Bab 27: Di Mana Passepartout Mengalami, dengan Kecepatan Dua Puluh Mil Per Jam, Sejarah Mormon - Keliling Dunia dalam 80 Hari karya Jules Verne

Bab 27: Di Mana Passepartout Mengalami, dengan Kecepatan Dua Puluh Mil Per Jam, Sejarah Mormon - Keliling Dunia dalam 80 Hari karya Jules Verne

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Selama malam tanggal 5 Desember, kereta melakukan perjalanan ke tenggara sekitar lima puluh mil sebelum berbelok ke timur laut menuju Great Salt Lake. Passepartout, yang keluar sekitar pukul sembilan untuk menikmati udara dingin dan berkabut, memperhatikan seorang pria aneh naik kereta di Elko. Pria ini, berpakaian serba hitam dan menyerupai seorang pendeta, berkeliling kereta memasang pengumuman yang mengundang penumpang ke ceramah tentang Mormonisme.

Karena penasaran, Passepartout memutuskan untuk menghadiri ceramah yang diadakan di gerbong No. 117. Penatua William Hitch, misionaris Mormon, dengan bersemangat berbicara tentang sejarah dan kepercayaan agama Mormon. Ia menjelaskan asal-usul Mormonisme, dimulai dari Israel kuno, melalui wahyu Joseph Smith pada abad ke-19, hingga berdirinya komunitas Mormon di Amerika. Ceramah tersebut membahas penganiayaan yang dialami oleh orang Mormon, praktik poligami, dan migrasi ke Utah di bawah kepemimpinan Brigham Young.

Saat kereta mendekati Great Salt Lake, para penumpang mengamati perairan luas yang dilapisi garam yang dikelilingi oleh tebing terjal. Kereta berhenti di Ogden, memberi kesempatan kepada Tuan Fogg dan teman-temannya untuk mengunjungi Salt Lake City. Kota yang ditata dalam pola grid ini, ditandai dengan arsitektur uniknya dan kehadiran banyak wanita, yang mencerminkan praktik poligami Mormon. Passepartout merasa tidak nyaman menyaksikan sekelompok wanita yang terkait dengan satu pria, bersimpati dengan tantangan yang mungkin ditimbulkan oleh gaya hidup seperti itu.

Ketika kereta akan berangkat, seorang pria Mormon yang terengah-engah bergegas naik, menjelaskan bahwa ia telah melarikan diri dari insiden rumah tangga yang mengganggu. Passepartout bertanya berapa banyak istri yang dimilikinya, mengharapkan jumlah yang besar, tetapi pria itu menjawab dengan sederhana, “Satu, dan itu sudah cukup!”


Latar Belakang dan Pengantar Penulis

Kutipan ini berasal dari novel klasik Jules Verne Keliling Dunia dalam Delapan Puluh Hari, pertama kali diterbitkan pada tahun 1873. Verne, seorang penulis Prancis, sering disebut sebagai "bapak fiksi ilmiah" karena cerita-ceritanya yang imajinatif dan penuh petualangan yang memadukan pengetahuan ilmiah dengan narasi yang mendebarkan. Novel ini mengikuti perjalanan Phileas Fogg, seorang pria Inggris yang teliti yang bertaruh bahwa ia dapat mengelilingi dunia dalam delapan puluh hari. Passepartout, pelayannya yang setia dari Prancis, memberikan banyak humor dan sisi kemanusiaan dalam cerita.

Karya-karya Verne sering kali mengeksplorasi tema eksplorasi, teknologi, dan pertemuan budaya, yang mencerminkan semangat abad ke-19 ketika dunia menjadi lebih terhubung melalui kereta api, kapal uap, dan telegraf. Episode khusus ini memperkenalkan pembaca pada agama Mormon dan Amerika Barat, menyoroti keragaman dan kompleksitas budaya yang ditemui selama perjalanan global.


Interpretasi dan Signifikansi Terperinci

Segmen ini memiliki beberapa tujuan. Ia mendidik pembaca tentang Mormonisme, agama yang relatif kurang dikenal pada saat itu, dan menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh para pengikutnya, termasuk penganiayaan dan migrasi paksa. Ceramah oleh Penatua Hitch bersifat informatif dan merupakan perangkat naratif untuk membenamkan pembaca dalam konteks sejarah perbatasan Amerika.

Great Salt Lake dan Salt Lake City melambangkan lingkungan perbatasan yang keras tetapi penuh harapan, di mana komunitas agama mencari kebebasan dan kemakmuran meskipun ada penentangan. Penggambaran poligami, aspek kontroversial dari Mormonisme, disajikan dengan nuansa—menunjukkan ketegangan sosial yang ditimbulkannya dan kesulitan pribadi yang ditimbulkannya.

Reaksi Passepartout memberikan lensa bagi pembaca, terutama yang muda, untuk secara kritis merefleksikan perbedaan budaya dan pertanyaan moral. Empatinya terhadap para istri Mormon dan skeptisismenya tentang poligami mengundang pembaca untuk memikirkan sisi manusia dari praktik sejarah dan agama.


Apa yang Dapat Dipelajari Siswa

  1. Kesadaran dan Penghargaan Budaya: Cerita ini memperkenalkan siswa pada komunitas agama yang unik dan mendorong keterbukaan pikiran. Memahami berbagai kepercayaan dan adat istiadat menumbuhkan toleransi dan kesadaran global.

  2. Konteks Sejarah: Siswa belajar tentang Amerika abad ke-19, termasuk ekspansi ke barat, gerakan keagamaan, dan peran kereta api dalam menghubungkan tempat-tempat yang jauh.

  3. Berpikir Kritis: Perasaan Passepartout yang campur aduk tentang poligami mendorong pembaca untuk menganalisis masalah sosial yang kompleks dan membentuk pendapat mereka sendiri berdasarkan empati dan alasan.

  4. Geografi dan Sains: Deskripsi Great Salt Lake menawarkan wawasan tentang fenomena alam seperti danau garam, geografi, dan ilmu lingkungan.


Aplikasi Kehidupan dan Nilai-Nilai Positif

  • Empati dan Kasih Sayang: Kepedulian Passepartout terhadap para istri Mormon mengajarkan pentingnya peduli terhadap kesejahteraan orang lain, terutama mereka yang berada dalam situasi sulit.

  • Rasa Ingin Tahu dan Belajar: Keinginan untuk menghadiri ceramah dan belajar tentang agama baru mencontohkan rasa ingin tahu intelektual dan keterbukaan terhadap pengetahuan baru.

  • Penghargaan terhadap Keberagaman: Menghadapi budaya yang berbeda secara hormat adalah keterampilan sosial yang penting di dunia yang saling terhubung saat ini.

  • Ketahanan dan Ketekunan: Ketekunan orang Mormon meskipun ada penganiayaan merupakan contoh keberanian dan tekad, yang menginspirasi siswa untuk menghadapi tantangan dengan berani.


Cara Mengembangkan Kualitas-Kualitas Ini

  • Terlibat dalam Diskusi: Dorong siswa untuk membahas perbedaan budaya dan peristiwa sejarah untuk memperdalam pemahaman dan empati.

  • Jelajahi Berbagai Perspektif: Berikan bacaan tentang berbagai agama dan budaya untuk memperluas wawasan.

  • Renungkan Pertanyaan Moral: Gunakan cerita seperti ini untuk mendorong refleksi tentang masalah etika dan nilai-nilai pribadi.

  • Hubungkan dengan Peristiwa Saat Ini: Hubungkan penganiayaan dan migrasi sejarah dengan contoh modern, mendorong relevansi dan kesadaran.


Kesimpulan

Kutipan dari Keliling Dunia dalam Delapan Puluh Hari ini adalah sumber pendidikan yang kaya. Ia menggabungkan petualangan dengan pendidikan budaya, wawasan sejarah, dan refleksi moral. Siswa dapat memperoleh pengetahuan tentang sejarah Amerika, keragaman agama, dan geografi, sambil juga mengembangkan empati, pemikiran kritis, dan kesadaran sosial. Dengan terlibat dalam cerita-cerita seperti itu, pembaca muda belajar tidak hanya tentang dunia tetapi juga tentang nilai-nilai yang membantu membangun pemahaman dan kebaikan dalam kehidupan mereka sendiri.