Di Seluncuran Taman Bermain, Haruskah Anak Belajar “Bergantian” atau “Menunggu Giliran” untuk Bersikap Adil?

Di Seluncuran Taman Bermain, Haruskah Anak Belajar “Bergantian” atau “Menunggu Giliran” untuk Bersikap Adil?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Maksud dari Ungkapan-ungkapan Ini?

“Bergantian” dan “menunggu giliran” keduanya mengajarkan anak-anak untuk berbagi waktu pada suatu benda yang sama. Mereka memberi tahu anak-anak bahwa menggunakan sesuatu secara bergantian adalah adil. Anak-anak mendengar kata-kata ini saat bermain ayunan, mainan, permainan, atau saat berbicara. Keduanya membangun kesabaran.

“Bergantian” berarti kamu menggunakannya, lalu saya menggunakannya, lalu kamu menggunakannya lagi. Ini berfokus pada tindakan bergantian. Orang tua mengatakannya ketika dua anak menginginkan sepeda yang sama. Ini aktif dan kooperatif.

“Menunggu giliran” berarti berdiri dalam antrean dan bersabar sampai orang di depanmu selesai. Ini berfokus pada menunggu, bukan bergantian. Orang tua mengatakannya ketika seorang anak terburu-buru atau mendorong. Ini mengajarkan kesabaran dan pengendalian diri.

Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa. Keduanya meminta keadilan. Keduanya mencegah pertengkaran tentang giliran. Tapi yang satu tentang tindakan bergantian sementara yang lain tentang tindakan menunggu.

Apa Perbedaannya?

Yang satu tentang tindakan bergantian. Yang satu tentang tindakan menunggu. “Bergantian” memberi tahu anak-anak apa yang harus dilakukan bersama. Ini menyiratkan kerja sama dan berbagi. Ini positif dan aktif.

“Menunggu giliran” memberi tahu seorang anak apa yang harus dilakukan sementara orang lain menggunakan benda tersebut. Ini tentang kesabaran, bukan kerja sama. Ini bisa terasa seperti pembatasan. Ini mengajarkan pengendalian diri.

Pikirkan seorang anak di ayunan. Anak lain ingin giliran. “Bergantian di ayunan” berarti mereka berdua akan menggunakannya. “Menunggu giliran” berarti berdiri di sana sampai anak pertama selesai. Yang satu tentang berbagi. Yang satu tentang menunggu.

Yang satu untuk mengajarkan kerja sama. Yang lainnya untuk mengajarkan kesabaran. “Bergantian” adalah untuk saat kedua anak perlu belajar berbagi. “Menunggu giliran” adalah untuk saat seorang anak perlu belajar bersabar. Gunakan yang pertama untuk berbagi. Gunakan yang kedua untuk menunggu.

Juga, “bergantian” lebih positif. “Menunggu giliran” bisa terdengar seperti perintah negatif. Tambahkan “tolong” untuk membuatnya baik.

Kapan Kita Menggunakan Masing-masing?

Gunakan “bergantian” saat mengajarkan kerja sama. Gunakan untuk mainan, permainan, dan aktivitas yang dapat dibagikan. Gunakan untuk menciptakan sistem yang adil. Ini cocok untuk pengajaran proaktif.

Contoh di rumah:

“Bergantian menggunakan komputer. Masing-masing sepuluh menit.” “Mari bergantian mendorong kereta dorong.” “Bergantian memilih acara TV.”

Gunakan “menunggu giliran” ketika seorang anak terburu-buru atau mendorong. Gunakan untuk koreksi kesabaran langsung. Gunakan untuk menghentikan perebutan. Ini cocok untuk momen reaktif.

Contoh untuk kesabaran:

“Tunggu giliranmu. Dia masih di ayunan.” “Berhenti mendorong. Tunggu giliranmu.” “Tunggu giliranmu untuk berbicara. Biarkan adikmu selesai.”

Anak-anak membutuhkan kedua frasa tersebut. “Bergantian” untuk kerja sama. “Menunggu giliran” untuk kesabaran. Keduanya membangun anak-anak yang adil.

Contoh Kalimat untuk Anak-anak

Bergantian:

“Mari bergantian di trampolin.” “Bergantian menggunakan spidol. Semua orang mendapat warna.” “Bergantian menceritakan cerita kalian.”

Menunggu giliran:

“Tunggu giliranmu. Dia hampir selesai.” “Kamu harus menunggu giliranmu untuk mengelus anak anjing itu.” “Tunggu giliranmu. Jangan memotong antrean.”

Perhatikan “bergantian” adalah tentang berbagi waktu. “Menunggu giliran” adalah tentang bersabar. Anak-anak mempelajari keduanya. Yang satu untuk bermain. Yang satu untuk menunggu.

Orang tua dapat menggunakan keduanya. Di taman bermain: “bergantian di seluncuran.” Dalam antrean: “tunggu giliranmu.” Anak-anak belajar keadilan dalam situasi yang berbeda.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Beberapa orang tua hanya mengatakan “menunggu giliran” tetapi tidak pernah mengajarkan “bergantian.” Anak-anak belajar kesabaran tetapi tidak kerja sama. Ajarkan kedua keterampilan. Menunggu dan berbagi berjalan bersama.

Salah: Hanya membuat anak-anak menunggu giliran. Lebih baik: “Sekarang giliranmu. Ingatlah untuk bergantian nanti.”

Kesalahan lain: mengatakan “bergantian” ketika benda tersebut tidak dapat dibagikan. Beberapa hal membutuhkan menunggu, bukan bergantian. Wahana untuk satu orang membutuhkan menunggu. Pilih frasa yang tepat untuk benda yang tepat.

Salah: “Bergantian di air mancur minum” (satu orang menggunakannya sekali). Lebih baik: “Tunggu giliranmu di air mancur.”

Beberapa pelajar lupa bahwa menunggu itu sulit. Akui betapa sulitnya itu. “Saya tahu menunggu itu sulit. Kamu melakukan pekerjaan yang luar biasa.” Validasi membantu kesabaran tumbuh.

Juga hindari waktu tunggu yang lama untuk anak-anak kecil. Mereka tidak bisa menunggu 20 menit. Atur pengatur waktu untuk giliran singkat. Keberhasilan membangun kesabaran.

Tips Memori Mudah

Pikirkan “bergantian” sebagai tarian. Kamu menari. Lalu saya menari. Bolak-balik. Kerja sama.

Pikirkan “menunggu giliran” sebagai berdiri dalam antrean. Antrean bergerak perlahan. Satu per satu. Kesabaran.

Trik lain: ingat fokusnya. “Bergantian” adalah tentang berbagi. “Menunggu” adalah tentang menunggu. Berbagi mendapatkan “bergantian.” Menunggu mendapatkan “menunggu giliran.”

Orang tua dapat mengatakan: “Bergantian untuk berbagi. Tunggu untuk kursi.” Itu berarti aktivitas berbagi mendapatkan “bergantian.” Aktivitas menunggu mendapatkan “menunggu giliran.”

Berlatih di rumah. Permainan papan: “bergantian.” Air mancur: “menunggu giliranmu.”

Dua keterampilan keadilan yang berbeda.

Waktu Latihan Cepat

Mari kita coba latihan kecil. Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi. Dua anak sama-sama ingin menggunakan krayon biru yang sama. Mereka dapat bergantian. a) “Tunggu giliranmu dengan krayon.” b) “Bergantian menggunakan krayon biru.”

Seorang anak berada di air mancur minum. Anak lain mendorong di depan. a) “Bergantian di air mancur.” b) “Tunggu giliranmu. Jangan mendorong.”

Jawaban: 1 – b. Krayon dapat dibagikan bolak-balik. “Bergantian.” 2 – b. Air mancur minum membutuhkan menunggu, bukan berbagi bolak-balik. “Tunggu giliranmu.”

Isi bagian yang kosong: “Ketika anak-anak saya bermain game dengan satu bola, saya memberi tahu mereka untuk ______.” (“Bergantian” cocok dengan berbagi bola bolak-balik.)

Satu lagi: “Ketika anak saya mengantre untuk naik wahana, saya berkata ______.” (“Menunggu giliranmu” cocok dengan menunggu yang sabar, satu arah.)

Keadilan membutuhkan latihan. “Bergantian” mengajarkan berbagi. “Menunggu giliran” mengajarkan kesabaran. Ajarkan anakmu keduanya. Seorang anak yang bisa bergantian dan menunggu disambut di mana saja.

Ringkasan

“Bergantian” mengajarkan anak-anak untuk berbagi benda secara kooperatif bolak-balik. “Menunggu giliran” mengajarkan anak-anak untuk bersabar saat orang lain menggunakan suatu benda. Gunakan “bergantian” untuk mainan, permainan, dan aktivitas yang dapat dibagikan. Gunakan “menunggu giliran” untuk antrean, air mancur, dan benda sekali pakai. Kedua frasa tersebut membangun anak-anak yang adil dan sabar. Seorang anak yang tahu cara menunggu dan berbagi akan mudah berteman.