Ketika Seorang Anak Frustrasi, Haruskah Orang Tua Mengatakan “Gunakan Kata-katamu” atau “Katakan Apa yang Kamu Maksud” untuk Membantu Mereka?

Ketika Seorang Anak Frustrasi, Haruskah Orang Tua Mengatakan “Gunakan Kata-katamu” atau “Katakan Apa yang Kamu Maksud” untuk Membantu Mereka?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Arti Ungkapan Ini? “Gunakan kata-katamu” dan “katakan apa yang kamu maksud” keduanya mendorong seorang anak untuk mengekspresikan diri secara verbal. Mereka memberi tahu seorang anak untuk berhenti menggunakan tindakan seperti menangis atau memukul dan sebagai gantinya berbicara dengan jelas. Anak-anak mendengar kata-kata ini ketika mereka kesal, frustrasi, atau berjuang untuk menjelaskan. Keduanya membangun keterampilan komunikasi.

“Gunakan kata-katamu” berarti berbicara alih-alih menggunakan tindakan fisik untuk menunjukkan perasaanmu. Itu umum dan sabar. Orang tua mengatakannya ketika seorang anak merengek atau menunjuk. Itu mendorong berbicara.

“Katakan apa yang kamu maksud” berarti jujur dan langsung tentang pikiran dan perasaanmu. Ini tentang kejelasan dan kebenaran. Orang tua mengatakannya ketika seorang anak mengatakan “tidak ada” tetapi terlihat sedih. Itu meminta ekspresi yang jujur.

Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa. Keduanya meminta seorang anak untuk berbicara. Keduanya menggantikan rengekan atau keheningan dengan kata-kata. Tetapi yang satu tentang menggunakan ucapan alih-alih tindakan sementara yang satu tentang menjadi jujur dan jelas.

Apa Perbedaannya? Yang satu tentang menggunakan ucapan alih-alih tindakan. Yang satu tentang menjadi jujur dan langsung. “Gunakan kata-katamu” adalah untuk anak-anak kecil yang menangis, memukul, atau menunjuk alih-alih berbicara. Itu mengajarkan keterampilan dasar ekspresi verbal. Ini untuk pemula.

“Katakan apa yang kamu maksud” adalah untuk anak-anak yang lebih besar yang memiliki kata-kata tetapi menyembunyikan perasaan mereka yang sebenarnya. Itu mengajarkan kejujuran dan kejelasan. Ini untuk ketika seorang anak mengatakan “baik-baik saja” tetapi berarti “tidak baik-baik saja.” Ini untuk kebenaran emosional.

Pikirkan tentang balita yang menunjuk dan merengek. “Gunakan kata-katamu, beri tahu aku apa yang kamu inginkan” adalah benar. “Katakan apa yang kamu maksud” akan membingungkan seorang balita. Yang satu untuk belajar berbicara. Yang satu untuk belajar jujur.

Yang satu untuk penggantian tindakan. Yang lain untuk kejelasan. “Gunakan kata-katamu” menggantikan memukul dan menangis dengan berbicara. “Katakan apa yang kamu maksud” menggantikan “tidak ada” dan “aku tidak tahu” dengan perasaan yang jujur. Gunakan yang pertama untuk anak-anak kecil. Gunakan yang kedua untuk anak-anak yang lebih besar.

Juga, “katakan apa yang kamu maksud” bisa terdengar seperti perintah. Tambahkan “tolong” untuk membuatnya lembut. “Tolong gunakan kata-katamu” juga baik. Keduanya membutuhkan nada yang penuh kasih.

Kapan Kita Menggunakan Masing-masing? Gunakan “gunakan kata-katamu” untuk anak-anak kecil yang masih belajar berbicara tentang perasaan. Gunakan itu ketika mereka merengek, menunjuk, menangis, atau memukul alih-alih berbicara. Gunakan itu sebagai pengingat yang lembut. Itu cocok untuk masa kanak-kanak awal.

Contoh di rumah: “Gunakan kata-katamu. Beri tahu aku apa yang kamu butuhkan.” “Aku melihat kamu kesal. Gunakan kata-katamu untuk memberi tahu aku mengapa.” “Gunakan kata-katamu alih-alih menangis. Aku ingin membantu.”

Gunakan “katakan apa yang kamu maksud” untuk anak-anak yang lebih besar yang menyembunyikan perasaan mereka yang sebenarnya. Gunakan itu ketika mereka mengatakan “aku baik-baik saja” tetapi jelas tidak. Gunakan itu untuk mendorong kejujuran. Itu cocok untuk percakapan yang lebih dalam.

Contoh untuk kejujuran: “Kamu bilang kamu baik-baik saja, tetapi kamu terlihat sedih. Katakan apa yang kamu maksud.” “Katakan apa yang kamu maksud. Aku tidak bisa membantu jika aku tidak tahu yang sebenarnya.” “Aman di sini. Katakan apa yang kamu maksud.”

Anak-anak membutuhkan kedua frasa. “Gunakan kata-katamu” untuk belajar berbicara. “Katakan apa yang kamu maksud” untuk belajar jujur. Keduanya membangun komunikator yang kuat.

Contoh Kalimat untuk Anak-anak Gunakan kata-katamu: “Gunakan kata-katamu. Beri tahu aku apa yang terjadi.” “Alih-alih menunjuk, gunakan kata-katamu.” “Gunakan kata-katamu agar aku bisa mengerti.”

Katakan apa yang kamu maksud: “Katakan apa yang kamu maksud. Aku melihat kamu kesal.” “Jangan katakan ‘tidak ada.’ Katakan apa yang kamu maksud.” “Katakan apa yang kamu maksud. Aku tidak akan marah.”

Perhatikan “gunakan kata-katamu” mengajarkan keterampilan berbicara. “Katakan apa yang kamu maksud” mengajarkan keterampilan kejujuran. Anak-anak mempelajari keduanya. Yang satu untuk pemula. Yang satu untuk percakapan yang lebih dalam.

Orang tua dapat menggunakan keduanya. Rengekan balita: “gunakan kata-katamu.” Anak yang lebih besar menyembunyikan perasaan: “katakan apa yang kamu maksud.” Anak-anak mempelajari berbagai tingkatan komunikasi.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Beberapa orang tua mengatakan “katakan apa yang kamu maksud” kepada seorang balita. Balita belum memahami frasa tersebut. Katakan “gunakan kata-katamu” terlebih dahulu. Simpan “katakan apa yang kamu maksud” untuk anak-anak usia sekolah.

Salah: “Katakan apa yang kamu maksud” (kepada anak berusia 2 tahun). Lebih baik: “Gunakan kata-katamu. Beri tahu aku apa yang kamu inginkan.”

Kesalahan lain: mengatakan “gunakan kata-katamu” kepada seorang anak yang sudah tahu cara berbicara. Jika anak hanya keras kepala, coba “katakan apa yang kamu maksud” atau “beri tahu aku dengan jelas.” Cocokkan frasa dengan usia anak.

Salah: “Gunakan kata-katamu” (kepada anak berusia 10 tahun yang berbicara dengan baik). Lebih baik: “Katakan apa yang kamu maksud. Katakan yang sebenarnya.”

Beberapa pelajar lupa bahwa kedua frasa membutuhkan kesabaran. Seorang anak mungkin tidak tahu bagaimana mengatakan apa yang mereka maksud. Bantu mereka menemukan kata-katanya. “Apakah kamu merasa lelah? Sedih? Lapar?”

Juga hindari menghukum seorang anak karena tidak menggunakan kata-kata. Ucapkan frasa itu dengan lembut dan tunggu. Jika mereka tidak dapat menemukan kata-kata, tawarkan tebakan. “Apakah kamu marah? Apakah sesuatu terjadi?” Kesabaran mengajarkan komunikasi.

Tips Memori Mudah Pikirkan “gunakan kata-katamu” sebagai langkah pertama. Seorang bayi mengambil langkah pertama untuk berbicara. Mempelajari keterampilannya. Untuk anak-anak kecil.

Pikirkan “katakan apa yang kamu maksud” sebagai jembatan. Jembatan menghubungkan perasaan dengan kebenaran. Menjadi jujur. Untuk anak-anak yang lebih besar.

Trik lain: ingat usianya. “Gunakan kata-katamu” untuk balita dan anak prasekolah. “Katakan apa yang kamu maksud” untuk anak usia sekolah dan ke atas. Anak kecil mendapat “gunakan kata-katamu.” Yang lebih besar mendapat “katakan apa yang kamu maksud.”

Orang tua dapat mengatakan: “Kata-kata untuk yang kecil. Maksud untuk yang tengah.” Itu berarti anak-anak kecil membutuhkan “gunakan kata-katamu.” Anak-anak yang lebih besar membutuhkan “katakan apa yang kamu maksud.”

Berlatih di rumah. Balita yang merengek: “gunakan kata-katamu.” Anak yang lebih besar sedih: “katakan apa yang kamu maksud, sayang.” Dua frasa. Satu komunikator yang berkembang.

Waktu Latihan Cepat Mari kita coba latihan kecil. Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Seorang anak berusia 3 tahun menangis dan menunjuk ke konter alih-alih mengatakan “kerupuk.” a) “Katakan apa yang kamu maksud.” b) “Gunakan kata-katamu. Beri tahu aku apa yang kamu inginkan.”

Seorang anak berusia 9 tahun mengatakan “aku baik-baik saja” tetapi terlihat marah dan memiliki air mata di mata mereka. a) “Gunakan kata-katamu.” b) “Kamu tidak terlihat baik-baik saja. Katakan apa yang kamu maksud. Aku mendengarkan.”

Jawaban: 1 – b. Seorang balita yang belajar berbicara membutuhkan “gunakan kata-katamu.” 2 – b. Seorang anak yang lebih besar menyembunyikan perasaan membutuhkan “katakan apa yang kamu maksud.”

Isi bagian yang kosong: “Ketika balitaku merengek alih-alih berbicara, aku mengatakan ______.” (“Gunakan kata-katamu” adalah frasa yang sabar dan mengajar untuk anak-anak kecil.)

Satu lagi: “Ketika remaja saya mengatakan ‘tidak ada’ tetapi terlihat kesal, saya mengatakan ______.” (“Katakan apa yang kamu maksud” cocok dengan kebutuhan akan kejujuran dengan anak-anak yang lebih besar.)

Kata-kata itu kuat. “Gunakan kata-katamu” mengajarkan kekuatan berbicara. “Katakan apa yang kamu maksud” mengajarkan kekuatan kebenaran. Ajarkan anakmu keduanya. Seorang anak yang berbicara dan mengatakan yang sebenarnya tumbuh menjadi orang dewasa yang dapat dipercaya.

Ringkasan “Gunakan kata-katamu” mengajarkan anak-anak kecil untuk mengganti rengekan, menunjuk, atau memukul dengan ekspresi verbal. “Katakan apa yang kamu maksud” mengajarkan anak-anak yang lebih besar untuk jujur dan jelas tentang perasaan mereka yang sebenarnya. Gunakan “gunakan kata-katamu” untuk balita dan anak prasekolah. Gunakan “katakan apa yang kamu maksud” untuk anak-anak usia sekolah dan remaja. Kedua frasa membangun komunikator yang kuat dan jujur. Seorang anak yang dapat mengutarakan pikiran dan hatinya akan selalu dipahami.