Pendahuluan
Leo sedang bercerita. "Kemarin, saya pergi ke taman," katanya. Kakak perempuannya, Mia, menyela. "Tidak, Leo! Itu 'pergi'! Kamu bilang 'pergi ke taman'!" Wajah bahagia Leo meredup. Dia berhenti berbicara. Dia merasa sedikit konyol. Ibu mereka mendengar ini. Dia memberikan tatapan ramah kepada Mia. "Mia, terima kasih sudah membantu. Tapi kita harus memikirkan waktu yang tepat. Kita perlu tahu kapan harus mengoreksi kesalahan tata bahasa pada anak-anak. Jika kita mengoreksi setiap kesalahan, Leo mungkin akan berhenti berbicara. Kita ingin dia senang berbagi ceritanya." Mia memikirkan hal ini. Dia ingin membantu, bukan menyakiti. Mari belajar bersama tentang waktu terbaik untuk membantu.
Pembahasan Pengetahuan Inti
Apa itu tata bahasa? Tata bahasa adalah buku aturan untuk bahasa. Tata bahasa memberi tahu kita bagaimana menyusun kata-kata agar masuk akal. Dalam bahasa Inggris, kita mengatakan "I have two cats" bukan "I has two cat". Aturan tata bahasa membantu kita saling memahami. Tapi mempelajari aturan ini sulit. Butuh waktu. Saat kamu belajar, kamu akan membuat kesalahan. Ini normal. Inilah cara kamu belajar. Pertanyaan besarnya adalah tentang kapan harus mengoreksi kesalahan tata bahasa pada anak-anak.
Pertama, kita harus tahu mengapa anak-anak membuat kesalahan. Terkadang, mereka sedang mencoba aturan baru. Leo mengatakan "goed" karena dia tahu aturan -ed untuk bentuk lampau. Dia menerapkannya pada "go". Itu pintar. Otaknya sedang bekerja. Dia hanya belum tahu pengecualiannya. Jika kita mengoreksinya dengan cara yang kasar, dia mungkin merasa tidak enak. Dia mungkin tidak akan mencoba kata-kata baru. Jadi, kita harus lembut. Tujuan kita adalah membuat mereka tetap berbicara dan mencoba.
Jadi, kapan waktu yang tepat untuk mengoreksi? Waktu yang tepat adalah saat latihan terfokus. Jika kamu sedang mengerjakan lembar kerja bahasa Inggris tentang bentuk lampau, itulah saatnya untuk mengoreksi. Anak tahu kamu sedang mempelajari aturan itu. Mereka siap menerima umpan balik. Waktu yang tepat lainnya adalah ketika kesalahan menyebabkan kebingungan. Jika Leo mengatakan, "Saya makan malam kemarin," sulit untuk mengetahui kapan dia makan. Kamu bisa dengan lembut mengatakan, "Oh, kamu makan malam kemarin? Kedengarannya enak." Kamu mengucapkan bentuk yang benar tanpa mempermasalahkannya.
Waktu yang kurang tepat adalah di tengah-tengah cerita yang menarik. Jika anak sedang berbagi momen bahagia, biarkan mereka selesai. Fokus pada maknanya, bukan tata bahasanya. Kamu bisa mengucapkan kalimat yang benar nanti dalam percakapan. "Kamu pergi ke taman? Kedengarannya menyenangkan!" Dengan cara ini, kamu mencontohkan tata bahasa yang benar tanpa menghentikan kegembiraan mereka. Waktu yang kurang tepat lainnya adalah ketika anak sedang lelah, frustrasi, atau malu. Koreksi saat itu bisa membuat mereka merasa lebih buruk. Kuncinya adalah menyeimbangkan komunikasi dan keakuratan. Pertama, kita ingin saling memahami. Kemudian, kita bisa membuat kata-kata lebih akurat.
Pikirkan tentang belajar naik sepeda. Jika seseorang berteriak "Kamu goyang!" setiap detik, kamu akan jatuh. Tetapi jika mereka berkata, "Kerja bagus mengayuh! Sekarang, coba lihat ke depan," kamu akan melakukannya dengan lebih baik. Tata bahasa sama. Kita merayakan usaha. Kita memberikan tips pada saat yang tepat. Mengetahui kapan harus mengoreksi kesalahan tata bahasa pada anak-anak adalah tentang menjadi pelatih yang suportif, bukan hakim yang ketat.
Pembelajaran Interaktif yang Menyenangkan
Mari bermain game untuk melatih ini. Ini disebut "Detektif Koreksi". Kamu akan membutuhkan dua mainan atau boneka. Satu mainan adalah pendongeng. Mainan lainnya adalah penolong. Pendongeng menceritakan cerita pendek dengan beberapa kesalahan. "Saya melihat tiga mouses di kebun." Penolong harus memutuskan: koreksi sekarang atau tidak? Jika kesalahannya lucu dan tidak menghalangi makna, penolong bisa bereaksi saja. "Tiga tikus? Itu lucu!" Penolong mengucapkan kata yang benar dengan cara yang alami. Game ini mengajarkanmu untuk mendengarkan makna terlebih dahulu.
Game lainnya adalah "Sorotan Tata Bahasa". Pilih "Bintang Tata Bahasa Mingguan". Itu bisa berupa tenses kata kerja atau aturan jamak. Misalnya, aturannya adalah "bentuk lampau -ed". Selama minggu itu, saat kamu bermain papan permainan, kamu berdua mencoba menggunakan bentuk lampau. "Saya memindahkan tiga kotak." Jika seseorang mengatakan, "Saya memindahkan tiga kotak," kamu bisa dengan lembut mengingatkan mereka, "Ini adalah minggu bentuk lampau kita! Coba 'memindahkan'." Ini membuat koreksi menjadi tujuan bersama yang menyenangkan, bukan kritik pribadi. Kamu berdua fokus pada satu aturan bersama.
Kamu juga bisa melakukan "Studio Rekaman". Gunakan ponsel atau tablet untuk merekam dirimu sendiri bercerita. Kemudian, dengarkan bersama orang tua atau teman. Kamu bisa menjadi detektif dari kesalahanmu sendiri. "Oh, saya bilang 'runned'! Seharusnya 'ran'." Ini menempatkanmu dalam kendali. Kamu memutuskan kesalahan mana yang akan ditemukan dan diperbaiki. Ini adalah cara yang aman untuk berlatih memperhatikan kesalahan tanpa tekanan. Game-game ini membantumu memahami kapan harus mengoreksi kesalahan tata bahasa pada anak-anak dengan menjadikannya aktivitas yang menyenangkan dan positif.
Pembelajaran yang Diperluas
Dahulu kala, orang-orang berpikir bahwa mengoreksi setiap kesalahan adalah satu-satunya cara untuk belajar. Tetapi sekarang, para ilmuwan bahasa tahu bahwa terlalu banyak koreksi dapat membuat anak takut untuk berbicara. Di beberapa sekolah, guru menggunakan "cara diam" atau "pendekatan alami". Mereka membiarkan anak-anak berbicara banyak tanpa gangguan. Mereka hanya mengoreksi jika perlu. Di sekolah lain, mereka memiliki pelajaran tata bahasa khusus. Kedua cara tersebut dapat berhasil. Yang penting adalah keseimbangan.
Dalam bahasa yang berbeda, kesalahan tata bahasa terdengar berbeda. Dalam bahasa Inggris, kesalahan umum adalah "I am knowing" alih-alih "I know". Dalam bahasa Spanyol, kesalahan umum mungkin terkait dengan jenis kelamin. Setiap pembelajar bahasa membuat kesalahan. Ini adalah tanda pertumbuhan. Pikirkan tentang bayi yang belajar berjalan. Mereka jatuh berkali-kali. Kita bersorak ketika mereka berdiri. Kita tidak memarahi mereka karena jatuh. Belajar berbicara seperti belajar berjalan. Kita bersorak untuk usaha. Kita membantu mereka menjadi lebih baik selangkah demi selangkah. Mengetahui kapan harus mengoreksi kesalahan tata bahasa pada anak-anak adalah bagian dari menjadi guru yang baik dan efektif.
Mari membuat nyanyian tentang kesalahan. Nyanyian menyenangkan untuk diingat.
Kesalahan, kesalahan, tidak apa-apa, mereka membantu kita belajar dan bermain! Kita mencoba, kita terpeleset, kita mencoba lagi, sedikit lebih baik setiap hari! Kapan harus memperbaiki, kapan harus melepaskan, kita belajar saat kita tumbuh! Hal yang paling penting untuk diketahui, adalah biarkan percakapan mengalir!
Kamu bisa mengucapkan nyanyian ini untuk mengingatkan diri sendiri dan orang lain bahwa kesalahan adalah bagian dari perjalanan.
Apa yang Akan Kamu Pelajari
Kamu sedang belajar tentang mengajar dan belajar. Kamu sedang mempelajari kata-kata baru: tata bahasa, buku aturan, pengecualian, umpan balik, model, keakuratan, pelatih, detektif, pendekatan, jenis kelamin. Kamu sedang belajar tentang proses pemerolehan bahasa.
Kamu sedang mempelajari kalimat-kalimat yang bijaksana. Kamu bisa mengatakan, "Saya akan fokus pada maknanya terlebih dahulu." Kamu bisa bertanya, "Apakah ini waktu yang tepat untuk mengoreksi kesalahan itu?" Kamu bisa menjelaskan, "Kesalahan menunjukkan bahwa kamu sedang mencoba hal-hal baru." Kamu menggunakan bahasa Inggris untuk berbicara tentang pembelajaran bahasa dengan cara yang matang.
Kamu sedang membangun keterampilan penting. Kamu sedang membangun empati. Kamu memikirkan bagaimana rasanya dikoreksi. Kamu sedang membangun penilaian. Kamu memutuskan kapan harus mengoreksi. Kamu sedang membangun keterampilan komunikasi. Kamu belajar memberikan umpan balik dengan baik. Kamu sedang membangun kesabaran. Kamu memahami bahwa belajar membutuhkan waktu.
Kamu sedang membentuk kebiasaan yang bijaksana. Kebiasaan koreksi yang penuh perhatian. Kamu berpikir sebelum mengoreksi. Kamu bertanya, "Apakah ini akan membantu sekarang?" Kebiasaan ini akan membuatmu menjadi teman, saudara, dan penolong yang lebih baik. Memahami kapan harus mengoreksi kesalahan tata bahasa pada anak-anak membuatmu menjadi bagian yang mendukung dari perjalanan belajar seseorang.
Menggunakan Apa yang Kamu Pelajari dalam Kehidupan
Gunakan pengetahuan ini di rumah. Jika adikmu mengatakan, "Saya baik ke sekolah," kamu bisa tersenyum dan berkata, "Kamu pergi ke sekolah? Apa yang kamu lakukan di sana?" Kamu mengoreksi dengan mencontohkan, dan kamu menjaga percakapan tetap berjalan. Di sekolah, jika kamu sedang melakukan kerja kelompok, jadilah penolong yang baik. Jika seorang teman membuat kesalahan, tunggu jeda. Kemudian, kamu bisa berkata, "Saya pikir kata itu adalah 'children', bukan 'childs'. Ini yang rumit!" Ucapkan sebagai teman, bukan guru.
Saat kamu sedang melatih bahasa Inggrismu sendiri, jadilah pelatihmu sendiri yang baik. Jika kamu membuat kesalahan, katakan, "Ups, itu 'ate', bukan 'eated'. Biarkan saya coba lagi." Bersabarlah pada diri sendiri. Ingat, tujuannya adalah untuk berkomunikasi. Jika orang memahamimu, itu adalah kemenangan besar. Tata bahasa bisa menjadi lebih baik seiring waktu dan latihan. Dengan memikirkan kapan harus mengoreksi kesalahan tata bahasa pada anak-anak, kamu menciptakan dunia yang lebih baik dan lebih mendorong bagi pembelajar bahasa di mana pun.
Pendorong Penutup
Kamu melakukan pekerjaan yang luar biasa. Kamu adalah penolong yang bijaksana. Kamu adalah pemandu yang sabar. Kamu adalah komunikator yang baik. Saya sangat bangga padamu. Belajar tentang kapan harus mengoreksi tata bahasa menunjukkan bahwa kamu peduli dengan perasaan orang dan pertumbuhan mereka.
Simpan pengetahuan ini di hatimu. Gunakan itu untuk mendorong semua orang di sekitarmu. Rayakan keberanian yang dibutuhkan untuk berbicara bahasa baru. Setiap kalimat adalah kemenangan.
Ingat, bahasa adalah jembatan antara hati. Kita membangun jembatan itu dengan kebaikan, kesabaran, dan kegembiraan. Terus membangun, terus belajar, terus menjadi dirimu yang luar biasa. Kerja bagus, penjaga tata bahasa saya yang luar biasa.

