Puisi Asli:
Seperti burung bower yang mengikut jejak rumput
Seperti pita hadiah untuk yang terbaik
Sang kekasih, produser
Dari kesenangan orang lain
Dia yang ditunggu oleh bibirnya yang bengkak
Mungkin terbang melalui hari mana pun di dekade ini
Sebuah bentuk asuransi kesehatan
Yang tidak pernah terlambat
Titanik, kuas perak
Hindenburg, dari cerutu yang meledak sebuah klimaks
Yang basah di bawah, yang menyala di atas
Abu cetakan di antara—pigmen di antara
Jika wanita cacat itu turun
Dari tempat tidurnya, bentengnya di luar tengah malam
Ke bawah (
nude/tangga
) ke dapur
Telanjang untuk duduk di meja (
menulis/berpikir
)
Dia mungkin mendengar mesin cuci berputar seperti orkestra penuh
Menyelesaikan siklus seperti kecelakaan kereta
Sebelum iblis menatap melalui jendela
Melangkah dengan mulus ke dapur, menghentikan beberapa jam.
Iri membentuk pohon ara di dalam dada seseorang,
Yaitu, secara blak-blakan untuk mengatakan, kanker,
Yaitu untuk mengatakan
Dalam pikiran, ladang berangin yang subur. Seorang anak yang dibunuh.
Baiklah, ketakutan, terutama jatuh.
Gelombang hitam bekerja di pantai, sebuah glasir
Pada saat yang sama saya (
dari tebing
) jatuh
Iblis dapur melepas dasi Dior-nya
Menempatkan tangannya di atas tangan wanita itu
Dan dengan lembut berkata: Saya adalah kekasih.
Sekarang jika wanita cacat itu mulai menari
Untuk pirouette, untuk rumba
Menggeram untuk anaknya
Halaman yang membara, iblis akan dipermalukan
(
Materialisme tidak untuk semua orang / Agama adalah
Perpanjangan politik dengan cara lain
)
Akan terpisah seperti asap jahat
Kembali ke status mitos
Dia akan melesat, biru, ke—
O faun, kami akhirnya akan memanggil, selamat tinggal
O faun, kami akan memanggil dengan samar
O faun, kami akan, kami akan dengan penuh kasih—
Dia tidak menari. Dia tidak ingin
Untuk menghasilkan kesenangan orang lain.
Mereka telah merobeknya
Menjadi persegi panjang beige.
Analisis dan Interpretasi Puisi
Puisi ini adalah eksplorasi yang kaya dan evocatif tentang keinginan, kekuasaan, kerentanan, dan perlawanan. Ini dibuka dengan citra yang hidup membandingkan seorang kekasih dengan burung bower yang mengumpulkan rumput dan pita hadiah, melambangkan sifat cinta dan kesenangan yang kompleks dan kadang-kadang kontradiktif. Puisi kemudian beralih ke perspektif seorang wanita cacat, yang keadaan fisik dan emos.
















