Apa Arti Ungkapan Ini? “Kotor” dan “terkotori” keduanya berarti bahwa sesuatu itu tidak bersih. Mereka memberi tahu orang tua bahwa suatu benda memiliki tanda, debu, atau noda. Anak-anak mengucapkan kata-kata ini tentang sepatu berlumpur, susu yang tumpah, atau tangan yang berantakan. Keduanya meminta untuk dibersihkan.
“Kotor” berarti ada kotoran, debu, atau kekacauan di permukaannya. Itu umum dan langsung. Seorang anak mengatakannya ketika bajunya terkena cat. Itu adalah kata sehari-hari.
“Terkotori” berarti barang itu bernoda atau bertanda, seringkali dengan sesuatu yang basah atau tidak menyenangkan. Itu lebih formal dan kurang umum. Seorang dewasa mungkin mengatakannya tentang taplak meja setelah makan. Itu jarang digunakan oleh anak-anak.
Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa. Keduanya mengatakan “ini perlu dibersihkan.” Keduanya menggambarkan kekacauan. Tapi yang satu untuk percakapan sehari-hari sementara yang lain untuk kekacauan formal atau spesifik.
Apa Perbedaannya? Yang satu untuk kekacauan sehari-hari. Yang satu untuk noda formal atau tidak menyenangkan. “Kotor” cocok untuk hampir semua kekacauan. Lumpur, debu, makanan, cat, noda rumput. Itu adalah kata yang alami.
“Terkotori” sering digunakan untuk noda dari makanan, lumpur, atau cairan tubuh. Kedengarannya lebih serius. Seorang anak yang mengatakan “celanaku terkontori” terdengar sangat formal. Itu benar tetapi tidak biasa.
Pikirkan seorang anak dengan selai kacang di bajunya. “Kotor” sudah benar. “Terkotori” juga benar tetapi terlalu formal. Yang satu untuk percakapan sehari-hari. Yang satu untuk percakapan mewah.
Yang satu untuk anak-anak. Yang lainnya untuk cuci kering. “Kotor” adalah apa yang dikatakan keluarga. “Terkotori” adalah apa yang mungkin dikatakan tanda di mesin cuci. Gunakan yang pertama untuk berbicara. Pahami yang kedua untuk membaca.
Juga, “terkotori” bisa terdengar seperti eufemisme untuk kecelakaan di kamar mandi. Hati-hati menggunakannya. “Kotor” lebih jelas dan lebih baik.
Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing? Gunakan “kotor” untuk sebagian besar kekacauan. Gunakan itu untuk lumpur, makanan, cat, debu, atau rumput. Gunakan itu untuk memberi tahu orang tua bahwa Anda perlu membersihkan. Itu cocok untuk kehidupan sehari-hari.
Contoh di rumah: “Tanganku kotor karena bermain di luar.” “Lantai kotor. Aku menumpahkan jus.” “Bajumu kotor. Mari kita cuci.”
Gunakan “terkotori” sangat jarang. Gunakan itu dalam tulisan formal atau ketika Anda perlu sangat tepat. Gunakan itu untuk memahami tanda atau buku. Anak-anak hampir tidak pernah perlu mengucapkan kata ini.
Contoh untuk formalitas: “Taplak meja terkontori. Silakan cuci.” (formal) “Celemek bayi terkontori dengan makanan.” (deskripsi) “Gaun itu terkontori setelah piknik.” (bahasa buku)
Sebagian besar anak-anak seharusnya hanya mengatakan “kotor.” Itu jelas, alami, dan baik. “Terkotori” baik untuk dipahami untuk membaca. Tapi untuk memberi tahu orang tua, “kotor” adalah yang terbaik.
Contoh Kalimat untuk Anak-Anak Kotor: “Kotor. Aku perlu mencuci tanganku.” “Cakar anjing kotor karena lumpur.” “Kotor di bawah sofa. Mari kita vakum.”
Terkotori: “Serbet terkontori dengan saus spageti.” (formal) “Pakaian bayi terkontori.” (percakapan kamar mandi) “Kemeja putih itu terkontori setelah makan.” (bahasa buku)
Perhatikan “kotor” terdengar seperti anak sungguhan. “Terkotori” terdengar seperti orang dewasa di restoran mewah. Anak-anak mempelajari keduanya. Yang satu untuk berbicara. Yang satu untuk membaca.
Orang tua dapat menggunakan “kotor” setiap hari. Simpan “terkotori” untuk pelajaran kosakata. “Tanda itu bertuliskan ‘linen terkontori.’ Itu berarti kain kotor.” Pembelajaran terjadi dalam momen-momen kecil.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Beberapa anak mengatakan “terkotori” agar terdengar dewasa. Kedengarannya aneh bagi teman-teman. Tetaplah dengan “kotor.” Kata-kata sederhana bekerja paling baik.
Salah: “Tanganku terkontori.” Benar: “Tanganku kotor.”
Kesalahan lain: menggunakan “terkotori” untuk debu kering. Debu itu kotor, biasanya tidak terkontori. Terkontori menyiratkan noda basah atau lengket. Gunakan “berdebu” untuk debu.
Salah: “Rak buku terkontori dengan debu.” Benar: “Rak buku itu berdebu.”
Beberapa pelajar lupa bahwa “kotor” bukanlah kata yang buruk. Kotor hanya berarti perlu dibersihkan. Itu tidak memalukan. Bersihkan dan lanjutkan.
Juga hindari mengatakan “kotor” dengan cara yang jahat tentang seseorang. “Kamu kotor” dapat menyakiti perasaan. Katakan “bajumu kotor” sebagai gantinya. Bicaralah tentang pakaian, bukan orangnya.
Tips Memori Mudah Pikirkan “kotor” sebagai jejak kaki berlumpur berwarna coklat. Kotor. Perlu dilap. Untuk kekacauan sehari-hari.
Pikirkan “terkotori” sebagai tag cuci kering mewah. Tagnya bertuliskan “terkontori.” Formal dan spesifik. Untuk membaca, bukan berbicara.
Trik lain: ingat formalitasnya. “Kotor” untuk rumah. “Terkotori” untuk tanda formal. Rumah mendapat “kotor.” Tanda mendapat “terkontori.”
Orang tua dapat mengatakan: “Kotor untuk hari itu. Terkontori untuk cara formal.” Itu berarti di rumah, katakan “kotor.” Membaca tanda, pahami “terkontori.”
Berlatih di rumah. Sepatu berlumpur: “kotor.” Tanda di tempat sampah cucian: “linen terkontori.” Dua dunia bersih yang berbeda.
Waktu Latihan Cepat Mari kita coba latihan kecil. Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.
Seorang anak menumpahkan jus anggur di karpet. Mereka perlu memberi tahu orang tua. a) “Karpetnya terkontori.” b) “Karpetnya kotor. Aku menumpahkan jus.”
Seorang orang tua membaca tanda di binatu yang bertuliskan “hanya pakaian terkontori.” a) “Itu berarti pakaian kotor, kan?” b) “Tanda itu berarti sesuatu yang lain.”
Jawaban: 1 – b. Tumpahan jus anggur di rumah cocok dengan “kotor” sehari-hari. 2 – a. Memahami tanda formal: “terkontori” berarti “kotor.”
Isi bagian yang kosong: “Ketika aku mendapatkan lumpur di celanaku, aku mengatakan mereka ______.” (“Kotor” adalah pilihan alami, sehari-hari, ramah anak.)
Satu lagi: “Ketika sebuah hotel memasang tanda di tas cucian, itu bertuliskan ______ linen.” (“Terkontori” cocok dengan bahasa formal, profesional, tertulis.)
Kekacauan terjadi. “Kotor” itu jujur dan mudah. “Terkontori” itu formal dan spesifik. Ajarkan anak Anda keduanya. Seorang anak yang dapat menggambarkan kekacauan dapat membersihkannya.
Rangkuman “Kotor” adalah kata sehari-hari untuk kekacauan apa pun yang perlu dibersihkan. “Terkontori” adalah kata yang lebih formal yang sering digunakan untuk linen bernoda atau dalam pengaturan profesional. Gunakan “kotor” untuk sepatu berlumpur, tangan berantakan, dan makanan yang tumpah. Pahami “terkontori” untuk tanda, instruksi binatu, dan tulisan formal. Kedua kata tersebut menggambarkan kebutuhan akan sabun dan air. Seorang anak yang mengatakan “kotor” dengan jujur akan belajar untuk membersihkan dirinya sendiri.

