Siapa Selebriti Ini?
W.E.B. Du Bois adalah seorang penulis, sejarawan, dan pemimpin hak sipil. Ia menjadi orang Kulit Hitam pertama yang meraih gelar PhD dari Universitas Harvard. Ia menulis buku-buku terkenal tentang ras dan kesetaraan.
Kisah selebriti ini mengikuti seorang pria yang menggunakan kata-kata sebagai senjata. W.E.B. Du Bois tidak menerima perlakuan yang tidak adil. Ia menulis artikel, memberikan pidato, dan mengorganisir protes untuk hak-hak yang setara.
Anak-anak yang menyukai membaca dan sejarah akan menemukan kisahnya sangat kuat. Du Bois menunjukkan bahwa pengetahuan adalah kekuatan. Ia membuktikan bahwa satu orang dengan pena dapat mengubah dunia.
Ia membantu memulai NAACP, sebuah kelompok yang masih memperjuangkan hak sipil hingga hari ini. Ide-idenya mempengaruhi Martin Luther King Jr. dan banyak pemimpin lainnya.
Kehidupan Awal dan Masa Kanak-Kanak
W.E.B. Du Bois lahir pada tahun 1868. Ia dibesarkan di Great Barrington, Massachusetts. Keluarganya adalah salah satu dari sedikit keluarga Kulit Hitam di kota itu.
William muda sangat menyukai sekolah. Ia membaca setiap buku yang bisa ia temukan. Para gurunya melihat kecerdasan cemerlangnya dan mendorongnya.
Ia tidak menghadapi banyak rasisme sebagai anak-anak. Kotanya memperlakukannya dengan adil. Ia bermain dengan anak-anak kulit putih dan bersekolah di sekolah-sekolah yang baik.
Namun suatu hari, seorang gadis kulit putih di kelasnya menolak untuk bertukar kartu dengannya. Ia berkata bahwa Du Bois adalah Kulit Hitam. Du Bois merasa bingung dan terluka.
Momen kecil itu membuka matanya. Ia menyadari bahwa beberapa orang akan menilainya berdasarkan warna kulitnya. Ia memutuskan untuk melawan ketidakadilan ini dengan pikirannya.
Ia bekerja keras dalam segala hal yang ia lakukan. Ia menulis untuk surat kabar lokal. Ia belajar bahasa Latin dan Yunani. Ia bermimpi untuk masuk universitas yang hebat.
Ibunya mendukungnya. Ia bekerja keras untuk memastikan Du Bois tetap bersekolah. Ia percaya bahwa putranya akan melakukan hal-hal besar.
Ketika Du Bois remaja, ibunya meninggal. Ia merasa sangat sedih. Ia melanjutkan studinya untuk menghormati ingatan ibunya.
Pendidikan dan Perjalanan Belajar
W.E.B. Du Bois kuliah di Fisk University di Tennessee. Ini adalah pertama kalinya ia tinggal di Selatan. Ia melihat rasisme untuk pertama kalinya.
Ia melihat orang-orang Kulit Hitam diperlakukan seperti warga negara kelas dua. Ia melihat tempat minum dan ruang tunggu yang terpisah. Ia merasa marah dan bertekad.
Di Fisk, Du Bois belajar tentang sejarah orang Kulit Hitam. Ia menyadari bahwa orang Kulit Hitam telah mencapai hal-hal besar sebelum perbudakan. Ia ingin membagikan sejarah ini kepada dunia.
Setelah Fisk, Du Bois melanjutkan ke Universitas Harvard. Ia adalah salah satu dari sedikit mahasiswa Kulit Hitam di sana. Ia belajar sejarah dan filsafat.
Ia bekerja keras setiap hari. Ia sering tinggal di perpustakaan hingga tengah malam. Ia meraih gelar sarjana pada tahun 1890.
Kemudian ia meraih gelar kedua. Lalu ia meraih gelar master. Harvard belum pernah memberikan gelar PhD kepada orang Kulit Hitam sebelumnya.
Du Bois menjadi yang pertama. Ia meraih gelar PhD pada tahun 1895. Ia menulis disertasi terkenal tentang perdagangan budak Afrika.
Ia juga belajar di Berlin, Jerman. Para profesor Eropa memperlakukannya sebagai setara. Ia menyukai perasaan dinilai hanya berdasarkan karyanya.
Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
W.E.B. Du Bois menjadi sukses melalui penelitian dan penulisan. Ia tidak hanya berbicara tentang masalah. Ia mempelajarinya dengan ilmu pengetahuan.
Ia mengajar di Universitas Atlanta. Ia menciptakan program penelitian tentang kehidupan Kulit Hitam di Amerika. Ia menerbitkan studi tentang kemiskinan, kejahatan, dan kesehatan.
Buku “The Philadelphia Negro” mengubah cara orang berpikir tentang ras. Ia menggunakan data dan fakta. Ia membuktikan bahwa orang Kulit Hitam menghadapi diskriminasi, bukan kemalasan.
Pada tahun 1903, Du Bois menerbitkan bukunya yang paling terkenal. Ia menamakannya “The Souls of Black Folk.” Buku ini menjadi klasik.
Dalam buku ini, Du Bois memperkenalkan ide “double consciousness.” Ia menggambarkan bagaimana orang Kulit Hitam Amerika melihat diri mereka melalui dua pasang mata. Mata mereka sendiri dan mata orang kulit putih yang menilai mereka.
Buku ini juga berisi kutipan terkenal. Du Bois mengatakan bahwa masalah abad ke-20 adalah masalah garis warna. Ia bermaksud bahwa ras membagi Amerika.
Du Bois tidak setuju dengan Booker T. Washington. Washington ingin orang Kulit Hitam fokus pada perdagangan dan pekerjaan. Du Bois ingin orang Kulit Hitam berjuang untuk kesetaraan penuh segera.
Ia percaya pada apa yang ia sebut “Talented Tenth.” Ia mengatakan bahwa orang Kulit Hitam yang paling terdidik harus menjadi pemimpin. Mereka harus menuntut hak untuk semua orang.
Ide-Ide Besar dan Prestasi
W.E.B. Du Bois mencapai banyak hal yang mengubah Amerika. Ide terbesarnya sederhana. Orang Kulit Hitam berhak atas kesetaraan penuh sekarang, bukan nanti.
Pada tahun 1909, Du Bois membantu memulai NAACP. Kelompok ini melawan penggantung, segregasi, dan penindasan pemilih. NAACP masih memperjuangkan hak sipil hingga hari ini.
Du Bois mengedit majalah NAACP yang disebut The Crisis. Ia menulis artikel setiap bulan selama 24 tahun. Ia menjangkau jutaan pembaca.
Ia menggunakan The Crisis untuk menunjukkan gambar-gambar korban penggantung. Surat kabar kulit putih tidak menunjukkan kengerian ini. Du Bois memaksa Amerika untuk melihat kebenaran.
Ia juga mengorganisir protes. Pada tahun 1917, ia memimpin pawai diam di Fifth Avenue di New York. Ribuan orang Kulit Hitam berjalan dalam diam untuk memprotes kekerasan.
Du Bois menulis 21 buku dan ratusan artikel. Ia menulis sejarah, sosiologi, dan fiksi. Bukunya “Black Reconstruction” mengubah cara sejarawan memahami Perang Saudara.
Ia juga mengorganisir konferensi internasional. Ia mengumpulkan pemimpin Kulit Hitam dari Afrika, Eropa, dan Amerika. Ia percaya bahwa rasisme adalah masalah global.
Du Bois mencalonkan diri untuk Senat pada tahun 1950. Ia kalah dalam pemilihan. Namun ia menggunakan kampanyenya untuk berbicara tentang perdamaian dan keadilan.
Tantangan dan Masa Sulit
W.E.B. Du Bois menghadapi banyak tantangan. Para cendekiawan kulit putih mengabaikan karyanya. Mereka tidak percaya bahwa seorang pria Kulit Hitam bisa menjadi sejarawan yang nyata.
Pemerintah AS mengawasinya selama bertahun-tahun. Mereka menganggap ide-idenya berbahaya. Ia berbicara menentang perang dan kolonialisme.
Pada tahun 1951, pemerintah mengadili Du Bois. Mereka menuduhnya menjadi mata-mata untuk negara lain. Ia berusia 83 tahun.
Seorang hakim membatalkan kasus tersebut. Namun, persidangan itu menghabiskan tabungan Du Bois. Ia kehilangan sebagian besar uangnya.
Du Bois juga menghadapi kritik dari pemimpin Kulit Hitam lainnya. Beberapa mengatakan ia terlalu radikal. Beberapa mengatakan ia meminta terlalu banyak terlalu cepat.
Ia tidak pernah berhenti berjuang. Ia terus menulis dan berbicara hingga usia 90-an. Ia percaya bahwa keadilan akan datang pada akhirnya.
Pada tahun 1961, Du Bois pindah ke Ghana, Afrika. Pemerintah di sana menyambutnya. Ia menjadi warga negara Ghana.
Ia meninggal pada tahun 1963 pada usia 95 tahun. Satu hari sebelum kematiannya, ia menulis tentang March on Washington. Martin Luther King Jr. memberikan pidato terkenalnya “I Have a Dream” pada hari itu.
Du Bois tidak pernah melihat pidato itu. Namun ide-idenya membantu mewujudkannya.
Fakta Menarik tentang Selebriti Ini
W.E.B. Du Bois memiliki banyak fakta menarik yang disukai anak-anak. Ia belajar membaca pada usia empat tahun. Ia membaca Alkitab dan surat kabar sebelum mulai sekolah.
Ia bermain piano. Ia menyukai musik klasik. Ia berkata bahwa musik membantunya berpikir dengan jelas.
Du Bois menyimpan buku harian selama 70 tahun. Ia menulis di dalamnya hampir setiap hari. Para sejarawan menggunakan buku hariannya untuk memahami kehidupannya.
Ia menyukai bepergian. Ia mengunjungi Eropa, Afrika, dan Asia. Ia belajar berbicara bahasa Jerman dan Prancis.
Du Bois adalah seorang vegetarian selama bertahun-tahun. Ia percaya bahwa makan daging tidak sehat. Ia lebih suka buah-buahan dan sayuran.
Ia memiliki ingatan fotografis. Ia bisa membaca satu halaman dan kemudian mengulangnya dari ingatan. Keterampilan ini membantunya di sekolah.
Du Bois hidup untuk melihat Mahkamah Agung melarang segregasi sekolah pada tahun 1954. Ia berusia 86 tahun. Ia berkata bahwa itu adalah salah satu hari terbahagia dalam hidupnya.
Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
W.E.B. Du Bois tetap sangat penting hingga hari ini. Bukunya masih dicetak. Mahasiswa kuliah membaca “The Souls of Black Folk” dalam kelas.
NAACP masih menggunakan ide-idenya. Organisasi ini memiliki jutaan anggota. Ia melanjutkan pekerjaan yang dimulai Du Bois.
Ide Du Bois tentang double consciousness membantu orang memahami rasisme. Psikolog dan sosiolog masih mempelajari konsep ini.
Du Bois membuktikan bahwa sejarah Kulit Hitam itu penting. Sebelum dia, sebagian besar sejarawan mengabaikan orang Kulit Hitam. Ia menunjukkan bahwa orang Kulit Hitam Amerika juga membangun negara ini.
Ia juga menunjukkan bahwa protes itu berhasil. Du Bois tidak menunggu perubahan. Ia menuntutnya. Keberaniannya menginspirasi gerakan hak sipil.
Pemerintah AS meminta maaf atas perlakuannya terhadap Du Bois. Pada tahun 2003, Departemen Luar Negeri menghormati warisannya. Mereka mengakui bahwa persidangan terhadapnya adalah salah.
Wajah Du Bois muncul di poster dan mural. Aktivis muda mempelajari pidatonya. Kata-katanya masih menginspirasi orang untuk berjuang demi keadilan.
Apa yang Bisa Anak-Anak Pelajari dari Kisah Ini?
Anak-anak dapat belajar banyak pelajaran dari W.E.B. Du Bois. Pelajaran pertama adalah tentang menggunakan pikiranmu. Du Bois melawan rasisme dengan penelitian dan penulisan. Pengetahuan adalah senjata yang kuat.
Pelajaran kedua adalah tentang berbicara kebenaran. Du Bois tidak melemahkan pesannya. Ia memberi tahu Amerika apa yang ia lihat.
Pelajaran ketiga adalah tentang menjadi berani. Pemerintah mengadili Du Bois. Ia tetap berbicara meskipun begitu.
Pelajaran keempat adalah tentang berpikir untuk diri sendiri. Du Bois tidak setuju dengan Booker T. Washington. Ia mengikuti keyakinannya sendiri, bukan keyakinan orang lain.
Pelajaran kelima adalah tentang melihat seluruh dunia. Du Bois percaya bahwa rasisme adalah masalah global. Ia berteman dengan orang-orang dari banyak negara.
Pelajaran terakhir adalah tentang tidak pernah berhenti. Du Bois berjuang untuk keadilan hingga ia meninggal pada usia 95 tahun. Kamu tidak pernah terlalu tua untuk membuat perbedaan.
Kuis Cepat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang kamu ingat tentang W.E.B. Du Bois. Minta bantuan orang tua untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.
Pertanyaan 1: Universitas mana yang Du Bois hadiri untuk gelar PhD-nya?
Pertanyaan 2: Apa nama buku Du Bois yang paling terkenal?
Pertanyaan 3: Organisasi apa yang Du Bois bantu mulai pada tahun 1909?
Pertanyaan 4: Apa nama majalah yang diedit Du Bois?
Pertanyaan 5: Berapa usia Du Bois ketika ia meninggal?
Waktu Aktivitas: Gambarlah W.E.B. Du Bois menulis di mejanya. Gambarlah buku dan kertas di sekelilingnya. Tambahkan kata-kata “The Souls of Black Folk” di salah satu buku.
Aktivitas Lain: Tulis paragraf pendek tentang sesuatu yang tidak adil yang telah kamu lihat. Deskripsikan apa yang terjadi. Kemudian tulis satu kalimat tentang apa yang seharusnya berubah.
Bicarakan tentang saat seseorang menilai kamu tanpa mengenalmu. Tulis bagaimana perasaanmu. Kemudian tulis satu hal yang bisa kamu lakukan untuk memperlakukan orang lain dengan adil.
W.E.B. Du Bois memegang pena dan mengubah dunia. Ia menulis tentang rasa sakit dan harapan. Ia menuntut agar Amerika memenuhi janjinya. Ia menghadapi musuh dan penjara. Ia tidak pernah berhenti. Kisahnya memberi tahu setiap anak bahwa suaramu penting. Gunakan itu. Tulis. Bicara. Organisir. Tuntut keadilan. Kamu tidak pernah terlalu muda untuk memulai. Du Bois mulai membaca pada usia empat tahun. Ia tidak pernah berhenti belajar. Ambil sebuah buku. Ambil sebuah pena. Ubah dunia.

