Keras” mengatakan “Suara memenuhi ruangan. Itu kuat.”
“Berisik” berarti “dengan suara yang tidak diinginkan atau berantakan.” “Kebisingan” seringkali berarti suara yang tidak Anda inginkan. Berisik menunjukkan suara itu mengganggu atau kacau.
Untuk seorang anak, pikirkan tentang panci dan wajan yang jatuh ke lantai. “Berisik” mengatakan “Suara itu tidak menyenangkan. Itu terlalu banyak.” Kedua frasa tersebut menggambarkan suara yang keras. Keduanya mengatakan “tidak tenang.” Mereka tampak serupa karena orang-orang menggunakan keduanya ketika anak-anak terlalu keras. Namun yang satu tentang volume. Yang satu tentang gangguan.
Apa Perbedaannya? Perbedaan utama adalah penilaian. “Keras” itu netral. Itu hanya menyatakan volumenya. Sebuah band bermain keras. Itu bisa bagus. “Berisik” membawa perasaan negatif. Itu berarti suara itu mengganggu.
Perbedaan lainnya adalah niat. “Keras” menggambarkan bagaimana seseorang melakukan sesuatu. Anda dapat berbicara dengan keras dengan sengaja. “Berisik” menggambarkan suara yang kacau, seringkali tidak disengaja. Sebuah laci menutup dengan berisik karena rusak.
Satu lagi perbedaan adalah suara apa yang mendapatkan kata mana. Musik bisa keras tetapi tidak berisik. Sebuah lokasi konstruksi keras dan berisik. Menangis bisa keras tetapi tidak berisik. Membanting itu berisik.
Juga, “berisik” seringkali menggambarkan banyak suara sekaligus. Kekacauan. “Keras” dapat menggambarkan satu suara.
Ajarkan anak-anak bahwa keduanya berarti banyak suara. Yang satu tentang kekuatan. Yang satu tentang ketidaksenangan.
Kapan Kita Menggunakan Masing-masing? Gunakan “Keras” untuk menggambarkan volume tanpa menghakimi. “Guru berbicara dengan keras sehingga semua orang bisa mendengar.” “Bayi tertawa dengan keras.” “Dia bermain drum dengan keras.”
Gunakan “Keras” untuk suara keras yang positif atau netral. “Kerumunan bersorak keras untuk pemenangnya.” “Dia bernyanyi dengan keras di kamar mandi.” Keras bisa menyenangkan.
Gunakan “Keras” saat Anda perlu meminta perubahan volume tanpa menyalahkan. “Tolong jangan berbicara terlalu keras. Bayinya sedang tidur.” Ini jelas dan baik.
Gunakan “Berisik” saat suaranya mengganggu atau kacau. “Anak-anak makan dengan berisik, memukulkan bibir mereka.” “Kipas angin tua berderit dengan berisik.”
Gunakan “Berisik” untuk suara yang mengganggu. “Dia mengunyah keripiknya dengan berisik selama film.” “Anjing itu menggaruk pintu dengan berisik sepanjang malam.”
Gunakan “Berisik” untuk menunjukkan bahwa suara itu adalah masalah. “Tolong jangan menutup lemari dengan berisik. Itu membangunkan bayi.”
Orang tua dapat mencontohkan keduanya. Katakan “keras” untuk fakta volume. Katakan “berisik” ketika suara menyebabkan masalah.
Contoh Kalimat untuk Anak-anak Berikut adalah kalimat sederhana yang dapat diucapkan anak-anak.
Keras:
Guruh bergemuruh dengan keras.
Dia tertawa terbahak-bahak mendengar lelucon lucu itu.
Harap jangan berteriak terlalu keras di perpustakaan.
Dia memainkan musiknya dengan keras di kamarnya.
Bel berdering keras pada siang hari.
Berisik:
Anjing itu memakan makanannya dengan berisik.
Mereka membuka bungkus permen mereka dengan berisik selama ujian.
Tolong jangan mengetuk pensilmu dengan berisik.
Pemanas tua itu berdentang dengan berisik sepanjang malam.
Dia menyeruput supnya dengan berisik.
Bacalah ini dengan lantang. Perhatikan bagaimana “keras” menggambarkan suara yang kuat. Perhatikan bagaimana “berisik” menggambarkan suara yang berantakan atau mengganggu.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Anak-anak membuat kesalahan dengan kata-kata ini. Berikut adalah kesalahan umum.
Kesalahan 1: Menggunakan “berisik” untuk suara keras yang menyenangkan. Contoh: “Band itu bermain dengan berisik di konser.” Band itu mungkin hebat. “Berisik” terdengar negatif. Benar: Katakan “Band itu bermain dengan keras” untuk suara keras yang netral atau positif.
Kesalahan 2: Menggunakan “keras” untuk suara yang mengganggu. Contoh: “Dia mengunyah dengan keras dengan mulut terbuka.” Ini baik-baik saja, tetapi “berisik” lebih baik menunjukkan gangguan. Benar: Gunakan “berisik” saat Anda ingin menunjukkan bahwa suara itu mengganggu.
Kesalahan 3: Lupa bahwa “berisik” berasal dari “kebisingan.” Kebisingan berarti suara yang tidak diinginkan. Jadi “berisik” hampir selalu berarti suara yang buruk. Benar: Ingat aturan: keras = volume. Berisik = mengganggu.
Kesalahan 4: Menggunakan “keras” untuk setiap suara yang keras. Kadang-kadang “dengan kuat” atau “dengan kuat” bekerja lebih baik. “Angin bertiup dengan keras” baik-baik saja tetapi “dengan kuat” mungkin lebih baik. Benar: Gunakan “keras” untuk suara yang dibuat oleh orang atau hewan. Untuk suara alam, kata-kata lain mungkin cocok.
Kesalahan 5: Mengatakan “berisik” ketika suaranya sebenarnya pelan tetapi mengganggu. Keran yang menetes pelan tetapi mengganggu. Itu tidak “berisik.” Benar: Katakan “mengganggu” atau “terus-menerus” untuk suara mengganggu yang pelan.
Tips Memori Mudah Berikut adalah trik memori sederhana.
Tips memori 1: Pikirkan tentang tombol volume dan tempat sampah. “Keras” menaikkan tombol volume. Lebih banyak suara. Tidak ada penilaian. “Berisik” membuang suara ke tempat sampah. Suara buruk.
Tips memori 2: Gunakan tangan Anda. Tangkupkan tangan Anda di sekitar telinga Anda untuk “keras” (volume). Tutup telinga Anda dan buat wajah yang menjijikkan untuk “berisik” (mengganggu).
Tips memori 3: Tanyakan “apakah suaranya bagus atau buruk?” Netral atau bagus = “keras.” Buruk atau mengganggu = “berisik.”
Tips memori 4: Gambarlah dua gambar. Seorang anak meniup terompet dengan senyum = “keras.” Seorang anak membanting panci dengan wajah berantakan = “berisik.”
Tips memori 5: Gunakan “tes sorak.” Jika Anda akan bersorak untuk suara itu, katakan “keras.” Jika Anda akan menutup telinga, katakan “berisik.”
Latih kiat-kiat ini selama suara sehari-hari. Sebutkan suara sebagai “keras” atau “berisik.”
Waktu Latihan Cepat Coba latihan ini. Orang tua membaca dengan lantang. Anak-anak menjawab.
Latihan 1: Pilih frasa terbaik.
Marching band bermain di parade. Orang-orang menyukainya. Apakah Anda mengatakan: a) Band itu bermain dengan keras b) Band itu bermain dengan berisik
Adik laki-laki Anda memukul serealnya. Suaranya menjijikkan. Apakah Anda mengatakan: a) Anda makan dengan keras b) Anda makan dengan berisik
Guru berbicara agar barisan belakang bisa mendengar. Apakah Anda mengatakan: a) Dia berbicara dengan keras b) Dia berbicara dengan berisik
Jawaban: 1(a), 2(b), 3(a)
Latihan 2: Isilah bagian yang kosong.
“Kerumunan yang bersorak berteriak __________ ketika tim menang.” (positif, volume kuat)
“Tolong kunyah __________. Saya tidak bisa mendengar filmnya.” (mengganggu, suara berantakan)
Jawaban: 1. keras, 2. berisik
Bonus: Mainkan game “Keras atau Berisik”. Satu orang membuat suara. Orang lain memutuskan apakah itu “keras” atau “berisik.” Sorakan = keras. Menggaruk kuku di papan = berisik. Bicaralah tentang perbedaannya.
Ringkasan Gunakan “keras” untuk menggambarkan volume yang kuat tanpa penilaian. Gunakan “berisik” untuk menggambarkan suara yang mengganggu atau berantakan. Keduanya berarti banyak suara. Yang satu tentang kekuatan. Yang satu tentang ketidaksenangan. Ajarkan anak-anak bahwa keras bisa bagus. Berisik biasanya tidak. Dan terkadang, tenang adalah suara yang paling baik.
















