Apa Arti Ungkapan Ini?
“Giliranmu” dan “selanjutnya giliranmu” sama-sama memberi tahu seseorang bahwa mereka adalah orang berikutnya yang bermain atau menggunakan sesuatu. Mereka mengalihkan hak untuk bertindak dari satu anak ke anak lain. Anak-anak mendengar kata-kata ini dalam permainan, di ayunan, atau saat berbagi mainan. Keduanya membangun keadilan.
“Giliranmu” berarti hak untuk bermain telah beralih kepadamu. Itu jelas dan baik. Seorang anak mengatakannya ketika menyelesaikan giliran di ayunan. Ini adalah frasa keadilan klasik.
“Selanjutnya giliranmu” berarti kamu adalah orang setelahku dalam urutan. Ini lebih tentang urutan. Seorang anak mengatakannya dalam antrean atau permainan. Ini berfokus pada urutan, bukan tindakan memberi.
Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa. Keduanya memberi tahu seseorang bahwa mereka mendapat giliran. Keduanya mencegah melompati giliran. Tapi yang satu mengumumkan pengalihan giliran sementara yang satu mengumumkan urutan antrean.
Apa Perbedaannya?
Yang satu mengalihkan giliran secara langsung. Yang satu mengumumkan urutan. “Giliranmu” terjadi pada saat giliran berubah. Kamu mengatakannya ketika kamu selesai. Itu adalah hadiah yang aktif.
“Selanjutnya giliranmu” melihat ke depan. Itu mengatakan “setelahku, lalu kamu.” Kamu mungkin mengatakannya bahkan sebelum giliranmu berakhir. Ini tentang perencanaan.
Pikirkan seorang anak di ayunan. Ketika mereka berhenti, mereka mengatakan “giliranmu” kepada anak yang menunggu. Jika mereka ingin memperingatkan anak berikutnya, mereka mengatakan “selanjutnya giliranmu” saat masih berayun. Yang satu mengalihkan. Yang satu memperingatkan.
Yang satu untuk memberikan giliran. Yang lain untuk mengantre. “Giliranmu” adalah apa yang kamu katakan ketika kamu selesai. “Selanjutnya giliranmu” adalah apa yang kamu katakan ketika kamu melihat siapa yang menunggu. Gunakan yang pertama untuk serah terima. Gunakan yang kedua untuk peringatan.
Juga, “selanjutnya giliranmu” dapat digunakan dalam antrean seperti di air mancur. “Giliranmu” hanya untuk kegiatan yang benar-benar memiliki giliran. Keduanya baik. Keduanya adil.
Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing?
Gunakan “giliranmu” ketika kamu telah menyelesaikan giliranmu. Gunakan itu untuk ayunan, permainan, mainan, atau apa pun yang dibagikan. Gunakan itu untuk mengalihkan giliran dengan baik. Itu cocok dengan momen serah terima.
Contoh di rumah: “Aku sudah selesai berayun. Giliranmu.” “Giliranmu untuk bermain game.” “Giliranmu dengan krayon merah.”
Gunakan “selanjutnya giliranmu” untuk mengumumkan urutan. Gunakan itu dalam antrean, sebelum giliranmu berakhir, atau untuk mengatur. Gunakan itu untuk memperingatkan orang berikutnya. Itu cocok dengan momen persiapan.
Contoh untuk urutan: “Selanjutnya giliranmu setelahku di seluncuran.” “Selanjutnya giliranmu dalam antrean untuk komputer.” “Selanjutnya giliranmu. Bersiaplah.”
Anak-anak membutuhkan kedua frasa tersebut. “Giliranmu” untuk mengalihkan. “Selanjutnya giliranmu” untuk mengurutkan. Keduanya membangun permainan yang lancar dan adil.
Contoh Kalimat untuk Anak-Anak Giliranmu: “Giliranmu di ayunan. Aku turun.” “Giliranmu untuk melempar dadu.” “Giliranmu. Aku sudah selesai.”
Selanjutnya giliranmu: “Selanjutnya giliranmu setelahku dalam antrean.” “Selanjutnya giliranmu. Aku akan meneleponmu ketika aku selesai.” “Selanjutnya giliranmu di seluncuran. Bersiaplah untuk pergi.”
Perhatikan “giliranmu” mengalihkan aktivitas. “Selanjutnya giliranmu” mengumumkan urutan. Anak-anak mempelajari keduanya. Yang satu untuk memberi. Yang satu untuk mengurutkan.
Orang tua dapat menggunakan keduanya. Di ayunan: “giliranmu.” Dalam antrean: “selanjutnya giliranmu.” Anak-anak mempelajari bahasa keadilan yang berbeda.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Beberapa anak mengatakan “selanjutnya giliranmu” tetapi sebenarnya tidak pernah memberikan giliran. Jika kamu mengatakan “selanjutnya giliranmu,” pastikan mereka mendapat giliran berikutnya. Kata-kata harus sesuai dengan tindakan. Keadilan membutuhkan tindak lanjut.
Salah: “Selanjutnya giliranmu” (kemudian memberikan giliran kepada orang lain). Benar: “Selanjutnya giliranmu. Aku akan selesai dalam satu menit.”
Kesalahan lain: meneriakkan “giliranmu” dari jauh. Jika kamu tidak dekat dengan anak itu, mereka mungkin tidak mendengar. Pergi lebih dekat atau melambai. Kebaikan termasuk memastikan mereka tahu.
Salah: Berteriak “giliranmu” di seberang taman bermain. Lebih baik: Berjalan lebih dekat. “Giliranmu di ayunan.”
Beberapa pelajar lupa bahwa “selanjutnya giliranmu” dapat terdengar seperti ancaman dalam beberapa konteks. “Selanjutnya giliranmu” dapat terdengar menakutkan jika diucapkan dengan nada jahat. Ucapkan dengan senyum ramah. Tona itu penting.
Juga hindari mengatakan “giliranmu” ketika kamu sebenarnya tidak memberikan giliranmu. Jika kamu belum selesai, katakan “selanjutnya giliranmu.” Jujurlah tentang kapan giliran akan datang.
Tips Memori Mudah Pikirkan “giliranmu” sebagai jabat tangan. Kamu berjabat tangan untuk mengalihkan tongkat estafet. Serah terima aktif. Untuk memberikan giliran.
Pikirkan “selanjutnya giliranmu” sebagai tiket nomor. Kamu melihat nomornya dan melihat siapa yang ada di belakangmu. Urutan dan antrean. Untuk mengumumkan urutan.
Trik lain: ingat waktunya. “Giliranmu” terjadi ketika kamu selesai. “Selanjutnya giliranmu” terjadi saat kamu masih bermain. Selesai mendapat “giliranmu.” Masih bermain mendapat “selanjutnya giliranmu.”
Orang tua dapat mengatakan: “Giliranmu ketika aku pergi. Selanjutnya berarti kamu siap.” Itu berarti serah terima mendapat “giliranmu.” Mengumumkan urutan mendapat “selanjutnya giliranmu.”
Berlatih di rumah. Selesaikan permainan: “giliranmu.” Dalam antrean untuk seluncuran: “selanjutnya giliranmu.” Dua frasa keadilan yang berbeda.
Waktu Latihan Cepat Mari kita coba latihan kecil. Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.
Seorang anak menyelesaikan gilirannya di komputer dan ingin memberikannya kepada seorang teman. a) “Selanjutnya giliranmu di komputer.” b) “Giliranmu di komputer.”
Dua anak mengantre untuk seluncuran. Anak pertama akan pergi. Mereka ingin memberi tahu anak kedua bahwa mereka ada di belakang mereka. a) “Giliranmu setelahku.” b) “Selanjutnya giliranmu setelahku di seluncuran.”
Jawaban: 1 – b. Menyelesaikan dan memberikan giliran cocok dengan “giliranmu.” 2 – b. Mengumumkan urutan dalam antrean cocok dengan “selanjutnya giliranmu.”
Isi bagian yang kosong: “Ketika aku menyelesaikan giliranku di trampolin, aku mengatakan ______.” (“Giliranmu” adalah frasa serah terima yang baik.)
Satu lagi: “Ketika aku mengantre untuk air dan aku melihat siapa yang ada di belakangku, aku mengatakan ______.” (“Selanjutnya giliranmu” cocok dengan pengumuman urutan antrean.)
Keadilan adalah hadiah. “Giliranmu” memberikan hadiah bermain. “Selanjutnya giliranmu” memberikan hadiah urutan. Ajari anakmu keduanya. Seorang anak yang tahu giliran tidak akan pernah dilewati.
Rangkuman “Giliranmu” mengalihkan giliran secara langsung dari satu anak ke anak berikutnya pada saat serah terima. “Selanjutnya giliranmu” mengumumkan urutan sementara giliran saat ini masih berlangsung. Gunakan “giliranmu” ketika kamu selesai menggunakan sesuatu. Gunakan “selanjutnya giliranmu” dalam antrean atau untuk memperingatkan siapa yang ada di belakangmu. Kedua frasa tersebut membangun permainan yang adil dan lancar. Seorang anak yang dapat mengatakan dan mendengar keduanya akan selalu tahu di mana mereka berdiri.

