Pernahkah kamu memikirkan tentang masa lalu? Bagaimana jika kamu belajar lebih giat untuk ujian? Bagaimana jika kamu menangkap bola itu? Masa lalu sudah berlalu. Kamu tidak bisa mengubahnya. Tapi kamu bisa membayangkan masa lalu yang berbeda. Kondisional ketiga adalah "Mesin Waktu"-mu. Ini memungkinkanmu untuk memikirkan bagaimana masa lalu bisa jadi berbeda. Ini untuk membayangkan hasil yang berbeda di masa lalu. Mari kita pelajari cara menggunakan alat berpikir yang hebat ini.
Apa Itu 'Mesin Waktu'?
Kondisional ketiga adalah pola kalimat khusus. Ini berbicara tentang masa lalu. Ini membayangkan kondisi yang berbeda dan hasil yang berbeda. Ini mengatakan: jika sesuatu berbeda di masa lalu, maka hasilnya juga akan berbeda. Tapi itu tidak terjadi. Kedua bagian itu tidak nyata. Di rumah, kamu mungkin berpikir: "Jika aku bangun lebih awal, aku tidak akan ketinggalan bus." Tapi kamu tidak bangun pagi, dan kamu ketinggalan bus. Di taman bermain: "Jika kamu menangkap bola itu, kita akan memenangkan pertandingan." Tapi kamu tidak menangkapnya, dan kamu kalah. Di sekolah: "Jika aku belajar lebih giat, aku akan mendapat nilai yang lebih baik." Tapi kamu tidak belajar cukup keras, dan nilaimu lebih rendah. Di alam: "Jika hujan, tanaman akan tumbuh lebih banyak." Tapi tidak hujan, dan mereka tidak tumbuh. Kondisional ini untuk penyesalan masa lalu, sejarah alternatif, dan belajar dari kesalahan.
Mengapa Mesin Waktu Ini Sangat Berguna?
Mengetahui kondisional ketiga membuatmu menjadi pemikir yang bijaksana. Ini membantu telingamu, suaramu, mata bacaanmu, dan tangan tulismu dengan cara khusus.
Pertama, ini membantu pendengaranmu. Kamu mendengarkan sebuah cerita. Seorang tokoh berkata, "Jika aku tahu, aku akan membantu." Kamu mengerti. Tokoh tersebut mengungkapkan penyesalan tentang masa lalu. Kamu menangkap perasaan utama dari kesempatan yang terlewatkan. Seorang dewasa mungkin berkata, "Kamu akan tepat waktu jika kamu berangkat lebih awal." Kamu tahu mereka menjelaskan kesalahan di masa lalu. Kamu dapat memahami refleksi dan pelajaran.
Selanjutnya, itu membuat bicaramu reflektif dan berwawasan. Kamu dapat berbicara tentang pelajaran yang dipetik. Kamu dapat berkata, "Jika aku berlatih, aku akan bermain lebih baik." Ini menunjukkan bahwa kamu memahami sebab dan akibat. Kamu dapat mengungkapkan penyesalan dengan sopan. "Aku akan menelepon jika aku tahu kamu sakit." Kata-katamu menjadi bijaksana dan dewasa. Orang-orang melihatmu sebagai seseorang yang berpikir mendalam.
Kemudian, itu memberimu kekuatan membaca super. Kamu membaca buku sejarah. Dikatakan, "Jika para penjelajah mengambil rute yang berbeda, mereka akan menemukan kota itu." Kamu melihat strukturnya. Kamu tahu penulis membayangkan sejarah alternatif. Ini membantumu berpikir kritis tentang sebab dan akibat dalam cerita dan peristiwa nyata. Pemahamanmu tentang narasi semakin dalam.
Terakhir, itu membuat tulisanmu analitis dan ekspresif. Kamu dapat menulis tentang pertumbuhan pribadi. Alih-alih menulis "Aku gagal dalam ujian karena aku tidak belajar," kamu dapat menulis "Jika aku belajar, aku akan lulus ujian." Ini terdengar lebih reflektif. Kamu dapat menulis cerita dengan sentuhan "bagaimana jika". Tulisanmu menunjukkan pemahaman tentang konsekuensi dan imajinasi.
Aturan Perjalanan Waktu dari Kondisional Ketiga
Kondisional ketiga memiliki aturan yang jelas untuk perjalanan waktu. Aturannya adalah: Jika + Past Perfect, would have + Past Participle. Past perfect adalah "had" + past participle. Hasilnya menggunakan "would have" + past participle. Lihat contoh-contoh ini.
Di rumah: "Jika aku menyimpan uangku, aku akan membeli game itu." Tapi aku tidak menabung, dan aku tidak membelinya.
Di taman bermain: "Dia akan mencetak gol jika dia menendang bola lebih keras." Tapi dia tidak menendang keras, dan dia tidak mencetak gol.
Di sekolah: "Jika guru menjelaskannya lagi, aku akan mengerti." Tapi guru tidak menjelaskan lagi, dan aku tidak mengerti.
Di alam: "Bunga itu akan mekar jika mendapat lebih banyak sinar matahari." Tapi tidak mendapat lebih banyak sinar matahari, dan tidak mekar.
Ingat, baik kondisi maupun hasilnya ada di masa lalu dan tidak mungkin diubah sekarang. Kita hanya membayangkan.
Alat Detektifmu: Cara Mengenalinya
Menemukan kondisional ketiga itu mudah. Carilah kata 'if'. Kemudian, periksa kata kerjanya. Apakah kata kerja setelah 'if' memiliki "had" + past participle (seperti had seen, had gone)? Apakah kata kerja lainnya "would have" + past participle? Jika ya, kamu telah menemukan kondisional ketiga! Tanyakan pada diri sendiri: "Apakah kalimat ini membayangkan masa lalu yang berbeda?" Jika ya, itu adalah Mesin Waktumu. Polanya adalah: If + [had + past participle], [would have + past participle].
Cara Menggunakan Mesin Waktumu
Menggunakan kondisional ketiga itu mudah. Kamu memiliki dua bagian masa lalu yang tidak nyata. Kamu dapat mulai dengan bagian 'if' atau bagian 'would have'. Jika kamu mulai dengan 'if', gunakan koma. Jika kamu mulai dengan 'would have', tidak perlu koma. Misalnya: "Jika aku melihatmu, aku akan menyapa." Atau, "Aku akan menyapa jika aku melihatmu." Artinya sama. Kamu berbicara tentang situasi masa lalu yang tidak nyata. Kamu juga dapat menggunakan 'could have' atau 'might have' alih-alih 'would have' pada hasilnya.
Ups! Mari Perbaiki Kesalahan Umum
Semua orang membuat kesalahan. Mari perbaiki kesalahan umum. Satu kesalahan besar adalah menggunakan past simple di bagian 'if'. Seorang anak mungkin berkata, "If I studied, I would have passed." Ini mencampur kondisional kedua dan ketiga. Kondisional ketiga yang benar adalah: "If I had studied, I would have passed."
Kesalahan lainnya adalah menggunakan 'would have' di bagian 'if'. Jangan katakan, "If I would have known, I would have come." Cara yang benar adalah, "If I had known, I would have come." Klausa 'if' tidak pernah menggunakan 'would have'. Ini menggunakan past perfect (had + past participle).
Kesalahan ketiga adalah menggunakannya untuk masa kini atau masa depan. Kondisional ketiga hanya untuk masa lalu. Untuk tidak nyata masa kini/masa depan, gunakan kondisional kedua. "If I were rich, I would buy a car" (tidak nyata sekarang/masa depan). "If I had been rich, I would have bought a car" (tidak nyata masa lalu).
Apakah Kamu Siap untuk Tantangan Perjalanan Waktu?
Mari uji keterampilanmu. Pikirkan tentang kesalahan kecil yang kamu buat kemarin. Bayangkan pilihan yang berbeda. Tulis kalimat kondisional ketiga. Contoh: "Jika aku menyetel alarmku, aku tidak akan terlambat." Sekarang, pikirkan tentang peristiwa sejarah yang kamu ketahui. Bayangkan satu perubahan. Tulis kalimat kondisional ketiga. Contoh: "Jika Titanic melihat gunung es lebih awal, kapal itu tidak akan tenggelam." Pikirkan tentang waktu ketika kamu membantu seseorang. Bagaimana jika kamu tidak membantu? Tulis sebuah kalimat. Terakhir, buat masa lalu alternatif yang lucu untuk tokoh cerita terkenal. Gunakan kondisional ketiga. Jadilah kreatif!
Kamu Sekarang adalah Seorang Penjelajah Waktu
Kamu telah mempelajari semua tentang kondisional ketiga. Kamu tahu itu untuk membayangkan hasil yang berbeda di masa lalu. Kamu memahami aturannya: past perfect setelah 'if', dan 'would have' ditambah past participle pada hasilnya. Kamu dapat mengenalinya dengan mudah. Kamu memiliki rumus untuk menggunakannya. Kamu bahkan dapat memperbaiki kesalahan umum. Kamu sekarang dapat berpikir dengan bijaksana tentang masa lalu.
Kamu dapat mempelajari banyak hal dari artikel ini. Kamu sekarang tahu bahwa kondisional ketiga digunakan untuk membayangkan masa lalu yang berbeda dan hasilnya. Kamu memahami strukturnya: 'If' diikuti oleh past perfect (had + past participle), dan klausa hasil dengan 'would have' dan past participle. Kamu belajar bahwa itu hanya untuk situasi masa lalu yang tidak dapat diubah. Kamu melihat perbedaan antara kondisional kedua (tidak nyata sekarang/masa depan) dan kondisional ketiga (tidak nyata masa lalu). Kamu juga tahu cara menggunakannya untuk mengungkapkan penyesalan atau memikirkan sejarah alternatif.
Sekarang, cobalah menggunakan pengetahuan barumu dalam kehidupan nyata. Berikut adalah dua ide menyenangkan. Pertama, mainkan game "Bagaimana Jika?" tentang minggu lalu dengan seorang teman. Bergantian membayangkan satu hal yang kamu lakukan secara berbeda dan apa yang akan terjadi. Gunakan kondisional ketiga. Contoh: "Jika kamu membawa payungmu, kamu tidak akan basah." Kedua, tulis paragraf pendek tentang "pelajaran yang dipetik." Pikirkan tentang waktu ketika kamu belajar sesuatu. Tulis tentang apa yang akan kamu lakukan secara berbeda menggunakan kondisional ketiga. Misalnya, "Saya belajar untuk memeriksa kembali pekerjaan saya. Jika saya telah memeriksa jawaban saya, saya akan mendapat nilai 100%." Selamat bersenang-senang menjelajahi waktu dengan pikiranmu!

