Apa yang Dapat Cerita Alkitab Anak-Anak tentang Perjamuan Terakhir Ajarkan kepada Kita tentang Kasih dan Mengingat?

Apa yang Dapat Cerita Alkitab Anak-Anak tentang Perjamuan Terakhir Ajarkan kepada Kita tentang Kasih dan Mengingat?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Sebuah ruangan di lantai atas. Sebuah meja siap. Yesus berkumpul dengan sahabat-sahabat terdekat-Nya untuk makan malam terakhir. Ia tahu apa yang akan terjadi. Ia tahu ada yang akan mengkhianati-Nya. Ia tahu ada yang akan menyangkal-Nya. Ia tahu mereka semua akan lari. Namun demikian, Ia mengasihi mereka. Namun demikian, Ia melayani mereka. Kisah Alkitab Anak-anak tentang Perjamuan Terakhir menunjukkan kepada kita hati Yesus pada malam sebelum Ia mati.

Kisah ini penuh makna. Ia menghubungkan masa lalu dengan masa depan. Ia memberi kita cara untuk mengingat Yesus selamanya. Mari kita berjalan ke lantai atas bersama-sama dan bergabung dengan Yesus di meja.

<h2>Apa kisahnya?</h2> Kisah Alkitab Anak-anak tentang Perjamuan Terakhir dimulai ketika Paskah mendekat. Yesus mengutus dua murid ke Yerusalem. Pergilah ke kota, kata-Nya kepada mereka. Seorang laki-laki yang membawa tempayan berisi air akan bertemu denganmu. Ikutilah dia. Katakan kepada pemilik rumah tempat ia masuk, Guru bertanya, Di manakah ruang tamu-Ku tempat Aku dapat makan Paskah bersama murid-murid-Ku?

Laki-laki itu akan menunjukkan kepada mereka sebuah ruangan besar di lantai atas, lengkap dengan perabotan dan siap. Mereka mempersiapkan perjamuan Paskah di sana.

Ketika malam tiba, Yesus datang bersama kedua belas rasul. Ia telah menunggu saat ini. Dengan rindu Aku ingin makan Paskah ini bersama kamu sebelum Aku menderita, kata-Nya kepada mereka.

Selama perjamuan, sesuatu yang mengejutkan terjadi. Yesus bangkit dari meja. Ia menanggalkan pakaian luar-Nya. Ia mengikatkan handuk pada pinggang-Nya. Ia menuangkan air ke dalam baskom dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya.

Pembasuhan kaki adalah pekerjaan para pelayan. Jalanan berdebu. Sandal tidak banyak melindungi. Para tamu membutuhkan kaki mereka dicuci. Tetapi tidak ada yang sukarela untuk tugas yang rendah ini. Sekarang Yesus, Guru dan Tuhan mereka, berlutut di hadapan mereka dengan sebuah baskom.

Petrus keberatan. Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku? Engkau tidak akan membasuh kakiku selama-lamanya!

Yesus menjawab, Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.

Petrus, yang selalu bersemangat, menjawab, Kalau begitu, Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!

Yesus menjelaskan bahwa mereka sudah bersih. Tetapi Ia menambahkan, Tidak semua kamu. Ia tahu siapa yang akan mengkhianati-Nya.

Setelah membasuh kaki mereka, Yesus mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? tanya-Nya. Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan tepat demikian, karena itulah Aku. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kaki. Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

Ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti. Ia mengucap syukur dan memecah-mecahkannya. Ia memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata, Ambillah, makanlah. Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu. Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.

Sesudah itu Ia mengambil cawan. Ia mengucap syukur dan memberikannya kepada mereka. Minumlah, kamu semua, kata-Nya. Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Aku berkata kepadamu, mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.

Kemudian Yesus menjatuhkan sebuah bom. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.

Murid-murid terkejut. Mereka saling memandang dan bertanya-tanya siapakah gerangan yang dimaksudkan-Nya.

Yesus berkata, Orang yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan apa yang ada tertulis tentang Dia, tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan.

Yudas, yang akan menyerahkan-Nya, bertanya, Bukan aku, ya Rabbi?

Yesus menjawab, Engkau telah mengatakannya.

Yesus juga mengatakan kepada Petrus bahwa ia akan menyangkal-Nya tiga kali sebelum ayam berkokok. Petrus bersikeras bahwa ia tidak akan pernah menyangkal Yesus, bahkan jika ia harus mati bersama-Nya.

Setelah menyanyikan sebuah himne, mereka pergi ke Bukit Zaitun. Perjamuan Terakhir telah selesai. Jalan menuju salib terbentang di depan.

<h2>Pesan dari kisah tersebut</h2> Kisah Alkitab Anak-anak tentang Perjamuan Terakhir membawa pesan yang mendalam tentang kasih dan pelayanan. Yesus, Tuhan atas segalanya, membasuh kaki yang kotor. Ia menunjukkan bahwa kebesaran berarti melayani orang lain. Tidak ada tugas yang terlalu rendah untuk kasih.

Kisah ini juga menunjukkan bahwa Yesus tahu segalanya dan tetap mengasihi. Ia tahu Yudas akan mengkhianati-Nya. Ia tetap membasuh kaki Yudas. Ia tahu Petrus akan menyangkal-Nya. Ia tetap melayani Petrus. Yesus mengasihi kita, mengetahui segala sesuatu tentang kita.

Yesus memberi kita cara untuk mengingat-Nya. Setiap kali kita memecah-mecah roti dan berbagi cawan, kita mengingat tubuh-Nya yang hancur bagi kita, darah-Nya yang tercurah bagi kita. Perjamuan sederhana ini menghubungkan kita dengan Yesus dan satu sama lain.

Perjamuan Terakhir juga terhubung dengan Paskah. Selama berabad-abad, umat Allah mengingat bagaimana Allah menyelamatkan mereka dari Mesir. Sekarang Yesus memberikan makna baru pada kisah lama. Ia menjadi anak domba Paskah yang menyelamatkan kita dari dosa dan maut.

Kita dapat bertanya kepada anak-anak kita, Bagaimana perasaanmu ketika seseorang melayanimu? Bagaimana kamu dapat melayani orang lain seperti Yesus membasuh kaki?

<h2>Pembelajaran kosakata</h2> Kisah Alkitab Anak-anak tentang Perjamuan Terakhir memperkenalkan kata-kata penting yang membantu anak-anak memahami perjamuan kudus ini.

Paskah berarti perayaan Yahudi yang memperingati ketika Allah melewati rumah-rumah Israel di Mesir dan menyelamatkan anak sulung mereka. Yesus makan Paskah bersama murid-murid-Nya.

Perjanjian berarti janji khusus antara Allah dan umat-Nya. Yesus menyebut darah-Nya darah perjanjian.

Mengingat berarti mengingat seseorang dengan cara khusus. Yesus berkata untuk makan roti dan minum cawan untuk mengingat Dia.

Mengkhianati berarti berbalik melawan seorang teman. Yudas mengkhianati Yesus dengan sebuah ciuman.

Menyangkal berarti mengatakan bahwa kamu tidak mengenal seseorang. Petrus menyangkal mengenal Yesus.

Himne berarti nyanyian pujian kepada Allah. Mereka menyanyikan sebuah himne sebelum pergi.

Setelah membaca, kita dapat menggunakan kata-kata ini secara alami. Ketika kita mengambil komuni di gereja, kamu mungkin berkata, Kita sedang mengingat Yesus seperti yang Ia minta. Ketika seseorang mengecewakan kita, kamu mungkin berkata, Itu terasa seperti pengkhianatan, tetapi Yesus tahu bagaimana rasanya.

<h2>Poin fonetik</h2> Nama-nama dalam kisah Alkitab Anak-anak tentang Perjamuan Terakhir memberi kita latihan fonetik.

Paskah memiliki tiga suku kata. Pas-kah. P-nya meletus. A-nya pendek. S-nya mendesis. O-nya pendek. V membutuhkan gigi di bibir. Pas-kah.

Yudas memiliki dua suku kata. Yu-das. J mendorong udara melalui gigi. U-nya pendek. D menyentuh langit-langit mulut. S mendesis. Yu-das.

Petrus memiliki dua suku kata. Pe-trus. P-nya meletus. E-nya panjang. T menyentuh langit-langit mulut. R melengkung. Pe-trus.

Perjanjian memiliki tiga suku kata. Per-jan-ji-an. C berbunyi seperti K. O-nya pendek. V membutuhkan gigi di bibir. N-nya sengau. Per-jan-ji-an.

Kita dapat bermain dengan suara-suara ini dengan menemukan kata-kata lain dengan pola yang sama. Paskah dan pas keduanya dimulai dengan Pas. Yudas dan jus keduanya dimulai dengan Yu. Petrus dan kacang keduanya dimulai dengan Pe.

<h2>Pola tata bahasa</h2> Kisah Alkitab Anak-anak tentang Perjamuan Terakhir menggunakan pola bahasa yang membantu anak-anak memahami momen yang mendalam ini.

Perintah menunjukkan otoritas Yesus. Ambillah dan makanlah. Minumlah dari cawan itu. Perbuatlah ini menjadi peringatan. Yesus memberikan instruksi yang membentuk gereja selamanya.

Pertanyaan mengungkapkan hati. Bukan aku, ya Tuhan? Setiap murid bertanya. Pertanyaan itu menunjukkan bahwa mereka tidak yakin pada diri mereka sendiri.

Kontras muncul di seluruh. Yesus adalah Tuhan, namun Ia membasuh kaki. Ia adalah Guru, namun Ia melayani. Ia tahu pengkhianatan, namun Ia mengasihi. Kontras ini menunjukkan hati Allah.

Pengulangan menekankan pentingnya. Inilah tubuh-Ku... inilah darah-Ku. Yesus menggunakan kata-kata sederhana untuk perjamuan sederhana yang membawa makna kekal.

Setelah membaca, kita dapat memperhatikan pola-pola ini. Yesus berkata, Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku. Apa artinya mengingat seseorang? Bagaimana kita mengingat orang yang kita cintai?

<h2>Aktivitas belajar</h2> Kisah Alkitab Anak-anak tentang Perjamuan Terakhir menginspirasi kegiatan lembut yang membantu anak-anak terhubung dengan maknanya.

Latihan membasuh kaki di rumah. Isi baskom dengan air hangat. Bergantianlah membasuh kaki satu sama lain. Bicaralah tentang bagaimana rasanya melayani dan dilayani. Inilah yang dilakukan Yesus.

Buatlah roti sederhana bersama-sama. Gunakan resep untuk roti pipih atau pita. Saat kamu mencampur dan menguleni, bicaralah tentang bagaimana Yesus mengambil roti dan mengucap syukur. Makanlah bersama sebagai keluarga.

Gambarlah ruang atas. Tunjukkan meja, lampu, murid-murid, dan Yesus membasuh kaki. Tambahkan detail dari cerita. Bicaralah tentang apa yang mungkin dipikirkan setiap orang.

Buatlah buku peringatan. Setiap kali kamu melakukan sesuatu yang istimewa sebagai keluarga, tulislah atau gambarlah sebuah gambar. Lihatlah kembali bersama-sama dan ingatlah. Ini seperti apa yang diminta Yesus untuk kita lakukan dengan roti dan cawan.

<h2>Materi cetak</h2> Banyak materi cetak yang luar biasa ada untuk kisah Alkitab Anak-anak tentang Perjamuan Terakhir.

Carilah halaman mewarnai yang menunjukkan Yesus membasuh kaki, murid-murid di meja, Yesus memecah roti, dan cawan. Anak-anak dapat mewarnai saat kamu berbicara tentang setiap momen.

Temukan alas meja cetak dengan kisah Perjamuan Terakhir. Gunakan mereka selama makan khusus. Bacalah cerita bersama saat kamu makan.

Beberapa situs web menawarkan lembar aktivitas komuni cetak untuk anak-anak. Penjelasan sederhana tentang apa arti komuni dan bagaimana kita mengingat Yesus.

Kamu mungkin juga menemukan kartu ayat cetak dengan kata-kata Yesus. Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku. Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu. Tampilkan ini di tempat yang dapat dilihat anakmu.

<h2>Permainan edukasi</h2> Permainan berdasarkan Perjamuan Terakhir membantu anak-anak menginternalisasi pelajaran ini melalui bermain.

Mainkan permainan memori dengan barang-barang dari cerita. Roti, cawan, baskom, handuk, air, meja. Balikkan kartu dan temukan kecocokan. Ketika kamu menemukan kecocokan, ceritakan mengapa barang itu penting dalam cerita.

Buatlah tantangan pelayanan. Selama satu hari, semua orang berusaha melayani orang lain tanpa diminta. Cuci piring. Bantu dengan pekerjaan rumah. Tuangkan minuman untuk seseorang. Pada akhir hari, bicaralah tentang bagaimana rasanya melayani seperti Yesus.

Mainkan permainan siapa yang mengatakannya? Bacalah kutipan dari Perjamuan Terakhir. Beberapa adalah Yesus. Beberapa adalah murid. Tebak siapa yang mengucapkan setiap kata.

Untuk anak-anak yang lebih kecil, mainkan permainan mencocokkan sederhana yang mencocokkan Yesus dengan roti, dengan cawan, dengan baskom dan handuk.

Permainan ini menunjukkan bahwa Perjamuan Terakhir menawarkan peluang luar biasa untuk belajar melalui bermain. Anak-anak menyerap maknanya sambil bersenang-senang bersama.

<h2>Hadiah mengingat</h2> Kisah Alkitab Anak-anak tentang Perjamuan Terakhir memberi kita sebuah hadiah. Yesus tahu Ia akan pergi. Ia tahu teman-teman-Nya akan sedih dan takut. Jadi Ia memberi mereka sesuatu untuk dilakukan. Setiap kali mereka makan roti dan minum anggur, mereka akan mengingat-Nya. Mereka akan mengingat kasih-Nya. Mereka akan mengingat pengorbanan-Nya.

Kita masih melakukan ini hari ini. Di gereja-gereja di seluruh dunia, orang-orang berkumpul di meja Tuhan. Kita memecah roti. Kita berbagi cawan. Kita mengingat. Dan entah bagaimana, Yesus menemui kita di sana.

Perjamuan Terakhir juga menunjukkan kepada kita bagaimana cara hidup. Jika Yesus membasuh kaki, kita dapat membasuh kaki. Jika Yesus melayani, kita dapat melayani. Jika Yesus mengasihi bahkan mereka yang akan mengecewakan-Nya, kita juga dapat mengasihi.

<h2>Apa yang kita pelajari dari Perjamuan Terakhir</h2> Perjamuan Terakhir mengajarkan kita bahwa kasih melayani. Yesus bisa saja menghabiskan jam-jam terakhir-Nya dengan cara apa pun yang Ia pilih. Ia memilih untuk berlutut dengan baskom dan handuk. Kasih tampak seperti melayani.

Perjamuan Terakhir juga mengajarkan kita bahwa Yesus mengenal kita dan tetap mengasihi kita. Ia tahu Yudas akan mengkhianati. Ia tahu Petrus akan menyangkal. Ia tetap mengasihi mereka. Ia mengenal kita sepenuhnya dan tetap mengasihi kita.

Yang terpenting, Perjamuan Terakhir memberi kita cara untuk tetap terhubung dengan Yesus. Setiap kali kita mengingat-Nya, Ia bersama kita. Setiap kali kita memecah roti, Ia hadir. Setiap kali kita berbagi cawan, kita berbagi dalam hidup-Nya.

Ketika kita berbagi kisah Alkitab Anak-anak tentang Perjamuan Terakhir ini dengan anak-anak kita, kita memberi mereka sebuah perjamuan yang tidak pernah berakhir. Kita memberi mereka cara untuk mengingat Yesus sepanjang hidup mereka. Kita memberi mereka gambaran tentang kasih yang berlutut untuk melayani.

Jadi temukan Alkitab anak-anak dengan kisah ini. Duduklah bersama. Berjalanlah ke lantai atas ke ruang atas. Saksikan Yesus membasuh kaki yang berdebu. Dengarkan Ia memecah roti. Ambillah cawan itu. Kemudian pergilah ke malam hari, siap untuk mengasihi dan melayani karena Ia terlebih dahulu mengasihi dan melayani kita.