Anak-anak seringkali merasa buruk setelah melakukan kesalahan. Mereka mungkin bersembunyi di sudut. Mereka mungkin menangis dan berkata, “Aku bodoh sekali.” Mereka percaya bahwa mereka harus sempurna.
Tetapi kesempurnaan tidak ada. Setiap orang yang berjalan di bumi ini membuat kesalahan. Guru membuat kesalahan. Orang tua membuat kesalahan. Bahkan pahlawan super dalam cerita pun membuat kesalahan.
Dua frasa membantu anak-anak memahami kebenaran penting ini. Ini adalah “semua orang membuat kesalahan” dan “itu manusiawi.” Keduanya mengingatkan kita bahwa kesalahan adalah hal yang wajar.
Banyak pelajar muda mendengar frasa-frasa ini dari orang dewasa yang peduli. Tetapi mereka mungkin tidak melihat perbedaan kecil di antara keduanya. Satu berfokus pada orang lain. Satu berfokus pada menjadi manusia.
Artikel ini membantu orang tua menjelaskan mengapa kesalahan bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Anak Anda akan belajar untuk mengucapkan frasa-frasa ini pada diri mereka sendiri dan kepada teman-teman.
Apa Arti Ungkapan-ungkapan Ini?
“Semua orang membuat kesalahan” berarti “tidak ada seorang pun di bumi yang sempurna.” Setiap manusia melakukan hal-hal yang salah terkadang. Anda tidak sendirian dalam kesalahan Anda.
Untuk seorang anak, pikirkan ini seperti lingkaran besar yang berisi orang-orang. Ibu Anda ada di dalam lingkaran. Guru Anda ada di dalam lingkaran. Presiden ada di dalam lingkaran. Semua orang di dalam lingkaran telah membuat kesalahan.
“Itu manusiawi” berarti “membuat kesalahan adalah bagian dari menjadi manusia.” Manusia bukanlah robot atau komputer. Manusia belajar dengan mencoba dan gagal. Kesalahan membuktikan bahwa Anda adalah manusia sejati.
Untuk seorang anak, pikirkan ini seperti memiliki dua kaki. Semua manusia memiliki kaki. Semua manusia juga membuat kesalahan. Membuat kesalahan sama wajarnya dengan memiliki kaki.
Kedua ungkapan ini tampak serupa karena keduanya menormalkan kesalahan. Keduanya mengatakan “jangan merasa malu.” Keduanya menghibur seorang anak setelah kegagalan. Itulah mengapa orang sering menggunakannya bersama-sama.
Tetapi fokusnya berbeda. Satu melihat ke luar pada orang lain. Satu melihat ke dalam pada sifat manusia.
Apa Perbedaannya?
Perbedaan utama terletak pada apa yang Anda tekankan. “Semua orang membuat kesalahan” menekankan bahwa Anda memiliki teman. “Itu manusiawi” menekankan bahwa kesalahan adalah hal yang wajar.
Satu melawan perasaan kesepian. Yang lainnya melawan perasaan hancur.
“Semua orang membuat kesalahan” terdengar lebih sosial dan komparatif. Anda memberi tahu seorang anak “lihat semua orang itu. Mereka juga membuat kesalahan. Kamu normal seperti mereka.”
“Itu manusiawi” terdengar lebih filosofis dan menerima. Anda memberi tahu seorang anak “Anda adalah manusia. Manusia membuat kesalahan. Ini bukan sebuah kekurangan. Ini adalah fitur dari kehidupan.”
Perbedaan lain melibatkan tingkat kenyamanan. “Semua orang membuat kesalahan” berfungsi dengan baik untuk kesalahan tertentu. Seorang anak gagal dalam ujian ejaan. Anda mengatakan “semua orang membuat kesalahan” untuk menunjukkan bahwa anak tersebut tidak sendirian.
“Itu manusiawi” berfungsi dengan baik untuk rasa malu yang lebih dalam. Seorang anak merasa sangat buruk karena berbohong. Anda mengatakan “itu manusiawi untuk ingin menghindari masalah. Tetapi kita bisa belajar dari ini.”
Juga, “itu manusiawi” bisa terdengar lebih dewasa. “Semua orang membuat kesalahan” terasa lebih sederhana dan lebih ramah anak.
Jadi ingat: semua orang = Anda tidak sendirian. Itu manusiawi = Anda bertindak seperti manusia sejati.
Kapan Kita Menggunakan Masing-masing?
Gunakan “semua orang membuat kesalahan” setelah kesalahan umum. Gunakan itu ketika seorang anak lupa pekerjaan rumah. Gunakan itu ketika seorang anak gagal mencetak gol dalam sepak bola. Gunakan itu ketika seorang anak melanggar aturan secara tidak sengaja.
Misalnya, seorang anak menjatuhkan piring dan pecah. Anak itu merasa sangat buruk. Anda mengatakan “semua orang membuat kesalahan. Dulu saya pernah memecahkan tiga piring dalam satu minggu.” Anda berbagi teman.
Gunakan “semua orang membuat kesalahan” dalam pengaturan kelompok. Seluruh kelas mendapat nilai buruk dalam kuis. Guru berkata “semua orang membuat kesalahan. Mari kita tinjau bersama.”
Gunakan “itu manusiawi” ketika seorang anak merasa sangat malu. Gunakan itu setelah seorang anak berbohong. Gunakan itu ketika seorang anak merasa cemburu pada seorang teman. Gunakan itu untuk perasaan, bukan hanya tindakan.
Misalnya, seorang anak mengakui “Saya merasa senang ketika teman saya kalah dalam perlombaan.” Mereka merasa bersalah. Anda mengatakan “itu manusiawi untuk memiliki perasaan yang campur aduk. Yang penting adalah apa yang Anda lakukan selanjutnya.”
Gunakan “itu manusiawi” untuk pelajaran hidup yang besar. Seorang anak bertanya mengapa orang dewasa menangis. Anda mengatakan “itu manusiawi untuk merasa sedih terkadang. Menangis membantu hati kita sembuh.”
Juga gunakan “itu manusiawi” untuk mendorong mencoba hal-hal baru. “Bagaimana jika saya gagal?” “Itu manusiawi untuk gagal. Coba saja.”
Ingat: kesalahan tertentu = “semua orang membuat kesalahan.” Perasaan yang mendalam atau sifat manusia = “itu manusiawi.”
Contoh Kalimat untuk Anak-Anak
Berikut adalah kalimat sederhana untuk “semua orang membuat kesalahan”:
Semua orang membuat kesalahan. Guru saya pernah salah mengeja sebuah kata di papan tulis.
(Ini berbagi contoh spesifik dari seorang dewasa.)
Semua orang membuat kesalahan. Itulah cara kita belajar untuk menjadi lebih baik di lain waktu.
(Ini menghubungkan kesalahan dengan pembelajaran.)
Semua orang membuat kesalahan. Bahkan pemain sepak bola terbaik terkadang gagal mencetak gol.
(Ini menggunakan olahraga untuk menunjukkan universalitas.)
Berikut adalah kalimat sederhana untuk “itu manusiawi”:
Itu manusiawi untuk melupakan sesuatu. Itulah mengapa kita membuat daftar.
(Ini menormalkan lupa.)
Itu manusiawi untuk merasa gugup sebelum ujian besar. Tubuh Anda hanya bersiap-siap.
(Ini menormalkan kecemasan.)
Itu manusiawi untuk ingin menjadi yang terbaik. Tetapi kita tidak bisa menang setiap saat.
(Ini menormalkan ambisi dan kekecewaan.)
Perhatikan bagaimana “semua orang membuat kesalahan” mengarah pada orang lain. “Itu manusiawi” mengarah pada apa yang ada di dalam diri kita semua. Keduanya menyembuhkan rasa malu dengan cara yang berbeda.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Banyak anak menggunakan “semua orang membuat kesalahan” untuk perjuangan emosional yang mendalam. Ini bisa terdengar meremehkan. Seorang anak merasa sedih tentang hewan peliharaannya yang mati. Seseorang berkata “semua orang membuat kesalahan.”
Salah: “Anjing saya mati.” “Semua orang membuat kesalahan.”
Benar: “Anjing saya mati.” “Itu manusiawi untuk merasa sangat sedih sekarang.”
Kesedihan bukanlah sebuah kesalahan. Jangan gunakan frasa kesalahan untuk kesedihan.
Kesalahan lain: menggunakan “itu manusiawi” untuk setiap kesalahan kecil. Ini terdengar terlalu dramatis. Seorang anak lupa pensil. Anda mengatakan “itu manusiawi untuk lupa.” Ini terasa berat.
Salah: “Saya lupa pensil saya.” “Itu manusiawi untuk lupa.”
Benar: “Saya lupa pensil saya.” “Semua orang membuat kesalahan. Ini ada cadangannya.”
Kesalahan kecil membutuhkan frasa yang lebih ringan. Simpan “itu manusiawi” untuk perasaan yang lebih besar.
Kesalahan ketiga: menggunakan salah satu frasa untuk menghindari memperbaiki masalah. Kesalahan masih perlu diperbaiki. Mengatakan “semua orang membuat kesalahan” tidak berarti kita mengabaikan kekacauan.
Selalu tambahkan solusi. “Semua orang membuat kesalahan. Sekarang mari kita bersihkan ini bersama-sama.” Ini mengajarkan tanggung jawab bersama dengan penerimaan.
Tips Memori Mudah
Berikut adalah trik yang menyenangkan untuk anak-anak. Pikirkan tentang kerumunan dan hati.
“Semua orang membuat kesalahan” = kerumunan orang. Anda melihat sekeliling dan melihat semua manusia lainnya. Mereka semua telah membuat kesalahan. Anda juga ada di dalam kerumunan.
“Itu manusiawi” = jantung yang berdetak. Setiap manusia memiliki jantung yang memompa darah. Setiap manusia juga membuat kesalahan. Kesalahan berasal dari hidup, sama seperti detak jantung Anda.
Tips memori lainnya: lihat kata pertama. “Semua orang” dimulai dengan S seperti “Semua orang lain.” Anda memikirkan orang lain. “Manusiawi” dimulai dengan H seperti “Hati.” Anda memikirkan apa yang ada di dalam.
Gambar sederhana. Gambarlah sekelompok besar orang yang tersenyum di samping “semua orang membuat kesalahan.” Gambarlah hati merah besar di samping “itu manusiawi.” Gambar-gambar tersebut membantu anak-anak memilih frasa yang tepat.
Coba juga pertanyaan ini: “Apakah saya perlu tahu bahwa saya tidak sendirian, atau apakah saya perlu tahu bahwa perasaan saya adalah hal yang wajar?” Jika tidak sendirian, katakan “semua orang membuat kesalahan.” Jika perasaan yang wajar, katakan “itu manusiawi.”
Waktu Latihan Cepat
Cobalah latihan mudah ini dengan anak Anda. Isi bagian yang kosong dengan “semua orang membuat kesalahan” atau “itu manusiawi.”
Teman Anda merasa malu setelah terjatuh di taman bermain. Anda berkata “________________. Saya juga terkadang terjatuh.”
Adik laki-laki Anda merasa takut untuk memulai taman kanak-kanak. Anda berkata “________________ untuk merasa gugup tentang hal-hal baru.”
Anda salah mengeja sebuah kata di depan seluruh kelas. Guru Anda berkata “________________. Mari kita latih kata itu bersama-sama.”
Sepupu Anda merasa bersalah karena merasa marah pada adik perempuannya. Anda berkata “________________ untuk merasa marah terkadang. Jangan menyakiti siapa pun.”
Jawaban:
Semua orang membuat kesalahan (berbagi teman setelah terjatuh)
Itu manusiawi (menormalkan perasaan gugup)
Semua orang membuat kesalahan (kesalahan ejaan tertentu)
Itu manusiawi (menormalkan emosi kemarahan)
Sekarang latihlah mengucapkan frasa-frasa ini pada diri sendiri. Lain kali anak Anda membuat kesalahan, jeda sebelum berbicara. Pilih frasa yang tepat. Untuk kecelakaan kecil, katakan “semua orang membuat kesalahan.” Untuk perasaan yang besar, katakan “itu manusiawi.” Perhatikan bagaimana wajah anak Anda rileks.
Kesimpulan
Gunakan “semua orang membuat kesalahan” untuk menunjukkan kepada seorang anak bahwa mereka tidak sendirian dalam kesalahan mereka. Gunakan “itu manusiawi” untuk menunjukkan kepada seorang anak bahwa perasaan dan kekurangan mereka berasal dari hidup. Keduanya mengajarkan kasih sayang pada diri sendiri, tetapi yang satu melihat sekeliling pada orang-orang sementara yang lain melihat ke dalam pada sifat manusia.

