Apa Artinya Mengirimkan Karya Cerita Anak untuk Publikasi?

Apa Artinya Mengirimkan Karya Cerita Anak untuk Publikasi?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Setiap anak memiliki cerita di dalam diri mereka. Beberapa anak bermimpi melihat cerita mereka di buku untuk dibaca orang lain. Jalan dari ide cerita hingga karya yang diterbitkan melibatkan banyak langkah. Salah satu langkah penting adalah mempelajari cara mengirimkan naskah cerita anak ke penerbit. Proses ini mungkin tampak misterius bagi penulis muda. Artikel ini menjelaskan apa arti pengiriman, bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana guru dapat membimbing penulis muda untuk berbagi karya mereka dengan dunia yang lebih luas.

Apa Itu Mengirimkan Cerita Anak? Mengirimkan cerita anak berarti mengirimkan naskah yang sudah selesai ke penerbit atau kontes untuk dipertimbangkan. Penulis mempersiapkan cerita mereka sesuai dengan pedoman tertentu. Mereka menulis surat pengantar yang memperkenalkan diri dan karya mereka. Mereka memformat naskah dengan benar. Mereka mengirimkannya ke tempat yang tepat. Kemudian mereka menunggu. Penerbit menerima banyak kiriman. Mereka membaca masing-masing. Mereka memilih cerita mana yang akan diterbitkan. Mengirimkan adalah cara penulis mendapatkan karya mereka dari meja mereka ke tangan pembaca.

Arti dan Penjelasan di Balik Pengiriman Proses pengiriman menghubungkan penulis dengan pembaca. Tanpa pengiriman, cerita tetap bersifat pribadi. Dengan pengiriman, mereka memiliki kesempatan untuk menjangkau dunia. Hal ini penting karena beberapa alasan.

Pertama, ini memvalidasi karya penulis. Orang lain melihatnya dan menganggapnya berharga. Bahkan jika tidak diterima, tindakan mengirimkan membutuhkan keberanian dan komitmen.

Kedua, ini mengajarkan keterampilan dunia nyata. Mengikuti pedoman. Menulis surat profesional. Menangani penolakan. Merayakan penerimaan. Ini mempersiapkan anak-anak untuk banyak usaha di masa depan.

Ketiga, ini menghubungkan anak-anak dengan komunitas menulis yang lebih luas. Mereka belajar bahwa orang lain juga menulis. Mereka bergabung dalam percakapan yang mencakup penulis yang mereka kagumi.

Keempat, ini memberikan tujuan untuk menulis. Mengetahui sebuah cerita mungkin diterbitkan memotivasi pekerjaan yang cermat. Revisi lebih penting. Penyuntingan menjadi penting. Audiens terasa nyata.

Kategori atau Daftar Peluang Pengiriman Anak-anak dapat mengirimkan cerita mereka ke berbagai tempat.

Kontes Menulis Siswa: Kompetisi khusus untuk penulis muda.

Kontes perpustakaan lokal.

Kompetisi distrik sekolah.

Penghargaan menulis siswa nasional.

Kontes majalah untuk anak-anak.

Majalah Sastra Sekolah: Publikasi di dalam komunitas sekolah.

Koleksi cetak karya siswa.

Galeri sekolah online.

Antologi kelas.

Majalah Anak-Anak: Publikasi yang menerima karya dari penulis muda.

Highlights for Children.

Stone Soup.

Majalah Cricket.

New Moon Girls.

Platform Online: Situs web yang menerbitkan penulis muda.

KidPub.

Young Writers Project.

Figment (untuk remaja yang lebih tua).

Publikasi Komunitas: Surat kabar dan buletin lokal.

Halaman remaja di koran lokal.

Publikasi pusat komunitas.

Buletin perpustakaan.

Penerbitan Kelas: Kesempatan yang dibuat oleh guru.

Buku kelas berisi cerita siswa.

Perayaan kursi penulis.

Portofolio tulisan yang dibagikan dengan keluarga.

Contoh Kehidupan Sehari-hari dalam Pengiriman Proses pengiriman terhubung ke penulisan di kelas dalam banyak hal. Ketika anak-anak menyelesaikan cerita yang mereka sukai, pertanyaan muncul: bagaimana sekarang? Pengiriman memberikan jawaban.

Guru dapat memandu proses ini langkah demi langkah. Pertama, bantu anak-anak mengidentifikasi cerita yang sudah siap. Tidak semua karya perlu dikirimkan. Beberapa untuk latihan. Beberapa untuk kesenangan pribadi. Beberapa mungkin dibagikan dengan audiens yang lebih luas.

Selanjutnya, lakukan riset peluang bersama. Temukan kontes dengan tenggat waktu yang sesuai. Cari majalah yang menerima karya anak-anak. Cetak pedoman pengiriman dan bacalah bersama.

Kemudian, siapkan pengiriman sebagai kegiatan kelas. Format naskah. Tulis surat pengantar. Alamatkan amplop atau isi formulir online. Ini mengubah pengiriman menjadi pengalaman belajar.

Terakhir, rayakan tindakan pengiriman. Tujuannya bukan hanya penerimaan. Tujuannya adalah memiliki keberanian untuk berbagi karya. Setiap anak yang mengirimkan sudah berhasil.

Pembelajaran Kosakata dari Pengiriman Proses pengiriman memperkenalkan kosakata penting.

Kata-kata Pengiriman: Mengirimkan, pengiriman, naskah, entri, kontes, tenggat waktu, pedoman, persyaratan.

Kata-kata Penerbitan: Penerbit, editor, publikasi, majalah, jurnal, antologi, hak cipta, royalti.

Kata-kata Menulis: Penulis, penulis, cerita, judul, halaman, format, font, spasi, jumlah kata.

Kata-kata Proses: Tinjau, pertimbangkan, terima, tolak, revisi, edit, periksa, siapkan, kirim.

Kata-kata Emosi: Bersemangat, gugup, berharap, sabar, bangga, kecewa, bertekad, terdorong.

Guru dapat memperkenalkan kata-kata ini selama kegiatan pengiriman. Mereka menjadi bermakna melalui penggunaan nyata.

Poin Fonik dalam Kosakata Pengiriman Kata-kata pengiriman menawarkan latihan fonik.

Suara Awal: Mengirimkan dimulai dengan MENG. Menerbitkan dimulai dengan MENERBIT. Penulis dimulai dengan PE. Editor dimulai dengan ED. Latih suara awal ini.

Praktek Suku Kata: Kata-kata pengiriman membantu dengan penghitungan suku kata. Mengirimkan memiliki dua. Naskah memiliki tiga. Publikasi memiliki empat. Tenggat waktu memiliki dua. Latihan bertepuk tangan.

Pola Tekanan: Kata-kata yang lebih panjang memiliki pola tekanan. MENG-kirim. nas-kah. pub-li-KA-si. Ini membangun pengucapan.

Keluarga Kata: Mengirimkan dan mengakui berbagi akar MENG. Menerbitkan dan publik berbagi akar. Koneksi ini membangun kedalaman kosakata.

Guru dapat menjelajahi pola-pola ini selama persiapan pengiriman. Konteks dunia nyata membuatnya bermakna.

Pola Tata Bahasa dalam Pengiriman Proses pengiriman memberikan peluang instruksi tata bahasa.

Kalimat Imperatif dalam Pedoman: Pedoman pengiriman menggunakan perintah. Gunakan font 12 poin. Beri spasi ganda pada naskah Anda. Sertakan nama Anda di setiap halaman. Perintah ini muncul secara alami.

Tenses Masa Depan untuk Antisipasi: Penerbit akan meninjau cerita Anda. Mereka akan menanggapi dalam 8-10 minggu. Anda akan segera mendengar dari mereka. Ini membangun tenses masa depan.

Kalimat Bersyarat: Jika cerita Anda diterima, mereka akan mengirimkan kontrak. Jika mereka menginginkan perubahan, mereka akan menghubungi Anda. Kondisional ini muncul.

Bahasa Sopan dalam Surat Pengantar: Surat pengantar menggunakan kesopanan formal. Terima kasih telah mempertimbangkan cerita saya. Saya merasa terhormat untuk diterbitkan. Ini memodelkan register formal.

Guru dapat menunjukkan pola-pola ini selama persiapan pengiriman. Pembelajaran tata bahasa terjadi dalam tugas-tugas otentik.

Kegiatan Belajar untuk Pengiriman Kegiatan membuat pengiriman bermakna.

Kegiatan 1: Perburuan Pedoman Pengiriman Temukan pedoman pengiriman dari berbagai tempat. Bacalah bersama. Diskusikan apa yang mereka butuhkan. Bandingkan persyaratan yang berbeda.

Kegiatan 2: Menulis Surat Pengantar Berlatih menulis surat pengantar untuk cerita. Sertakan informasi dasar. Ungkapkan minat dengan sopan. Buatlah singkat.

Kegiatan 3: Pemformatan Naskah Ambil cerita dan format dengan benar. Tambahkan halaman judul. Nomor halaman. Gunakan font dan spasi yang benar. Ini membangun keterampilan dunia nyata.

Kegiatan 4: Pelacakan Pengiriman Buat bagan untuk melacak pengiriman. Ke mana dikirim. Kapan. Respons yang diharapkan. Respons yang diterima. Hasil.

Kegiatan 5: Perayaan Penerimaan Ketika siapa pun menerima penerimaan (bahkan di kelas), rayakan. Pengumuman khusus. Sertifikat. Pengakuan kelas.

Kegiatan 6: Diskusi Penolakan yang Baik Diskusikan cara menangani penolakan. Itu terjadi pada semua penulis. Itu berarti cerita itu tidak tepat untuk tempat itu, bukan berarti itu buruk. Rangka positif.

Materi yang Dapat Dicetak untuk Pengiriman Sumber daya yang dapat dicetak mendukung pembelajaran pengiriman.

Rangkuman Pedoman Pengiriman: Lembar sederhana yang merangkum pedoman umum untuk referensi mudah.

Templat Surat Pengantar: Templat dengan kosong untuk mengisi informasi pribadi.

Daftar Periksa Format Naskah: Daftar periksa untuk memastikan naskah memenuhi persyaratan.

Pelacak Pengiriman: Bagan untuk melacak pengiriman dan respons.

Sertifikat Penerimaan: Sertifikat untuk merayakan penerimaan apa pun, bahkan publikasi kelas.

Kartu Dorongan: Kartu dengan pesan positif untuk keberanian pengiriman.

Game Edukasi untuk Pengiriman Game membuat konsep pengiriman menyenangkan.

Game: Cocokkan Pengiriman Buat kartu dengan persyaratan pengiriman dan kartu dengan cerita. Cocokkan setiap cerita dengan peluang pengiriman yang sesuai.

Game: Perlombaan Tenggat Waktu Tetapkan tenggat waktu pura-pura. Tim berlomba untuk menyiapkan naskah dengan benar sebelum waktu habis.

Game: Bingo Surat Pengantar Buat kartu bingo dengan elemen surat pengantar. Salam, pengantar, judul, penutup. Anak-anak menandai saat mereka menyertakan masing-masing.

Game: Urutkan Pengiriman Urutkan berbagai peluang pengiriman berdasarkan jenis. Kontes. Majalah. Daring. Lokal. Ini membangun pemahaman tentang opsi.

Game: Meja Editor Anak-anak bergantian menjadi "editor." Mereka membaca kiriman dan memutuskan mana yang akan diterima. Diskusikan alasannya.

Menghubungkan Pengiriman ke Mata Pelajaran Lain Pengiriman terhubung di seluruh kurikulum.

Koneksi Seni Bahasa: Seluruh proses pengiriman adalah seni bahasa dalam tindakan. Menulis, membaca, berkomunikasi.

Koneksi Matematika: Lacak tanggal pengiriman. Hitung waktu respons. Hitung kata. Ukur terhadap persyaratan.

Koneksi Studi Sosial: Pelajari tentang industri penerbitan. Bagaimana buku dibuat. Bagaimana penulis dan editor bekerja sama.

Koneksi Seni: Buat sampul untuk pengiriman. Beberapa publikasi juga menginginkan ilustrasi.

Koneksi Teknologi: Pelajari tentang sistem pengiriman online. Persiapan naskah elektronik. Portofolio digital.

Keberanian untuk Berbagi Mengajar anak-anak untuk mengirimkan cerita mereka mengajarkan sesuatu di luar keterampilan menulis. Itu mengajarkan keberanian. Mempublikasikan karya Anda agar dilihat orang lain membutuhkan keberanian. Tidak semua orang akan menyukainya. Beberapa mungkin menolaknya. Tetapi satu-satunya cara untuk menemukan pembaca adalah dengan berbagi.

Proses pengiriman juga mengajarkan ketekunan. Sebagian besar penulis terkenal ditolak berkali-kali sebelum diterima. Setiap penolakan bukanlah kegagalan. Itu hanyalah bagian dari jalan. Penulis yang berhasil adalah mereka yang terus mengirimkan.

Yang terpenting, pengiriman mengajarkan bahwa cerita dimaksudkan untuk dibagikan. Menulis bukan hanya untuk penulis. Itu untuk pembaca. Itu menghubungkan orang. Itu membangun komunitas. Itu menyampaikan ide dan perasaan dari satu hati ke hati yang lain.

Setiap anak yang mengirimkan cerita telah mengambil langkah untuk menjadi penulis sejati. Apakah diterbitkan atau tidak, mereka telah melakukan sesuatu yang berani. Mereka telah berkata, "Ini cerita saya. Saya harap Anda menyukainya." Dan itulah segalanya.