Ada jenis lagu khusus yang dibangun di atas dirinya sendiri. Lagu ini menambahkan bagian baru di setiap baitnya. Lagu ini mengajak anak-anak untuk mengingat dan mengulang. Lagu tentang pohon, dahan, dan sarang adalah salah satu permata ini. Frasa "rumput hijau tumbuh di sekitar" menjadi inti dari seluruh lagu. Frasa ini memberi kita latar. Frasa ini memberi kita titik awal. Sebagai guru, kita dapat menggunakan lagu kumulatif ini untuk mengajarkan kosakata alam, urutan, dan keterampilan memori. Mari kita jelajahi cara membawa pengalaman belajar yang kaya ini ke dalam kelas.
Apa Itu Rima "Rumput Hijau Tumbuh di Sekitar"? Ini adalah lagu kumulatif tradisional. Lagu ini juga dikenal sebagai "Dan Rumput Hijau Tumbuh di Sekitar." Lagu ini menceritakan kisah penemuan. Dimulai dengan lubang di tanah. Di dalam lubang itu, ada pohon. Pohon itu memiliki dahan. Dahan itu memiliki ranting. Ranting itu memiliki sarang. Sarang itu memiliki telur. Telur itu memiliki burung. Burung itu memiliki sayap. Kisah ini terungkap lapis demi lapis.
Frasa "rumput hijau tumbuh di sekitar" berfungsi sebagai paduan suara. Frasa ini mengingatkan kita akan latar. Semuanya terjadi di tempat yang indah dan alami. Struktur kumulatif membantu anak-anak melatih urutan. Setiap bait baru dibangun di atas bait sebelumnya. Hal ini membuat lagu ini menjadi pelajaran bahasa sekaligus permainan memori.
Lirik dari Rima Anak-Anak Mari kita lihat struktur liriknya. Kita akan mulai dari awal.
Di lubang di tanah, ada pohon, Pohon tercantik yang pernah kamu lihat. Dan pohon itu ada di tanah, Dan rumput hijau tumbuh di sekitar, di sekitar, Rumput hijau tumbuh di sekitar.
Dan di pohon itu, ada dahan, Dahan tercantik yang pernah kamu lihat. Dahan itu ada di pohon, Dan pohon itu ada di tanah, Dan rumput hijau tumbuh di sekitar, di sekitar, Rumput hijau tumbuh di sekitar.
Pola berlanjut. Kita menambahkan bagian baru setiap saat. Kita selalu kembali melalui urutan. Kita selalu mengakhiri dengan rumput hijau tumbuh di sekitar. Pengulangan ini membangun kepercayaan diri. Anak-anak dapat ikut serta bahkan jika mereka hanya mengingat sebagian dari rantai.
Pembelajaran Kosakata: Kata-Kata dari Alam Lagu ini kaya dengan kosakata bertema alam. Kita dapat memperkenalkan dan menjelajahi setiap kata.
Lubang: Sebuah bukaan di tanah. Kita dapat mencari lubang di luar. Semut hidup di lubang. Pohon: Tanaman tinggi dengan batang dan daun. Kita dapat mengamati pohon di dekat sekolah. Dahan: Bagian dari pohon yang tumbuh dari batang. Burung bertengger di dahan. Ranting: Ranting yang sangat kecil dan tipis. Ranting dapat jatuh ke tanah. Sarang: Rumah yang dibangun oleh burung. Sarang seringkali berada di pohon atau semak-semak. Telur: Burung berasal dari telur. Telur bisa berwarna berbeda. Burung: Hewan dengan bulu dan sayap. Banyak burung menyanyikan lagu. Sayap: Bagian dari burung yang membantunya terbang.
Setiap kata terhubung ke kata berikutnya. Lagu ini membangun jaringan kosakata yang saling berhubungan. Frasa "rumput hijau tumbuh di sekitar" menambahkan kata lain: rumput. Ini adalah tanaman hijau sederhana yang menutupi tanah. Sekarang kita memiliki satu set lengkap kata-kata alam untuk diajarkan.
Poin Fonik: Suara dalam Lagu Lagu ini menawarkan banyak kesempatan untuk latihan fonik.
Suara "G": Kata "hijau" dan "rumput" keduanya dimulai dengan suara /g/. "Tumbuh" juga dimulai dengan /g/. Kita dapat melatih suara ini bersama-sama. Kita dapat memikirkan kata-kata "g" lainnya seperti "kambing" dan "bagus."
Suara "R": "Hijau", "rumput", dan "dahan" mengandung suara /r/. Suara ini bisa jadi rumit. Kita berlatih dengan meregangkannya. "Rrrrumput hijau."
Suara "T": "Pohon", "ranting", dan "sarang" mengandung suara /t/. Kita merasakan ujung lidah kita menyentuh bagian atas mulut kita.
Suara "B": "Dahan" dan "burung" dimulai dengan suara /b/. Kita merasakan bibir kita saling menekan. Pengulangan dalam lagu memberi kita banyak kesempatan untuk mendengar dan menghasilkan suara-suara ini. Paduan suara rumput hijau tumbuh di sekitar memberikan latihan berulang dengan suara /g/ dan /r/.
Pola Tata Bahasa: Membangun Kalimat Lagu ini memodelkan beberapa pola tata bahasa yang berguna.
Preposisi: Lagu ini penuh dengan preposisi. Kita memiliki "di lubang", "di pohon itu", dan "di sekitar". Kita dapat menunjukkan hal ini. Kita dapat berlatih menggunakannya. "Buku itu ada di atas meja." "Pensil itu ada di dalam kotak."
Bahasa Deskriptif: Lagu ini menggunakan frasa "tercantik". Ini adalah kata sifat superlatif. Artinya tidak ada yang lebih cantik. Kita dapat berbicara tentang hal-hal "tercantik" lainnya. "Itu adalah bunga tercantik."
Kata-Kata Pengurutan: Lagu ini menggunakan "dan" untuk menghubungkan ide. Lagu ini membangun rantai. "Dahan itu ada di pohon, dan pohon itu ada di tanah." Ini menunjukkan bagaimana kita menghubungkan kalimat untuk menceritakan kisah yang lebih panjang. Frasa "rumput hijau tumbuh di sekitar" bertindak sebagai kesimpulan yang berulang dan menenangkan untuk setiap bait.
Kegiatan Belajar: Menghidupkan Lagu Berikut adalah beberapa kegiatan untuk memperdalam pemahaman.
Kegiatan 1: Bangun Cerita dengan Properti Kita mengumpulkan properti atau gambar. Kita membutuhkan gambar lubang, pohon, dahan, ranting, sarang, telur, burung, dan sayap. Saat kita menyanyikan setiap bait, kita menempatkan properti yang sesuai di papan atau meja. Ini menciptakan representasi visual dari urutan lagu. Anak-anak dapat melihat cerita berkembang.
Kegiatan 2: Menggambar Pemandangan Setelah menyanyikan lagu beberapa kali, kita membimbing siswa dalam menggambar pemandangan. Kita mulai dengan tanah dan lubang. Kita menambahkan pohon. Kita menambahkan dahan, dan seterusnya. Mereka membuat versi dunia mereka sendiri di mana rumput hijau tumbuh di sekitar. Ini menghubungkan lagu dengan seni dan keterampilan motorik halus.
Kegiatan 3: Memerankan Lagu Kita menugaskan peran kepada siswa. Satu siswa adalah pohon. Satu adalah dahan (mereka dapat mengulurkan tangan). Satu adalah sarang (mereka dapat menangkupkan tangan mereka). Satu adalah telur (mereka dapat meringkuk menjadi bola). Saat kita bernyanyi, mereka mengatur diri mereka dalam urutan yang benar. Kegiatan kinestetik ini membuat lagu mudah diingat.
Materi Cetak: Visual untuk Kelas Materi cetak mendukung pelajaran dan memberikan latihan mandiri.
Kartu Pengurutan: Kita membuat satu set kartu bergambar. Satu kartu untuk lubang, satu untuk pohon, satu untuk dahan, dan seterusnya. Siswa dapat menempatkan kartu dalam urutan yang benar saat mereka menyanyikan lagu. Ini memperkuat struktur kumulatif.
Kartu Flash Kosakata: Kita membuat kartu flash dengan kata-kata alam utama. Satu sisi memiliki kata. Satu sisi memiliki gambar. Kita menggunakannya untuk permainan ulasan. Halaman Mewarnai: Kita menyediakan halaman mewarnai yang menunjukkan seluruh pemandangan. Halaman ini memiliki tanah, pohon, dahan, sarang, dan burung. Siswa dapat mewarnainya. Mereka dapat menulis frasa kunci "rumput hijau tumbuh di sekitar" di bagian bawah.
Permainan Edukasi: Membuat Belajar Menyenangkan Permainan memperluas pembelajaran dan menambahkan elemen bermain.
Permainan 1: Apa yang Berikutnya? Kita mulai menyanyikan lagu. Kita berhenti pada titik tertentu. Kita bertanya kepada kelas, "Apa yang berikutnya?" Misalnya, kita menyanyikan, "Dan di pohon itu, ada..." dan kita berhenti. Kelas berteriak, "Dahan!" Permainan ini memeriksa ingatan mereka tentang urutan.
Permainan 2: Tas Misteri Kita memasukkan benda-benda kecil atau gambar dari lagu ke dalam tas. Ini bisa berupa ranting kecil, daun palsu, gambar burung, atau telur plastik. Seorang siswa meraih dan mengeluarkan sebuah benda. Mereka harus menyanyikan bagian lagu yang cocok dengan benda itu. Jika mereka mengeluarkan burung, mereka menyanyikan bait tentang burung.
Permainan 3: Luluskan Gambar Kita memberi setiap siswa kartu bergambar dari lagu tersebut. Mereka berjalan berkeliling ruangan saat kita memutar musik. Ketika musik berhenti, mereka menemukan pasangan. Mereka harus bekerja sama untuk menempatkan dua gambar mereka dalam urutan yang benar. Ini membuat mereka bergerak dan berbicara tentang urutan.
Dengan menggunakan strategi ini, kita mengubah lagu rakyat sederhana menjadi unit pembelajaran yang komprehensif. Kita menjelajahi kosakata, fonik, tata bahasa, dan pengurutan. Citra indah rumput hijau tumbuh di sekitar tetap bersama siswa. Itu menjadi kenangan akan belajar, alam, dan kesenangan.

