Apa yang Dapat Cerita Alkitab Anak-Anak tentang Ketaatan Ajarkan kepada Kita tentang Mengikuti Tuhan?

Apa yang Dapat Cerita Alkitab Anak-Anak tentang Ketaatan Ajarkan kepada Kita tentang Mengikuti Tuhan?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Seorang pria membangun sebuah perahu raksasa jauh dari air. Seorang anak laki-laki mendaki gunung bersama ayahnya sambil membawa kayu bakar. Seorang jenderal mencelupkan dirinya tujuh kali di sungai yang berlumpur. Pilihan-pilihan aneh ini hanya masuk akal karena seseorang meminta dan seseorang taat. Cerita-cerita Alkitab anak-anak tentang ketaatan menunjukkan kepada kita apa yang terjadi ketika orang percaya dan mengikuti perintah Tuhan.

Cerita-cerita ini memicu pertanyaan dalam benak anak-anak. Mengapa ada orang yang melakukan hal-hal yang tidak biasa seperti itu? Jawabannya terletak pada hubungan. Ketika kita mencintai seseorang, kita mendengarkan mereka. Mari kita jelajahi bersama seperti apa ketaatan itu dalam Alkitab dan apa artinya bagi keluarga kita saat ini.

<h2>Apa ceritanya?</h2> Cerita-cerita Alkitab anak-anak tentang ketaatan muncul di seluruh Kitab Suci. Salah satu yang paling kuat melibatkan seorang pria bernama Nuh. Tuhan memandang dunia dan melihat kejahatan yang mengerikan. Di mana-mana orang membuat pilihan yang salah dan saling menyakiti. Tuhan memutuskan untuk memulai dari awal.

Tuhan berbicara kepada Nuh. Dia menyuruh Nuh untuk membangun sebuah perahu yang sangat besar yang disebut bahtera. Bahtera itu harus persis seperti yang Tuhan gambarkan. Tiga tingkat. Terbuat dari kayu gofir. Ditutupi dengan ter di dalam dan di luar. Dengan kamar untuk keluarga Nuh dan setiap jenis binatang.

Hal ini tampak aneh. Nuh tinggal jauh dari laut. Hujan belum pernah turun di bumi sebelumnya. Membangun perahu raksasa tidak masuk akal bagi siapa pun yang menonton. Tetapi Nuh tidak berdebat. Dia tidak membuat alasan. Alkitab hanya mengatakan, Nuh melakukan segalanya seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya.

Tahun demi tahun Nuh membangun. Orang-orang pasti telah menertawakan dan mengejek. Apa yang dilakukan orang tua itu? Membangun perahu di tengah-tengah tempat yang tidak ada apa-apanya? Tetapi Nuh terus bekerja. Dia mempercayai firman Tuhan lebih dari pendapat orang.

Akhirnya bahtera itu selesai. Tuhan mengirimkan binatang-binatang itu, dua-dua. Nuh, istrinya, ketiga putranya, dan istri mereka masuk ke dalam bahtera. Kemudian Tuhan menutup pintu. Hujan mulai turun. Hujan turun selama empat puluh hari dan empat puluh malam. Air menutupi bahkan gunung-gunung tertinggi. Setiap makhluk hidup di luar bahtera mati.

Tetapi Nuh dan keluarganya mengapung dengan selamat melalui badai. Ketika air akhirnya surut, mereka melangkah keluar ke bumi yang bersih. Tuhan membuat janji untuk tidak akan pernah lagi menenggelamkan seluruh bumi. Pelangi muncul sebagai tanda dari janji itu. Ketaatan Nuh menyelamatkan keluarganya dan semua binatang bersamanya.

<h2>Pesan dari cerita</h2> Cerita-cerita Alkitab anak-anak tentang ketaatan membawa pesan yang mendalam tentang kepercayaan. Nuh taat sebelum dia melihat bukti apa pun. Dia mempercayai firman Tuhan lebih dari apa yang bisa dilihat matanya. Inilah inti dari iman.

Cerita itu juga menunjukkan bahwa ketaatan seringkali tampak bodoh bagi orang lain. Membangun perahu di darat tidak masuk akal. Orang-orang mengejek Nuh selama bertahun-tahun. Tetapi dia terus maju. Anak-anak belajar bahwa mengikuti Tuhan mungkin berarti melakukan hal-hal yang tidak dipahami orang lain.

Ketaatan membawa berkat. Nuh dan keluarganya selamat karena dia mendengarkan. Binatang-binatang itu selamat karena dia bekerja. Ketaatan tidak hanya melindungi kita. Itu juga melindungi orang lain.

Tuhan memperhatikan ketaatan Nuh. Alkitab menyebut Nuh sebagai orang benar yang hidup bersama Tuhan. Pilihan-pilihan kesetiaannya sehari-hari membangun hubungan yang bertahan melalui badai.

Kita dapat bertanya kepada anak-anak kita, Pernahkah ada orang yang meminta Anda melakukan sesuatu yang tampak aneh? Bagaimana Anda memutuskan apakah akan melakukannya? Apa yang membantu Anda mempercayai orang yang mencintai Anda?

<h2>Pembelajaran kosakata</h2> Cerita-cerita Alkitab anak-anak tentang ketaatan memperkenalkan kata-kata penting yang membantu anak-anak memahami tema ini.

Ketaatan berarti melakukan apa yang diminta oleh seseorang yang berwenang. Nuh menunjukkan ketaatan kepada Tuhan.

Bahtera berarti perahu atau wadah besar. Bahtera Nuh menampung keluarganya dan binatang-binatang itu.

Benar berarti hidup dengan cara yang menyenangkan Tuhan. Alkitab menyebut Nuh benar.

Perjanjian berarti janji khusus antara Tuhan dan manusia. Tuhan membuat perjanjian dengan Nuh untuk tidak akan pernah lagi menenggelamkan bumi.

Pelangi adalah tanda janji Tuhan. Setiap pelangi mengingatkan kita akan kesetiaan Tuhan.

Iman berarti percaya pada seseorang atau sesuatu bahkan ketika Anda tidak dapat melihatnya. Nuh memiliki iman pada firman Tuhan.

Setelah membaca, kita dapat menggunakan kata-kata ini secara alami. Ketika anak Anda mengikuti instruksi, Anda mungkin berkata, Terima kasih atas ketaatanmu. Ketika Anda melihat pelangi, Anda mungkin berkata, Di sana ada janji Tuhan, seperti yang dilihat Nuh.

<h2>Poin fonik</h2> Cerita-cerita Alkitab anak-anak tentang ketaatan memberi kita latihan fonik yang indah.

Nuh memiliki dua suku kata tetapi hanya empat huruf. No-ah. O-nya panjang seperti dalam go. H di akhir lembut. No-uh. Berlatih mengucapkan Nuh dengan jelas.

Bahtera memiliki tiga huruf tetapi satu suku kata. Ar-k. AR membuat suara seperti dalam car. K di akhir tajam. Bahtera. Kata pendek ini mudah bagi pembaca muda.

Pelangi memiliki dua suku kata. Rain-bow. R di awal membutuhkan melengkungkan lidah. AY dalam rain membuat suara A panjang. OW dalam bow membuat suara O panjang. Rain-bow.

Perjanjian memiliki tiga suku kata. Cov-e-nant. C di awal bisa terdengar seperti K. V membutuhkan menyentuh gigi ke bibir. Cov-e-nant. Kata yang lebih panjang ini memberikan latihan suku kata.

Kita dapat bermain-main dengan suara-suara ini dengan menemukan kata-kata lain dengan pola yang sama. Nuh dan no keduanya dimulai dengan No. Bahtera dan arm keduanya dimulai dengan Ar. Pelangi dan raincoat keduanya dimulai dengan Rain.

<h2>Pola tata bahasa</h2> Cerita-cerita Alkitab anak-anak tentang ketaatan menggunakan pola bahasa yang membantu anak-anak memahami cara kerja kalimat.

Kita melihat pernyataan yang sederhana dan kuat. Nuh melakukan segalanya seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Kalimat pendek ini membawa makna yang sangat besar. Ini merangkum tahun-tahun kerja yang setia.

Cerita menggunakan pengulangan untuk penekanan. Tuhan berkata bangunlah bahtera. Nuh membangun bahtera. Tuhan berkata bawalah binatang. Nuh membawa binatang. Pola tersebut menunjukkan bahwa Nuh mencocokkan tindakannya dengan firman Tuhan.

Kita melihat kontras antara sebelum dan sesudah. Sebelum banjir, orang-orang mengejek. Setelah banjir, hanya keluarga Nuh yang tersisa. Kontras ini menunjukkan konsekuensi dari pilihan.

Perintah muncul di seluruh. Bangunlah bahtera. Masuklah ke dalam bahtera. Keluarlah dari bahtera. Tuhan memberikan instruksi yang jelas. Nuh mengikutinya.

Setelah membaca, kita dapat memperhatikan pola-pola ini. Cerita mengatakan Nuh melakukan segalanya seperti yang diperintahkan Tuhan. Kata segalanya itu berarti dia tidak memilih-milih. Dia taat sepenuhnya.

<h2>Aktivitas belajar</h2> Cerita-cerita Alkitab anak-anak tentang ketaatan menginspirasi kegiatan lembut yang membantu anak-anak menjelajahi apa artinya ketaatan.

Bangunlah bahtera kecil bersama menggunakan balok atau kotak sepatu. Kumpulkan pasangan mainan binatang. Muat mereka ke dalam bahtera Anda. Bicaralah tentang bagaimana Nuh bekerja selama bertahun-tahun. Bagaimana dia terus maju ketika orang-orang menertawakan?

Buatlah bagan ketaatan untuk keluarga Anda. Daftar instruksi sederhana yang membantu semua orang. Singkirkan mainan. Sikat gigi. Bicaralah dengan baik. Ketika seseorang menindaklanjuti, rayakan ketaatan mereka.

Berlatih permainan mendengarkan. Bisikkan instruksi sederhana di seberang ruangan. Bisakah anak Anda mendengar dan mematuhi? Mulailah dengan satu langkah, lalu tambahkan lebih banyak. Ini membangun keterampilan mendengarkan dan membuat ketaatan menjadi menyenangkan.

Gambar pelangi bersama menggunakan semua warna. Gantung di tempat yang bisa Anda lihat. Bicaralah tentang janji-janji Tuhan setiap kali Anda memperhatikannya. Janji apa yang telah Tuhan tepati dalam keluarga Anda?

<h2>Materi yang dapat dicetak</h2> Banyak materi cetak yang luar biasa ada untuk cerita-cerita Alkitab anak-anak tentang ketaatan.

Carilah halaman mewarnai yang menunjukkan Nuh membangun bahtera, binatang masuk dua-dua, dan pelangi setelah banjir. Anak-anak dapat mewarnai saat Anda berbicara tentang pekerjaan setia Nuh.

Temukan kartu binatang yang dapat dicetak dengan pasangan binatang. Potong dan cocokkan pasangannya. Muat mereka ke dalam bahtera yang digambar. Ini membangun keterampilan mencocokkan sambil terhubung ke cerita.

Beberapa situs web menawarkan kupon ketaatan yang dapat dicetak. Terima kasih telah mematuhi dengan cepat. Kupon ini berlaku untuk satu cerita khusus sebelum tidur. Ini menghargai ketaatan dengan cara yang positif.

Anda mungkin juga menemukan kartu ayat yang dapat dicetak tentang ketaatan. Anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena inilah yang benar. Tampilkan ini di tempat yang dapat dilihat anak Anda.

<h2>Permainan edukasi</h2> Permainan berdasarkan cerita ketaatan membantu anak-anak menghayati pelajaran ini melalui bermain.

Mainkan Simon Says untuk melatih mendengarkan dan mematuhi. Bicaralah tentang bagaimana mematuhi dalam permainan itu menyenangkan, sama seperti mematuhi instruksi nyata membuat kita aman dan bahagia.

Buatlah permainan memori pasangan binatang. Gunakan gambar binatang yang berbeda. Balikkan dan temukan pasangan yang cocok, sama seperti binatang datang ke Nuh berpasangan.

Mainkan permainan trust fall atau trust walk. Satu orang menutup mata mereka sementara yang lain membimbing mereka dengan aman. Bicaralah tentang bagaimana Nuh mempercayai Tuhan bahkan ketika dia tidak dapat melihat apa yang akan terjadi.

Untuk anak-anak yang lebih kecil, mainkan permainan sederhana ikuti pemimpin. Bergantian menjadi pemimpin. Semua orang harus mengikuti dengan tepat. Bicaralah tentang bagaimana Nuh mengikuti Tuhan sebagai pemimpinnya.

Permainan ini menunjukkan bahwa belajar tentang ketaatan bisa lembut dan menyenangkan. Anak-anak menyerap pelajaran sambil bersenang-senang bersama.

<h2>Cerita ketaatan lainnya</h2> Cerita-cerita Alkitab anak-anak tentang ketaatan mencakup contoh kuat lainnya. Seorang pria bernama Abraham mendengar suara Tuhan. Tuhan menyuruhnya untuk meninggalkan negaranya, bangsanya, dan rumah ayahnya. Pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu, kata Tuhan.

Abraham pergi. Dia tidak tahu di mana. Dia mengemasi semuanya dan mulai berjalan. Ketaatannya berarti meninggalkan semua yang dikenal. Kepercayaannya berarti melangkah ke hal yang tidak diketahui.

Bertahun-tahun kemudian, Tuhan menguji Abraham dengan cara yang lebih sulit. Ambillah anakmu, anakmu satu-satunya, yaitu Ishak yang engkau kasihi, pergilah ke tanah Moria. Persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran.

Abraham bangun pagi-pagi keesokan harinya. Dia memasang pelana keledainya dan membawa Ishak dan dua pelayannya. Mereka melakukan perjalanan selama tiga hari. Ishak membawa kayu untuk api. Dia bertanya, Bapa, di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?

Abraham menjawab, Tuhan sendiri yang akan menyediakan anak domba itu.

Mereka membangun mezbah. Abraham mengikat Ishak dan menempatkannya di atas kayu. Dia mengulurkan tangannya untuk mengambil pisau. Kemudian malaikat Tuhan berseru, Abraham! Abraham! Janganlah mengangkat tanganmu kepada anak itu. Sekarang Aku tahu bahwa engkau takut akan Tuhan, karena engkau tidak segan-segan menyerahkan anakmu.

Abraham melihat ke atas dan melihat seekor domba jantan tersangkut dalam belukar. Dia mempersembahkannya sebagai gantinya. Dia menamai tempat itu Tuhan Menyediakan.

Cerita ini menimbulkan pertanyaan sulit. Mengapa Tuhan meminta hal seperti itu? Intinya bukanlah tentang menyakiti Ishak. Tuhan menginginkan hati Abraham sepenuhnya. Abraham membuktikan bahwa dia mencintai Tuhan lebih dari apa pun, bahkan putranya yang dijanjikan. Dan Tuhan menyediakan domba jantan itu, seperti yang dikatakan Abraham kepada Ishak.

<h2>Pesan dari cerita ini</h2> Cerita ketaatan kedua ini membawa pesan yang lebih dalam lagi. Abraham menunggu selama beberapa dekade untuk Ishak. Ishak adalah anak perjanjian, orang yang melaluinya Tuhan akan memberkati seluruh dunia. Menyerahkannya membutuhkan segalanya.

Ketaatan Abraham menunjukkan kepercayaan yang radikal. Dia percaya bahwa bahkan jika dia mengorbankan Ishak, Tuhan dapat membangkitkannya dari kematian. Dia mempercayai karakter Tuhan lebih dari yang dia pahami perintah Tuhan.

Cerita itu juga menunjuk ke depan. Berabad-abad kemudian, Bapa lain akan memberikan Putra-Nya yang tunggal. Allah Bapa tidak menyediakan domba jantan. Dia menyediakan Yesus. Pengorbanan itu terjadi di gunung lain, tidak jauh dari tempat Abraham percaya.

Anak-anak belajar bahwa ketaatan terkadang membutuhkan biaya. Itu meminta kita untuk percaya ketika kita tidak dapat melihat. Tetapi Tuhan selalu menyediakan. Domba jantan di belukar. Anak domba Allah. Penyediaan datang.

Kita dapat bertanya kepada anak-anak kita, Apa hal tersulit yang pernah diminta seseorang untuk Anda lakukan? Bagaimana perasaan Anda? Apakah ada hal baik yang datang darinya?

<h2>Belajar dari kedua cerita</h2> Cerita-cerita Alkitab anak-anak tentang ketaatan menunjukkan kepada kita berbagai jenis tanggapan yang setia. Nuh taat dengan membangun. Abraham taat dengan pergi dan dengan percaya. Keduanya mendengarkan. Keduanya bertindak. Keduanya menerima berkat Tuhan.

Ketaatan tidak berarti kita memahami segalanya. Nuh tidak mengerti hujan. Abraham tidak mengerti pengorbanan. Mereka mengerti orang yang berbicara. Itu sudah cukup.

Ketaatan juga tidak berarti kita mendapatkan kasih Tuhan. Tuhan mengasihi Nuh sebelum bahtera. Tuhan mengasihi Abraham sebelum perjalanan. Ketaatan mengalir dari hubungan. Kita taat karena kita percaya kepada orang yang mengasihi kita.

Untuk anak-anak, cerita-cerita ini menawarkan contoh tanpa rasa malu. Nuh dan Abraham tidak sempurna. Mereka juga membuat kesalahan. Tetapi ketika Tuhan berbicara, mereka mendengarkan. Itulah yang penting.

Ketika kita membagikan cerita-cerita ini kepada anak-anak kita, kita memberi mereka model untuk kehidupan mereka sendiri. Mereka belajar bahwa mengikuti Tuhan mungkin tampak aneh bagi orang lain. Mereka belajar bahwa kepercayaan mengarah pada berkat. Mereka belajar bahwa Tuhan yang berbicara kepada Nuh dan Abraham masih berbicara hari ini, masih membimbing, masih menyediakan.

Jadi temukan Alkitab anak-anak dengan cerita-cerita ini. Duduklah bersama. Bangunlah bahtera dalam imajinasi Anda. Daki gunung bersama Abraham dan Ishak. Bicaralah tentang ketaatan bukan sebagai kepatuhan buta pada aturan tetapi sebagai kepercayaan yang penuh kasih. Cerita-cerita itu akan tetap berada di hati anak-anak Anda, membimbing mereka ketika mereka menghadapi pilihan mereka sendiri tentang siapa yang harus diikuti.