Puisi Asli:
Kepala-kepala berguling di jalan raya dalam truk slat tinggi.
Saya tahu sudah saatnya untuk membelimu dan menemukannya,
Bola terakhir yang tidak tergores dan tidak terdistorsi di toko,
Besar seperti kepalaku sendiri.
Sudah saatnya juga untuk membiarkanmu tidak terpotong dan penuh fitur,
Seperti kakek dari dua puluh lima labu di masa laluku,
Pipi Khrushchev dan merenungkan dirimu,
Lutut besar masa kecilku.
Saya jelas berpikir kamu akan membusuk.
Saya ingat bau busuk labu-labu lainnya,
Populasi biru mereka muncul dari persembunyian seolah di akhir
Beberapa kiamat.
Saya menghabiskan satu hari untuk membaca tentang cucurbita kecil:
Saya belajar selusin namamu dalam bahasa Afrika
dan pulang siap untuk membesarkan atau merobohkanmu,
Positif akan perubahan.
Tapi sejauh ini—keabadian. Saya rasa saya tidak akan suka
Keabadian, setelah saya menggunakan indra saya,
Seperti yang telah saya coba denganmu—ujung jari menyeret di atas duniamu
Dari kutub ke kutub
Sampai mereka mati seperti penjelajah, silia hidung
Mendeteksi aroma kamu yang lebih halus daripada mereka—
Dan kesabaranku. Ini Natal, ini tahun baru
dan saya mendengar
Tentang sebuah keluarga yang telah menyimpannya selama empat ...
Kamu bertahan seperti materi yang diproduksi
dan memang batangmu tampak tertekan ke dalam oranye yang kamu kumpulkan
Seperti tombol di kasur.
Haruskah saya memberimu sebuah ruangan atau sebuah kuil? Dan haruskah saya
Membelikanmu pasangan dan keluarga,
Ketika milik kita sangat tidak memadai, terfokus pada jendela
Tempat tidur kematianmu seperti kita,
Terpusat pada waktu dan kelahiran, liburan baru, teman baru,
Labu baru, merayakan ketika semua
Yang telah mengecewakan kita telah berlalu.
Kamu tidak mengecewakan.
Penjelasan dan Interpretasi Puisi
Puisi ini menggunakan gambar labu sebagai metafora sentral untuk mengeksplorasi tema waktu, ingatan, ketahanan, dan transformasi. Pembicara menemui labu sempurna terakhir di toko, yang tidak tersentuh dan utuh, yang memicu refleksi tentang pengalaman masa lalu dan perjalanan hidup. Labu melambangkan sesuatu yang berharga dan bertahan di tengah pembusukan dan perubahan, membangkitkan kenangan masa kecil (
















