Halo, para pelajar muda! Selamat datang di kelas musik yang ceria. Hari ini kita punya lagu yang lengket dan elastis. Kita akan menjelajahi lagu mengunyah permen karetku. Lagu ini membuat semua orang ingin mengunyah dan meletus.
Lagu ini bercerita tentang mengunyah permen karet dan membuat gelembung. Permen karetnya tersangkut di tempat-tempat lucu. Di jari kaki, di hidung, di mana-mana ia pergi. Anak-anak menyukai kata-kata dan aksi yang konyol.
Mari kita ambil permen karet imajiner kita. Mari kita mengunyah dan membuat gelembung. Kita akan belajar kata-katanya dan bersenang-senang. Lagu permen karet sedang menunggu kita.
Apa Itu Rima? Lagu mengunyah permen karetku adalah sajak anak-anak yang menyenangkan. Ini juga merupakan lagu gerakan. Anak-anak memerankan mengunyah permen karet dan membuatnya tersangkut di berbagai tempat.
Lagu ini memiliki banyak versi. Beberapa menyebutnya "Bubblegum" atau "I'm Chewing on Bubblegum." Kata-katanya berubah tetapi kesenangannya tetap sama. Anak-anak menyukai ide konyol tentang permen karet yang menempel di hidung mereka.
Guru menggunakan lagu ini untuk istirahat otak. Anak-anak berdiri dan bergerak. Mereka berpura-pura mengunyah dan membuat gelembung. Mereka menyentuh bagian tubuh tempat permen karet tersangkut. Itu membuat semua orang tertawa dan bergerak.
Lagu ini juga mengajarkan bagian tubuh. Jari kaki, hidung, lutut, dan banyak lagi. Anak-anak mempelajari kata-kata ini sambil bersenang-senang. Pengulangan membantu mereka mengingat.
Lirik Lagu Anak-Anak Mari kita baca lirik lagu mengunyah permen karetku bersama-sama. Berikut adalah versi yang umum.
I'm chewing on my bubblegum, my bubblegum, my bubblegum, I'm chewing on my bubblegum, pop, pop, pop!
I'm blowing up my bubblegum, my bubblegum, my bubblegum, I'm blowing up my bubblegum, pop, pop, pop!
I stuck it on my little toe, my little toe, my little toe, I stuck it on my little toe, pop, pop, pop!
I stuck it on my little nose, my little nose, my little nose, I stuck it on my little nose, pop, pop, pop!
I stuck it on my little knee, my little knee, my little knee, I stuck it on my little knee, pop, pop, pop!
I stuck it on my little head, my little head, my little head, I stuck it on my little head, pop, pop, pop!
Masing-masing bait dapat berlanjut dengan bagian tubuh yang berbeda. Siku, telinga, dagu, punggung. Kemungkinannya tidak terbatas. Anak-anak dapat menyarankan di mana harus menempelkan permen karet berikutnya.
Belajar Kosakata Lagu mengunyah permen karetku mengajarkan banyak kata yang berguna. Mari kita lihat setiap kata penting.
Mengunyah: Ini berarti menggunakan gigi untuk memecah makanan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Kita mengunyah permen karet agar menjadi lunak. Mengunyah adalah gerakan yang konstan.
Permen Karet: Ini adalah jenis permen karet khusus. Anda dapat membuat gelembung dengannya. Datang dalam berbagai warna dan rasa. Merah muda adalah warna yang paling umum.
Meniup: Ini berarti membuat sesuatu lebih besar dengan udara. Untuk permen karet, Anda meniupkan udara ke dalamnya untuk membuat gelembung. Gelembung menjadi lebih besar dan lebih besar.
Pop: Ini adalah suara yang dibuat gelembung saat pecah. Pop! Gelembung itu pecah. Pop adalah kata suara atau onomatopoeia.
Tersangkut: Ini berarti menempel dan tidak bergerak. Ketika permen karet menempel pada sesuatu, sulit untuk menghilangkannya. Permen karet yang menempel di jari kaki berarti menempel di sana.
Kecil: Kata ini berarti berukuran kecil. Jari kaki kecil adalah jari kaki terkecil. Hidung kecil adalah hidung kecil. Kecil menggambarkan ukurannya.
Jari Kaki: Jari kaki adalah bagian di ujung kaki. Orang memiliki sepuluh jari kaki. Jari kaki kecil adalah yang terkecil di bagian luar.
Hidung: Hidung ada di wajah. Orang menggunakannya untuk mencium dan bernapas. Menempelkan permen karet di hidung sangat konyol.
Lutut: Lutut adalah sendi di tengah kaki. Itu menekuk saat berjalan. Permen karet di lutut akan lucu.
Kepala: Kepala adalah bagian atas tubuh. Mata, telinga, hidung, dan mulut ada di kepala. Permen karet di rambut akan berantakan.
Poin Fonik Sekarang mari kita latih beberapa suara dari lagu mengunyah permen karetku. Fonik membantu kita membaca dan mengucapkan kata-kata dengan benar.
Dengarkan awal kata "mengunyah." Dimulai dengan suara "ch". Ucapkan "ch-ch-ch." Itu seperti mengucapkan "t" lalu "sh" dengan cepat. Sekarang ucapkan "mengunyah." Rasakan lidah Anda bergerak.
Dengarkan suara "b" dalam "permen karet." Tekan bibir Anda. Biarkan udara menumpuk. Buka mereka. Ucapkan "b-b-b." Sekarang ucapkan "gelembung." Suara "b" ada di awal.
Dengarkan suara "g" dalam "gum." Suara ini berasal dari bagian belakang tenggorokan. Ucapkan "g-g-g." Sekarang ucapkan "gum." Rasakan suaranya berhenti.
Dengarkan suara "p" dalam "pop." Tekan bibir Anda. Biarkan udara menumpuk. Buka mereka dengan cepat. Ucapkan "p-p-p." Sekarang ucapkan "pop." Suara itu meledak keluar.
Dengarkan suara "st" dalam "tersangkut." Ucapkan "s-s-s." Lalu dengan cepat tambahkan "t-t-t." Ucapkan "st-st-st." Sekarang ucapkan "tersangkut." Rasakan kedua suara itu bersama-sama.
Pola Tata Bahasa Lagu mengunyah permen karetku mengajarkan kita beberapa tata bahasa yang berguna. Tata bahasa adalah cara kita menyusun kata-kata dalam kalimat.
Kita melihat tenses continuous sekarang. "I'm chewing" berarti saya sedang mengunyah sekarang. Ini menunjukkan tindakan yang sedang berlangsung. "I'm blowing" berarti tindakan itu sedang terjadi saat ini.
Kita melihat pengulangan untuk penekanan dan ritme. "My bubblegum, my bubblegum, my bubblegum" diulang tiga kali. Ini membuat lagu menjadi ceria dan mudah diingat.
Kita melihat tenses lampau dalam "I stuck." "Stuck" adalah bentuk lampau dari stick. Tindakan itu sudah terjadi. Permen karet sekarang menempel pada bagian tubuh.
Kita melihat preposisi tempat. "On my little toe" memberi tahu kita di mana permen karet itu pergi. Preposisi seperti on menunjukkan lokasi. Ini mengajarkan anak-anak untuk menggambarkan di mana letak sesuatu.
Kita melihat kepemilikan "my" di seluruh. Permen karetku, jari kakiku, hidungku. Ini menunjukkan kepemilikan. Permen karet itu milik penyanyi.
Kegiatan Belajar Mari kita lakukan beberapa kegiatan yang menyenangkan dengan lagu mengunyah permen karetku. Ini membantu kita mengingat kata-kata dan menikmati musiknya.
Kegiatan 1: Gerakan Mengunyah Permen Karet Ajarkan gerakan untuk lagu tersebut. Untuk "mengunyah," gerakkan mulut seperti mengunyah. Untuk "meniup," pura-pura meniup gelembung dengan tangan semakin besar. Untuk "pop," tepuk tangan bersama-sama. Untuk setiap bagian tubuh, tunjuk bagian itu.
Kegiatan 2: Kerajinan Permen Karet Berikan anak-anak adonan atau tanah liat berwarna merah muda. Mereka membentuknya menjadi bola permen karet. Mereka dapat meratakannya agar terlihat seperti permen karet yang dikunyah. Gunakan untuk memerankan menempelkan di berbagai bagian tubuh.
Kegiatan 3: Menunjuk Bagian Tubuh Nyanyikan lagu dan tunjuk setiap bagian tubuh. Jari kaki, hidung, lutut, kepala. Tambahkan lebih banyak bagian tubuh. Telinga, siku, dagu, punggung. Ini mengajarkan kosakata tubuh.
Kegiatan 4: Kesenangan Permen Karet Nyata Jika diizinkan, berikan setiap anak sepotong permen karet. Berlatih mengunyah dan membuat gelembung. Bicarakan tentang pengalamannya dalam bahasa Inggris. "Gelembungku meletus!" "Permen karetnya lengket."
Materi yang Dapat Dicetak Kita dapat membuat materi yang dapat dicetak untuk lagu mengunyah permen karetku. Ini adalah lembaran untuk dicetak di rumah atau di kelas.
Lembar Lirik Cetak semua kata lagu di satu halaman. Gunakan huruf besar dan jelas. Tambahkan gambar gelembung permen karet dan bagian tubuh. Anak-anak mengikuti sambil bernyanyi.
Halaman Mewarnai Gambar sederhana seorang anak dengan permen karet yang menempel di berbagai bagian tubuh. Permen karet di jari kaki, hidung, lutut, kepala. Anak-anak mewarnai gambarnya. Di bawahnya, tuliskan kata "permen karet" dan "pop" untuk ditelusuri.
Cocokkan Bagian Tubuh Buat kartu dengan gambar bagian tubuh. Jari kaki, hidung, lutut, kepala, telinga, siku. Buat set lain dengan kata-katanya. Anak-anak mencocokkan gambar dengan kata-kata.
Lembar Menghitung Permen Karet Gambar beberapa gelembung dengan angka di atasnya. 1, 2, 3, 4, 5. Di lembar lain, gambar jumlah bola permen karet yang sama di samping setiap angka. Anak-anak mencocokkan gelembung dengan kelompok bola permen karet yang benar.
Kartu Kata Cetak kartu dengan kata-kata dari lagu. Mengunyah, permen karet, meniup, pop, tersangkut, jari kaki, hidung, lutut, kepala. Di bagian belakang, gambar gambar sederhana. Berlatih mencocokkan kata dengan gambar.
Permainan Edukasi Permainan membuat belajar dengan lagu mengunyah permen karetku menjadi lebih menyenangkan. Berikut adalah beberapa permainan yang bisa dimainkan.
Game 1: Bubblegum Freeze Mainkan lagunya. Anak-anak menari dan berpura-pura mengunyah permen karet. Saat musik berhenti, mereka membeku seperti patung. Yang terakhir membeku duduk. Lanjutkan sampai satu pemenang tersisa.
Game 2: Stuck on You Berikan setiap anak catatan tempel kecil. Mereka adalah permen karetnya. Mainkan lagunya. Saat lagu mengatakan "I stuck it on my little toe," anak-anak menempelkan catatan mereka di jari kaki mereka. Lanjutkan dengan bagian tubuh yang berbeda.
Game 3: Bubblegum Relay Bagi menjadi beberapa tim. Tempatkan keranjang berisi bola permen karet palsu di salah satu ujungnya. Pemain berlari, mengambil bola permen karet, dan menempelkannya di bagian tubuh yang benar yang dipanggil. "Tempelkan di hidungmu!" Tim pertama yang selesai menang.
Game 4: Body Part Bingo Buat kartu bingo dengan gambar bagian tubuh. Jari kaki, hidung, lutut, kepala, telinga, siku. Panggil bagian tubuhnya. Pemain menutupi gambar yang cocok. Yang pertama menutupi baris berteriak "Bubblegum!"
Game 5: What's Missing? Tempatkan beberapa kartu bagian tubuh di atas baki. Jari kaki, hidung, lutut, kepala, telinga. Biarkan anak-anak melihat selama satu menit. Tutupi dan hapus satu. Buka dan tanyakan apa yang hilang. Ini membangun memori.
Game 6: Bubblegum Bubble Contest Jika menggunakan permen karet asli, lihat siapa yang bisa membuat gelembung terbesar. Ukur dan bandingkan. Gunakan kata-kata seperti besar, lebih besar, terbesar. Ini membangun bahasa komparatif.
Game 7: Sticky Situation Game Panggil bagian tubuh. Anak-anak berpura-pura permen karet mereka tersangkut di sana. Mereka berjalan-jalan mencoba untuk menghilangkannya. Ini membangun imajinasi dan kesadaran tubuh.
Game 8: Memory Match Buat pasangan kartu. Satu kartu memiliki kata bagian tubuh. Satu kartu memiliki gambar bagian tubuh itu. Pemain mencocokkan kata dengan gambar.
Game 9: Bubblegum Song Puzzle Cetak liriknya dan potong menjadi baris-baris terpisah. Campur barisnya. Anak-anak meletakkannya dalam urutan yang benar dari lagu tersebut. Ini membangun keterampilan membaca dan pengurutan.
Game 10: Create a New Verse Dorong anak-anak untuk membuat bait mereka sendiri dengan bagian tubuh baru. "I stuck it on my little ear, my little ear, my little ear..." Ini membangun kreativitas dan keterampilan bahasa.
Game 11: Bubblegum Toss Gambar wajah di kotak besar dengan lubang mulut. Anak-anak melempar bola permen karet palsu ke dalam mulut. Hitung berapa banyak yang masuk. Ini membangun keterampilan motorik dan berhitung.
Game 12: Simon Says with Bubblegum Mainkan Simon Says menggunakan aksi permen karet. Simon says mengunyah permen karet. Simon says membuat gelembung. Simon says menempelkan permen karet di hidungmu. Ini membangun keterampilan mendengarkan dan mengikuti petunjuk.
Game 13: Bubblegum Art Berikan anak-anak lingkaran kertas merah muda. Mereka menggambar wajah di atasnya untuk membuat teman permen karet. Mereka dapat menempelkannya di gambar diri mereka sendiri di berbagai bagian tubuh.
Game 14: Rhyming Word Match Temukan kata-kata dari lagu yang berima. Gum dan bum berima tetapi tidak dalam lagu. Toe dan blow berima. Hidung dan jari kaki hampir berima. Temukan pasangan berima dan buat kartu.
Game 15: Bubblegum Counting Berikan anak-anak setumpuk pom-pom merah muda sebagai bola permen karet. Hitung mereka. Lalu ambil beberapa. Berapa yang tersisa? Ini menggabungkan matematika dengan tema lagu.
Game 16: Pass the Gum Duduk melingkar dengan bola kecil adonan berwarna merah muda sebagai permen karet. Mainkan lagunya. Lewatkan permen karetnya. Hentikan musiknya. Anak yang memegang permen karet harus mengucapkan kata dari lagu tersebut.
Game 17: Bubblegum Smell Game Jika menggunakan permen karet asli, minta anak-anak mencium berbagai rasa. Mint, buah, permen karet. Tutup mata dan tebak rasanya. Ini membangun keterampilan sensorik.
Game 18: Bubblegum Stretch Berikan setiap anak sepotong permen karet asli atau palsu. Mereka meregangkannya sejauh yang mereka bisa tanpa putus. Ukur peregangannya. Ini membangun keterampilan motorik.
Game 19: Body Part Song Nyanyikan lagu permen karet tetapi tambahkan bagian tubuh baru setiap saat. Biarkan anak-anak memilih di mana harus menempelkan permen karet berikutnya. Ini membuat lagu tetap segar dan menarik.
Game 20: Bubblegum Story Time Buat cerita tentang sepotong permen karet. Dari mana asalnya? Ke mana perginya? Apa yang terjadi saat tersangkut? Anak-anak menambahkan ide ke dalam cerita.
Lagu mengunyah permen karetku membawa tawa dan gerakan untuk belajar. Anak-anak mengunyah dan membuat gelembung imajiner. Mereka belajar bagian tubuh dengan cara yang menyenangkan. Mereka berlatih tenses sekarang dan preposisi.
Setiap kali anak-anak menyanyikan lagu ini, mereka menggerakkan tubuh dan menggunakan suara mereka. Mereka mempelajari kata-kata baru seperti tersangkut dan pop. Mereka membuat bait baru dengan ide mereka sendiri.
Permen karetnya mungkin lengket. Mungkin tersangkut di jari kaki dan hidung. Tapi pembelajarannya juga menempel. Anak-anak mengingat kata-katanya karena lagunya sangat menyenangkan.
Terus mengunyah dan meniup. Terus menempel dan meletus. Belajar bahasa Inggris semanis permen karet. Selamat bernyanyi, semuanya!

