Apa Perbedaan Antara "Saya Ingin Menjadi" dan "Mimpi Saya Adalah" untuk Tujuan Masa Depan Anak?

Apa Perbedaan Antara "Saya Ingin Menjadi" dan "Mimpi Saya Adalah" untuk Tujuan Masa Depan Anak?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Arti Ungkapan-ungkapan Ini?

“Saya ingin menjadi” dan “mimpi saya adalah” keduanya memberi tahu seseorang tentang tujuan atau harapan di masa depan. Mereka mengungkapkan apa yang anak-anak harapkan untuk menjadi atau capai ketika mereka dewasa. Anak-anak mengucapkan kata-kata ini ketika berbicara tentang pekerjaan, bakat, atau harapan besar. Keduanya menggambarkan aspirasi.

“Saya ingin menjadi” berarti saya memiliki keinginan untuk menjadi orang atau pekerja tertentu. Ini langsung dan umum. Seorang anak mengatakannya ketika mengatakan “Saya ingin menjadi seorang guru.” Ini adalah pernyataan niat.

“Mimpi saya adalah” berarti keinginan terdalam saya untuk masa depan adalah ini. Ini lebih emosional dan kuat. Seorang anak mengatakannya ketika berbagi tujuan yang tulus. Rasanya lebih istimewa.

Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa. Keduanya berarti “Saya berharap bisa menjadi ini.” Keduanya menggambarkan tujuan masa depan. Tetapi yang satu adalah pernyataan langsung sementara yang lain adalah keinginan yang lebih dalam dan lebih emosional.

Apa Perbedaannya? Yang satu adalah pernyataan keinginan langsung. Yang satu adalah keinginan yang tulus dan lebih dalam. “Saya ingin menjadi” adalah apa yang Anda katakan dalam percakapan sehari-hari. Ini sederhana dan jelas. Ini adalah frasa yang paling umum untuk anak-anak.

“Mimpi saya adalah” lebih kuat dan lebih emosional. Itu berarti “inilah yang sangat saya harapkan lebih dari apa pun.” Ini digunakan untuk tujuan yang lebih besar dan lebih bersemangat. Ini bukan untuk keinginan kecil sehari-hari.

Pikirkan seorang anak yang mengatakan “Saya ingin menjadi seorang pemadam kebakaran.” Itu adalah sebuah tujuan. Sekarang pikirkan “Mimpi saya adalah menjadi seorang pemadam kebakaran.” Itu terdengar lebih bersemangat. Yang satu untuk menyatakan. Yang satu untuk berbagi harapan yang mendalam.

Yang satu untuk percakapan sehari-hari. Yang lain untuk momen-momen spesial. “Saya ingin menjadi” untuk tugas sekolah. “Mimpi saya adalah” untuk percakapan sebelum tidur. Gunakan yang pertama untuk rutinitas. Gunakan yang kedua untuk berbagi yang tulus.

Juga, “mimpi saya adalah” menyiratkan tujuan mungkin lebih sulit dicapai. Sebuah mimpi adalah sesuatu yang sangat Anda harapkan. Keinginan adalah sesuatu yang Anda inginkan.

Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing? Gunakan “Saya ingin menjadi” untuk sebagian besar pembicaraan tujuan sehari-hari. Gunakan itu untuk hari karier, pertanyaan keluarga, atau pernyataan sederhana. Gunakan itu sebagai frasa standar. Itu cocok dengan kehidupan sehari-hari.

Contoh di rumah: “Saya ingin menjadi dokter seperti ibu saya.” “Saya ingin menjadi seorang pilot ketika saya besar nanti.” “Saya ingin menjadi kuat seperti ayah saya.”

Gunakan “mimpi saya adalah” untuk berbagi yang lebih dalam dan lebih tulus. Gunakan itu ketika Anda benar-benar merasa kuat tentang tujuannya. Gunakan itu di saat-saat spesial. Itu cocok dengan pembicaraan emosional.

Contoh untuk mimpi: “Mimpi saya adalah menjadi seorang penyanyi di panggung besar.” “Mimpi saya adalah membantu hewan setiap hari.” “Mimpi saya adalah berkeliling dunia.”

Anak-anak dapat menggunakan keduanya. “Saya ingin menjadi” untuk sehari-hari. “Mimpi saya adalah” untuk semangat. Keduanya berbagi tujuan.

Contoh Kalimat untuk Anak-anak Saya ingin menjadi: “Saya ingin menjadi seorang koki.” “Saya ingin menjadi seorang seniman.” “Saya ingin menjadi seorang sopir bus.”

Mimpi saya adalah: “Mimpi saya adalah menjadi seorang penari terkenal.” “Mimpi saya adalah bekerja di kebun binatang.” “Mimpi saya adalah menemukan sesuatu yang baru.”

Perhatikan “Saya ingin menjadi” sederhana dan langsung. “Mimpi saya adalah” lebih dalam dan lebih emosional. Anak-anak mempelajari keduanya. Yang satu untuk mengatakan. Yang satu untuk merasakan.

Orang tua dapat menggunakan keduanya. Pembicaraan karier: “Saya ingin menjadi.” Berbagi yang tulus: “mimpi saya adalah.” Anak-anak mempelajari tingkat ekspresi yang berbeda.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Beberapa anak mengatakan “mimpi saya adalah” untuk setiap hal kecil. Itu membuat kata itu kurang istimewa. Simpan “mimpi saya adalah” untuk keinginan yang mendalam dan bersemangat. Gunakan “Saya ingin menjadi” untuk tujuan sehari-hari.

Salah: “Mimpi saya adalah makan es krim.” (terlalu kecil) Lebih baik: “Saya ingin makan es krim.”

Kesalahan lain: menggunakan “Saya ingin menjadi” untuk mimpi yang terasa sangat kuat. Itu baik-baik saja, tetapi “mimpi saya adalah” menambahkan emosi. Jika Anda merasa sangat dalam, gunakan “mimpi saya adalah.”

Salah: “Saya ingin menjadi pahlawan.” (baik-baik saja) Lebih baik untuk semangat: “Mimpi saya adalah menjadi pahlawan.”

Beberapa pelajar berpikir “mimpi” hanya untuk tidur. Dalam bahasa Inggris, “mimpi” juga berarti harapan yang mendalam. Ajarkan kedua arti.

Juga hindari mengatakan “mimpi saya adalah” untuk hal-hal yang dapat Anda kendalikan sekarang. Jika Anda dapat memulai hari ini, katakan “Saya akan menjadi.” Simpan “mimpi” untuk harapan jangka panjang.

Tips Memori Mudah Pikirkan “Saya ingin menjadi” sebagai pensil di atas kertas. Tuliskan sebuah tujuan. Sederhana. Untuk pernyataan sehari-hari.

Pikirkan “mimpi saya adalah” sebagai bintang di langit. Berharaplah padanya. Istimewa. Untuk harapan yang mendalam.

Trik lain: ingat kekuatannya. “Ingin” adalah sehari-hari. “Mimpi” bersemangat. Sehari-hari mendapat “Saya ingin menjadi.” Bersemangat mendapat “mimpi saya adalah.”

Orang tua dapat berkata: “Ingin untuk sebuah rencana. Mimpi untuk rentang yang luar biasa.”

Berlatih di rumah. Hari karier: “Saya ingin menjadi.” Harapan sebelum tidur: “mimpi saya adalah.”

Waktu Latihan Cepat Mari kita coba latihan kecil. Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Seorang anak ditanya pekerjaan apa yang mereka inginkan oleh seorang teman di sekolah. a) “Mimpi saya adalah menjadi seorang guru.” b) “Saya ingin menjadi seorang guru.”

Seorang anak berbicara kepada orang tua mereka tentang harapan terdalam mereka untuk menjadi seorang astronot. a) “Saya ingin menjadi seorang astronot.” b) “Mimpi saya adalah menjadi seorang astronot.”

Jawaban: 1 – b. Pertanyaan kasual, sehari-hari cocok dengan “Saya ingin menjadi” yang langsung. 2 – b. Harapan yang mendalam dan bersemangat cocok dengan “mimpi saya adalah” yang emosional.

Isi bagian yang kosong: “Ketika saya memberi tahu guru saya pekerjaan apa yang saya harapkan, saya berkata ______.” (“Saya ingin menjadi” adalah pilihan yang alami, sehari-hari, langsung.)

Satu lagi: “Ketika saya berbagi harapan terbesar saya dengan ibu saya di malam hari, saya berkata ______.” (“Mimpi saya adalah” cocok dengan bahasa yang tulus, bersemangat, emosional.)

Setiap anak memiliki mimpi. “Saya ingin menjadi” berbagi rencana. “Mimpi saya adalah” berbagi hati. Ajarkan anak Anda keduanya. Seorang anak yang mempelajari keduanya dapat berbicara tentang masa depan mereka dan merasakannya juga.