Ketika Mainan Diambil, Haruskah Anak Berkata “Itu Milikku” atau “Itu Milikku”?

Ketika Mainan Diambil, Haruskah Anak Berkata “Itu Milikku” atau “Itu Milikku”?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Arti Ungkapan Ini?

“Itu milikku” dan “itu milikku” keduanya mengklaim kepemilikan atas sesuatu. Mereka memberi tahu seseorang bahwa suatu benda adalah milikmu. Anak-anak mengucapkan kata-kata ini ketika mainan atau camilan diambil. Keduanya melindungi kepemilikan.

“Itu milikku” berarti saya memiliki benda ini. Singkat dan langsung. Seorang anak mengatakannya ketika seorang teman mengambil boneka kesukaan. Rasanya mendesak dan jelas.

“Itu milikku” berarti barang ini adalah milik saya. Kedengarannya lebih formal dan menjelaskan. Seorang anak mengatakannya ketika menjelaskan suatu aturan kepada seorang teman. Rasanya lebih tenang dan sabar.

Ungkapan-ungkapan ini tampak sangat mirip. Keduanya mengatakan “ini bukan milikmu.” Keduanya menghentikan seseorang untuk mengambil. Tetapi yang satu untuk saat-saat cepat sementara yang lain untuk saat-saat mengajar.

Apa Perbedaannya? Yang satu singkat dan mendesak. Yang lainnya lebih panjang dan lebih tenang. “Itu milikku” paling baik digunakan ketika seseorang mengambil sesuatu sekarang juga. Itu menghentikan tindakan dengan cepat. Sangat cocok untuk taman bermain.

“Itu milikku” paling baik digunakan untuk menjelaskan kepemilikan. Anda menggunakannya ketika seorang anak tidak mengerti. Itu mengajar, bukan hanya berhenti. Lebih baik untuk anak-anak yang lebih kecil.

Pikirkan seorang anak mengambil truk. “Itu milikku!” menghentikan pengambilan. “Itu milikku” mengajarkan konsepnya. Yang satu adalah rambu berhenti. Yang satu adalah pelajaran.

Yang satu untuk konflik. Yang lainnya untuk percakapan. “Itu milikku” mengakhiri argumen dengan cepat. “Itu milikku” memulai momen mengajar. Pilih berdasarkan situasinya.

Juga, “milikku” adalah kata ganti posesif. “Milikku” adalah frasa kata kerja. Milikku lebih pendek. Milikku lebih baik. Keduanya benar. Keduanya memiliki tempatnya.

Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing? Gunakan “itu milikku” untuk saat-saat cepat dan mendesak. Gunakan itu ketika seseorang mengambil barang Anda sekarang juga. Gunakan itu ketika Anda membutuhkan tindakan segera. Cocok untuk taman bermain dan rumah.

Contoh di rumah: “Itu milikku. Kembalikan, tolong.” “Hei, itu milikku. Aku sedang menggunakannya.” “Itu milikku. Kamu bisa giliran nanti.”

Gunakan “itu milikku” untuk saat-saat mengajar. Gunakan itu ketika seorang anak belum mengerti berbagi. Gunakan itu ketika Anda ingin menjelaskan kepemilikan dengan tenang. Cocok untuk percakapan yang lembut.

Contoh untuk mengajar: “Itu milikku. Kalau sudah selesai, kamu bisa memakainya.” “Cangkir biru itu milikku. Yang merah adalah milikmu.” “Buku ini milikku. Mari kita cari satu untukmu.”

Anak-anak membutuhkan kedua frasa tersebut. “Itu milikku” melindungi saat itu juga. “Itu milikku” membangun pemahaman. Satu untuk tindakan. Satu untuk belajar.

Contoh Kalimat untuk Anak-Anak Itu milikku: “Itu milikku. Aku yang pertama memilikinya.” “Tolong jangan sentuh. Itu milikku.” “Itu milikku! Tanya sebelum kamu ambil.”

Itu milikku: “Boneka binatang itu milikku. Itu hadiah.” “Kotak krayon itu milikku. Kamu bisa meminjam satu.” “Kursi ini milikku. Aku sedang duduk di sini.”

Perhatikan “itu milikku” menghentikan pengambilan dengan cepat. “Itu milikku” menjelaskan kepemilikan secara perlahan. Yang satu adalah perisai. Yang satu adalah pelajaran. Keduanya melindungi apa yang menjadi milikmu.

Orang tua dapat menggunakan keduanya dengan anak-anak. Ketika mainan diambil: “itu milikku.” Ketika menjelaskan berbagi: “ini milikku sekarang.” Anak-anak mempelajari alat yang berbeda untuk momen yang berbeda.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Beberapa anak terlalu sering mengatakan “itu milikku” tentang hal-hal yang digunakan bersama. Spidol bersama bukanlah “milikku.” Itu adalah “milik kita.” Ajarkan perbedaan antara pribadi dan bersama. Tidak semuanya milik satu orang.

Salah: “Itu milikku” (krayon sekolah). Benar: “Itu milik kita” atau “itu krayon kelas.”

Kesalahan lain: mengambil sambil berteriak “itu milikku.” Kata-kata tanpa tangan yang lembut memulai perkelahian. Ucapkan kata-katanya. Jaga tanganmu tetap baik. Minta barang itu kembali dengan sopan terlebih dahulu.

Salah: Berteriak “itu milikku!” dan mengambil. Benar: “Itu milikku. Tolong kembalikan.”

Beberapa pelajar lupa untuk berbagi setelah melindungi. “Itu milikku” tidak berarti “jangan pernah berbagi.” Anda dapat mengatakan “itu milikku, tetapi kamu bisa giliran segera.” Kepemilikan dan kebaikan hidup bersama.

Juga hindari mengatakan “itu milikku” dengan nada merengek. Kedengarannya seperti keluhan. Ucapkan dengan tenang, seperti seorang guru. Kata-kata yang tenang bekerja lebih baik.

Tips Memori Mudah Pikirkan “itu milikku” sebagai tangan yang cepat. Tangan itu mengulurkan tangan untuk menghentikan pengambilan. Cepat dan protektif. Kata-kata aksi.

Pikirkan “itu milikku” sebagai penjelasan yang tenang. Anda duduk. Anda menunjuk. Anda mengajar. Perlahan dan baik. Kata-kata belajar.

Trik lainnya: ingat panjangnya. “Milikku” memiliki satu ketukan. “Milikku” memiliki empat ketukan. Satu untuk berhenti cepat. Empat untuk berbicara sabar. Cocokkan panjangnya dengan momennya.

Orang tua dapat mengatakan: “Milikku untuk berhenti. Milik untuk pelajaran.” Itu berarti ketika seseorang mengambil, katakan “milikku.” Ketika seseorang tidak mengerti, jelaskan “milikku.”

Berlatih di rumah. Pura-pura seorang teman mengambil mainan. Katakan “itu milikku.” Kemudian pura-pura teman itu bertanya mengapa. Katakan “itu milikku.” Dua situasi berbeda. Dua frasa berbeda.

Waktu Latihan Cepat Mari kita coba latihan kecil. Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Seorang teman mengambil pensil barumu dari tanganmu. Kamu membutuhkannya kembali sekarang. a) “Pensil itu milikku.” b) “Itu milikku. Tolong kembalikan.”

Seorang adik yang lebih muda terus mengambil krayonmu. Mereka tidak mengerti kepemilikan. a) “Itu milikku!” (lagi) b) “Krayon ini milikku. Biarkan saya tunjukkan mana yang menjadi milikmu.”

Jawaban: 1 – b. Pengambilan cepat membutuhkan “itu milikku” yang cepat. 2 – b. Momen mengajar membutuhkan “milikku” yang sabar.

Isi bagian yang kosong: “Ketika adikku mengambil bukuku tanpa bertanya, aku berkata ______.” (“Itu milikku” berfungsi untuk pengambilan segera.)

Satu lagi: “Ketika sepupuku bertanya mengapa aku memiliki cangkir biru setiap hari, aku menjelaskan ______.” (“Itu milikku” mengajarkan konsep kepemilikan permanen.)

Mengetahui apa yang menjadi milikmu itu penting. Begitu juga berbagi dan kebaikan. “Itu milikku” melindungi. “Itu milikku” mengajar. Keduanya membantumu tumbuh menjadi orang yang baik dan kuat.

Ringkasan “Itu milikku” melindungi barang-barangmu saat itu juga. “Itu milikku” menjelaskan kepemilikan dengan baik. Gunakan “milikku” untuk berhenti cepat. Gunakan “milikku” untuk pengajaran yang sabar. Kedua frasa itu jujur. Barang-barangmu penting. Kebaikanmu lebih penting. Seimbangkan keduanya.