Tidak ada seorang pun yang sempurna. Semua orang membuat kesalahan. Mainan rusak. Gambar memiliki noda. Keluarga "kekurangan, rusak, sempurna, pencari kesalahan" membantu anak-anak berbicara tentang kekurangan, kesalahan, dan orang-orang yang memperhatikannya.
Anak-anak tahu bagaimana rasanya sebuah kekurangan. Retakan pada cangkir kesukaan. Jawaban yang salah pada kuis. Roda yang rusak pada mobil mainan. Kata-kata ini memberi mereka bahasa untuk saat-saat itu.
Artikel ini membantu orang tua dan anak-anak menjelajahi kata-kata penting ini bersama-sama. Tanpa rasa malu. Tanpa tekanan untuk menjadi sempurna. Hanya percakapan jujur tentang bagaimana sesuatu kadang-kadang salah.
Mari kita lihat bagaimana satu kata benda tumbuh menjadi kata sifat dan kata benda majemuk.
Apa Maksudnya "Kata yang Sama, Bentuk yang Berbeda"?
Akar kata "kekurangan" berarti cacat, kesalahan, atau kelemahan. Berasal dari kata Latin yang berarti "menipu atau gagal."
Masing-masing bentuk melakukan pekerjaan yang berbeda. "Kekurangan" adalah kata benda. "Rusak" adalah kata sifat. "Sempurna" adalah kata sifat. "Pencari kesalahan" adalah kata benda majemuk.
Anak Anda sudah menggunakan "kekurangan" dalam frasa seperti "Itu salahku." Sekarang kita tambahkan "rusak" untuk hal-hal yang rusak. "Sempurna" untuk kesempurnaan yang langka. Dan "pencari kesalahan" untuk seseorang yang terlalu banyak mengeluh.
Kata Ganti Orang Mengubah Bentuknya
Kata ganti tidak mengubah "kekurangan." "Kesalahanku. Kesalahanmu. Kesalahannya." Kata itu tetap sama. Itu berubah untuk jumlah. Satu kekurangan. Banyak kekurangan.
"Rusak" tetap sama. "Mainan yang rusak itu milikku. Mainan yang rusak itu milikmu. Mainan yang rusak itu miliknya."
"Sempurna" tetap. "Penampilannya sempurna. Penampilannya sempurna. Penampilan mereka sempurna."
"Pencari kesalahan" tetap. "Dia adalah seorang pencari kesalahan. Dia adalah seorang pencari kesalahan. Mereka adalah pencari kesalahan."
Ini membuat belajar lebih mudah. Anak Anda hanya membutuhkan kata itu sendiri. Tidak ada akhiran tambahan untuk saya, kamu, atau mereka.
Dari Kata Kerja ke Kata Benda ke Kata Sifat ke Kata Keterangan – Satu Keluarga, Banyak Kata
Keluarga ini tidak memiliki kata kerja. Tapi kita bisa melihat pertumbuhannya.
"Kekurangan" – kata benda. Menyebutkan cacat atau kesalahan. "Retakan pada vas itu adalah sebuah kekurangan."
"Rusak" – kata sifat. Menggambarkan sesuatu yang memiliki kekurangan. "Kabel yang rusak menyebabkan korsleting."
"Sempurna" – kata sifat. Menggambarkan sesuatu tanpa kekurangan apa pun. "Tariannya sempurna."
"Pencari kesalahan" – kata benda. Menyebutkan orang yang mencari kesalahan. "Pencari kesalahan mengkritik setiap gambar."
Lihat bagaimana satu akar memberi kita empat alat yang berbeda? Dua kata sifat berjalan berlawanan arah. Rusak berarti memiliki kekurangan. Sempurna berarti tidak memiliki kekurangan.
Satu Akar, Banyak Peran – Bagaimana Kata-Kata Tumbuh dari Tindakan menjadi Kualitas
Dari "kekurangan" kita mendapatkan "rusak" dengan menambahkan "-y." Sufiks ini mengubah kata benda menjadi kata sifat yang berarti "penuh atau memiliki." "Kekurangan" + "y" = "rusak" – memiliki kekurangan.
Kita mendapatkan "sempurna" dengan menambahkan "-less." Sufiks ini berarti "tanpa." "Kekurangan" + "less" = "sempurna" – tanpa kekurangan.
Kita mendapatkan "pencari kesalahan" dengan menggabungkan "kekurangan" dan "pencari." "Pencari" berasal dari "temukan." Seorang pencari kesalahan adalah seseorang yang menemukan kesalahan.
Pola ini juga berlaku untuk kata-kata lain. "Noda, bernoda, tanpa noda." "Cacat, bernoda, bebas cacat."
Fokus pertama pada "kekurangan" dan "rusak." Anak-anak sering melihat hal-hal yang rusak. Kemudian tambahkan "sempurna" untuk pencapaian khusus. Simpan "pencari kesalahan" untuk pembicaraan keterampilan sosial.
Makna yang Sama, Pekerjaan yang Berbeda – Apakah Itu Kata Kerja atau Kata Benda?
Mari kita periksa pekerjaan masing-masing kata dalam sebuah kalimat.
"Kekurangan" – kata benda. "Kecelakaan itu bukan salahmu." Tanyakan: Bisakah saya menyebutnya sebagai suatu hal atau menyalahkan? Ya. Jadi itu adalah kata benda.
"Rusak" – kata sifat. "Pemanggang roti yang rusak membakar roti." Tanyakan: Apakah itu menggambarkan pemanggang roti? Ya. Jadi itu adalah kata sifat.
"Sempurna" – kata sifat. "Ingatannya sempurna. Dia tidak melupakan apa pun." Tanyakan: Apakah itu menggambarkan ingatannya? Ya. Jadi itu adalah kata sifat.
"Pencari kesalahan" – kata benda. "Saudaraku adalah seorang pencari kesalahan. Dia selalu mengeluh." Tanyakan: Bisakah saya menyebutkan seseorang? Ya. Jadi itu adalah kata benda.
Ajarkan anak Anda untuk bertanya "Apakah itu menyebutkan suatu hal atau orang?" Jika ya, kata benda. "Apakah itu menggambarkan kata benda?" Jika ya, kata sifat.
Kata Sifat dan Kata Keterangan – Kapan Kita Menambahkan -ly?
Kita dapat menambahkan -ly ke "rusak" untuk membuat "dengan rusak." Itu berarti dengan cara yang rusak. "Mesin itu bekerja dengan rusak." Kata yang langka. Lewati untuk anak kecil.
Kita dapat menambahkan -ly ke "sempurna" untuk membuat "dengan sempurna." Itu berarti tanpa kekurangan apa pun. "Dia menari dengan sempurna." Kata ini berguna untuk anak yang lebih besar.
Untuk anak kecil, fokus pada "rusak" dan "sempurna" sebagai kata sifat. Lewati kata keterangan.
Waspadalah terhadap Perubahan Ejaan yang Rumit (Huruf Ganda, y ke i, dan Lainnya)
"Kekurangan" – sederhana. K E K U R A N G A N. Perhatikan ejaan "au".
"Rusak" – tambahkan -y ke kekurangan. Pertahankan semuanya. "Kekurangan" + "y" = "rusak." Tidak ada perubahan.
"Sempurna" – tambahkan -less ke kekurangan. Pertahankan semuanya. "Kekurangan" + "less" = "sempurna." Tidak ada perubahan.
"Pencari kesalahan" – gabungkan "kekurangan" dan "pencari." "Kekurangan" + "pencari" = "pencari kesalahan." Pertahankan kedua bagian utuh. Tidak ada perubahan ejaan.
Trik utamanya: tidak ada perubahan ejaan yang rumit sama sekali. Setiap bentuk mempertahankan kata lengkap "kekurangan." Itu membuat keluarga ini mudah dieja.
Perhatikan U yang tidak bersuara dalam "kekurangan." Itu adalah K-E-K-U-R-A-N-G-A-N. U ada di sana tetapi terdengar seperti "FALT." Bantu anak Anda mengingat U dengan mengucapkan "kEkUranGan" perlahan.
Mari Berlatih – Bisakah Anda Memilih Bentuk yang Tepat?
Coba kalimat-kalimat ini dengan anak Anda. Isi setiap bagian yang kosong. Gunakan kekurangan, rusak, sempurna, atau pencari kesalahan.
Mainan yang rusak itu bukan _____. Itu keluar dari kotak seperti itu.
Sebuah _____ kabel menyebabkan lampu berkedip.
Peserta senam melakukan rutinitas yang _____. Para juri memberinya nilai sempurna.
Jangan menjadi seorang _____. Cobalah untuk mengatakan sesuatu yang baik sebagai gantinya.
Jawaban:
kekurangan (kata benda – menyebutkan kesalahan atau kesalahan)
rusak (kata sifat – menggambarkan kabel yang rusak)
sempurna (kata sifat – menggambarkan rutinitas yang sempurna)
pencari kesalahan (kata benda – menyebutkan orang yang menemukan kesalahan)
Bacalah kalimat-kalimat itu dengan lantang. Tanyakan mengapa setiap jawaban cocok. Biarkan anak Anda menjelaskan. Itu membangun pemahaman.
Sekarang mainkan permainan sederhana. Lihatlah beberapa objek. Temukan satu dengan retakan atau goresan. Katakan "Ini memiliki kekurangan. Itu rusak." Temukan objek yang sempurna. Katakan "Ini sempurna." Kemudian tanyakan "Apakah saya menjadi pencari kesalahan jika saya hanya mencari masalah?"
Tips untuk Orang Tua – Bantu Anak Anda Mempelajari Keluarga Kata dengan Cara yang Menyenangkan
Mulai dengan mainan. Lihatlah krayon yang patah. Katakan "Retakan ini adalah sebuah kekurangan. Krayonnya rusak." Lihatlah krayon baru yang sempurna. Katakan "Yang ini sempurna."
Bacalah cerita tentang kesempurnaan dan kesalahan. "Gadis yang Tidak Pernah Membuat Kesalahan." "Ups yang Indah." Berhenti dan gunakan kata-katanya.
Bicaralah tentang pencari kesalahan dengan lembut. "Seorang pencari kesalahan hanya mencari masalah. Itu bisa menyakiti perasaan. Kita juga bisa mencari hal-hal baik."
Mainkan permainan "Rusak atau Sempurna". Pegang dua item serupa. Satu rusak, satu baru. "Cangkir ini rusak. Cangkir ini sempurna." Biarkan anak Anda menunjuk.
Gunakan seni. Gambarlah gambar dengan noda. Katakan "Noda ini adalah sebuah kekurangan. Gambarnya tidak sempurna. Tapi tetap indah." Ajarkan bahwa kekurangan tidak merusak segalanya.
Buat "Toples Pencari Kesalahan." Ketika seseorang terlalu banyak mengeluh, mereka memasukkan kelereng ke dalam toples. Saat makan malam, tanyakan "Bagaimana kita bisa mengatakannya secara berbeda?" Ini membangun ucapan positif.
Rayakan ketika anak Anda menggunakan bentuk apa pun dengan benar. Jika mereka mengatakan "Itu salahku," terima tanggung jawab dengan lembut. Jika mereka mengatakan "Ini rusak," pujilah pengamatannya.
Suatu malam, tanyakan "Apa kekurangan dalam harimu? Apa yang salah?" Kemudian tanyakan "Apa yang sempurna? Apa yang berjalan sempurna?" Seimbangkan percakapan.
Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang sempurna. Itulah pelajaran yang paling penting. Kesempurnaan bukanlah tujuannya. Mencoba dan belajar adalah tujuannya.
Pertahankan nada yang lembut. Ketika anak Anda membuat kesalahan, katakan "Itu adalah kekurangan kecil. Mari kita perbaiki bersama." Jangan menjadi pencari kesalahan sendiri.
Segera anak Anda akan berkata "Itu salahku, dan tidak apa-apa." Mereka akan memperhatikan ketika sesuatu rusak. Mereka akan merayakan momen-momen sempurna. Dan mereka akan memilih untuk tidak menjadi pencari kesalahan. Anda memberi mereka kata-kata untuk ketidaksempurnaan tanpa rasa malu. Dan itu membangun ketahanan untuk hidup.
















