Apa Arti dari Ungkapan-ungkapan Ini?
“Kembalikan” dan “kembalikan padaku” sama-sama menuntut agar suatu benda dikembalikan kepada pemiliknya.
Mereka memberi tahu seseorang bahwa benda itu milikmu dan mereka tidak boleh menyimpannya.
Anak-anak mengucapkan kata-kata ini ketika sebuah mainan direbut, pensil diambil, atau buku dipinjam terlalu lama.
Keduanya melindungi properti.
“Kembalikan” berarti letakkan benda itu di tanganku sekarang.
Ini singkat, langsung, dan umum.
Seorang anak mengatakannya ketika seorang teman merebut krayon.
Ini kuat dan jelas.
“Kembalikan padaku” juga berarti kembalikan benda itu, tetapi terdengar lebih formal dan sopan.
Ini lebih panjang dan kurang umum dalam bahasa taman bermain.
Seorang anak yang mengatakannya terdengar sangat dewasa.
Ini benar tetapi tidak biasa.
Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa.
Keduanya meminta pengembalian apa yang menjadi milikmu.
Keduanya menetapkan batasan.
Tetapi yang satu untuk tuntutan cepat sehari-hari sementara yang satu untuk permintaan formal atau tertulis.
Apa Perbedaannya?
Yang satu untuk tuntutan cepat, langsung, sehari-hari. Yang satu untuk permintaan formal atau tertulis.
“Kembalikan” adalah apa yang dikatakan anak-anak di taman bermain.
Ini kuat tetapi tidak kasar.
Ini berfungsi untuk situasi langsung.
“Kembalikan padaku” terdengar seperti surat atau keluhan resmi.
Anda mungkin menulis itu di email.
Seorang anak yang mengatakannya kepada seorang teman terdengar aneh.
Ini benar tetapi terlalu sopan untuk merebut mainan.
Pikirkan seorang anak yang pensilnya diambil.
“Kembalikan!” sudah benar.
“Kembalikan padaku, tolong” akan terasa aneh pada saat itu.
Yang satu untuk tindakan. Yang satu untuk pekerjaan rumah.
Yang satu untuk teman. Yang lainnya untuk situasi formal.
“Kembalikan” kepada saudara kandung atau teman sekelas.
“Kembalikan padaku” ke toko atau dalam surat.
Gunakan yang pertama untuk sehari-hari. Gunakan yang kedua untuk formal.
Juga, “kembalikan” bisa terdengar marah.
Jika Anda mengatakannya dengan tenang, tidak apa-apa.
“Kembalikan padaku” hampir tidak pernah terdengar marah.
Tetapi kedengarannya terlalu formal untuk seorang anak.
Kapan Kita Menggunakan Masing-masing?
Gunakan “kembalikan” untuk sebagian besar situasi sehari-hari.
Gunakan itu ketika seorang teman meminjam sesuatu dan tidak mau mengembalikannya.
Gunakan itu ketika seseorang mengambil milikmu.
Itu cocok untuk rumah dan taman bermain.
Contoh di rumah:
“Kembalikan. Itu penghapusku.”
“Kamu meminjam game-ku. Kembalikan sekarang.”
“Kembalikan, tolong. Aku membutuhkannya.”
Gunakan “kembalikan padaku” sangat jarang.
Gunakan itu dalam tulisan formal atau saat berbicara dengan orang dewasa yang bertanggung jawab.
Gunakan itu untuk mengajarkan kata tersebut.
Anak-anak hampir tidak pernah perlu mengucapkan frasa ini.
Contoh untuk formalitas:
“Harap kembalikan pada saya pada hari Jumat.” (catatan)
“Kamu punya buku saya. Kembalikan besok.” (sopan)
“Perpustakaan meminta Anda untuk mengembalikannya kepada saya.” (formal)
Sebagian besar anak-anak sebaiknya hanya mengatakan “kembalikan.”
Itu jelas, kuat, dan alami.
“Kembalikan padaku” baik untuk dipahami untuk membaca.
Tetapi untuk mendapatkan kembali mainan, “kembalikan” adalah yang terbaik.
Contoh Kalimat untuk Anak-anak
Kembalikan:
“Kembalikan. Itu milikku.”
“Kembalikan, tolong. Aku sedang menggunakannya.”
“Kembalikan atau aku akan memberitahu guru.”
Kembalikan padaku:
“Harap kembalikan pada saya pada hari Senin.” (formal)
“Kamu meminjamnya. Sekarang kembalikan padaku.” (sopan)
“Catatan itu mengatakan kembalikan padaku setelah sekolah.”
Perhatikan “kembalikan” terdengar seperti anak sungguhan.
“Kembalikan padaku” terdengar seperti catatan guru.
Anak-anak mempelajari keduanya.
Yang satu untuk tindakan. Yang satu untuk formal.
Orang tua dapat menggunakan “kembalikan” di rumah.
Simpan “kembalikan padaku” untuk memodelkan bahasa formal.
“Jika Anda meminjam sesuatu, Anda harus mengembalikannya.”
Pembelajaran terjadi dalam momen-momen kecil.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Beberapa anak mengatakan “kembalikan padaku” untuk mainan yang direbut saat istirahat.
Itu terdengar aneh bagi teman-teman.
Katakan “kembalikan.”
Buatlah sesederhana mungkin.
Salah: “Kembalikan padaku, tolong.” (ke seorang teman yang mengambil pensil)
Benar: “Kembalikan. Itu pensilku.”
Kesalahan lain: mengatakan “kembalikan” dengan suara merengek.
Ucapkan dengan tenang dan tegas.
Suara yang kuat dan tenang bekerja lebih baik daripada rengekan.
Latih suara yang tegas.
Salah: “Keeembaaalikaaan.” (merengek)
Benar: “Kembalikan, tolong.” (tegas, tenang)
Beberapa pelajar lupa untuk mengatakan “tolong” jika mereka ingin bersikap sopan.
“Kembalikan, tolong” masih kuat dan juga baik.
Kesopanan membantu mendapatkan kembali barang Anda lebih cepat.
Juga hindari merebut sambil berteriak “kembalikan.”
Gunakan kata-kata Anda terlebih dahulu.
Jika orang tersebut tidak mendengarkan, dapatkan orang dewasa.
Tangan tidak boleh berkelahi.
Tips Memori Mudah
Pikirkan “kembalikan” sebagai tangan terbuka.
Tangan mengulur ke arah orang tersebut.
Langsung dan jelas.
Untuk sehari-hari.
Pikirkan “kembalikan padaku” sebagai stempel pada amplop.
Stempelnya bertuliskan “kembalikan ke pengirim.”
Formal dan tertulis.
Untuk surat dan permintaan resmi.
Trik lainnya: ingat nada bicaranya.
“Kembalikan” untuk berbicara.
“Kembalikan padaku” untuk menulis.
Berbicara mendapatkan “kembalikan.”
Menulis mendapatkan “kembalikan padaku.”
Orang tua dapat mengatakan:
“Berikan untuk teriakan. Kembalikan untuk rute tertulis.”
Berlatih di rumah.
Mainan diambil: “kembalikan.”
Menulis catatan: “tolong kembalikan padaku.”
Waktu Latihan Cepat
Mari kita coba latihan kecil.
Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.
Seorang anak mengambil pensil Anda dari meja Anda tanpa bertanya.
a) “Kembalikan padaku, tolong.”
b) “Kembalikan. Aku sedang menggunakannya.”
Anda sedang menulis catatan kepada teman sekelas yang meminjam buku Anda dan lupa untuk mengembalikannya.
a) “Kembalikan besok.”
b) “Harap kembalikan pada saya besok.”
Jawaban:
1 – b. Permintaan cepat dan langsung cocok dengan “kembalikan.”
2 – a atau b. Keduanya berfungsi. “Kembalikan padaku” lebih formal dan cocok untuk catatan.
Isi bagian yang kosong:
“Ketika saudara laki-laki saya mengambil pengontrol saya, saya mengatakan ______.”
(“Kembalikan” adalah pilihan langsung, jelas, sehari-hari.)
Satu lagi:
“Ketika saya menulis catatan sopan tentang sweater yang dipinjam, saya menulis ______.”
(“Harap kembalikan pada saya” cocok dengan permintaan formal, tertulis, sopan.)
Peminjaman dan pengembalian adalah bagian dari persahabatan.
“Kembalikan” menetapkan batasan.
“Kembalikan padaku” mengajarkan rasa hormat yang formal.
Ajarkan anak Anda keduanya.
Seorang anak yang dapat meminta barang kembali tumbuh percaya diri.
Kesimpulan
“Kembalikan” adalah frasa langsung sehari-hari untuk menuntut pengembalian properti Anda secara langsung. “Kembalikan padaku” adalah frasa yang lebih formal, sopan, atau tertulis yang digunakan dalam catatan, surat, atau dengan orang dewasa.
Gunakan “kembalikan” di taman bermain dan di rumah. Pahami “kembalikan padaku” untuk penulisan formal.
Kedua frasa melindungi apa yang menjadi milik Anda.
Seorang anak yang dapat mengatakan “kembalikan” membela diri mereka sendiri.

