Siapa yang Menang dalam Lagu Jepang: Kelinci dan Kura-kura (うさぎとかめ)?

Siapa yang Menang dalam Lagu Jepang: Kelinci dan Kura-kura (うさぎとかめ)?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Pernahkah kamu mencoba melakukan sesuatu yang terasa sangat sulit? Seperti belajar naik sepeda, atau membaca buku tebal? Mungkin kamu merasa lambat, seperti akan memakan waktu selamanya. Dan pernahkah kamu melihat seseorang yang melakukan sesuatu dengan sangat cepat dan mudah? Ini adalah cerita yang sudah ada sejak zaman dahulu, tentang kecepatan dan ketekunan. Ini adalah lomba yang terkenal, dan Jepang memiliki lagu yang indah tentangnya! Mari kita dengarkan Lagu Jepang: Kelinci dan Kura-kura (うさぎとかめ).

Tentang Lagu Berikut adalah cerita klasik dalam lagu: もしもし かめよ かめさんよ (Moshi moshi kame yo kame san yo) Halo, halo, Tuan Kura-kura, Tuan Kura-kura せかいのうちに おまえほど (Sekai no uchi ni omae hodo) Di seluruh dunia, tidak ada seorang pun あゆみの のろい ものはない (Ayumi no noroi mono wa nai) selambat berjalan seperti dirimu

どうして そんなに のろいのか (Doushite sonna ni noroi no ka) Mengapa di dunia ini kamu begitu lambat? うさぎが きいて わらいました (Usagi ga kiite waraimashita) Kelinci mendengar ini dan tertawa

そら まて まて といって (Sora mate mate to itte) "Hei, tunggu, tunggu!" katanya かけだした うさぎ (Kakedashita usagi) dan kelinci itu berlari どんぐり やまの みちこえて (Donguri yama no michi koete) Melewati jalan gunung yang penuh dengan biji いつのまにか かげがくら (Itsu no mani ka kage ga kura) Tanpa kamu sadari, bayangan menjadi gelap ねむって しまった うさぎ (Nemutte shimatta usagi) Kelinci itu tertidur lelap

Lagu ini berjudul asli bahasa Jepang “うさぎとかめ” (Usagi to Kame), dan merupakan salah satu “唱歌” (shōka), atau lagu sekolah, yang paling dicintai di Jepang. Lagu ini didasarkan pada dongeng yang sangat tua karya Aesop yang telah menyebar ke seluruh dunia. Lagu ini adalah percakapan musikal antara kelinci yang sombong dan kura-kura yang tekun. Kura-kura tidak marah pada ejekan kelinci. Dia hanya terus berjalan, langkah demi langkah, mengajarkan kita pelajaran besar dengan kaki-kakinya yang tenang dan sabar.

Tentang Apa Lagu Itu Lagu ini dimulai dengan kelinci memanggil kura-kura dengan cara yang menggoda. “Halo, Tuan Kura-kura! Di seluruh dunia ini, tidak ada seorang pun yang berjalan selambat dirimu!” Kelinci itu tertawa dengan bangga. Dia menantang kura-kura untuk berlomba. “Hei, tunggu!” teriaknya, dan melesat dengan cepat. Kelinci itu berlari begitu cepat, dia melewati seluruh jalan gunung yang dipenuhi biji. Tapi kemudian, matahari mulai terbenam. Bayangan menjadi panjang dan gelap. Kelinci yang cepat, lelah karena larinya, memutuskan untuk tidur “sebentar” di bawah pohon. Dia tertidur pulas. Dan saat dia tidur, kura-kura yang lambat dan tekun terus berjalan, satu kaki di depan kaki lainnya, tidak pernah berhenti, sampai ke garis finish.

Siapa yang Membuatnya & Kisahnya Lirik untuk versi bahasa Jepang ini ditulis oleh Ishihara Wasaburō (石原和三郎), dan musiknya disusun oleh Nasshou Benjirō (納所弁次郎). Itu dibuat pada awal tahun 1900-an untuk mengajarkan anak-anak sekolah Jepang pelajaran hidup yang penting melalui musik dan cerita dari budaya lain. Kisah kelinci dan kura-kura terkenal di mana-mana karena pelajarannya yang sangat jelas dan benar. Lagu Jepang: Kelinci dan Kura-kura (うさぎとかめ) ini populer karena tiga alasan utama. Pertama, nadanya sederhana, mudah diingat, dan sempurna untuk dinyanyikan bersama, dengan bagian untuk kelinci dan bagian untuk kura-kura. Kedua, ia mengubah pelajaran hidup yang mendalam menjadi cerita yang menyenangkan dan mudah diingat. Ketiga, anak-anak suka memerankannya! Ini adalah permainan alami, penuh aksi dan akhir yang mengejutkan.

Kapan Harus Menyanyikannya Kamu bisa menyanyikan lagu ini bersama teman-teman saat bermain, bergantian berpura-pura menjadi kelinci yang mengantuk dan kura-kura yang berjalan dalam lomba melintasi ruang tamu. Sangat cocok untuk kamu nyanyikan sendiri saat mengerjakan proyek besar dan sulit seperti teka-teki atau model, untuk mengingatkan diri sendiri agar tetap tekun. Kamu juga bisa menyanyikannya bersama keluarga sebelum memulai jalan-jalan atau mendaki yang panjang, membuat permainan siapa yang bisa menjadi “kura-kura” yang tekun dan tidak berlari terlalu cepat.

Tapi Lagu Jepang: Kelinci dan Kura-kura (うさぎとかめ) bukan hanya cerita yang menyenangkan untuk diperankan. Ini adalah guru yang cerdas yang menyembunyikan pelajaran tentang kata-kata, lawan kata, dan musik bahasa. Saat kita menyanyikannya dan memikirkannya, kita dapat belajar bagaimana berbicara tentang perbedaan, bagaimana membangun kalimat, dan bagaimana kesabaran terdengar dalam sebuah melodi.

Apa yang Dapat Dipelajari Anak-Anak

Kosakata Lagu ini penuh dengan kata-kata hebat tentang kecepatan, aksi, dan karakter.

  • Sombong: Ketika seseorang terlalu banyak berbicara tentang betapa baik, cepat, atau kuatnya mereka. Orang yang sombong mungkin berkata, “Aku yang terbaik dalam segala hal!”

  • Tekun: Bergerak atau terjadi pada kecepatan yang teratur dan tenang, tidak berhenti dan mulai. Detak jantung yang stabil. Hujan yang terus-menerus. “Kura-kura itu menjaga kecepatan yang stabil.”

  • Kegigihan: Kualitas untuk terus mencoba melakukan sesuatu bahkan ketika sulit. Menghabiskan sayuranmu, bahkan brokoli, membutuhkan kegigihan!

  • Tantangan: Untuk mengundang seseorang untuk mencoba melakukan sesuatu yang sulit, seringkali dalam sebuah kompetisi. “Kelinci menantang kura-kura untuk berlomba.”

  • Terlalu percaya diri: Terlalu yakin pada diri sendiri, sehingga kamu tidak berusaha keras atau kamu membuat kesalahan. Kelinci itu terlalu percaya diri dan tidur siang.

  • Rendah hati: Tidak berpikir kamu lebih baik atau lebih penting daripada orang lain. Kura-kura itu rendah hati dan hanya melakukan yang terbaik.

Keterampilan Bahasa Lagu ini adalah taman bermain yang sempurna untuk belajar tentang Antonim. Antonim adalah kata-kata yang berarti kebalikan dari satu sama lain. Mereka seperti teka-teki kata!

  • Apa Itu?: Pikirkan antonim sebagai “lawan kata”. Mereka menunjukkan kontras, seperti panas dan dingin, atau siang dan malam.

  • Menemukan Rahasia: Tanyakan pada diri sendiri, “Apakah ada kata lain dalam kalimat atau cerita yang berarti kebalikan dari kata tersebut?” Kisah kelinci dan kura-kura dibangun di atas antonim.

  • Menggunakannya: Menggunakan antonim membantumu menggambarkan sesuatu dengan jelas. Kamu dapat menggunakan pola: [Benda A] adalah [kata sifat], tetapi [Benda B] adalah [antonim].

Contoh dari Lagu/Cerita:

*   Kelinci: Cepat (cepat) | Kura-kura: Lambat

*   Kelinci: Sombong (membual) | Kura-kura: Rendah hati (sederhana)

*   Aksi Kelinci: Mulai, berhenti, tidur | Aksi Kura-kura: Konstan, stabil, terus berjalan

*   Hasil Kelinci: Kalah | Hasil Kura-kura: Menang

Kesenangan Suara & Irama Dengarkan musik dari cerita ini! Lagu ini memiliki dua perasaan yang berbeda. Bagian kelinci di awal terdengar lebih cepat dan lebih menggoda. Bagian kura-kura, yang ditunjukkan oleh musik yang stabil dan berjalan, lebih lambat dan bertekad. Irama melodi utama seperti langkah kura-kura: irama yang stabil dan berbaris, langkah-langkah-langkah-langkah. Irama yang dapat diandalkan ini membantu menceritakan kisah dan membuat lagu mudah diingat dan diiringi.

Budaya & Ide-Ide Besar Sementara dongeng itu berasal dari Aesop (Yunani kuno), ia sangat dicintai di Jepang. Itu selaras dengan nilai-nilai seperti “忍耐” (nintai, kesabaran/kegigihan) dan “継続は力なり” (keizoku wa chikara nari, “kelanjutan adalah kekuatan” atau “perlahan tapi pasti memenangkan perlombaan”). Hari libur Jepang yang merayakan kegigihan adalah Hari Anak (こどもの日, Kodomo no Hi), di mana keluarga menerbangkan spanduk ikan koi. Ikan koi berjuang ke hulu, melambangkan tekad dan kekuatan. Lagu ini mengajarkan tiga ide besar. Pertama, Kegigihan Mengatasi Bakat: Muncul dan tidak menyerah seringkali lebih kuat daripada bakat alami saja. Kedua, Bahaya Kebanggaan: Terlalu bangga dengan kemampuanmu dapat membuatmu ceroboh dan menyebabkanmu gagal. Ketiga, Kekuatan Sebuah Rencana: Bergerak maju dengan rencana yang stabil dan dapat diandalkan lebih baik daripada memulai dengan kecepatan tinggi tetapi tidak ada tindak lanjut.

Nilai & Imajinasi Bayangkan kamu adalah kura-kura. Matahari hangat di cangkangmu. Jalannya panjang. Kamu mendengar kelinci tertawa dan melesat melewati kamu. Apa yang kamu lakukan? Kamu menarik napas dalam-dalam dan berpikir, “Lomba saya adalah milik saya sendiri. Saya tidak akan berhenti.” Lagu Jepang: Kelinci dan Kura-kura (うさぎとかめ) ini mengajarkanmu untuk bangga dengan usahamu sendiri yang stabil, bahkan jika orang lain tampak lebih cepat. Itu mengajarkanmu untuk rendah hati tentang keterampilanmu sendiri dan untuk selalu berusaha sebaik mungkin dari awal hingga akhir. Ide sederhana: Lain kali kamu memiliki pekerjaan rumah, cobalah menjadi “kura-kura”. Atur pengatur waktu yang stabil selama 15 menit kerja yang terfokus. Jangan terburu-buru. Tetaplah stabil. Kamu mungkin akan terkejut dengan seberapa banyak yang kamu selesaikan!

Inti Pengambilanmu Lagu Jepang: Kelinci dan Kura-kura (うさぎとかめ) adalah dongeng musikal yang menyenangkan dengan pelajaran yang kuat. Kamu mempelajari kata-kata seperti “kegigihan” dan “rendah hati” untuk menggambarkan kualitas penting. Kamu menemukan antonim—lawan kata seperti cepat dan lambat—dan bagaimana mereka membangun sebuah cerita. Kamu merasakan irama lagu yang stabil dan berbaris. Kamu juga menghubungkan pelajarannya dengan nilai-nilai Jepang seperti kesabaran dan simbolisme Hari Anak. Yang terpenting, lagu ini mengajarkan bahwa usaha yang stabil, hati yang rendah hati, dan rencana yang cermat seringkali menjadi kunci sebenarnya untuk mencapai tujuanmu, tidak peduli seberapa cepat orang lain tampaknya.

Misi Latihanmu

  1. Jadilah Detektif Antonim. Bersama teman atau anggota keluarga, mainkan sebuah permainan. Ucapkan sebuah kata (seperti “panas,” “siang,” “besar,” “senang”). Tugas mereka adalah meneriakkan kata yang berlawanan (“dingin,” “malam,” “kecil,” “sedih”). Bergantian. Kamu sedang berburu lawan kata, seperti dalam cerita lagu.
  2. Adakan Lomba “Gaya Kura-kura”. Tantang seseorang untuk mengikuti lomba yang sangat tidak biasa. Tujuannya BUKAN untuk finis pertama, tetapi untuk finis dengan kecepatan lambat yang stabil yang kamu pilih di awal. Berjalan dari pintu depanmu ke kotak surat, atau melintasi taman. Cobalah untuk mengambil langkah dengan ukuran yang sama persis dengan kecepatan yang sama persis sepanjang waktu, tanpa berhenti. Pemenangnya adalah orang yang paling stabil, bukan yang tercepat. Ini membantumu merasakan kekuatan kura-kura.