Ketika Mainan Hilang, Haruskah Anak Bertanya “Di Mana Itu?” atau “Di Mana Lokasinya?” untuk Memulai Pencarian?

Ketika Mainan Hilang, Haruskah Anak Bertanya “Di Mana Itu?” atau “Di Mana Lokasinya?” untuk Memulai Pencarian?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Maksud dari Ungkapan-ungkapan Ini?

“Di mana itu?” dan “di mana lokasinya?” keduanya menanyakan posisi suatu benda. Keduanya meminta informasi tentang di mana sesuatu dapat ditemukan. Anak-anak mengucapkan kata-kata ini ketika mereka tidak dapat menemukan mainan, sepatu, atau camilan. Keduanya memulai pencarian.

“Di mana itu?” berarti beri tahu saya tempat di mana benda itu berada sekarang. Ini singkat dan umum. Seorang anak mengatakannya ketika krayon menggelinding di bawah meja. Itu adalah pertanyaan sehari-hari.

“Di mana lokasinya?” berarti beri saya posisi atau koordinat spesifik dari benda tersebut. Ini panjang dan formal. Orang dewasa menanyakannya dalam rapat bisnis atau untuk koordinat GPS. Kedengarannya sangat dewasa.

Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa. Keduanya menanyakan tempat sesuatu. Keduanya memulai pencarian. Tetapi yang satu untuk percakapan sehari-hari sementara yang lain untuk percakapan formal atau teknis.

Apa Perbedaannya?

Yang satu untuk kehidupan sehari-hari. Yang satu untuk penggunaan formal atau teknis. “Di mana itu?” adalah yang dikatakan keluarga. Itu cepat dan alami. Anak-anak mempelajarinya terlebih dahulu.

“Di mana lokasinya?” terdengar seperti komputer atau GPS. Ini lebih panjang dan lebih tepat. Seorang anak yang mengatakannya terdengar seperti robot. Itu benar tetapi sangat tidak biasa.

Pikirkan seorang anak yang mencari mainan yang hilang. “Di mana boneka beruang saya?” sudah benar. “Di mana lokasi boneka beruang saya?” akan terdengar aneh. Yang satu untuk rumah. Yang satu untuk manual teknis.

Yang satu untuk semua usia. Yang lain untuk anak-anak yang lebih besar yang mempelajari kata-kata formal. “Di mana itu?” untuk anak usia 5 tahun. “Di mana lokasinya?” untuk laporan sekolah tentang GPS. Gunakan yang pertama untuk mencari. Gunakan yang kedua untuk penulisan formal.

Juga, “lokasi” adalah kata yang kurang umum untuk anak-anak. “Di mana” lebih sederhana. Ajarkan “lokasi” sebagai kata kosakata untuk membaca. Gunakan “di mana” untuk berbicara.

Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing?

Gunakan “di mana itu?” untuk sebagian besar pertanyaan sehari-hari. Gunakan itu untuk mainan yang hilang, pekerjaan rumah, sepatu, atau remote. Gunakan itu untuk meminta bantuan menemukan sesuatu. Itu cocok untuk kehidupan sehari-hari.

Contoh di rumah: “Di mana itu? Saya tidak dapat menemukan tas punggung saya.” “Di mana kaus kaki biru saya? Hilang.” “Di mana remote-nya? Saya ingin menonton TV.”

Gunakan “di mana lokasinya?” sangat jarang. Gunakan itu dalam pelajaran geografi atau laporan formal. Gunakan itu untuk menjadi tepat. Anak-anak hampir tidak pernah perlu menanyakan pertanyaan ini.

Contoh untuk formalitas: “Di mana lokasi perpustakaan di peta ini?” (sekolah) “Bisakah Anda memberi tahu saya lokasi pasti dari harta karun itu?” (permainan) “Di mana lokasinya? Kami membutuhkan koordinatnya.” (formal)

Sebagian besar anak-anak hanya perlu bertanya “di mana itu?” Itu jelas, sederhana, dan alami. “Di mana lokasinya?” bagus untuk dipahami untuk membaca peta atau instruksi. Tetapi untuk menemukan sepatu yang hilang, “di mana itu?” adalah yang terbaik.

Contoh Kalimat untuk Anak-Anak

Di mana itu?: “Di mana itu? Saya memilikinya beberapa menit yang lalu.” “Di mana buku sains saya? Saya membutuhkannya.” “Di mana tali anjingnya?”

Di mana lokasinya?: “Di mana lokasi pemadam kebakaran di peta ini?” (sekolah) “Bisakah Anda memberi tahu saya lokasi tas punggung saya?” (permainan formal) “Di mana lokasinya? GPS membutuhkan koordinat.” (percakapan orang dewasa)

Perhatikan “di mana itu?” terdengar seperti anak sungguhan. “Di mana lokasinya?” terdengar seperti aplikasi peta. Anak-anak mempelajari keduanya. Satu untuk berbicara. Satu untuk memahami peta.

Orang tua dapat menggunakan “di mana itu?” setiap hari. Simpan “lokasi” untuk membaca peta. “Peta mengatakan lokasinya di sini. Itu berarti ‘di mana itu.’” Pembelajaran terjadi dalam momen-momen kecil.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Beberapa anak mengatakan “di mana lokasinya?” untuk mainan yang hilang. Kedengarannya terlalu formal. Teman-teman mungkin tertawa. Tetaplah dengan “di mana itu?” Kata-kata sederhana bekerja paling baik.

Salah: “Di mana lokasi pensil saya?” Benar: “Di mana pensil saya?”

Kesalahan lain: melupakan kata “itu.” “Di mana?” tidak lengkap. “Di mana itu?” atau “di mana topi saya?” sudah benar. Tambahkan objek atau “itu.”

Salah: “Di mana?” Benar: “Di mana itu?” atau “Di mana sepatu saya?”

Beberapa pembelajar berpikir “lokasi” hanya untuk hal-hal besar. Sebuah mainan dapat memiliki lokasi. Tetapi kata itu masih terlalu formal. Gunakan “di mana” untuk segalanya.

Juga hindari bertanya “di mana itu?” jika Anda sudah tahu. Jika Anda menyembunyikan objek, jangan berpura-pura lupa. Jujurlah. “Saya meletakkannya di rak” lebih baik daripada pertanyaan palsu.

Tips Memori Mudah

Pikirkan “di mana itu?” sebagai sorotan senter. Sorotan mencari di bawah sofa. Untuk pencarian sehari-hari.

Pikirkan “di mana lokasinya?” sebagai layar GPS. Layar menunjukkan titik di peta. Untuk percakapan formal atau teknis.

Trik lain: ingat panjangnya. “Di mana itu?” adalah tiga kata. “Di mana lokasinya?” juga tiga kata. Tetapi “lokasi” adalah suku kata yang lebih panjang. Kata-kata pendek untuk rumah. Kata-kata panjang untuk peta.

Orang tua dapat berkata: “Di mana untuk kursi. Lokasi untuk perawatan peta.” Itu berarti di rumah, katakan “di mana itu?” Untuk peta dan koordinat, pahami “lokasi.”

Berlatih di rumah. Hilang mainan: “di mana itu?” Lihat peta: “di mana lokasi taman?” Dua tingkat pertanyaan yang berbeda.

Waktu Latihan Cepat

Mari kita coba latihan kecil. Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Seorang anak tidak dapat menemukan botol airnya setelah makan siang. a) “Di mana lokasinya?” b) “Di mana botol air saya?”

Seorang guru meminta siswa untuk menemukan sebuah kota di peta selama pelajaran geografi. a) “Di mana kota itu?” b) “Di mana lokasi kota di peta ini?”

Jawaban: 1 – b. Botol air yang hilang di sekolah cocok dengan “di mana itu?” sehari-hari 2 – a atau b. Keduanya berfungsi. “Lokasi” lebih formal dan cocok untuk pelajaran geografi.

Isi bagian yang kosong: “Ketika saya tidak dapat menemukan buku perpustakaan saya, saya bertanya ______.” (“Di mana itu?” adalah pilihan yang alami, sehari-hari, ramah anak.)

Satu lagi: “Ketika GPS meminta tujuan, ia meminta ______.” (“Lokasi” cocok dengan bahasa peta yang formal, teknis, dan tepat.)

Menemukan benda adalah sebuah keterampilan. “Di mana itu?” menemukan kaus kaki yang hilang. “Di mana lokasinya?” membaca peta. Ajarkan anak Anda keduanya. Seorang anak yang belajar bertanya “di mana” tidak akan pernah tersesat terlalu lama.

Ringkasan

“Di mana itu?” adalah pertanyaan sehari-hari untuk menemukan benda yang hilang di rumah dan sekolah. “Di mana lokasinya?” adalah pertanyaan yang lebih panjang dan lebih formal yang digunakan untuk peta, GPS, dan koordinat yang tepat. Gunakan “di mana itu?” untuk mainan, sepatu, dan buku. Pahami “di mana lokasinya?” untuk pelajaran geografi dan membaca peta. Kedua pertanyaan membantu Anda menemukan benda. Seorang anak yang dapat bertanya “di mana” tidak akan pernah tersesat terlalu lama.