Apa Maksud dari Ungkapan-ungkapan Ini?
“Gagal” dan “tidak berfungsi” keduanya berarti bahwa suatu upaya, rencana, atau perangkat tidak mencapai tujuannya. Mereka memberi tahu seseorang bahwa upaya itu tidak berhasil. Anak-anak mendengar kata-kata ini ketika mainan berhenti berfungsi, menara roboh, atau solusi tidak menyelesaikan masalah. Keduanya menggambarkan kekecewaan.
“Tidak berfungsi” adalah frasa yang lembut dan umum digunakan ketika sesuatu tidak berhasil. Seorang anak mengatakannya ketika bola lampu tidak menyala. Itu lembut dan faktual.
“Gagal” berarti hal yang sama, tetapi itu adalah kata yang lebih kuat dan final. Itu bisa terasa seperti penilaian. Seorang anak yang mengatakannya terdengar serius. Itu benar tetapi lebih keras.
Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa. Keduanya berarti “tidak berhasil.” Keduanya menggambarkan suatu hasil. Tetapi yang satu lembut sementara yang lain kuat dan final.
Apa Perbedaannya?
Yang satu lembut dan faktual. Yang satu kuat dan final. “Tidak berfungsi” adalah untuk upaya yang tidak berhasil sehari-hari. Itu lembut dan baik. Itu adalah frasa alami untuk anak-anak.
“Gagal” lebih kuat. Itu bisa terdengar seperti penilaian atau masalah besar. Itu digunakan untuk kegagalan yang lebih serius. Itu kurang umum dalam ucapan anak-anak.
Pikirkan seorang anak yang mencoba menyalakan mobil mainan. Itu tidak bergerak. “Tidak berfungsi” adalah pilihan yang tepat. “Gagal” akan terdengar terlalu keras untuk mainan. Yang satu untuk upaya kecil. Yang satu untuk yang besar.
Yang satu untuk kekecewaan sehari-hari. Yang lain untuk kegagalan yang serius atau formal. “Tidak berfungsi” untuk sebuah permainan. “Gagal” untuk ujian atau misi. Gunakan yang pertama untuk kejujuran yang lembut. Gunakan yang kedua untuk pembicaraan yang serius.
Juga, “gagal” bisa terasa seperti menyalahkan. “Tidak berfungsi” terasa seperti fakta sederhana.
Kapan Kita Menggunakan Masing-masing?
Gunakan “tidak berfungsi” untuk sebagian besar upaya sehari-hari. Gunakan itu untuk mainan, resep, rencana, dan proyek kecil. Gunakan itu untuk bersikap lembut. Itu cocok untuk percakapan sehari-hari.
Contoh di rumah: “Tidak berfungsi. Mari kita coba lagi.” “Lemnya tidak berfungsi. Kita butuh lebih banyak.” “Gagasanku tidak berhasil. Aku akan memikirkan yang lain.”
Gunakan “gagal” sangat jarang. Gunakan itu untuk kegagalan yang lebih serius atau pembicaraan formal. Gunakan itu untuk mengajarkan kata tersebut. Anak-anak hampir tidak pernah perlu mengucapkan kata ini.
Contoh untuk keseriusan: “Eksperimennya gagal.” (sains) “Misi itu gagal.” (formal) “Ujiannya gagal.” (serius)
Sebagian besar anak-anak seharusnya hanya mengatakan “tidak berfungsi.” Itu jelas, lembut, dan alami. “Gagal” baik untuk dipahami untuk membaca. Tetapi untuk kecelakaan sehari-hari, “tidak berfungsi” adalah yang terbaik.
Contoh Kalimat untuk Anak-anak Tidak berfungsi: “Tidak berfungsi. Mari kita coba sesuatu yang lain.” “Aku menekan tombolnya, tetapi tidak berfungsi.” “Rencanaku tidak berhasil kali ini.”
Gagal: “Eksperimennya gagal.” (sains) “Usahaku untuk memanjat pohon gagal.” (serius) “Peluncuran roket gagal.” (formal)
Perhatikan “tidak berfungsi” itu lembut dan umum. “Gagal” itu kuat dan serius. Anak-anak mempelajari keduanya. Satu untuk di rumah. Satu untuk pembicaraan formal.
Orang tua dapat menggunakan keduanya. Mainan tidak berfungsi: “tidak berfungsi.” Proyek sains: “gagal.” Anak-anak mempelajari kata-kata kegagalan yang berbeda.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Beberapa anak mengatakan “gagal” untuk setiap kecelakaan kecil. Itu terdengar terlalu dramatis. Cangkir yang tumpah tidak gagal; itu tumpah. Gunakan “tidak berfungsi” untuk hal-hal kecil.
Salah: “Sepatuku lepas. Gagal.” Lebih baik: “Sepatuku lepas. Aku akan mengikatnya lagi.”
Kesalahan lain: berpikir “tidak berfungsi” berarti Anda gagal. Upaya itu gagal, bukan Anda. Pisahkan tindakan dari nilai Anda.
Salah: “Aku tidak berfungsi, jadi aku gagal.” Lebih baik: “Gagasanku tidak berhasil. Aku akan mencoba ide baru.”
Beberapa pelajar lupa bahwa “gagal” bisa terdengar kasar. Bersikaplah baik dengan kata-kata Anda. “Tidak berfungsi” hampir selalu lebih baik.
Juga hindari menggunakan “gagal” untuk menggambarkan seseorang. “Kamu gagal” itu menyakitkan. Katakan “ujiannya sulit” atau “mari kita coba lagi.”
Tips Memori Mudah
Pikirkan “tidak berfungsi” sebagai desahan lembut. Ah, sudahlah. Coba lagi. Untuk sehari-hari.
Pikirkan “gagal” sebagai tanda X merah pada ujian. Serius. Final. Untuk kegagalan formal.
Trik lain: ingat beratnya. “Tidak berfungsi” = ringan. “Gagal” = berat. Ringan dapat “tidak berfungsi.” Berat dapat “gagal.”
Orang tua dapat mengatakan: “Tidak berfungsi untuk mencoba. Gagal untuk selamat tinggal.”
Berlatih di rumah. Mainan: “tidak berfungsi.” Eksperimen: “gagal.”
Waktu Latihan Cepat
Mari kita coba latihan kecil. Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.
Seorang anak mencoba membangun menara balok. Itu roboh. a) “Gagal.” b) “Tidak berfungsi. Aku akan mencoba lagi.”
Sebuah eksperimen sains di laboratorium tidak menghasilkan hasil yang diharapkan. a) “Tidak berfungsi.” b) “Eksperimennya gagal.”
Jawaban: 1 – b. Menara balok yang roboh cocok dengan “tidak berfungsi” yang lembut. 2 – a atau b. “Gagal” lebih formal dan cocok untuk eksperimen laboratorium.
Isi bagian yang kosong: “Ketika rencana sederhana anakku tidak berhasil, mereka mengatakan ______.” (“Tidak berfungsi” adalah pilihan yang lembut, sehari-hari, dan baik.)
Satu lagi: “Ketika eksperimen sains formal tidak berhasil, ilmuwan mengatakan ______.” (“Gagal” cocok dengan deskripsi yang formal, serius, dan berfokus pada hasil.)
Kegagalan hanyalah data. “Tidak berfungsi” mengajari kita untuk mencoba lagi. “Gagal” mengajari kita untuk belajar. Ajarkan anak Anda keduanya. Seorang anak yang mempelajari keduanya tidak akan takut untuk mencoba.

