Ada sebuah lagu yang memenuhi ruang kelas dengan energi dan tawa. Lagu ini melibatkan seorang petani, seekor anjing, dan banyak tepuk tangan. Lagu itu, tentu saja, tentang anjing kesayangan bernama Bingo. Frasa "dog is song" mengingatkan kita pada nada ceria tentang teman setia seorang petani ini. Anak-anak menyukai iramanya. Mereka menyukai tantangan mengeja. Sebagai guru, kita dapat menggunakan nada yang menular ini untuk lebih dari sekadar kesenangan. Ini adalah alat yang ampuh untuk mengajar ejaan, irama, dan kesadaran fonemik. Mari kita jelajahi bagaimana cara membawa lagu klasik tentang seekor anjing ini ke dalam ruang kelas kita.
Apa Itu Lagu Anjing "Bingo"? Ini adalah lagu tradisional bahasa Inggris tentang seekor anjing. Ini juga merupakan permainan tepuk tangan. Lagu ini menceritakan kisah seorang petani yang memiliki seekor anjing. Nama anjing itu adalah Bingo. Struktur lagu ini unik. Ia mengulangi bait-baitnya tetapi secara bertahap menghapus huruf dari nama anjing itu, menggantinya dengan tepuk tangan.
Struktur kumulatif ini sangat bagus untuk pelajar muda. Ini membangun antisipasi. Ini mendorong partisipasi aktif. Gagasan utama dari tema "dog is song" adalah bahwa anjing tertentu ini, Bingo, menjadi bintang dalam pelajaran ejaan musik. Anak-anak belajar mengeja kata B-I-N-G-O bahkan tanpa menyadarinya. Lagu ini mengubah pelajaran ejaan menjadi permainan yang menyenangkan.
Lirik dari Rima Anak-Anak Mari kita lihat liriknya dalam bentuk lengkapnya. Ini membantu kita memahami pola dari "dog is song" yang dicintai ini.
Ada seorang petani punya seekor anjing, Dan Bingo adalah namanya-o. B-I-N-G-O, B-I-N-G-O, B-I-N-G-O, Dan Bingo adalah namanya-o.
Ada seorang petani punya seekor anjing, Dan Bingo adalah namanya-o. (Tepuk)-I-N-G-O, (Tepuk)-I-N-G-O, (Tepuk)-I-N-G-O, Dan Bingo adalah namanya-o.
Ada seorang petani punya seekor anjing, Dan Bingo adalah namanya-o. (Tepuk)-(Tepuk)-N-G-O, (Tepuk)-(Tepuk)-N-G-O, (Tepuk)-(Tepuk)-N-G-O, Dan Bingo adalah namanya-o.
Pola berlanjut. Setiap bait menghapus satu huruf lagi dan menambahkan tepuk tangan. Kita melewati kelima huruf sampai namanya sepenuhnya ditepuk. Frasa tentang petani dan anjingnya adalah lagu muncul di awal setiap bait. Pengulangan ini memperkuat nama anjing dan struktur lagu yang menyenangkan.
Pembelajaran Kosakata: Kata-Kata dari Lagu Lagu tentang seekor anjing ini memperkenalkan beberapa kata yang berguna.
Petani: Ini adalah orang yang bekerja di pertanian. Kita dapat membahas apa yang dilakukan petani. Mereka menanam makanan dan merawat hewan.
Anjing: Ini adalah hewan peliharaan yang umum dan bintang dari lagu kita. Kita dapat berbicara tentang berbagai jenis anjing. Kita dapat membahas bagaimana anjing bisa menjadi teman dan penolong.
Nama: Ini adalah sebutan untuk seseorang atau hewan. Kita dapat berlatih memperkenalkan diri. "Nama saya Guru." "Namanya Bingo."
Bingo: Ini adalah nama khusus dari anjing dalam lagu kita. Ini juga merupakan kata yang bisa kita eja.
Mengajarkan kata-kata ini membangun fondasi. Gagasan bahwa anjing ini adalah lagu membantu kita mempelajari nama anjing dan huruf-huruf yang mengejanya.
Poin Fonik: Suara dalam Lagu Lagu ini sangat cocok untuk instruksi fonik. Ia mengisolasi huruf-huruf dalam BINGO satu per satu.
Huruf B: Kita mulai dengan suara /b/. Kita berlatih mengucapkan "B" dengan jelas. Kita dapat memikirkan kata-kata lain yang dimulai dengan B, seperti "bola" dan "anak laki-laki." Anjing dalam lagu kita dimulai dengan suara ini.
Huruf I: Kita berlatih suara pendek /i/, seperti dalam "igloo" atau "serangga." Kita merasakan bagaimana mulut kita membentuk suara.
Huruf N: Kita berlatih suara /n/. Kita merasakan ujung lidah kita menempel pada langit-langit mulut kita.
Huruf G: Kita berlatih suara keras /g/, seperti dalam "kambing" atau "gadis." Kita merasakan suara di bagian belakang tenggorokan kita.
Huruf O: Kita berlatih suara panjang /o/, seperti dalam "terbuka" atau "samudra."
Saat kita menyanyikan lagu, kita menekankan suara-suara ini. Ketika kita sampai pada bait-bait tepuk tangan, huruf yang hilang masih "terdengar" dalam pikiran kita. Ini memperkuat hubungan antara huruf dan bunyinya. Fakta bahwa seekor anjing adalah lagu membantu kita melatih suara-suara ini membuat pembelajaran lebih menarik.
Pola Tata Bahasa: Struktur Sederhana Kita dapat menemukan poin tata bahasa sederhana dalam lagu tentang seekor anjing ini.
Bentuk Lampau: Lagu menggunakan bentuk lampau "was." "There was a farmer." "Bingo was his name." Kita dapat membandingkan ini dengan bentuk sekarang. "Now, there is a dog." Ini adalah pengantar lembut untuk tenses kata kerja.
Kepemilikan: Lagu menunjukkan kepemilikan dengan kata "his." "Bingo was his name." Kita menjelaskan bahwa "his" memberi tahu kita bahwa nama itu milik anjing. Kita dapat berlatih dengan contoh lain. "This is his ball." "This is her book." Ini menghubungkan lagu dengan penggunaan bahasa dalam kehidupan nyata.
Artikel: Lagu menggunakan "a" sebelum petani dan anjing. "A farmer" dan "a dog." Kita dapat menjelaskan bahwa kita menggunakan "a" ketika kita menyebutkan sesuatu untuk pertama kalinya.
Struktur sederhana dari anjing ini adalah lagu membuatnya sempurna untuk memperkenalkan konsep tata bahasa ini dengan cara yang alami dan musikal.
Kegiatan Pembelajaran: Menghidupkan Lagu Berikut adalah beberapa kegiatan untuk memperdalam pengalaman belajar dengan anjing ini adalah lagu.
Kegiatan 1: Kartu Huruf Kita membutuhkan lima kartu besar. Setiap kartu memiliki satu huruf: B, I, N, G, O. Kita memberikan kartu kepada lima siswa. Saat kita menyanyikan lagu, siswa yang memegang huruf yang benar mengangkat kartu mereka. Ketika kita sampai pada bait-bait tepuk tangan, siswa yang hurufnya ditepuk menurunkan kartu mereka. Ini membuat pola ejaan menjadi visual dan fisik.
Kegiatan 2: Latihan Nama Kita dapat mengadaptasi lagu untuk nama siswa kita. Kita bernyanyi, "There was a teacher had a student, and [Nama Siswa] was their name-o." Kemudian kita mengeja nama siswa. Untuk nama yang lebih panjang, kita dapat menggunakan tepuk tangan untuk beberapa huruf. Ini mempersonalisasi pembelajaran. Ini membuat hubungan antara anjing adalah lagu dan konsep "nama" menjadi sangat jelas.
Kegiatan 3: Gambar Bingo Kita meminta siswa untuk menggambar gambar petani dan anjingnya. Mereka dapat menulis nama anjing itu, BINGO, di bagian bawah gambar. Mereka juga dapat menulis frasa "Bingo was his name-o" di bawah gambar mereka. Ini menggabungkan seni dengan latihan literasi.
Kegiatan 4: Diskusi Anjing Kita berbicara tentang anjing. Siapa yang punya anjing di rumah? Siapa namanya? Suara apa yang dibuat anjing? Bagaimana anjing membantu orang? Ini menghubungkan lagu dengan pengalaman siswa sendiri dengan hewan.
Materi yang Dapat Dicetak: Sumber Daya untuk Ruang Kelas Materi cetak mendukung pelajaran tentang anjing ini adalah lagu dan memberikan latihan untuk dibawa pulang.
Kartu Flash Kosakata: Kita membuat kartu flash untuk kata-kata kunci. Petani, anjing, nama. Gambar membantu anak-anak mengingat artinya.
Kartu Huruf: Kita membuat satu set kartu huruf yang mengeja B-I-N-G-O. Siswa dapat menyusunnya sesuai urutan. Mereka dapat berlatih menunjuk setiap huruf saat mereka bernyanyi.
Strip Ejaan: Kita membuat strip kertas sederhana dengan kata BINGO tertulis di atasnya. Siswa dapat menunjuk setiap huruf saat mereka bernyanyi. Mereka juga dapat menelusuri huruf untuk latihan tulisan tangan.
Halaman Mewarnai: Kita menyediakan halaman mewarnai seekor anjing yang ramah di sebuah peternakan. Siswa dapat mewarnai gambar. Mereka dapat berlatih menulis kata "BINGO" di spanduk di bagian atas atau bawah.
Game Edukasi: Membuat Pembelajaran Menyenangkan Game mengubah anjing ini adalah lagu menjadi pengalaman interaktif.
Game 1: Bingo Huruf Bingo Game ini menggunakan tema lagu. Kita membuat kartu bingo sederhana dengan huruf di atasnya, bukan angka. Kita memanggil huruf. Siswa menutupi huruf yang mereka miliki. Pemenangnya adalah orang pertama yang menutupi lima berturut-turut. Kita dapat berteriak "BINGO!" ketika seseorang menang, terhubung kembali ke lagu.
Game 2: Estafet Tepuk dan Eja Kita membagi kelas menjadi beberapa tim. Kita mengucapkan kata sederhana tiga atau empat huruf, seperti "kucing" atau "anjing." Tim pertama harus mengeja kata dengan bertepuk tangan untuk setiap huruf. Untuk "anjing," mereka akan bertepuk tangan tiga kali. Tim lain harus menebak kata dari tepuk tangan. Ini dibangun di atas pola tepuk tangan dari anjing kita adalah lagu.
Game 3: Sebutkan Huruf Itu Kita menyanyikan lagu, tetapi kita berhenti pada titik tertentu. Kita bernyanyi, "B-I-N-G-O, B-I-N-G-O, B-I..." lalu kita berhenti. Kelas harus meneriakkan huruf berikutnya, yaitu "N." Game cepat ini memeriksa pengetahuan mereka tentang urutan huruf.
Game 4: Pertunjukan Boneka Kita menggunakan boneka anjing untuk memerankan lagu. Bingo si boneka dapat "bertepuk tangan" dengan menggoyangkan ekornya atau menggerakkan cakarnya ketika bagian tepuk tangan datang. Ini menghidupkan anjing dalam anjing kita adalah lagu.
Dengan menggunakan strategi ini, kita mengubah lagu tepuk tangan sederhana tentang seekor anjing menjadi pengalaman pendidikan yang kaya. Kita membimbing siswa melalui kosakata, fonik, tata bahasa, dan ejaan. Kisah gembira tentang petani dan anjingnya Bingo menjadi jangkar untuk pembelajaran yang tetap bersama mereka lama setelah lagu berakhir.

