Apa Maksud dari “Kata yang Sama, Bentuk yang Berbeda”?
Satu kata dasar dapat berkembang menjadi dua bentuk tantangan.
“Difficult, difficulty” memiliki satu arti yang sama.
Arti tersebut adalah “sulit dilakukan atau dipahami.”
Masing-masing bentuk memiliki peran yang berbeda dalam sebuah kalimat.
Satu kata menggambarkan sesuatu yang sulit.
Satu kata menyebutkan keadaan yang sulit.
Memelajari kedua bentuk ini membangun kosakata ketekunan.
Kata Ganti Orang Mengubah Bentuknya
Aturan ini berlaku untuk kata ganti seperti “it dan its.”
Tetapi keluarga kata bekerja dengan cara yang sama untuk kata-kata lain.
“Difficult” adalah kata sifat.
“Difficulty” adalah kata benda.
Masing-masing bentuk menjawab pertanyaan yang berbeda.
Jenis tugas atau masalah apa? Difficult.
Benda atau keadaan apa? Difficulty.
Dari Kata Kerja ke Kata Benda ke Kata Sifat ke Kata Keterangan – Satu Keluarga, Banyak Kata
Keluarga ini dimulai dengan kata sifat “difficult.”
Difficult berarti tidak mudah.
Contoh: “Teka-teki itu sulit.”
Dari “difficult,” kita membuat kata benda “difficulty.”
“Difficulty” menyebutkan keadaan yang sulit.
Contoh: “Dia mengalami kesulitan mengikat tali sepatunya.”
Keluarga ini tidak memiliki bentuk kata kerja atau kata keterangan yang umum.
Tidak masalah. Dua bentuk sudah cukup untuk dipelajari.
Satu Akar, Banyak Peran – Bagaimana Kata-Kata Tumbuh dari Tindakan menjadi Kualitas
Pikirkan seorang anak yang belajar mengendarai sepeda.
Belajar menyeimbangkan adalah “difficult.” Itu adalah kata sifatnya.
Perjuangan untuk tetap tegak adalah sebuah “difficulty.” Itu adalah kata bendanya.
Arti dasarnya tetap “sulit dilakukan.”
Perannya berubah dengan setiap kalimat.
Satu peran menggambarkan tugasnya.
Satu peran menyebutkan perjuangannya.
Makna yang Sama, Peran yang Berbeda – Apakah Itu Kata Kerja atau Kata Benda?
“Difficult” selalu menjadi kata sifat.
Itu menggambarkan tugas, masalah, atau situasi.
Contoh: “Tes itu sulit.”
“Difficulty” selalu menjadi kata benda.
Itu menyebutkan masalah atau momen yang sulit.
Contoh: “Dia menghadapi kesulitan membaca tulisan kecil.”
Satu keluarga. Peran yang berbeda.
Tidak ada bentuk kata kerja atau kata keterangan yang ada dalam penggunaan umum.
Kata Sifat dan Kata Keterangan – Kapan Kita Menambahkan -ly?
Keluarga ini tidak memiliki kata keterangan yang umum.
Anda bisa mengatakan “difficultly,” tetapi itu jarang terjadi.
Contoh: “Dia bernapas dengan sulit setelah berlari.”
Tetapi pelajaran ini berfokus pada “difficult” dan “difficulty.”
Aturan -ly berlaku untuk “difficult” yang menjadi “difficultly.”
Itu adalah bentuk bonus untuk pembelajaran selanjutnya.
Fokus pada kedua bentuk utama ini untuk saat ini.
Hati-hati dengan Perubahan Ejaan yang Rumit (Huruf Ganda, y menjadi i, dan Lainnya)
“Difficult” tidak memiliki huruf ganda.
Itu dimulai dengan “dif” dan diakhiri dengan “cult.”
Saat kita menambahkan “-y,” kita tidak mengubah apa pun.
Difficult + y = difficulty.
Tetapi perhatikan: “t” tetap ada, dan kita menambahkan “y.”
Kesalahan umum adalah menulis “difficulty” dengan “i” sebelum “y” (difficultiy).
Ejaan yang benar adalah difficulty (tidak ada “i” tambahan).
Kesalahan lain adalah menulis “difficult” dengan satu “f” (difcult).
Ejaan yang benar adalah “dif” – difficult.
Tulis perlahan pada awalnya.
Ingat: difficult, difficulty.
Mari Berlatih – Bisakah Anda Memilih Bentuk yang Tepat?
Coba kalimat-kalimat ini dengan anak Anda.
Isi bagian yang kosong dengan difficult atau difficulty.
Pertanyaan terakhir pada ujian itu sangat _______.
Dia mengalami _______ menemukan kunci-kuncinya pagi ini.
Belajar bahasa baru bisa menjadi _______.
Dia menghadapi _______ mendaki bukit yang curam.
Soal matematika ini terlalu _______ untuk saya.
Kami tidak mengalami _______ menyelesaikan proyek tepat waktu.
Sulit _______ mengikat simpul dengan satu tangan.
_______ tugas itu membuat semua orang lelah.
Jawaban:
difficult
difficulty
difficult
difficulty
difficult
difficulty
difficult
difficulty
Teliti setiap jawaban secara perlahan.
Tanyakan kepada anak Anda mengapa kata itu cocok.
Puji usaha dan pemecahan masalah.
Jaga agar latihan tetap singkat dan menyemangati.
Tips untuk Orang Tua – Bantu Anak Anda Mempelajari Keluarga Kata dengan Cara yang Menyenangkan
Anda dapat mengajarkan “difficult, difficulty” melalui kehidupan sehari-hari.
Gunakan tugas, teka-teki, dan momen belajar.
Saat waktu mengerjakan pekerjaan rumah, katakan “Kata ejaan ini sulit.”
Tanyakan “Apa arti difficult?”
Saat anak Anda kesulitan, katakan “Apakah kamu merasakan difficulty?”
Tanyakan “Apa itu difficulty?”
Selama mengerjakan teka-teki, katakan “Menemukan potongan tepi adalah difficult.”
Tanyakan “Bagian mana yang sulit bagi Anda?”
Saat anak Anda berusaha keras, katakan “Kamu mengatasi difficulty.”
Tanyakan “Bagaimana kamu memecahkan difficulty?”
Mainkan game “sulit atau mudah.”
Tuliskan kedua kata di catatan tempel.
Ucapkan sebuah kalimat.
Biarkan anak Anda memegang kata yang benar.
Contoh: “Tes itu sulit.” Anak memegang “difficult.”
“Saya mengalami difficulty membuka toples.” Anak memegang “difficulty.”
Gambar poster dua bagian.
Tulis “difficult” dengan gambar teka-teki yang sulit.
Tulis “difficulty” dengan gambar seorang anak yang berjuang tetapi mencoba.
Gantungkan di dinding.
Gunakan game “sebutkan perjuangan.”
Tanyakan “Apa satu hal sulit yang kamu lakukan hari ini?”
Biarkan anak Anda menjawab.
Katakan “Difficulty itu membuatmu lebih kuat.”
Jaga setiap sesi di bawah lima menit.
Ulangi permainan di hari yang berbeda.
Anak-anak belajar melalui penamaan tantangan yang menyenangkan.
Saat anak Anda membuat kesalahan, tersenyumlah.
Katakan “Usaha yang bagus. Biarkan saya tunjukkan lagi.”
Gunakan kata yang benar dalam kalimat sederhana.
Kemudian lanjutkan.
Tidak perlu latihan tata bahasa.
Tidak perlu ujian.
Hanya contoh yang hangat dan perjuangan nyata setiap hari.
Segera anak Anda akan menguasai “difficult, difficulty.”
Keterampilan itu akan membantu mereka menyebutkan tantangan dan berbicara tentang hal-hal sulit tanpa rasa takut.

