Apa Itu Simple Present Tense dan Bagaimana Anak-Anak Menggunakannya Setiap Hari?

Apa Itu Simple Present Tense dan Bagaimana Anak-Anak Menggunakannya Setiap Hari?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Makna

Halo, para penjelajah waktu. Hari ini, kita akan belajar tentang cara penggunaan kata kerja yang sangat berguna dan umum. Kita akan belajar tentang simple present tense. Tenses memberi tahu kita kapan sesuatu terjadi. Simple present tense bukan tentang apa yang terjadi saat ini juga. Ini tentang kebiasaan, rutinitas, dan fakta.

Pikirkan itu sebagai tenses "selalu" atau "biasanya". Kita menggunakannya untuk berbicara tentang hal-hal yang kita lakukan berulang-ulang. Saya menyikat gigi setiap pagi. Kita menggunakannya untuk berbicara tentang hal-hal yang selalu benar. Matahari terbit di timur. Kita menggunakannya untuk berbicara tentang hal-hal yang kita sukai atau tidak kita sukai. Saya suka es krim. Dia benci brokoli. Ini adalah tenses untuk berbagi apa yang normal dan benar dalam hidup Anda. Mari kita pelajari semuanya.

Konjugasi

Kata "konjugasi" berarti mengubah kata kerja agar sesuai dengan subjek. Untuk simple present tense, ini sebagian besar sangat mudah. Kita menggunakan bentuk dasar kata kerja untuk saya, kamu, kita, dan mereka.

Saya berjalan. Kamu berbicara. Kami bermain. Mereka melompat. Lihat, kata kerjanya tidak berubah.

Tetapi ada satu aturan penting. Ketika subjeknya adalah dia, dia, atau itu, kita biasanya menambahkan 's' ke kata kerja. Ini untuk orang ketiga tunggal. Dia berjalan. Dia berbicara. Anjing saya (itu) berlari. Komputer (itu) berfungsi. Aturan 's' ini adalah kunci untuk menggunakan simple present tense dengan benar. Beberapa kata kerja bersifat khusus, seperti "to be" (saya adalah, kamu adalah, dia adalah) dan "to have" (saya punya, dia punya). Kita akan berlatih juga.

Present tense

Simple present tense adalah cara utama kita berbicara tentang masa kini untuk kebiasaan dan fakta. Mari kita lihat dalam tindakan.

Kita menggunakannya untuk rutinitas harian. Saya bangun jam tujuh. Kamu sarapan. Dia pergi ke sekolah. Dia membaca buku. Kami mengerjakan pekerjaan rumah kami. Mereka bermain sepak bola setelah kelas. Ini adalah hal-hal yang terjadi secara teratur, bukan hanya pada saat ini.

Kita menggunakannya untuk kebenaran umum. Air mendidih pada suhu 100 derajat. Burung terbang. Dua tambah dua sama dengan empat. Orang tua mencintai anak-anak mereka. Ini adalah fakta tentang dunia yang tidak berubah.

Kita juga menggunakannya untuk keadaan dan perasaan. Saya tahu jawabannya. Kamu ingin kue. Dia suka musik. Dia butuh bantuan. Kami mengerti permainannya. Mereka punya mobil merah. Ini menggambarkan bagaimana keadaan, bukan tindakan yang terjadi sekarang.

Past tense

Simple present tense itu sendiri tidak berbicara tentang masa lalu. Ini untuk kebiasaan yang berlanjut hingga saat ini. Saya berjalan ke sekolah setiap hari. Ini berarti saya melakukannya kemarin, saya melakukannya hari ini, dan saya mungkin akan melakukannya besok.

Untuk berbicara tentang tindakan yang selesai di masa lalu, kita menggunakan tenses yang berbeda, seperti simple past. Saya berjalan ke sekolah kemarin. Dia makan apel. Mereka bermain game.

Namun, terkadang kita menggunakan simple present tense untuk menceritakan sebuah cerita yang terjadi di masa lalu. Ini disebut "historic present." Itu membuat cerita terasa menarik dan seperti sedang terjadi sekarang. "Jadi kemarin, saya sedang berjalan pulang, dan saya melihat pelangi yang sangat besar!" Ini untuk bercerita yang menyenangkan, bukan untuk berbicara normal tentang masa lalu.

Future tense

Simple present tense bukanlah cara utama untuk berbicara tentang rencana masa depan. Kita biasanya menggunakan "akan" atau "akan" untuk itu. Saya akan mengunjungi nenek saya besok. Dia akan mengadakan pesta.

Tetapi kita menggunakan simple present tense untuk masa depan ketika kita berbicara tentang jadwal dan jadwal yang tetap. Bus berangkat pukul 15:15. Film dimulai pukul 7:00. Sekolah dimulai pada bulan September. Penerbangan saya tiba pada hari Jumat. Kita menggunakannya karena jadwal adalah fakta yang ditetapkan, seperti aturan. Ini bukan rencana pribadi.

Pertanyaan

Untuk mengajukan pertanyaan dalam simple present tense, kita sering menggunakan kata kerja bantu "do" dan "does." Kita menggunakan "do" untuk saya, kamu, kita, mereka. Kita menggunakan "does" untuk dia, dia, itu. Setelah "do" atau "does," kita menggunakan bentuk dasar dari kata kerja utama.

Apakah kamu suka pizza? Apakah dia bermain piano? Apakah mereka tinggal di sini? Apakah kucing itu minum susu? Ke mana kamu pergi ke sekolah? Apa yang dia makan untuk makan siang? Bagaimana mereka pulang?

Untuk kata kerja "to be," lebih mudah. Kita hanya menempatkan kata kerja di bagian depan. Apakah saya terlambat? Apakah kamu bahagia? Apakah dia saudaramu? Apakah kita siap? Di mana tas saya? Bagaimana kabar mereka?

Penggunaan lain

Simple present tense memiliki beberapa pekerjaan menyenangkan lainnya. Kita menggunakannya untuk memberikan instruksi atau petunjuk. Pertama, Anda mencampur tepung dan telur. Kemudian, Anda memanggangnya. Anda belok kiri di lampu lalu lintas. Ini karena instruksi seperti aturan umum.

Kita menggunakannya dalam komentar olahraga untuk membuat aksi terasa langsung. Dia mengoper bola. Dia menembak. Dia mencetak gol. Penyiar menggunakan simple present untuk menggambarkan aksi cepat saat terjadi.

Kita juga menggunakannya dalam cerita dari buku, terutama dalam buku anak-anak. "Beruang itu berjalan ke hutan. Dia menemukan sarang lebah." Buku cerita sering menggunakan simple present untuk membuat cerita terasa hidup dan terjadi tepat di depan Anda saat Anda membaca.

Tips belajar

Cara yang bagus untuk mempelajari simple present tense adalah dengan berbicara tentang kehidupan Anda sendiri. Buat poster "Hari Saya". Gambarlah gambar rutinitas Anda. Tulis satu kalimat untuk setiap gambar. Saya bangun. Saya sarapan. Saya pergi ke sekolah. Saya membaca buku. Saya tidur. Ini menghubungkan tata bahasa dengan dunia Anda sendiri.

Nyanyikan lagu "Rutinitas Harian". Gunakan nada "Beginilah Cara Kami Mencuci Pakaian Kami." "Beginilah cara saya menyikat gigi, menyikat gigi, menyikat gigi. Beginilah cara saya menyikat gigi sepagi ini." Ubah tindakannya. Bernyanyi tentang berpakaian, makan siang, naik bus. Musik membuat polanya menempel.

Latih aturan 's' dengan permainan konyol. Setiap kali Anda melihat satu orang atau benda (seperti ibu Anda, jam, seekor anjing), tunjuk dan katakan "Dia berlari!" atau "Dia memasak!" atau "Itu berdetak!" Lakukan dengan cepat. Ini membuat otak Anda terbiasa menambahkan 's' untuk dia, dia, dan itu.

Game edukasi

Mari kita bermain "Simon Says" dengan simple present tense. Pemimpin berkata, "Simon berkata, 'Kamu melompat.'" Semua orang melompat. "Simon berkata, 'Dia bertepuk tangan.'" Semua orang berpura-pura menjadi 'dia' dan bertepuk tangan. "Kamu berputar." Jika seseorang berputar tanpa mendengar "Simon berkata," mereka keluar. Game ini membuat Anda bergerak dan menggunakan bentuk kata kerja dalam perintah.

Mainkan "Temukan Seseorang Yang..." Buat lembar kerja sederhana dengan kebiasaan dalam simple present tense. "Temukan seseorang yang... suka brokoli... punya anjing peliharaan... bermain piano... membaca setiap malam." Anak-anak harus berjalan-jalan dan mengajukan pertanyaan. "Apakah kamu suka brokoli?" "Apakah kamu punya anjing peliharaan?" Mereka menulis nama teman sekelas yang mengatakan "Ya, saya lakukan." Ini adalah aktivitas berbicara klasik dan menyenangkan.

Coba permainan sortir "Fakta atau Kebiasaan?" Tulis banyak kalimat di kartu. Beberapa adalah fakta. "Bulan mengorbit Bumi." Beberapa adalah kebiasaan. "Saya minum susu dengan makan malam." Beberapa salah untuk simple present. "Saya sedang makan apel sekarang" (itu present continuous). Dalam tim, anak-anak harus mengurutkan kartu ke dalam tumpukan "Fakta", "Kebiasaan", atau "Ups, Tenses Salah!" Game ini benar-benar menguji pemahaman mereka tentang kapan harus menggunakan simple present tense dan membuat tata bahasa menjadi tantangan kelompok yang menyenangkan.