Seorang anak bekerja keras. Sesuatu membuat mereka bekerja. Dua kata menggambarkan kekuatan ini: "Didorong" dan "Didorong". Keduanya berarti "sangat termotivasi untuk bertindak", tetapi sumber kekuatannya berbeda. Satu datang dari luar. Satu datang dari dalam.
Anak-anak merasakan kedua jenis kekuatan ini. Memahami perbedaannya membantu mereka memahami mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan.
Artikel ini membantu keluarga menjelajahi kata-kata motivasi ini. Anak Anda akan belajar kapan mereka didorong dan kapan mereka didorong.
Apa Arti Ungkapan Ini?
"Didorong" berarti "seseorang atau sesuatu di luar diri Anda memaksa atau mendorong Anda untuk bertindak." Kata tersebut menyiratkan tekanan eksternal. Itu mengatakan "sesuatu membuat saya melakukan ini."
Untuk seorang anak, pikirkan orang tua yang mengatakan "kamu harus menyelesaikan pekerjaan rumahmu sekarang." Orang tua mendorong anak itu. Dorongan itu datang dari luar.
"Didorong" berarti "perasaan atau keinginan yang kuat dari dalam diri Anda membuat Anda bertindak." Kata tersebut menyiratkan motivasi internal. Itu mengatakan "Saya sangat menginginkan ini sehingga saya tidak bisa berhenti."
Untuk seorang anak, pikirkan seorang anak yang menyukai dinosaurus. Mereka membaca setiap buku dinosaurus. Tidak ada yang menyuruh mereka. Mereka didorong oleh rasa ingin tahu mereka sendiri.
Kedua ungkapan ini tampak serupa karena keduanya menyebabkan tindakan. Keduanya berarti orang tersebut bekerja keras. Keduanya menggambarkan motivasi yang kuat.
Tapi yang satu datang dari tekanan luar. Yang satu datang dari keinginan dalam.
Apa Perbedaannya?
Perbedaan utama terletak pada dari mana motivasi itu berasal. "Didorong" berasal dari luar. "Didorong" berasal dari dalam.
Yang satu adalah tekanan eksternal. Yang satu adalah hasrat internal.
"Didorong" terdengar seperti orang lain yang bertanggung jawab. Orang tua, guru, tenggat waktu, aturan. Orang tersebut bertindak karena mereka harus, bukan karena mereka mau.
"Didorong" terdengar seperti orang tersebut yang bertanggung jawab. Impian, minat, atau nilai-nilai mereka sendiri mendorong mereka maju. Mereka bertindak karena mereka mau, bukan karena seseorang menyuruh mereka.
Perbedaan lain melibatkan perasaan. Didorong bisa terasa menegangkan atau menyebalkan. Didorong bisa terasa menyenangkan atau memuaskan.
Juga, orang yang didorong seringkali bekerja lebih keras dan lebih lama karena motivasi itu adalah milik mereka sendiri.
Jadi ingat: didorong = tekanan eksternal, kekuatan orang lain. didorong = keinginan internal, kekuatan Anda sendiri.
Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing?
Gunakan "didorong" ketika kekuatan luar menyebabkan tindakan. Gunakan untuk tenggat waktu. Gunakan untuk harapan orang tua atau guru. Gunakan untuk aturan dan persyaratan.
Misalnya, seorang anak menyelesaikan pekerjaan rumah karena guru mengatakan itu harus dikumpulkan besok. Kemudian Anda berkata "tenggat waktu mendorongnya untuk menyelesaikannya." Dorongan itu datang dari luar.
Gunakan "didorong" untuk tekanan teman sebaya. "Teman-temannya mendorongnya untuk mencoba masuk tim."
Gunakan "didorong" ketika perasaan di dalam menyebabkan tindakan. Gunakan untuk hasrat. Gunakan untuk rasa ingin tahu. Gunakan untuk tujuan pribadi. Gunakan untuk impian.
Misalnya, seorang anak berlatih piano selama berjam-jam karena dia menyukai musiknya. Tidak ada yang memintanya. Kemudian Anda berkata "dia didorong oleh kecintaannya pada musik." Dorongan itu datang dari dalam.
Gunakan "didorong" untuk nilai-nilai yang kuat. "Dia terdorong untuk membantu orang lain. Dia menjadi sukarelawan setiap minggu."
Juga gunakan "didorong" untuk ambisi. "Dia terdorong untuk menjadi perenang terbaik di tim."
Ingat: tekanan luar = "didorong." keinginan dalam = "didorong."
Contoh Kalimat untuk Anak-Anak
Berikut adalah kalimat sederhana untuk "didorong":
Tenggat waktu yang mendekat mendorongnya untuk menyelesaikan proyeknya.
(Tenggat waktu adalah tekanan dari luar.)
Orang tuanya mendorongnya untuk belajar lebih giat untuk ujian.
(Orang tua adalah kekuatan eksternal.)
Cuaca dingin mendorong anak-anak untuk bermain di dalam.
(Cuaca adalah kekuatan luar yang menyebabkan tindakan.)
Berikut adalah kalimat sederhana untuk "didorong":
Dia didorong oleh kecintaannya pada hewan untuk menjadi sukarelawan di tempat penampungan.
(Kecintaan pada hewan adalah perasaan internal.)
Dia terdorong untuk mempelajari segala sesuatu tentang luar angkasa. Dia membaca buku selama berjam-jam.
(Rasa ingin tahu datang dari dalam.)
Seniman itu terdorong untuk melukis setiap hari, bahkan tanpa pameran galeri.
(Keinginan untuk menciptakan datang dari dalam.)
Perhatikan bagaimana "didorong" membutuhkan orang atau benda di luar. "Didorong" membutuhkan perasaan atau keinginan di dalam.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Banyak orang mengatakan "didorong" untuk tekanan dari luar. Ini membingungkan sumbernya. Seorang anak menyelesaikan pekerjaan rumah karena orang tua mengatakan demikian. Anda berkata "dia didorong untuk membersihkan kamarnya."
Salah: Orang tua memaksa pekerjaan rumah. "Didorong."
Benar: "Orang tuanya mendorongnya untuk membersihkan kamarnya."
Tekanan dari luar mendorong, bukan mendorong.
Kesalahan lain: menggunakan "didorong" untuk hasrat internal. Ini melewatkan poinnya. Seorang anak membaca karena dia menyukai buku. Anda berkata "gurunya mendorongnya untuk membaca."
Salah: Anak suka membaca. "Didorong."
Benar: "Dia didorong oleh kecintaannya pada membaca."
Keinginan internal mendorong, bukan mendorong.
Kesalahan ketiga: melupakan bahwa seseorang dapat didorong dan didorong. Seorang anak mungkin menyukai sepak bola (didorong) dan juga memiliki pelatih yang mengharapkan latihan (didorong). Kedua kekuatan dapat bekerja sama.
Ajarkan anak Anda untuk mengenali kedua kekuatan dalam kehidupan mereka sendiri. "Saya terdorong untuk menggambar karena saya menyukainya. Saya didorong untuk mengerjakan pekerjaan rumah matematika karena harus dikumpulkan besok." Memahami perbedaannya membangun kesadaran diri.
Tips Memori Mudah
Berikut adalah trik menyenangkan untuk anak-anak. Pikirkan tentang tangan dan hati.
"Didorong" = tangan di punggung Anda. Tangan itu datang dari luar. Tangan orang lain mendorong Anda maju.
"Didorong" = hati dengan api di dalamnya. Api itu datang dari dalam. Hati Anda sendiri mendorong Anda maju.
Tips memori lainnya: lihat huruf pertama. "Didorong" dimulai dengan D seperti "Dorongan" atau "Desakan" dari luar. "Didorong" dimulai dengan D seperti "Keinginan" atau "Impian" dari dalam.
Gambar sederhana. Gambarlah tangan yang mendorong seseorang di samping "didorong." Gambarlah hati dengan nyala api di dalamnya di samping "didorong." Gambar-gambar tersebut membantu anak-anak merasakan perbedaannya.
Coba juga pertanyaan ini: "Apakah motivasi itu datang dari luar atau dari dalam?" Jika dari luar, katakan "didorong." Jika dari dalam, katakan "didorong."
Waktu Latihan Cepat
Coba latihan mudah ini dengan anak Anda. Isilah bagian yang kosong dengan "didorong" atau "didorong."
Bayi yang menangis ______________ orang tuanya untuk segera mencari botol.
Hasratnya pada menari ______________ dia untuk berlatih setiap hari.
Alarm kebakaran yang keras ______________ semua orang untuk meninggalkan gedung.
Keinginannya untuk membantu hewan yang sakit ______________ dia untuk menjadi dokter hewan.
Jawaban:
Didorong (kekuatan luar, tangisan bayi)
Didorong (hasrat dalam untuk menari)
Didorong (kekuatan luar, alarm kebakaran)
Didorong (keinginan dalam untuk membantu hewan)
Sekarang berlatihlah menggunakan kedua frasa di rumah. Ketika anak Anda melakukan sesuatu karena tekanan dari luar, katakan "Anda didorong oleh..." Ketika anak Anda melakukan sesuatu karena mereka menyukainya, katakan "Anda didorong oleh..." Anak Anda akan belajar untuk memperhatikan apakah motivasi mereka berasal dari luar atau dari dalam.
Penutup
Gunakan "didorong" ketika kekuatan luar seperti orang, aturan, atau keadaan menyebabkan seseorang bertindak. Gunakan "didorong" ketika kekuatan dalam seperti hasrat, rasa ingin tahu, atau nilai-nilai pribadi menyebabkan seseorang bertindak. Keduanya menciptakan tindakan, tetapi yang satu datang dari tangan di punggung Anda sementara yang satu datang dari api di hati Anda.

