Apa yang Kamu Inginkan, Apa yang Diinginkan, Apa yang Pernah Kamu Inginkan, dan Apa yang Tidak Diinginkan?

Apa yang Kamu Inginkan, Apa yang Diinginkan, Apa yang Pernah Kamu Inginkan, dan Apa yang Tidak Diinginkan?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Kamu menginginkan mainan baru untuk ulang tahunmu. Perasaan menginginkan bisa tumbuh kuat. Kata-kata “ingin, menginginkan, diinginkan, tidak diinginkan” semuanya berasal dari satu keluarga. Masing-masing kata berbicara tentang keinginan atau kekurangan. Tetapi masing-masing memiliki peran yang berbeda dalam sebuah kalimat. Mempelajari keluarga kata ini membantu anak-anak mengungkapkan kebutuhan dan memahami penolakan. Mari kita jelajahi keempat kata ini bersama-sama.

Apa Maksud dari “Kata yang Sama, Bentuk yang Berbeda”? Satu gagasan inti dapat tumbuh menjadi banyak bentuk kata. Maknanya tetap sama di intinya. Tetapi kata tersebut mengubah akhirnya untuk peran baru. Sebagai contoh, “ingin” adalah kata kerja atau kata benda. “Menginginkan” adalah kata sifat atau bentuk kata kerja. “Diinginkan” adalah kata sifat atau bentuk kata kerja. “Tidak diinginkan” adalah kata sifat. Mengetahui keempat bentuk ini membantu anak berbicara tentang keinginan dan perasaan.

Kata Ganti Orang Berubah Bentuknya Kata ganti berubah dari “dia” menjadi “dia” atau “miliknya”. Keluarga kata kita berubah dengan menambahkan akhiran dan awalan. Pikirkan “ingin” sebagai inti perasaan keinginan. “Menginginkan” mengubah tindakan itu menjadi keadaan yang sedang berlangsung atau kekurangan. “Diinginkan” mengubah tindakan menjadi masa lalu atau keadaan yang diinginkan. “Tidak diinginkan” menambahkan “tidak-” yang berarti tidak diinginkan. Masing-masing bentuk menjawab pertanyaan sederhana. Keinginan apa? Ingin. Apa keadaan kekurangan? Menginginkan. Apa yang diinginkan di masa lalu atau sedang dicari? Diinginkan. Apa yang tidak diinginkan? Tidak diinginkan.

Dari Kata Kerja ke Kata Benda ke Kata Sifat ke Kata Keterangan – Satu Keluarga, Banyak Kata Keluarga ini memiliki kata kerja, kata benda, kata sifat, dan bentuk kata kerja. Mari kita mulai dengan kata kerja “ingin”. Kata Kerja: Saya ingin segelas air, tolong. “Ingin” berarti menginginkan atau mengharapkan sesuatu.

“Ingin” juga bisa menjadi kata benda. Kata Benda: Kekurangan makanan membuat semua orang lapar. “Ingin” berarti kekurangan atau kebutuhan.

Berikutnya adalah “menginginkan” sebagai kata sifat. Kata Sifat: Supnya kurang garam. “Menginginkan” berarti kurang atau tidak cukup baik. “Menginginkan” juga bisa menjadi bentuk kata kerja. Kata Kerja (sedang berlangsung): Dia ingin segera pergi.

Lalu “diinginkan” sebagai kata sifat. Kata Sifat: Poster orang yang dicari menunjukkan penjahatnya. “Diinginkan” berarti sedang dicari atau diinginkan. “Diinginkan” juga bisa menjadi bentuk kata kerja (masa lalu dari ingin). Kata Kerja (lampau): Saya ingin seekor anak anjing ketika saya berusia lima tahun.

Terakhir kata sifat “tidak diinginkan”. Kata Sifat: Hadiah yang tidak diinginkan dapat disumbangkan. “Tidak diinginkan” berarti tidak diinginkan atau tidak diterima.

Satu Akar, Banyak Peran – Bagaimana Kata Tumbuh dari Tindakan Menjadi Kualitas Kata Norse Kuno “vanta” berarti kekurangan. Dari akar ini, kami membangun sebuah keluarga tentang keinginan dan kekurangan. “Ingin” mempertahankan arti kata kerja dan kata benda utama. Menambahkan -ing menjadikan “menginginkan” (kekurangan atau menginginkan). Menambahkan -ed menjadikan “diinginkan” (diinginkan di masa lalu). Menambahkan awalan “tidak-” menjadikan “tidak diinginkan” (tidak diinginkan). Anak-anak dapat melihat pola yang sama dalam keluarga lain. Sebagai contoh, “butuh, membutuhkan, dibutuhkan, tidak dibutuhkan”. Mempelajari awalan “tidak-” membantu anak-anak menggambarkan kebalikan dari keinginan.

Makna yang Sama, Peran yang Berbeda – Apakah Itu Kata Kerja atau Kata Benda? Perhatikan dengan seksama peran masing-masing kata. “Ingin” bisa menjadi kata kerja atau kata benda. Contoh kata kerja: Apakah kamu ingin es krim? Contoh kata benda: Tanaman mati karena kekurangan air.

“Menginginkan” adalah kata sifat atau bentuk kata kerja. Contoh kata sifat: Jawabannya kurang. Contoh kata kerja: Saya ingin pulang.

“Diinginkan” adalah kata sifat atau bentuk kata kerja. Contoh kata sifat: Pria yang dicari itu ditangkap. Contoh kata kerja: Dia ingin tinggal lebih lama.

“Tidak diinginkan” adalah kata sifat. Contoh: Email yang tidak diinginkan memenuhi folder spam. Masing-masing bentuk memiliki peran yang jelas.

Kata Sifat dan Kata Keterangan – Kapan Kita Menambahkan -ly? Kita dapat membuat kata keterangan dari kata sifat ini. Tambahkan -ly ke “menginginkan” untuk membuat “wantingly” (jarang). Tambahkan -ly ke “diinginkan” untuk membuat “wantedly” (sangat jarang). Tambahkan -ly ke “tidak diinginkan” untuk membuat “unwantedly.” Untuk pelajar muda, fokuslah pada kata kerja dan kata sifat “tidak diinginkan”. Peringatan sederhana: “Ingin adalah keinginan. Diinginkan adalah masa lalu atau sedang dicari. Menginginkan berarti kekurangan. Tidak diinginkan berarti tidak diinginkan.”

Waspadalah terhadap Perubahan Ejaan yang Rumit (Huruf Ganda, y menjadi i, dan Lainnya) “Ingin” tidak memiliki huruf ganda. Tambahkan -ing untuk membuat “menginginkan”. Ingin + ing = menginginkan (tidak ada perubahan). Tambahkan -ed untuk membuat “diinginkan”. Ingin + ed = diinginkan (tidak ada perubahan). Tambahkan awalan “tidak-” untuk membuat “tidak diinginkan”. Tidak + diinginkan = tidak diinginkan (tidak ada perubahan). Kesalahan umum adalah menulis “ingin” sebagai “wont” (yang berarti terbiasa dengan). Katakan “Ingin memiliki a. Ingin adalah keinginan. Wont adalah kebiasaan.” Kesalahan lainnya adalah “menginginkan” dieja “menginginkan” (benar) tetapi beberapa orang menulis “menginginkan” (sama). Bagus. Kesalahan lainnya adalah “diinginkan” dieja “diinginkan” (benar) tetapi beberapa orang menulis “diinginkan” (sama). Bagus. Kesalahan lainnya adalah “tidak diinginkan” dieja “tidak diinginkan” (benar) tetapi beberapa orang menulis “unwonted” (yang berarti tidak biasa). Katakan “Tidak diinginkan berarti tidak diinginkan. Unwonted berarti tidak biasa.”

Mari Berlatih – Bisakah Kamu Memilih Bentuk yang Tepat? Coba kalimat-kalimat ini dengan anak Anda. Bacalah masing-masing dengan lantang. Pilih kata yang benar dari keluarga tersebut.

Saya ______ buku baru untuk dibaca. Jawaban: ingin (kata kerja)

Bunga-bunga itu mati karena ______ sinar matahari. Jawaban: ingin (kata benda)

Esainya ______ bukti. Itu membutuhkan lebih banyak fakta. Jawaban: menginginkan (kata sifat)

______ tersangka ditangkap oleh polisi. Jawaban: diinginkan (kata sifat)

Kami menyumbangkan ______ pakaian ke tempat penampungan. Jawaban: tidak diinginkan (kata sifat)

Dia ______ menjadi dokter ketika dia dewasa nanti. Jawaban: ingin (kata kerja)

Kebun itu ______ hujan setelah tiga minggu terkena sinar matahari. Jawaban: menginginkan (kata sifat)

Saya selalu ______ rumah pohon. Jawaban: ingin (kata kerja lampau)

Penyedot debu mengambil ______ debu. Jawaban: tidak diinginkan (kata sifat)

Mereka ______ untuk menyelesaikan perlombaan. Jawaban: menginginkan (bentuk kata kerja)

Setelah latihan, tanyakan satu pertanyaan kepada anak Anda. Apakah kata ini adalah keinginan, kekurangan, kualitas yang hilang, keinginan masa lalu atau hal yang dicari, atau hal yang tidak diinginkan? Pertanyaan sederhana itu mengajarkan tata bahasa melalui kebutuhan dan perasaan.

Tips untuk Orang Tua – Bantu Anak Anda Mempelajari Keluarga Kata dengan Cara yang Menyenangkan Gunakan pilihan untuk mengajar “ingin”. Katakan “Apa yang kamu inginkan untuk camilan?”

Gunakan momen sedih untuk mengajar “ingin sebagai kekurangan”. Katakan “Kekurangan hujan membuat rumput menjadi cokelat.”

Gunakan tes untuk mengajar “menginginkan”. Katakan “Jawabanmu kurang. Mari kita tambahkan lebih banyak detail.”

Gunakan poster polisi untuk mengajar “diinginkan”. Katakan “Tanda yang dicari berarti orang tersebut sedang dicari.”

Gunakan kotak sumbangan untuk mengajar “tidak diinginkan”. Katakan “Mainan yang tidak diinginkan dapat membuat anak-anak lain bahagia.”

Mainkan “isi bagian yang kosong” selama perjalanan mobil. Katakan “Saya ______ pergi ke kebun binatang.” (ingin) Katakan “Performa tim ______ dalam upaya.” (menginginkan) Katakan “Dia ______ menjadi seorang astronot ketika dia masih kecil.” (diinginkan) Katakan “Silakan daur ulang ______ kertas.” (tidak diinginkan)

Bacalah cerita tentang karakter yang belajar menghargai apa yang mereka miliki. Tanyakan “Apa yang diinginkan karakter tersebut?” Tanyakan “Hal yang tidak diinginkan apa yang menjadi berguna?”

Ubah aktivitas menggambar menjadi pelajaran kata. Gambar gelembung pikiran dengan mainan. Beri label “ingin”. Gambar tanaman dengan satu tetes air mata. Beri label “kekurangan air”. Gambar kertas kosong dengan tanda merah. Beri label “detail yang kurang”. Gambar orang di tanda yang hilang. Beri label “diinginkan”. Gambar tempat sampah dengan hati dicoret. Beri label “tidak diinginkan”.

Ketika anak Anda melakukan kesalahan, tetaplah tenang. Jika mereka mengatakan “Saya menginginkan kue,” katakan “Ya, itu berhasil. ‘Saya ingin kue’ lebih umum. ‘Saya menginginkan’ terdengar kuno.” Jika mereka mengatakan “Ceritanya diinginkan dalam akhir yang baik,” katakan “Hampir. Ceritanya kurang akhir yang baik. Menginginkan berarti kekurangan.”

Tuliskan keempat kata tersebut di catatan tempel. Letakkan di lemari es atau daftar keinginan. Setiap kali Anda membuat daftar belanja, tunjuklah “ingin”.

Ingatlah bahwa keinginan tidak selalu merupakan kebutuhan. Gunakan kata-kata ini untuk mengajarkan prioritas. “Kamu mungkin menginginkan game baru, tetapi kamu membutuhkan tidur.” Segera anak Anda akan mengungkapkan keinginan dengan jelas. Mereka akan memahami menginginkan sebagai kekurangan. Mereka akan tahu apa yang pernah mereka inginkan sebelumnya. Dan mereka akan melepaskan hal-hal yang tidak diinginkan dengan murah hati. Itulah kekuatan penuh perhatian dari mempelajari satu keluarga kata kecil bersama-sama.