Hari Wanita Died By Frank O’Hara - Puisi Giggle

Hari Wanita Died By Frank O’Hara - Puisi Giggle

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Puisi Asli:

It is 12:20 in New York a Friday
three days after Bastille day, yes
it is 1959 and I go get a shoeshine
because I will get off the 4:19 in Easthampton
at 7:15 and then go straight to dinner
and I don’t know the people who will feed me
I walk up the muggy street beginning to sun
and have a hamburger and a malted and buy
an ugly NEW WORLD WRITING to see what the poets
in Ghana are doing these days
I go on to the bank
and Miss Stillwagon (first name Linda I once heard)
doesn’t even look up my balance for once in her life
and in the GOLDEN GRIFFIN I get a little Verlaine
for Patsy with drawings by Bonnard although I do
think of Hesiod, trans. Richmond Lattimore or
Brendan Behan’s new play or
Le Balcon
or
Les Nègres
of Genet, but I don’t, I stick with Verlaine
after practically going to sleep with quandariness
and for Mike I just stroll into the PARK LANE
Liquor Store and ask for a bottle of Strega and
then I go back where I came from to 6th Avenue
and the tobacconist in the Ziegfeld Theatre and
casually ask for a carton of Gauloises and a carton
of Picayunes, and a NEW YORK POST with her face on it
and I am sweating a lot by now and thinking of
leaning on the john door in the 5 SPOT
while she whispered a song along the keyboard
to Mal Waldron and everyone and I stopped breathing

Analisis dan Interpretasi Puisi

Puisi ini menangkap gambaran hidup yang jelas dari sebuah hari di New York City pada tahun 1959, menggabungkan aktivitas sehari-hari dengan refleksi budaya dan sastra. Pembicara menceritakan urutan peristiwa yang tampaknya biasa — mendapatkan sepatu yang bersih, naik kereta, makan hamburger — tetapi tindakan ini terjalin dengan referensi terhadap puisi, seni, dan musik, menciptakan sebuah permadani kaya kehidupan perkotaan. Nada puisi ini kontemplatif dan agak nostalgis, membangkitkan rasa berjalan melalui ruang fisik dan intelektual.

Sebutannya tentang Hari Bastille menempatkan puisi dalam konteks sejarah tertentu, tiga hari setelah 14 Juli 1959. Perjalanan pembicara ke Easthampton dan berbagai pemberhentian — bank, toko minuman keras, toko tembakau — menunjukkan hari yang penuh dengan urusan kecil dan ritual pribadi. Namun, puisi ini juga mengisyaratkan keterlibatan yang lebih dalam dengan budaya: pembicara membeli majalah sastra untuk mengeksplorasi apa yang ditulis penyair di Ghana, mencerminkan kesadaran akan gerakan sastra global. Referensi kepada Verlaine, Hesiod, dan Brendan Behan menunjukkan minat sastra yang luas dari pembicara, sementara sebutan tentang drama Genet mengarah pada teater avant-garde.

Puisi ini berakhir dengan nada sensorik dan emosional, menggambarkan keringat dan ingatan tentang lagu yang dibisikkan di 5 Spot, sebuah klub jazz terkenal, menyoroti hubungan intim antara musik dan pengalaman. Gambar berhenti bernapas saat mendengarkan penampilan piano Mal Waldron menyampaikan momen keterlibatan yang intens dalam seni.

Latar Belakang dan Pengenalan Penulis

Puisi ini mencerminkan gaya Frank O’Hara, seorang penyair Amerika terkemuka yang terkait dengan Sekolah New York. Puisi O’Hara sering menggabungkan pengalaman sehari-hari di kota dengan budaya tinggi, jazz, dan refleksi pribadi. Karyanya dikenal karena kecepatan, nada percakapan, dan penggabungan kehidupan kontemporer.

Ditulis pada tahun 1959, puisi ini menempatkan dirinya dalam era pasca-perang, saat New York City menjadi pusat yang hidup bagi seniman, penulis, dan musisi. Referensi kepada penyair internasional dan teater avant-garde menekankan suasana kosmopolitan kota dan keterhubungan komunitas seni global.

Nilai Pendidikan dan Poin Pembelajaran

Siswa dapat mempelajari beberapa pelajaran penting dari puisi ini:

  • Kesadaran Budaya: Puisi ini memperkenalkan siswa kepada tokoh sastra (Verlaine, Hesiod, Genet) dan puisi global (penyair di Ghana), mendorong eksplorasi di luar lingkungan mereka.
  • Konteks Sejarah: Pengaturan di New York tahun 1959 dan sebutan tentang Hari Bastille memberikan kesempatan untuk mendiskusikan peristiwa sejarah dan budaya pada pertengahan abad ke-20.
  • Perangkat Sastra: Puisi ini menggunakan gambar, alusi, dan gaya aliran kesadaran, yang dapat dianalisis untuk memahami bagaimana penyair menyampaikan suasana dan makna.
  • Kehidupan Perkotaan: Puisi ini menawarkan sekilas kehidupan sehari-hari dan jaringan sosial di sebuah kota besar, berguna untuk diskusi tentang budaya perkotaan dan narasi pribadi.
  • Koneksi Interdisipliner: Puisi ini menghubungkan sastra, musik, dan seni visual (gambar oleh Bonnard), menunjukkan bagaimana berbagai bentuk seni saling berinteraksi.

Aplikasi Praktis dalam Pembelajaran dan Kehidupan

  • Menulis Kreatif: Siswa dapat berlatih menulis puisi atau narasi mereka sendiri berdasarkan hari dalam hidup mereka, menggabungkan referensi budaya atau pribadi.
  • Studi Budaya: Puisi ini dapat menjadi titik awal untuk proyek tentang seni abad ke-20, musik jazz, atau sastra global.
  • Berpikir Kritis: Menganalisis tema dan referensi puisi membantu mengembangkan keterampilan interpretasi dan literasi budaya.
  • Keterampilan Bahasa: Nada percakapan dan kosakata puisi ini menyediakan materi untuk memperluas kemampuan bahasa Inggris.

Pertanyaan Pemahaman Membaca

  1. Apa signifikansi pengaturan puisi yang terjadi tiga hari setelah Hari Bastille?
  2. Mengapa pembicara membeli majalah "NEW WORLD WRITING"?
  3. Tokoh sastra mana yang disebutkan, dan apa yang mungkin disarankan oleh inklusi mereka tentang pembicara?
  4. Bagaimana puisi ini menyampaikan suasana New York City pada tahun 1959?
  5. Apa peran musik dalam kesimpulan puisi?
  6. Bagaimana puisi ini menggabungkan aktivitas sehari-hari dengan refleksi budaya?
  7. Emosi atau suasana apa yang dibangkitkan puisi ini pada akhirnya?
  8. Mengapa pembicara memilih Verlaine daripada penulis lain yang disebutkan?
  9. Apa yang diungkapkan puisi ini tentang kepribadian atau minat pembicara?
  10. Bagaimana struktur dan gaya puisi ini mempengaruhi dampak keseluruhannya?

Jawaban untuk Pertanyaan Pemahaman

  1. Hari Bastille menandai titik referensi sejarah dan budaya, menempatkan puisi ini di awal Juli 1959 dan menunjukkan hubungan dengan budaya Prancis.
  2. Pembicara membeli majalah tersebut untuk mengetahui tentang penyair kontemporer di Ghana, menunjukkan minat pada sastra internasional dan suara baru.
  3. Tokoh sastra seperti Verlaine, Hesiod, Brendan Behan, dan Genet disebutkan, menunjukkan selera sastra yang luas dan rasa ingin tahu intelektual dari pembicara.
  4. Puisi ini menggunakan deskripsi rinci tentang tempat, cuaca, dan aktivitas untuk menciptakan pengalaman sensorik yang hidup dari kehidupan perkotaan New York City yang dinamis.
  5. Musik, terutama lagu yang dibisikkan di klub jazz 5 Spot, melambangkan intensitas emosional dan keterlibatan artistik.
  6. Puisi ini mempertemukan urusan sederhana dengan keterlibatan budaya yang dalam, menyoroti keberadaan hal-hal sepele dan yang mendalam.
  7. Suasana beralih dari santai dan observasional menjadi intim dan kontemplatif, berakhir dengan momen kekaguman yang terengah-engah.
  8. Pilihan pembicara terhadap Verlaine mungkin mencerminkan preferensi terhadap gaya puisi atau resonansi emosionalnya dibandingkan dengan karya lain yang lebih menantang atau avant-garde.
  9. Puisi ini mengungkapkan pembicara sebagai orang yang berbudaya, reflektif, dan peka terhadap kehidupan sehari-hari serta ekspresi artistik.
  10. Gaya percakapan dan aliran kesadaran menciptakan kedekatan dan keintiman, menarik pembaca ke dalam pengalaman pribadi pembicara.

Puisi ini menawarkan sumber yang kaya bagi siswa untuk mengeksplorasi analisis sastra, sejarah budaya, dan ekspresi kreatif, menjadikannya alat pengajaran yang sangat baik untuk pendidikan bahasa dan humaniora.