Ketika Seorang Anak Memiliki Sesuatu yang Anda Butuhkan, Haruskah Anda Mengatakan “Berikan Itu Padaku” atau “Tolong Berikan Kemari”?

Ketika Seorang Anak Memiliki Sesuatu yang Anda Butuhkan, Haruskah Anda Mengatakan “Berikan Itu Padaku” atau “Tolong Berikan Kemari”?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Arti Ungkapan-Ungkapan Ini? “Berikan itu padaku” dan “tolong berikan kemari” sama-sama meminta seseorang untuk menyerahkan sebuah benda kepada Anda. Keduanya meminta seseorang untuk memindahkan sebuah benda ke tangan Anda. Anak-anak mendengar kata-kata ini ketika orang tua membutuhkan sesuatu yang mereka pegang. Keduanya meminta kerja sama.

“Berikan itu padaku” berarti letakkan benda itu langsung ke tanganku. Ini langsung dan jelas. Seorang orang tua mengatakannya ketika seorang anak memegang sesuatu yang berbahaya. Rasanya mendesak dan tegas.

“Tolong berikan kemari” berarti pindahkan benda itu kepadaku, seringkali melintasi suatu ruang. Ini sedikit lebih lembut dan lebih kooperatif. Seorang anak mengatakannya ketika meraih krayon di seberang meja. Rasanya santai dan ramah.

Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa. Keduanya meminta sebuah benda untuk berpindah tangan. Keduanya meminta bantuan. Tetapi yang satu bisa terasa menuntut sementara yang lain terasa sopan.

Apa Perbedaannya? Yang satu lebih langsung. Yang lainnya lebih santai. “Berikan itu padaku” sangat jelas. Ini berfungsi dengan baik untuk keselamatan atau urgensi. Ini bisa terdengar kasar jika suaramu tajam.

“Tolong berikan kemari” lebih lembut dan lebih merupakan permintaan. Ini menyiratkan berbagi atau membantu. Ini berfungsi dengan baik di meja atau dalam permainan. Jarang terdengar kasar.

Pikirkan seorang anak memegang gunting di bagian bilahnya. “Berikan itu padaku” adalah pilihan yang tepat. Kecepatan penting. Keselamatan penting. “Tolong berikan kemari” akan terlalu lambat.

Sekarang pikirkan seorang anak dengan wadah garam. “Tolong berikan kemari, tolong” sangat sempurna. “Berikan itu padaku” akan terdengar aneh. Yang satu untuk keselamatan. Yang satu untuk kesopanan.

Yang satu untuk mengambil. Yang satu untuk berbagi. “Berikan itu padaku” berfokus pada Anda mendapatkan barang tersebut. “Tolong berikan kemari” berfokus pada pergerakan antar orang. Pilihlah berdasarkan hubungan dan risiko.

Juga, “tolong berikan kemari” biasanya bergerak melintasi suatu ruang. “Berikan itu padaku” bisa dari dekat Anda. Jarak penting.

Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing? Gunakan “berikan itu padaku” untuk permintaan yang mendesak atau langsung. Gunakan itu untuk keselamatan, instruksi yang jelas, atau ketika Anda dekat. Gunakan itu dengan orang yang Anda kenal baik. Itu cocok untuk momen-momen cepat dan penting.

Contoh untuk urgensi: “Berikan guntingnya padaku. Mereka tajam.” “Berikan tanganmu padaku. Aku perlu membersihkan luka itu.” “Berikan teleponnya padaku. Aku perlu menelepon untuk meminta bantuan.”

Gunakan “tolong berikan kemari” untuk permintaan santai dan sopan. Gunakan itu di meja, di dalam mobil, atau di seberang ruangan. Gunakan itu ketika Anda ingin terdengar baik. Itu cocok untuk berbagi sehari-hari.

Contoh untuk kesopanan: “Tolong berikan airnya, tolong. Aku haus.” “Tolong berikan remote kemari. Aku ingin mengganti saluran.” “Bisakah kamu memberikan buku itu kemari? Terima kasih.”

Anak-anak membutuhkan kedua frasa tersebut. “Berikan itu padaku” untuk keselamatan dan urgensi. “Tolong berikan kemari” untuk kesopanan dan berbagi. Yang satu melindungi. Yang satu menghubungkan.

Contoh Kalimat untuk Anak-Anak Berikan itu padaku: “Berikan mainannya padaku. Sudah waktunya untuk membersihkan.” “Berikan piringmu padaku. Aku akan mencucinya.” “Berikan peta itu padaku. Aku tahu ke mana kita akan pergi.”

Tolong berikan kemari: “Tolong berikan lemnya kemari. Aku perlu memperbaikinya.” “Tolong berikan krayonnya kemari jika kamu sudah selesai.” “Bisakah kamu memberikan camilan itu kemari? Terima kasih.”

Perhatikan “berikan itu padaku” seringkali memiliki objek langsung. “Tolong berikan kemari” seringkali mengatakan “tolong” atau “bisakah kamu.” Yang satu untuk perintah. Yang satu untuk permintaan. Cocokkan kata-katamu dengan situasinya.

Orang tua dapat menggunakan keduanya. “Berikan sepatumu padaku. Mereka berlumpur.” (langsung) “Tolong berikan serbetnya kemari, tolong.” (sopan) Anak-anak belajar nada dari contohmu.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Beberapa anak mengatakan “berikan itu padaku” ketika mereka seharusnya mengatakan “tolong berikan kemari.” Itu terdengar memerintah di meja makan. Untuk barang yang digunakan bersama, gunakan frasa yang lebih lembut. Sopan santun itu penting.

Salah: “Berikan menteganya padaku.” Benar: “Tolong berikan menteganya kemari.”

Kesalahan lain: mengatakan “tolong berikan kemari” untuk sesuatu yang mendesak. Jika seorang anak akan menjatuhkan kaca, katakan “berikan itu padaku.” Kecepatan adalah kebaikan dalam bahaya. Jangan khawatir tentang kesopanan dalam keadaan darurat.

Salah: “Berikan kacanya dengan hati-hati” (saat jatuh). Benar: “Berikan itu padaku sekarang!”

Beberapa pelajar lupa untuk mengatakan “tolong” dengan “berikan itu padaku.” Tambahkan “tolong” kapan pun Anda bisa. Urgensi tidak berarti kasar. “Berikan itu padaku, tolong” masih cepat dan baik.

Juga hindari meraih saat Anda berbicara. Gunakan kata-katamu terlebih dahulu. Jika anak tidak merespons, maka raihlah. Tangan harus menunggu kata-kata jika memungkinkan. Hormat mengajarkan rasa hormat.

Tips Memori Mudah Pikirkan “berikan itu padaku” sebagai tangan yang meraih dengan cepat. Tangan itu terbuka tetapi mendesak. Keselamatan atau kebutuhan mendorong kecepatan. Langsung dan jelas.

Pikirkan “tolong berikan kemari” sebagai tangan yang melambai dengan lembut. Tangan mengundang benda itu melintasi suatu ruang. Berbagi dan kerja sama mendorong gerakan. Sopan dan hangat.

Trik lainnya: ingat jaraknya. “Berikan” berfungsi dari dekat. “Berikan” berfungsi di seberang suatu ruang. Dekat dapat “berikan itu padaku.” Di seberang dapat “tolong berikan kemari.”

Orang tua dapat mengatakan: “Berikan untuk dekat dan cepat. Berikan untuk meja atau jilatan.” Itu berarti dekat dan mendesak mendapat “berikan.” Di seberang meja atau ruangan mendapat “berikan.”

Berlatih saat makan malam. “Tolong berikan rotinya, tolong.” (di seberang meja) “Berikan cangkirmu padaku agar aku bisa mengisinya kembali.” (dari dekat) Anakmu belajar perbedaannya secara alami.

Waktu Latihan Cepat Mari kita coba latihan kecil. Pilihlah frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Anak Anda memegang segelas air yang bergoyang jauh dari meja. Mungkin tumpah. a) “Tolong berikan kemari dengan hati-hati.” b) “Berikan itu padaku sekarang juga, tolong.”

Keluargamu sedang makan malam. Garamnya ada di dekat anakmu, jauh darimu. a) “Berikan garamnya padaku.” b) “Tolong berikan garamnya kemari.”

Jawaban: 1 – b. Kemungkinan tumpahan membutuhkan “berikan itu padaku” secara langsung. 2 – b. Meja makan cocok dengan “tolong berikan kemari” yang sopan.

Isi bagian yang kosong: “Ketika saya membutuhkan pensil yang digunakan teman saya di seberang meja, saya mengatakan ______.” (“Tolong berikan kemari” cocok untuk momen berbagi di kelas.)

Satu lagi: “Ketika adik perempuan saya akan memasukkan koin ke dalam mulutnya, saya mengatakan ______.” (“Berikan itu padaku” cocok untuk bahaya tersedak.)

Meminta sesuatu adalah bagian dari kehidupan. “Berikan itu padaku” melindungi dalam bahaya. “Tolong berikan kemari” berbagi dalam kebaikan. Keduanya mendapatkan apa yang Anda butuhkan. Yang satu menyelamatkan. Yang satu menghubungkan.

Ringkasan “Berikan itu padaku” menyerahkan sebuah benda secara langsung, seringkali dengan urgensi. “Tolong berikan kemari” memindahkan sebuah benda melintasi ruang dengan kesopanan. Gunakan “berikan” untuk keselamatan dan kebutuhan mendesak yang dekat. Gunakan “berikan” untuk meja dan berbagi yang baik. Kedua frasa meminta bantuan. Kata-kata yang baik membuat bantuan terasa menyenangkan bagi semua orang.