Kapan Anak Mengatakan “Nanti” Dibandingkan “Setelahnya” untuk Membicarakan Waktu Depan?

Kapan Anak Mengatakan “Nanti” Dibandingkan “Setelahnya” untuk Membicarakan Waktu Depan?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Anak-anak berbicara tentang masa depan. Setelah sekolah. Setelah makan malam. Setelah pertandingan. Dua frasa umum menggambarkan waktu yang akan datang. “Nanti” dan “Setelahnya.” Keduanya berarti “di waktu mendatang.” Keduanya mengikuti suatu peristiwa lain. Tetapi yang satu lebih kasual. Yang satu lebih tentang urutan. Orang tua dan anak-anak dapat belajar bersama. Berbicara tentang apa yang akan terjadi selanjutnya membantu anak-anak merencanakan dan menunggu. Kata-kata yang tepat membuat waktu menjadi jelas. Mari kita jelajahi dua ungkapan waktu depan ini.

Apa Arti Ungkapan Ini? “Nanti” berarti “di suatu waktu di masa depan, tidak sekarang.” Kata “nanti” berarti setelah saat ini. Kata “on” menambahkan kesan waktu yang berkelanjutan. Ini sedikit lebih lembut daripada “nanti” saja.

Untuk seorang anak, bayangkan melihat ke jalan yang panjang. “Nanti” mengatakan “Suatu saat di depan. Tidak sekarang. Tapi akhirnya.”

“Setelahnya” berarti “setelah suatu peristiwa atau waktu selesai.” Ini terhubung langsung ke sesuatu yang spesifik. Anda tidak dapat mengatakan “setelahnya” tanpa mengetahui apa yang terjadi sebelumnya.

Untuk seorang anak, pikirkan kata “kemudian.” Pertama ini, lalu setelah itu. “Setelahnya” mengatakan “ketika hal ini benar-benar selesai.” Kedua frasa tersebut berarti tidak sekarang. Keduanya mengarah ke waktu depan. Mereka tampak serupa karena orang menggunakan keduanya untuk menunda atau mengurutkan peristiwa. Namun yang satu tidak jelas kapan. Yang satu terikat pada suatu peristiwa tertentu.

Apa Perbedaannya? Perbedaan utama adalah spesifisitas. “Nanti” tidak jelas. Itu berarti beberapa waktu di masa depan. Bisa jadi lima menit atau lima jam. Anda tidak memerlukan suatu peristiwa sebelum itu.

“Setelahnya” membutuhkan suatu peristiwa tertentu. Anda harus tahu apa yang terjadi sebelumnya. “Kita akan makan malam. Setelah itu, kita akan bermain.” Makan malam adalah penandanya.

Perbedaan lainnya adalah formalitas. “Nanti” terdengar sangat kasual. Teman-teman mengatakannya. Keluarga mengatakannya. “Setelahnya” terdengar sedikit lebih terorganisir dan bijaksana.

Satu lagi perbedaan adalah penempatan dalam sebuah kalimat. “Nanti” dapat memulai sebuah kalimat. “Nanti, kita akan pergi ke taman.” “Setelahnya” biasanya datang setelah peristiwa pertama disebutkan. “Kita akan makan. Setelah itu, kita akan pergi.”

Juga, “setelahnya” dapat digunakan dengan “segera setelah” atau “tepat setelahnya.” “Nanti” tidak mudah digabungkan dengan kata-kata waktu lainnya.

Ajarkan anak-anak bahwa keduanya berarti masa depan. Yang satu adalah “suatu saat” yang tidak jelas. Yang satu adalah “setelah itu” yang jelas.

Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing? Gunakan “Nanti” untuk janji-janji masa depan yang tidak jelas. “Kita akan membersihkan kamarmu nanti.” “Aku akan membantumu nanti.” Ini mengulur waktu tanpa rencana yang spesifik.

Gunakan “Nanti” ketika waktu yang tepat tidak menjadi masalah. “Nanti hari ini, kita akan membuat kue.” “Nanti dalam minggu ini, kita akan menemui Nenek.”

Gunakan “Nanti” untuk melembutkan “tidak.” “Bisakah kita pergi ke taman?” “Nanti, sayang.” Itu berarti tidak sekarang tapi mungkin segera.

Gunakan “Setelahnya” ketika Anda memiliki urutan yang jelas. “Pertama kita makan siang. Setelah itu, kita mencuci piring.” Urutannya jelas.

Gunakan “Setelahnya” untuk rutinitas. “Sekolah selesai pukul tiga. Setelah itu, saya latihan piano.” Peristiwa pertama sudah tetap.

Gunakan “Setelahnya” dalam cerita. “Naga itu terbang pergi. Setelah itu, desa itu aman.” Itu menunjukkan apa yang terjadi selanjutnya.

Orang tua dapat mencontoh keduanya. Katakan “nanti” untuk masa depan yang tidak jelas. Gunakan “setelahnya” untuk urutan yang jelas.

Contoh Kalimat untuk Anak-Anak Berikut adalah kalimat sederhana yang dapat diucapkan anak-anak.

Nanti:

Nanti, aku akan menyelesaikan gambarku.

Kita bisa bermain di luar nanti.

Nanti hari ini, kita punya kejutan.

Aku akan memberitahumu sebuah rahasia nanti.

Nanti, matahari akan terbenam.

Setelahnya:

Kita akan makan kue. Setelah itu, kita membuka hadiah.

Filmnya berakhir pukul delapan. Setelah itu, kita pulang.

Aku akan mengerjakan pekerjaan rumahku. Setelah itu, aku bisa menonton TV.

Pertama kita menyikat gigi. Setelah itu, kita membaca buku.

Hujan berhenti. Setelah itu, kita melihat pelangi.

Bacalah ini dengan lantang. Perhatikan bagaimana “nanti” berdiri sendiri tanpa peristiwa pertama. Perhatikan bagaimana “setelahnya” selalu mengikuti atau mengacu pada peristiwa pertama.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Anak-anak membuat kesalahan dengan frasa-frasa ini. Berikut adalah kesalahan umum.

Kesalahan 1: Menggunakan “setelahnya” tanpa peristiwa pertama. Contoh: “Setelah itu, kita akan bermain.” Setelah apa? Pendengar bingung. Benar: Katakan “Setelah makan malam, kita akan bermain” atau “Kita akan makan. Setelah itu, kita bermain.”

Kesalahan 2: Menggunakan “nanti” ketika urutan yang jelas penting. Contoh: “Pertama kita mencuci mobil. Nanti, kita mengeringkannya.” Ini baik-baik saja tetapi “setelahnya” lebih jelas. Benar: Untuk urutan yang jelas, “setelahnya” atau “kemudian” berfungsi lebih baik.

Kesalahan 3: Menambahkan kata-kata tambahan ke “setelahnya.” “Setelahnya” sudah berarti “setelah itu.” “Setelah itu kemudian” atau “setelah itu nanti” salah. Benar: Katakan saja “setelahnya.”

Kesalahan 4: Mengatakan “nanti” tetapi berarti jauh nanti. “Nanti” menyarankan segera. Jika Anda bermaksud minggu depan, katakan “nanti minggu ini” atau “lain kali.” Benar: Jujurlah tentang waktu. “Nanti” berarti nanti di hari yang sama biasanya.

Kesalahan 5: Lupa bahwa “nanti” memiliki dua kata. Menulis “nantisaja” sebagai satu kata adalah kesalahan ejaan. Benar: Selalu tulis dua kata: “nanti.”

Tips Memori Mudah Berikut adalah trik memori sederhana.

Tip memori 1: Pikirkan langit berawan dan rel kereta api. “Nanti” adalah langit berawan. Anda tahu matahari ada di sana tetapi tidak persis kapan. “Setelahnya” adalah rel kereta api. Pertama satu gerbong, lalu berikutnya. Urutannya jelas.

Tip memori 2: Gunakan tangan Anda. Lambaikan tangan Anda ke depan secara samar untuk “nanti.” Gunakan dua jari untuk menunjukkan pertama satu peristiwa, lalu berikutnya untuk “setelahnya.”

Tip memori 3: Cari kata “setelah.” “Setelahnya” memiliki “setelah” di dalamnya. Setelah sesuatu. “Nanti” tidak memiliki “setelah.” Itu berdiri sendiri.

Tip memori 4: Gambarlah dua garis waktu. Satu garis dengan tanda tanya di masa depan = “nanti.” Satu garis dengan dua kotak: kotak A lalu kotak B = “setelahnya.”

Tip memori 5: Gunakan tes “apa yang terjadi sebelumnya?” Jika Anda dapat menjawab “setelah apa?” maka katakan “setelahnya.” Jika tidak bisa, katakan “nanti.”

Latih kiat-kiat ini selama perencanaan harian. Bicaralah tentang apa yang terjadi pertama dan apa yang terjadi selanjutnya.

Waktu Latihan Cepat Cobalah latihan-latihan ini. Orang tua membaca dengan lantang. Anak-anak menjawab.

Latihan 1: Pilih frasa terbaik.

Anda berjanji untuk membantu adik perempuan Anda. Anda tidak tahu persis kapan. Apakah Anda mengatakan: a) Nanti b) Setelahnya

Anda menjelaskan urutan sebuah lomba. Pertama Anda berlari, lalu Anda mendapatkan medali. Apakah Anda mengatakan: a) Nanti Anda mendapatkan medali b) Setelahnya Anda mendapatkan medali

Anda menyelesaikan pekerjaan rumah Anda. Sekarang Anda ingin mengatakan apa yang terjadi selanjutnya. Apakah Anda mengatakan: a) Nanti saya akan bermain b) Setelahnya saya akan bermain

Jawaban: 1(a), 2(b — urutannya jelas), 3(b — pekerjaan rumah adalah peristiwa pertama yang jelas)

Latihan 2: Isilah bagian yang kosong.

“Saya tidak bisa bermain sekarang. Mungkin __________.” (tidak jelas, tidak ada peristiwa tertentu)

“Kita akan menonton filmnya. __________, kita akan membicarakannya.” (urutan yang jelas, setelah film)

Jawaban: 1. nanti, 2. Setelahnya

Bonus: Mainkan permainan “Pertama, Setelahnya”. Satu orang menyebutkan peristiwa pertama. “Kita makan sarapan.” Orang lain mengatakan apa yang terjadi setelahnya. “Setelah itu, kita menyikat gigi.” Lalu ganti. Lalu coba yang sama dengan “nanti” tanpa peristiwa pertama. Bicaralah tentang perbedaannya.

Ringkasan Gunakan “nanti” untuk waktu depan yang tidak jelas tanpa peristiwa tertentu sebelum itu. Gunakan “setelahnya” untuk menghubungkan satu peristiwa dengan jelas ke peristiwa berikutnya. Keduanya berarti masa depan. Yang satu kabur. Yang satu berurutan. Pilih berdasarkan apakah Anda memiliki “setelah apa” yang jelas. Dan ingat bahwa komunikasi yang baik tentang waktu membantu semua orang menunggu lebih sabar.